Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 431 apakah anda akan menarik semua tentara?


__ADS_3

Di sebuah bar di kota Azuka.


Matahari baru saja terbenam, dan orang-orang mulai berdatangan ke bar, saat ini di sudut bar, ada seorang wanita yang dandanannya tebal dan bajunya seksi, sambil minum arak sambil membual kepada orang di sampingnya.


“Hehe, apakah kalian tidak melihat aku memukul kedua wanita pelacur itu, dasar sialan, kalau bukan karena si pelacur Estela yang membuat masalah, aku pasti akan merontokkan gigi depannya! Lalu membuat mereka bersujud dan memohon maaf di hadapan bibi!” Wanita yang berdandan tebal ini berkata sambil tertawa, sorot matanya terlihat angkuh.


“Kak Sasha yang perkasa!”


“Haha, aku belum melihat Kak Sasha bertindak kasar! Pasti sangat keren.” Orang-orang di sekelilingnya tertawa, lalu bersulang.


“Kak Sasha, kalau boleh tahu kenapa kamu tidak bisa memaafkan Elva? Bukankah dia adalah bibimu? Lagi pula dia sudah sangat terpuruk, untuk apa kamu masih harus perhitungan dan benci kepada orang yang sudah mau mati?” Saat ini, ada seorang gadis muda yang tidak bisa menahan diri dan tertawa.


Begitu kata-kata itu selesai terucap, ekspresi wajah Sasha langsung suram.


Dia melotot pada gadis muda itu, tidak berkata sepatah kata pun.


Gadis muda itu langsung menghentikan tawanya, dia menatap balik dengan rasa takut.


“Kak Sasha, apakah aku... aku ada salah bicara?” Gadis muda itu bertanya dengan takut.


Detik berikutnya, Sasha langsung menyiramkan gelas berisi wine yang ada ditangannya ke arah gadis muda itu.


Gadis muda itu tidak sempat menghindar dan kena siram, dandanan di wajahnya pun luntur.


“Ah.,.. Kak Sasha.. “ Gadis muda itu buru-buru berdiri dan panik.


Orang-orang di sekelilingnya pun tertegun.


“Kak Sasha, anda kenapa?”


“Annie, kenapa kamu malah membuat Kak Sasha marah? Cepat minta maaf padanya!”


“Kak Sasha, anda jangan marah, ini semua kesalahanku, aku salah bicara!” Gadis muda yang bernama Annie bergegas membungkuk minta maaf, kelihatannya sudah hampir menangis.


“Dasar pelacur, apa yang kamu tahu tentang urusan keluarga Lavore! Apakah kamu tidak mengerti kalau waktu itu Elva hampir saja mencelakai diriku!” Sasha berkata dengan penuh emosi.


“Hampir mencelakai anda?”


Semua orang dibuat terkejut dan melongo.


“Kak Sasha, apa maksud perkataanmu?” Ada yang bertanya dengan hati-hati.


“Huhh, kalian ini tidak mengerti, setiap beberapa tahun sekali akan ada sekelompok orang yang datang ke rumah Keluarga Lavore dan memilih bibit.”


“Memilih bibit? Bibit apa?”


“Memangnya ada bibit apa lagi, sudah pasti bibit ilmu bela diri lah!”


“Bukankah anggota Keluarga Lavore memang bisa ilmu bela diri kan? Aku dengar bahkan ada beberapa dari Keluarga Lavore yang memenangkan kejuaraan ilmu bela diri!” Ada orang yang tertawa.

__ADS_1


“Cihh, juara ilmu silat begitu mana bisa dibandingkan dengan ilmu silat orang-orang itu? Seni bela diri yang dipelajari oleh orang-orang ini adalah seni bela diri kuno yang otentik, apa kalian sudah pernah dengar teknik 18 Tapak Naga? Kalau 1 Tusukan Maut bagaimana, pernah dengar tidak? Ya kurang lebih semacam itulah!” Sasha menjelaskan dengan hati-hati.


“Apa? Sebegitu lihainya?”


“Benarkah? Ini bukan sedang syuting film kan?”


Orang yang berada di samping meja bar terkejut.


“Syuting film? Hah, ini adalah kejadian nyata, masa dibilang syuting film? Aku dengar ada beberapa orang di keluargaku yang bisa ilmu bela diri kuno seperti itu, sangat hebat. “ Sasha berkata dengan nada menghina.


“Benarkah?” Orang-orang berseru kagum.


“Akan tetapi Kak Sasha, apa hubungan orang-orang ini denganmu?” Entah siapa yang bertanya.


“Bagaimana bisa tidak ada hubungan? Orang-orang tersebut datang ke rumahku dan memilih bibit, lalu aku yang terpilih!” Sasha berkata.


“Kalau begitu itu kan hal yang baik!” “Baik apanya! Kalian itu tidak mengerti, ini adalah sebuah bencana, sangat sial kalau terpilih oleh mereka!”


“Memangnya kenapa?”


