Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
JCM PART 13 - HASRAT YANG MENGGELORA


__ADS_3

Matahari mulai meninggi, pertanda hari mulai terang. Sepasang suami istri masih terlelap dalam buaian mimpi indahnya. Tak lama Meira membuka matanya perlahan, teringat kegiatannya dengan suaminya, membuat pipinya bersemu. Dia hendak bergerak namun seluruh tubuhnya terasa remuk, tangannya terangkat mengusap rahang kokoh sang suami. Aiden ikut terbangun, pria itu meraih tangan istrinya kemudian mengecupnya.


"Pagi sayang. " sapanya dengan suara serak.


Cup


Aiden menekan tengkuk istrinya, memperdalam ciuman mereka, setelah itu mengakhirinya. Meira bersandar di dada suaminya, dia mengeliat kala sang suami menyentuh dua gundukan besarnya. Lalu mereka kembali melakukan olahraga pagi mereka yang panas dan liar. Setelah ronde ke tiga, keduanya membersihkan diri di kamar mandi.


Skip



"Kamu benar benar perkasa Bee. " ucap Meira sambil memegang kepala suaminya, mereka kembali berciuman sebentar. Aiden tersenyum lebar, pria itu menyentuh pinggul istrinya kemudian diusapnya pelan.


Tok


tok


tok


"Permisi Tuan, Nyonya di luar ada tamu yang mencari nyonya dan tuan!


"Iya Bi, kami akan turun. " teriak Meira. Meira menoleh kearah suaminya, wanita itu turun dari pangkuan Aiden dan bergegas mengganti pakaiannya. Setelah siap keduanya segera ke luar, menuruni anak tangga dan pergi ke ruang tamu.


Aiden menaikkan sebelah alisnya, melihat kedatangan orang tua Valerie ke mansion miliknya. Pasutri itu langsung duduk di sofa berhadapan dengan pasangan paruh baya tersebut.


"Ada apa Tante Jenny dan Om Edzard datang kemari? "


"Valerie dari kemarin mengamuk, menyebut nama kamu terus Aiden, tante mohon temuilah puteri tante. " jawab tante Jenny. Meira terkejut mendengar permintaan dari tante Jenny pada Aiden, suaminya. Aiden menghela nafas kasar, pria itu merangkul sang istri kemudian menatap kembali orang tua Valerie.


"Saya sudah menikah, saya harus menjaga perasaan Meira istriku Tante, aku tidak mau kejadian mendiang mommyku dulu terulang lagi. " ujar Aiden dengan ketus. Tante Jenny merasa tersentil mendengar sindiran Aiden padanya, rupanya Aiden masih tidak menyukai dirinya akan kejadian orang tuanya di masa lalu pikir tante Jenny.

__ADS_1


Melihat suaminya yang emosi, Meira segera mengusap lengan Aiden. Tante Jenny beralih menatap kearah Meira kemudian berbicara padanya. "Nak tante mohon, bujuklah Aiden agar menenangkan puteri tante!


Emak emak enggak ada akhlak dih!


"Tante juga perempuan, harusnya tante tahu bagaimana rasanya jika ada orang yang meminta suami tante menemui mantan kekasihnya, hati tante pasti sakit bukan. " ujar Meira dengan dada bergemuruh.


"Sayang, tante Jenny mana tahu, diakan merebut om Edzard dari mommy dulu, tapi mendiang mommy sudah bahagia bersama Daddy Adam. " sarkas Aiden. Dia tidak peduli jika dirinya di anggap tidak sopan.


"Cukup Aiden, jaga bicara kamu. " bentak Om Edzard.


Om Edzard bangkit, dia mengajak istrinya pergi dari sana. Meira hanya bisa menghela nafas panjang, beralih menatap suaminya yang kini terdiam. Dia genggam erat tangan sang suami, Meira paham bagaimana perasaan suaminya saat ini. "Bee udah ya, jangan marah marah lagi. Kamu harusnya tidak bersikap kayak tadi sayang. " tegur Meira.


"Maaf Amor!


"Jangan diulangi lagi. " Aiden mengangguk, pria itu langsung memeluk istrinya dengan erat. Meira mengusap punggung kekar suaminya dengan lembut, lalu melepas pelukannya.


