Dokter Jenius Bermoth

Dokter Jenius Bermoth
Bab 312 sangat membosankan


__ADS_3

Banyak orang mengira kalau mereka telah salah dengar, pandangan mereka serentak mengarah ke Vincent.


Tetapi sorot mata yang terlihat dari topeng yang dikenakan, orang ini tidak bercanda!


30 meter!


Untuk tingkat kesulitan seperti ini saja para guru harus serius melakukannya, akan tetapi jarak tersebut malah bagi orang ini terbilang dekat?


Raven mengepalkan tangannya erat-erat, dia menggeram dengan penuh kemarahan: “kalau 30 meter tidak cukup, ayo kita teruskan menjadi 40 meter!”


“Masih terlalu dekat!” Vincent menggelengkan kepala.


“50 meter!” Raven terkejut lalu berteriak.


“Dekat!” Vincent segera menjawab.


“60 meter!” Dia tidak puas lalu berteriak lagi.


“Dekat!” suaranya terdengar datar.


“70 meter!”


“Terlalu dekat!”


“80 meter!”


“Tidak cukup!”


“200 meter!”


Raven yang penuh emosi akhirnya tidak tahan lagi, dia meraung dengan keras dan dia langsung menaikkan jaraknya menjadi 200 meter!


“Wahh!”


Suasana aula dalam sekejap seperti disambar petir. Semua orang dibuat merinding.


“Raven!” Guru Ferreira berteriak memanggil, sepertinya ingin membujuknya.


Jarak lempar jarum baja 200 meter ke titik akupunktur dengan sasaran yang bergerak tingkat kesulitan ini bahkan sudah melampaui kemampuan para guru!


Hanya si jenius Raven yang berani mengucapkannya?


Para guru membelalakan matanya, mereka semua dibuat terkejut bahkan tidak percaya dengan kata-kata Raven.


Vincent pun terdiam.


Pandangan para penonton mulai beralih ke dirinya.


Barka dan yang lainnya mulai tertawa.


“Cepat lihat si bodoh itu! Hahaha, rekan-rekannya saja dibuat kaget!”


“Tentu saja, aku rasa jarumnya pasti tidak bisa sampai ke tujuan dengan jarak yang begitu jauh, bagaimana ia bisa menyentuh senior Raven!”


“Sepertinya kali ini bocah itu terpaksa ikut?”


“Kita lihat apakah dia mampu!”


Orang-orang menyindir dan tertawa, ekspresi mengolok-olok terlihat jelas di wajah mereka.


“Kenapa kamu tidak berkata lagi? Jangan-jangan kamu takut ya?” Miuto yang berada di bawah panggung berdeham, dan langsung menohok Vincent yang berada di atas panggung.


Kemudian....sekali lagi Vincent menggeleng, ekspresinya wajah tetap datar: “Aku hanya merasa sangat membosankan!”


“Bosan?” Miuto tertegun: “Apa maksudmu?”


“1000 meter.” Vincent berkata dengan nada tenang sambil memandang Raven.


Begitu kata-kata ini diucapkan, seluruh aula menjadi hening dalam sekejap...


Rasanya waktu seakan-akan berhenti.

__ADS_1


Seluruh orang dibuat ternganga.


Orang-orang melongo menatap Vincent, isi kepala mereka terasa kosong.


Waktu entah berlalu berapa lama, Guru Snape yang berada di sebelah sini baru bisa merespon.


Dia menunjuk Vincent, nada suaranya sedikit bergetar: “Dasar bocah ingusan, kamu. Kamu... apa yang kamu katakan tadi? Berapa jarak yang kamu inginkan??”


“1000 meter! Kenapa? Apakah telinga anda bermasalah Guru Snape?”Vincent berkata sambil melirik kearah Guru Snape.


“Omong kosong!” Guru Snape menjadi marah.


“Ryuken! Aku lihat tujuanmu kesini hanyalah untuk membuat keributan!”


“Dengan jarak 1000 meter harus mengenai sebuah Titik Mati! Kamu kira jarum baja milikmu itu senapan sniper?”


“Si Ryuken ini sebenarnya tidak bisa mengalahkan senior Raven, makanya dia sengaja melebih-lebihkan jaraknya!”


“Benar sekali, pasti demikian, dia pasti berpikir kalau dia tidak bisa mengenai Senior Raven dalam jarak 200 meter, makanya dia sengaja menarik jarang yang sangat berlebihan, sehingga Senior Raven juga tidak bisa mengenai dirinya! Dengan demikian dia bisa menjadi yang tidak terkalahkan!”


“Dasar bedebah! Sangat curang!”


“Ryuken, apa kau ini tidak mampu?”


“Sampah, kalau memang tidak bisa pergi sana!”


Para siswa mulai memaki, satu persatu melampiaskan kemarahannya.


Namun Vincent malah berteriak: “Apabila dalam jarak 1000 meter aku tidak bisa mengenai Raven dengan tepat, atau hanya kena bajunya saja, maka aku kalah!”


Perkataannya ini langsung membuat semua orang tutup mulut!


“Apakah kamu serius?” Raven menatap Vincent dengan pandangan marah bercampur terkejut.


“Kenapa? Kamu tidak berani?” Vincent balik bertanya.


“Bagaimana mungkin? Aku terima tantanganmu!” Eskpresi wajah Raven memerah dan pucat di saat yang bersamaan, dia terpaksa menerima tantangan tersebut.


“Nasi sudah menjadi bubur, kita sudah tidak punya pilihan lagi, sekarang kita hanya bisa melihat apakah Raven bisa mengatasi orang ini.” Satan menjawab dengan suara serak.


