
Mentari pagi memancarkan sinarnya, pertanda hari mulai pagi. Selesai mandi dan berganti pakaian, Selesai mengikat rambutnya Senja bergegas menuju ke kamar Zayn.
Seperti biasa dia langsung nyelonong masuk, kedua mata Senja membulat melihat botol botol Wine berserakan di lantai. Senja mendekati Zayn lalu menepuk pelan pipinya.
"Tuan Zayn bangun sudah pagi ini. " Tak ada pergerakan dari Zayn membuat Senja kesal, dia berlalu pergi ke kamar mandi. Tak lama kemudian dia kembali membawa satu gayung air ditangannya.
1, 2, dan 3 byur Senja menyiram Zayn dengan air. Zaynpun langsung bangun seketika. Dia menatap tubuhnya yang basah dan beralih melirik Senja dengan kesal. Senja tertawa puas berhasil membangunkan majikannya yang tidur atau pingsan kayak kebo.😂🙄
"Senja kenapa kamu menyiramku hah. " geram Zayn dengan raut dongkolnya.
"Ck sebaiknya mandi sana. " Senja menutup hidungnya kala mencium bau alkohol dari Zayn. Zaynpun bangun dan langsung pergi ke kamar mandi. Senja menggelengkan kepalanya, memunguti botol botol berserakan lalu membuangnya ke tempat sampah. Setelah itu dia segera mengepel lantainya yang basah tadi.
Lalu Senja merapikan selimut dan spreinya yang berantakan kemudian ke luar dari sana. Beberapa menit berlalu Zayn ke luar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya. Dia tampak kecewa tak menemukan Senja dalam kamarnya. Zayn mengambil kaos dan celana panjang, kemudian memakainya. Setelah selesai Zayn memasukkan ponselnya dalam saku dan turun ke bawah.
Ehem
Senja tak menoleh masih fokus menata makanan di meja. Setelah usai dia langsung menyingkir, Zayn menarik kursi kemudian duduk. Dia menatap lekat kearah Senja yang terlihat menghindar darinya.
"Semalam kamu pulang jam berapa!
Senja melirik Zayn dengan ekor matanya kemudian tersenyum licik. " Jam 10 malam, aku sangat bahagia tuan, Rey memperlakukanku dengan lembut dan dia sangat romantis. "
Senja memperlihatkan wajah bahagianya dihadapan Zayn. Zayn merasa jengah, selera makannyapun seketika menghilang. ttak, dia membanting sendoknya dengan kasar membuat Senja menoleh dan berpura pura tidak tahu.
Kesabaran Zayn sudah habis, dia bangkit dan berjalan menghampiri Senja. Ditariknya tangan Senja hingga mereka sampai di teras. Senja langsung menepis kasar tangan Zayn dan melotot kearahnya. "Kenapa Tuan Zayn marah, apa obat tuan habis hingga hobi marah marah terus. " ejek Senja.
Tanpa ragu Zayn merapatkan tubuh mereka kemudian memagut bibir Senja. Senja berdecak lagi lagi dirinya dicium oleh si duda incarannya itu. Dengan sekuat tenaga Senja mendorongnya hingga ciuman mereka terlepas. "Sebenarnya tuan kenapa marah marah sama saya. Apa Tuan Zayn cemburu??
Zayn langsung gelagapan. Dia merasa gengsi untuk mengakuinya. "Tidak. " elaknya.
__ADS_1
Senja merasa kesal, pria dihadapannya sangat egois enggan mengakui perasaannya sendiri. Ck lihat saja bukan Senja namanya kalau tidak bisa membuat Zayn ketar ketir menahan rasa cemburunya. Sementara Zayn terus memperhatikan Senja dengan manik mata kelamnya.
"Baiklah aku pergi ke kantor dan jangan lupa bawakan makan siang untukku nanti. " Zayn menunggu reaksi dari Senja namun Senja bersikap cuek padanya. Zaynpun berbalik dan berjalan meninggalkan Senja sendiri di teras.
Setelah kepergian Zayn, Senja menghubungi Dara sahabatnya. Dia segera mengambil tasnya kemudian berbicara pada Sekar setelah itu ke luar dari mansion.
Dara langsung melajukan motornya, setelah Senja duduk dibelakang. Senja kini menghembuskan nafas kasar lalu diceritakan semuanya pada Dara. "Kita ke toko bungaku
ya. "
Senja mengangguk, moodnya sedang buruk saat ini. Ini semua gara gara Zayn, untuk itu dia menyuruh mak lampir untuk mengantarkan makan siang Zayn ke kantornya. Darapun menggeleng melihat raut masam sahabatnya terlihat dari kaca spion motornya.