"Jadi kangen sama Alana. "


"Eits Alana sama papa, Amor. Kita masih pengantin baru, lebih kita habiskan waktu berdua, Kamu mau pergi honeymoon ke mana Amor? "


Cup Aiden kembali mencium keningnya, pria itu begitu bahagia memiliki istri yang begitu perhatian pada dirinya. "Gimana kalau kita berenang Bee? "


"Oh baiklah, kita bisa bercinta di sana, aku yakin sensasinya berbeda. " Mereka bangkit, pergi ke kamar dan mengganti pakaian.



Melihat penampilan istrinya, membuat Aiden meneteskan air liurnya. Bagian tubuh sang istri yang begitu menonjol dari balik bikini yang di pakai Meira. Pria itu hanya mengenakan boxer tanpa atasan, hingga dada bidangnya terlihat menggiurkan.


Byur


Mereka langsung melompat ke dalam air, berenang dengan menggunakan gaya dada. Aiden menariknya ke tepi kolam, pria itu memgangkat sang istri duduk di pinggiran, lalu mengangkat kaki sang istri kemudian mengecupnya dari atas sampai ke bagian pusatnya yang terbalut dalaman.

__ADS_1


"Aah bee. " erang Meira dengan lirih.


Aiden menurunkan kaki istrinya, melepas celana mereka kemudian melakukan penyatuan. Meira mengalungkan tangannya ke leher sang suami, wanita itu mendesah menyebut nama Aiden. Setelah mencapai puncaknya Aiden terdiam namun posisi mereka masih menyatu. Tangan Meira menyentuh dada suaminya hingga ke bawah perutnya, keduanya kembali berciuman sebentar. Tubuh Meora terkulai dalam dekapan sang suami, Aiden mengecup singkat bibir istrinya.


"Kamu enggak ada capek capeknya ya bee. " sungut Meira kala sang suami memakaikan kembali celananya.


"Aku sangat candu sama tubuhmu sayang, makanya aku tidak pernah puas! Aiden langsung duduk di tepi dengan Meira di atas pangkuannya, kakinya masuk ke dalam kolam.


"Bee, apa kamu sama Valerie pernah melakukan kayak tadi? "


"Tidak hanya sebatas ciuman di kening


sayang. " jawab Aiden dengan jujur. Meira menatap suaminya tak percaya, Aiden tersenyum lalu mencubit pelan pipi istrinya. Meira tersenyum lega mendengarnya, bukannya apa apa hanya saja dia ingin mendengar kejujuran dari suaminya, mengenai masa lalu Aiden. Meira menceritakan masa kecilnya pada suaminya, gelak tawa memenuhi obrolan sepasang suami istri tersebut.



Lily menangis dalam dekapan Darren, pria duda itu memeluknya sambil menenangkan gadis mungil dalam pelukannya. "Aku takut kak hiks, aku takut pria tua dengan perut buncit itu akan mengejarku dan menangkapku. " gumam Lily dengan pelan.


"Sutt, tenanglah Ly, aku jamin pria itu tak akan menangkapmu!


.


Darren menuntunnya ke sofa, dia membiarkan Lily masih memeluk dirinya. Setelah tenang gadis itu melepas pelukannya dari tubuh Darren, merasa malu terhadap pria di sebelahnya. Mata Lily nampak sembab, dia segera memgusap air matanya kemudian menghembuskan nafas berat.


"Terimakasih telah menolongku kak!


Pelayan datang menyajikan minuman untuk keduanya, Lily segera menyeruput tehnya pelan lalu menaruhnya kembali di meja. Darren merasa kasihan dengan Lily, penampilan gadis itu sangat berantakan.


"Mulai sekarang kamu tinggal di sini saja Ly, keputusanku mengantarmu ke kontrakan, adalah sebuah kesalahan tadi pagi. " sesal Darren. Lily mengangguk, dia masih sangat syok akan kejadian tadi pagi di rumah kontrakannya.


"Kamu pergilah mandi dan ganti pakaianmu, dengan pakaian yang ada dalam lemari Ly. " perintah Darren. Lily bangkit, gadis itu pergi dari sana dan menaiki tangga ke kamar atas. Sembari menunggu Lily, Darren memeriksa ponselnya dan mengirim pesan pada bodyguardnya.

__ADS_1


"Kak. " Darren menoleh, tertegun melihat Lily yang memakai pakaian mendiang istrinya. Diapun bangkit, mengenggam tangan gadis itu lalu ke luar. Darren melajukan mobilnya menuju ke pusat perbelanjaan serta salon. Lily merasa tidak pantas menerimanya, berulang kali gadis itu protes namun diabaikan Darren.


tbc


__ADS_2