“Masih tanya kenapa lagi, pokoknya orang-orang yang terpilih ini akan ikut mereka pergi berlatih ilmu bela diri beberapa tahun, tapi setelah kembali pasti ada yang cacat atau terluka parah, bahkan ada yang mati!”


“Hah? Jadi. Jadi ini latihan bela diri atau sabung nyawa?”


“Tentu saja latihan ilmu bela diri, tapi itu kalau bela diri biasa, kalau bela diri yang spesial, berarti sabung nyawa!” tutur Sasha.


Orang-orang itu ketakutan mendengarnya.


“Kenapa Elva memaksamu pergi?”


“Huh, tentu saja setelah ayahku menentang keras, orang-orang itu jadinya memilih anak perempuannya!”


“oh, ternyata begitu...” Semua orang terpana mendengar ceritanya.


“Aku ini hampir saja dicelakakan oleh Elva, dan sekarang aku sudah bisa membalas dendam, menurutmu apakah aku harus diam dan tidak membalas?” Sasha berkata dengan menggebu-gebu.


“Sudah sepatunya harus dibalas!”


“Balas dengan baik!”


“Tidak ada yang salah dengan Kak Sasha !”


Semua orang sibuk bersahut-sahutan. satu persatu bertingkah seperti jaksa yang menghakimi seakan-akan Elva adalah orang yang sangat jahat.


Sasha pun merasa puas, dia meneruskan isapan rokoknya dan minum arak, raut wajahnya terlihat puas.


Tapi entah sejak kapan orang-orang itu baru menyadari ada seorang lelaki yang berdiri di samping meja bar.


Sepertinya Sasha mengenal orang ini, dan memandang orang itu dengan kaget: “Kamu adalah...Ahong? Kenapa kamu datang kesini?”

__ADS_1


“Nona Sasha, anda harus segera pulang ke rumah!” Lelaki yang bernama Ahong itu berkata.


“Tidak, apakah kamu tidak lihat aku ini sedang minum?” Sasha berkata dengan gusar.


Tapi detik berikutnya laki-laki itu tiba-tiba mengulurkan tangan dan membalikkan meja bar.


Prangggg....


Gelas beling dan keramik semuanya jatuh ke lantai, semua orang yang ada di bar itu terkejut, termasuk Sasha.


“Kamu sudah gila ya?” Sasha bergegas berdiri dan memelototi orang itu.


Namun ekspresi wajah lelaki itu tenang, dia hanya menatap Sasha dalam diam.


Sasha tertegun, lalu tiba-tiba dia seperti menyadari sesuatu, ekspresi wajahnya berubah panik.


“Siapa.. siapa yang ingin bertemu diriku?”


“Orang rumah ketiga, master tertua dan master kedua juga ada.” Jawab Ahong.


Ketika mendengar nama tersebut, ekspresi wajahnya seketika berubah...


“Ayo pergi, mobil sudah menunggu diluar!” Ahong berkata, sambil berjalan keluar dari bar.


Sasha belum pulih dari keterkejutannya, dan berjalan sempoyongan, namun tak lama kemudian dia seperti teringat sesuatu dan bergegas mengeluarkan handphone dan menelepon sebuah nomor.


“Kamu dimana?” Terdengar suara seseorang yang rendah dari seberang telepon.


“Aku ada di bar, Ayah, apa yang terjadi di rumah?” Suaranya Sasha terdengar seperti sedang menangis namun tidak ada air mata yang keluar.


“Tidak apa-apa, kamu pulang dulu saja.” Suara itu menjawab dengan datar, lalu teleponnya putus.


“Ayah...” Sasha memanggil tapi percuma.


Dia tidak punya pilihan lain selain ikut Ahong pulang ke rumah Keluarga Lavore.


Setelah masuk ke ruang utama Keluarga Lavore, dia dibuat terkejut dengan pertempuran yang ada di depan matanya.


Sama sekali tidak terpikirkan olehnya kalau masalah ini akan menjadi besar.


Namun Vincent sama sekali tidak peduli akan hal ini.


Saat ini, dia baru saja selesai memberikan akupunktur pada Elva, dan setelah menenangkan Jane Dormantis, dia duduk seorang diri diatas meja batu diluar pintu sambil merokok dan menunggu kabar.


Kringgg..


Saat ini, handphonenya berdering.


Vincent melirik sekilas nomor yang tampil, lalu mengangkat teleponnya.

__ADS_1


“Tuan Bermoth, apakah anda akan menarik semua tentara?” Terdengar suara seorang wanita dengan penuh hormat berbicara dari seberang telepon.


“Untuk sekarang ini masih belum perlu, biarkan mereka berjaga di sekeliling rumah Keluarga Lavore, tunggu isyarat dariku, kalau sudah menerima isyaratku maka suruh mereka menyerbu masuk, berikan mereka perlengkapan yang paling sesuai, kalau harus turun tangan, maka pastikan Keluarga Lavore tidak ada satu pun yang bisa damai, mengerti?” Vincent memerintahkan dengan nada datar.


__ADS_2