30 menit mereka akhirnya sampai di toko bunga "Dara Flowers. " Setelah memarkirkan motornya, keduanya berbincang di luar toko. Dara memegang tangan sahabatnya itu dan berkata. "Kamu semangat ya Dara, aku yakin kamu bisa meluluhkan hati si duda itu. "
"Dar, kepalaku pusing. Aku mau istirahat di dalam tokomu saja ya. " Dara mengangguk, menatap sahabatnya yang masuk ke dalam tokonya. Sementara Dara memilih mengirim chat pada Rey, tak lama kemudian sebuah mobil datang dan terparkir didepan tokonya.
Setelah ciuman mereka terlepas, Rey langsung membawa Dara ke atas pangkuannya. Dara mengalungkan tangannya ke leher kekasihnya sambil tersenyum. "Aku kasihan deh sama Senja yank. " ucap Dara dengan lirih.
"Tapi yang aku lihat pria itu sepertinya cemburu melihat aku bersama Senja. Hanya saja pria itu masih saja gengsi dan egonya yang membuatnya tak mau mengakui perasaannya pada Senja. " Dara mengangguk mendengar penjelasan Rey, sebagai sahabat Senja dia tidak berbuat apapun untuknya.
Rey kembali mengecup bibir kekasihnya. Dia angkat dagu Dara kemudian diusapnya pipi sang kekasih dengan lembut. "Jangan sedih sayang, aku yakin Senja tak akan menyerah begitu saja. "
"Baiklah kita besok fitting baju ya, kamu sudah janji jika aku bantu Senja kita percepat pernikahan kita berdua. " Rey menaik turunkan alisnya dihadapan sang kekasih.
Dara mendengus, kemudian mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Rey barusan. Rey sangat bahagia setelah tiga tahun lamanya mereka berpacaran, akhirnya Dara mau menikah dengan dirinya. "Iya iya Mr Reymond Keanu Pradipta, aku siap menikah denganmu. " ucapnya sambil tersenyum manis.
"Terimakasih sayang akhirnya kamu menerima lamaranku dan lima hari lagi kita menikah. " Dara mengangguk, dia ikut bahagia melihat pria yang dicintainya bahagia. Selama ini dia melihat sampai mana kesungguhan Rey dan nyatanya Rey benar benar cinta sama dia dengan terus menunggunya sampai sekarang. Penantian Rey akhirnya terbayar dengan jawaban Dara yang membuatnya sangat bahagia.
Senja yang mendengarnya turut bahagia. Diapun ke luar dan tersenyum lebar melihat sepupu dan sahabatnya berbahagia.
__ADS_1
"Aaa aku turut bahagia melihat kalian bahagia, secepatnya kalian nikah terus buatin aku keponakan lucu. " celetuknya.
"Yak Senja jangan mesum, buat saja sana sama mas dudamu itu. " goda Dara sambil tertawa.
Senja mencibir membuat Rey Dan Dara tertawa terbahak bahak. Tanpa malu Rey mencium Dara dihadapan Senja. Senja mengigit jarinya, meratapi nasibnya yang masib jomblo hiks.
"Pasangan semprul. " maki Senja dengan wajah jengkelnya.
Rey melepaskan ciumannya, melirik sepupunya sambil tertawa. Dara menyandarkan kepalanya didada sang kekasih dan posisinya masih diatas pangkuan Rey. Senjapun duduk menjauh diantara pasangan itu, dia tidak ingin semakin ngenes melihat kemesraan Rey dan Dara.
emak hiks kenapa Senja yang ngontrak sih hiks hiks.. 😌ðŸ˜
Rey dan Dara, dunia bagai milik mereka yang lain ngontrak. Kalian tahu 'kan siapa yang ngontrak 😂😂
Rey dan Dara bemesraan, Senja hanya bisa gigit jari emak wkwk
Senjapun nyanyi dihadapan Rey dan Dara hingga keduanya semakin tertawa terbahak bahak. Mereka berdua merasa heran dengan tingkah absurd dan receh dari Senja.
...lirik yang dinyanyikan Senja...
Oh tuhan ku cinta duda
Sayang Duda, rindu duda, inginkan duda
Utuhkanlah rasa cinta dihatiku
Hanya padanya, untuk Duda
cr lagu anji - Dia
__ADS_1