
Sebenarnya mau libur up tapi othor undur wkwk besok saja hehe
jangan lupa vote dan like
Tiga tahun kemudian
Si kecil Jingga sudah bisa berjalan lancar, di ruang tamu Senja mengawasi puteri kecilnya itu. "Sini sayang peluk mommy. " goda Senja pada sang puteri.
Jingga berjalan mendekati mommynya, lalu Senja membawanya ke pangkuannya. "Kenapa sayang kamu haus ya. "
"Endak mom, daddy kok elum puyang
mommy? " suara cadel puterinya membuat Senja mengulum senyumnya.
"Daddy lagi kerja sayang, cari uang buat
Jingga!
" Cali uang buat Jie. " Senja mengangguk, Jinggapun tersenyum lebar sambil bertepuk tangan heboh. Senja tertawa, merasa gemas dengan tingkah puterinya. Dia langsung menciumi kedua pipi princessnya dengan lembut.
Tak lama Mentari dan si kembar datang berkunjung, menghampiri Senja dan Jingga. Saat ini Edzard dan Elysia berusia 7 tahun, Jingga datang dan langsung memeluk Edzard.
" Jie, angen ama kak Ed? "
"Tapi sayangnya aku enggak! ucapnya dengan ketus.
" Edzard. " tegur Mommy Tari pada putera keduanya. Edzard mendengus kesal, mommy nya itu selalu membela gadis cilik yang centil di sebelahnya. Senja hanya mengulum senyumnya melihat sikap datar dari puteranya Mentari dan Rafandra itu.
Jingga melepaskan pelukannya, dia kembali menghampiri sang mommy. Mommy Tari nampak merasa tidak enak hati dengan sahabatnya itu. "Maafin sikap putera 'ku ya Nja, Edzard memang seperti itu. "
"Enggak papa kok Tari, aku mengerti! Senja menoleh, menatap puterinya sambil mengusap kepalanya.
Tapi tap tap
__ADS_1
Zayn terlihat kelelahan, tercetak jelas di wajahnya. Dia masuk ke dalam mansion utama, menghampiri istri dan puteri kecilnya. Dia tersenyum lebar, berjalan cepat menuju ke ruang tamu. " Edzard kamu ajak Jingga main ya nak. " pinta Senja.
"Iya Bibi! Edzard menggandeng tangan kecil Senja, mengajaknya menjauh dari para orang tua mereka di susul Elysia. Zayn langsung duduk di samping sang istri, mendaratkan ciuman di bibir Senja beralih pada perut buncit istrinya itu. Ya Senja kembali hamil anak kedua mereka dan usia kandungannya baru lima bulan. Zayn mengelus perut istrinya dengan lembut kemudian memandang Senja. " Gimana putera kita yang ada di sini sayang? " ucap Zayn tersenyum tipis.
"Dia sangat sehat Daddy dan gak rewel, enggak nyusahin mommynya hehe, " jelas Senja.
Zayn kembali mendaratkan ciuman di bibir istrinya, Senja memukul dada sang suami karena sembarangan menciumnya. "Dad hentikan, Tari lihat kita tuh. " gerutu Senja.
Mentari terkekeh melihat perdebatan suami istri di depannya, huh dia jadi merindukan Rafandra yang kini berada di Australia, mengurusi pekerjaan di sana. "Lanjutkan saja kemesraan kalian, aku akan menemani anak anak. " Mentari bangkit dan langsung pergi menemui anak anaknya.
Sebelum hamil, Senja ingin hamil lagi saat Jingga berumur lima tahun tapi Zayn tidak menyetujuinya, dan Senjapun akhirnya memilih mengalah daripada berdebat dengan sang suami. Di kehamilan kedua ini Senja tak meminta yang aneh aneh hal itu membuat Zayn sangat senang wkwkw.
"Yuk kita ke kamar, aku mau pijat plus plus. " ujar Zayn. Senja mendengus, Zayn langsung membopongnya, membawanya ke kamar mereka berdua.
Biarkan mereka bersenang senang jomblo jangan ngintip oke (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
****
"Kak Ed, kenapa cih kok kacal banget sama
"Karena kamu sangat bawel Jingga! ujar Edzard dengan nada penuh penekanan.
Mommy Tari menggeleng, melihat sikap datar putera keduanya itu. Jingga menatap lekat pria muda di hadapannya itu kemudian membuang nafas kasar layaknya orang dewasa. " Lha kan Jie punya mulut ya jadi anyak bicala. " sahut Jingga tak mau kalah.