Guru Ferreira menghela napas dan mengangguk.


Setelah kedua peserta sepakat akan jarak yang ditetapkan, mereka pun langsung menjauh hingga 1000 meter satu sama lain.


Posisi mereka berdua sekarang sudah hampir mentok hingga ke ujung aula.


Suara-Suara yang muncul di arena saling bersahut-sahutan.


Radit berdiri dengan bingung di samping, dia hanya melihat Satan yang maju kedepan lalu berteriak: “Apakah kalian berdua sudah siap?”


“Kapan saja kami siap!”


“Baiklah, aku tidak perlu menjelaskan lagi peraturannya bukan? Siapapun yang bisa duluan mengenai titik akupunktur di tubuh lawan, maka dialah yang menang! Sekarang aku umumkan bahwa pertandingan final dimulai! “


Satan memberikan aba-aba dan melambaikan tangannya.


Wussssshh!


Raven yang berada di sebelah sana langsung memulai, dia mengambil jarum baja dan melemparkannya ke arah Vincent.


Setelah belasan batang jarum, dia menggertakkan gigi erat-erat, mengeluarkan semua kekuatan yang ada dan langsung menyerang, lantas melemparkan jarum yang ada.


Melempar jarum baja supaya mengenai titik akupunktur dengan jarak 1000 meter merupakan kesulitan tingkat dewa.


Perlu diketahui bahwa jarak efektif senapan sniper dengan peluru 7.62mm hanyalah 800 meter, sedangkan ini melemparkan jarum baja dengan tenaga manusia yang jaraknya mencapai 1000 meter, masih harus mengenai sasaran tubuh orang itu... berapa besar kekuatan yang dibutuhkan?


Dan lagi kekuatan hanyalah satu satu faktor, yang paling penting adalah tingkat ketepatan sasaran!


Bisa dibilang sama saja dengan seorang sniper yang menyerahkan seluruh persenjataannya.


Tingkat kesulitan ini juga telah melampaui seluruh kategori guru yang ada di sini.

__ADS_1


Sebenarnya Raven juga merasa tidak yakin kalau dia bisa melakukannya, jadi dalam sekali serangan dia melempar belasan jarum baja, dia berpikir kalau dia melempar begitu banyak masa tidak ada satupun yang kena, paling tidak dia bisa mencoba keberuntungannya bukan?


Akan tetapi situasinya membuat orang canggung.


Belasan jarum baja tersebut hanya mampu mencapai jarak 700-800 meter, lalu mengarah ke bawah, dan ketika hampir sampai ke arah Vincent tiba-tiba ada angin bertiup..


Ting! Ting! Ting! Ting..


Seluruh jarum baja tersebut arahnya dibelokkan oleh angin, dan lewat begitu saja di samping pundak Vincent, dan jatuh ke tanah.


Dari awal sampek akhir, Vincent sama sekali tidak bergerak sedikit pun.


“Err...”


Ekspresi wajah orang-orang menjadi kikuk.


Raven pun tertegun.


“Hanya begini saja?” Vincent melirik Raven.


Ekspresi wajah Raven memerah, dan urat birunya terlihat menonjol dengan jelas.


“Shijie, jangan gunakan terlalu banyak jarum baja karena bisa tenagamu bisa tersebar jadi jarum bajanya tidak akan bisa terbang jarak yang jauh, kau gunakan lima batang jarum saja, jangan tegang, rileks saja!” Disaat ini Satan memberikan petunjuk dengan nada rendah.


“Baik!” Raven mengangguk dengan serius, lalu mengambil 5 batang jarum dan melemparkannya ke arah Vincent.


Saat ini seluruh tenaganya hanya terbagi rata di 5 batang jarum baja tersebut, kecepatan terbang jarumnya sudah bertambah dan lebih stabil, bagaikan peluru tembaga yang terbang melesat ke tubuh Vincent.


Raven merasa gembira.


Orang-orang di sekelilingnya juga merasa punya harapan.


Begitu melihat 5 batang jarum yang dijajarkan, sekilas terlihat kalau ini bertujuan untuk mengunci pergerakan Vincent.


Tidak pernah terpikirkan oleh Raven kalau dia bisa melemparkan 5 batang jarum baja tersebut dengan baik.


“Kali ini, kita lihat bagaimana kamu bisa menghindarinya?” Raven tertawa dingin.


Dan disaat ini, Vincent bergerak.


Tapi dia bukan menggerakkan kakinya, dia malah menggerakkan tangannya.


Entah jarum baja dari mana, kedua jarinya langsung melemparkan sebuah jarum.


Wussshh!


Jarum baja itu terbang dengan sangat cepat, saking cepatnya hingga seperti terlihat lenyap dari tangannya.


“Hm?”


Raven tertegun, dia tidak tahu kenapa disaat seperti ini untuk apa dia mengeluarkan jarumnya.


Mau menusuk dirinya?


Mana keburu? Dilihat bagaimanapun juga jarumnya pasti akan mengenai Vincent lebih dulu.


Detik selanjutnya,


Ting!


Terdengar suara denting jarum yang sangat jelas.


Lalu ada sekelebat percikan api yg halus muncul di hadapan Vincent.


“Apa?”


Para guru dibuat terkejut hingga melongo, lalu buru-buru melihat ke depan.


“Ini tidak mungkin terjadi!”


Malfoy yang berada disisi sini melangkah dengan cepat, matanya membelalak lebar melihat pemandangan itu.

__ADS_1


Sedangkan Raven sudah dibuat tidak berkutik dari awal.


__ADS_2