Edzard mengusap wajahnya kasar, dia terlihat frustrasi menghadapi Jingga. Mommy Tari tertawa melihat sikap frustrasi puteranya yang selalu kalah debat dengan Jingga.
"Duh bener bener ya calon mantu aku pinter banget. " batinnya sambil tertawa.
"Sabar Ed sabar. " batin Edzard menguatkan dirinya. Edzard kembali bermain dengan ponselnya, Jingga mengerucutkan bibirnya diabaikan oleh Edzard membuatnya kesal. Elysia menghampirinya dan langsung mengajaknya bermain boneka, dia ikutan kesal dengan sikap kakak kembarnya itu.
"Kasihan Jingga kak, jahat bener sih. " omel Elysia.
"Hn! Elysia berdecak kesal dan kembali bermain dengan Jingga. Mommy tersenyum hangat melihat perdebatan putera puterinya itu.
__ADS_1
***
Menjelang sore, Tari dan kedua anaknya berpamitan pulang. Zayn dan Senja telah berada di ruang tamu, wajah bumil merengut sedangkan si hot daddy nampak ceria. Zayn tersenyum geli melihat raut muka istrinya, sepertinya Senja masih ngambek padanya karena kegiatan mereka di dalam kamar mandi tadi.
Jingga yang melihat raut muka sang mommy langsung menghampirinya. " Mommy kenapa, kok wajah mommy terlihat cedih, apa daddy nakal sama mommy? " celoteh Jingga.
"Enggak papa sayang, tadi ada semut yang gigit mommy. " elak Senja.
"Ciniin cemutnya Mommy, bial Jie yang pukul cemutnya. " ujar Jingga dengan gaya cadelnya.
Zayn dan Senja tertawa mendengar ucapan puteri mereka itu. Zayn mengangkat tubuh mungil Jingga ke atas pangkuannya, dia memberikan ciuman di kedua pipi chubby Jingga. "Daddy, tadi aku main sama kak Ed, kak Ed selalu galak ama Jie, katanya Jie bawel kayak nenek nenek. " ujar Jingga penuh drama.
Senja menggeleng, dia tahu puterinya itu menambahi kata katanya di depan Daddy nya agar daddynya memarahi Edzard, dasar ratu drama pikirnya. Zayn berdecak kesal mendengar penuturan puterinya. "Iya sayang, lain kali daddy akan marahin Edzard karena mengatai Jingga bawel kayak nenek nenek. " ujar Zayn.
Jingga melirik sang mommy sambil nyengir sekilas setelah itu memeluk sang daddy dengan raut senangnya. Senja hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan puteri cadelnya yang nakal namun menggemaskan. Jingga melepaskan pelukannya dan kembali menatap sang Daddy. "Kalau perlu jewel saja telinga kak Ed Daddy! sambungnya.
" Jingga sayang. " tegur Senja dengan tegas.
Jingga menyembunyikan wajahnya didada sang daddy, Senja melototinya sebentar. "Daddy, kenapa mommy tambah galak semenjak hamil adik bayi. " bisik Jingga dengan pelan.
Pft Zayn tertawa mendengar bisikan puterinya, ternyata Jingga sangat blak blakan dalam membicarakan orang terutama Senja, mommy nya sendiri. Senja memicingkan matanya kearah suami dan puterinya, Zayn menoleh dan menghentikan tawanya sebelum macan betinanya ngamuk.
"Kenapa kamu tertawa Daddy, apa ada yang lucu? " cecar Senja.
"Enggak kok Mom, tadi Jingga bisikin aku tentang cerita lucu. " elak Zayn sambil tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Senja mengangguk, percaya pada ucapan sang suami begitu saja, Zayn langsung bernafas lega.
"Daddy tulunkan Jie. " Zayn menurunkan puterinya, Jingga mendekat dan menyentuh kaki mommynya menggunakan tangan mungilnya.
"Kaki Mommy kok bengkak!
" Eh iya sayang enggak papa kok. " ujar Senja.
"Ji sayang biar daddy saja yang pijat kaki mommy. " Jingga mengangguk, Zayn duduk di bawah dan mulai memijat kaki sang istri. Jingga kembali duduk di sofa dan memperhatikan Daddynya yang tengah memijat kaki mommy.
__ADS_1
bersambung