
2 hari kemudian
Minggu hari yang cerah, Senja memilih bermalasan di ruang tamu. Drt drt dering ponselnya membuat perhatiannya menoleh, Senja langsung menekan tombol hijau dalam layar ponsel miliknya.
"Halo. "
(.........)
"Baiklah aku akan ke sana sekarang. "
Tut sambungan berakhir, Senjapun bangkit dan bergegas ke kamarnya. Setelah itu dia mengirim pesan pada Zayn, Ya Zayn kini berada di ruang Gym sekarang. Setelah itu bergegas ke luar dari mansion, Senja segera memesan taksi.
Senja masuk ke Taksi, sang sopir melajukan taksinya menuju ke rumah sakit Medika Bangsa. Senja berusaha menahan tangisnya, kala mendapati kejadian buruk menimpa sang Ayah.
30 menit sampai di rumah sakit, Senjapun langsung turun setelah membayarnya.
Dia berlari masuk ke dalam rumah sakit, menanyakan ruangan Ayahnya pada Resepsionis kemudian menuju ke ruangan Mawar.
Cklek Senja membuka pintunya, dia masuk ke dalam dan melihat ayah tercintanya berbaring lemah di atas ranjang. "Ayah! Senja bergegas menghampiri ayahnya dan langsung memeluknya setelah itu melepas pelukannya.
"Sebenarnya apa yang terjadi Bu!
"Ayahmu kepleset di kamar mandi Nja, katanya dia mengeluh kepalanya pusing. " jawan Ibu dengan nada khawatir.
"Lalu apa kata Dokter? "
Ayah menghela nafas pelan kemudian tersenyum kearah puteri semata wayangnya itu yang tengah mengkhawatirkan dirinya. "Kata Dokter, kaki Ayah hanya sedikit keseleo nak . " ujar Ayah.
"Tadi Dokter periksa Ayahmu juga Demam sayang. " sahut Ibu.
"Ya sudah Senja beliin bubur dulu ya. " Ayah memgangguk, Senjapun keluar dari ruangan inap Ayah. Dia berpapasan dengan Zayn, Zaynpun mendekap kekasihnya itu sekilas.
"Maafin Mas ya, bagaimana keadaan Ayah!
"Kaki Ayah keseleo dan ayah lagi demam, makanya aku mau beli bubur buat Ayah Mas. " jawab Senja.
"Mas temani kamu. " Zayn merangkul Senja, keduanya pergi membelikan Ayah bubur.
__ADS_1
15 menit kemudian
Zayn dan Senja kembali ke ruangan Ayah Herman, Senja menyerahkan buburnya pada Ibu. Ibu langsung menyuapi Ayah dengan bubur dan ayah sangat lahap makannya hal itu sontak membuat Senja dan Zayn tersenyum tipis.
"Ayah, apa tidak sebaiknya kalian tinggal di rumahku saja Yah. " tawar Zayn.
"Enggak nak, Ayah enggak mau merepotkan kamu serta keluargamu. " balas Ayah sambil tersenyum tipis.
Zaynpun hanya mengangguk pasrah, dia tidak mungkin memaksa 'kan keinginannya pada calon mertuanya itu. "Ayah sudah sehat sekarang, bisakah Ayah pulang hari ini juga. " pinta Ayah Herman.
"Iya Ayah, tadi Senja sudah minta izin sama dokter. "
Ibupun membantu Ayah turun dari brankar di bantu Zayn mereka semua ke luar dari ruangan setelah Ayah berganti pakaian. Sampai di parkiran mereka pangsung masuk mobil, Zayn melesatkan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.
Setelah mengantarkan orang tua Senja ke rumah, Senja melakukan video call dengan Dara. "Hai Dar, ada apa? "
"Nja, aku dan Rey mau pergi ke pantai pakai Bikini kamu ikut enggak? " tawar Dara.
"Mau dong Ra! jawab Senja dengan antusias.
"Boleh ya Mas aku ke pantai pakai bikini. " pinta Senja dengan wajah memelasnya.
Ckit Zayn menekan pedalnya mendadak, dia melirik gadisnya dengan tatapan maut. Senja melipat tangannya ke dada merasa kesal dengan sang calon suami posesifnya itu. "Ya sudah pernikahan kita, aku undur dua bulan lagi gimana. " ancam Senja.
Huft Sebaiknya dia mengalah untuk kali ini
"Baiklah Mas setuju, asalkan bikini gak terlalu seksi dan sesuai keinginan Mas!
"Ya. " Mobilpun melaju menuju ke pantai yang disebutkan Dara dalam chatnya. Keduanya juga sempat mampir ke mall sebelum pergi ke pantainya.
Skip Di Pantai
Senja meminta dirinya di foto oleh Zayn, Zayn menuruti keinginan gadisnya itu setelah mereka tadi selesai berdebat.
Perdebatan itu di menangkan Senja, tentu saja karena wanita selalu benar dan laki laki selalu salah. ≥﹏≤
__ADS_1
Selesai berfoto, Senja menyelusuri pantai dengan kaki tanpa alas. Zayn terkekeh di belakangnya, dia sangat posesif jika tubuh Senja dilihat pria lain karena apa yang dimiliki Senja adalah miliknya nanti saat mereka resmi menikah.
Zayn tidak ingin ada mata nakal yang menatap lapar kearah Senja, She is my sunshine, Only Mine forever. Zayn berjalan cepat dan tangan kekarnya menahan pinggang ramping gadisnya kemudian mendekapnya erat. "Jangan ngambek sayang, lagian tanpa bikini kamupun masih sangat seksi di mataku. " bisik Zayn dan kini tangan nakalnya menjalar ke perut Senja yang hanya terbalut kaos panjang tipis.
Senja menoleh, menyatukan bibir mereka. Zaynpun menyambutnya dengan senang hati, suara ombak di pantai menambah suasana romantis yang tercipta diantara mereka.
Plak Senja menepuk dada Zayn, ciuman merekapun terlepas. "Oh kalian di sini juga ya. " suara seseorang membuat pasangan sejoli itu menoleh.
Tya berdiri dihadapan mereka dengan bikini seksinya. Diapun menatap penampilan Senja dengan tatapan mengejeknya. "Apa apaan penampilanmu itu gadis udik, sangat kuno dan tak ada seksinya sama sekali. " ejeknya.
"Apa ada yang salah! Lagian Senja tak memakai bikini, dimataku dia sangat seksi, jangan samakan Senja dengan gadis murahan sepertimu Tya. " sahut Zayn dengan sarkas.
Tya mengepalkan tangannya melihat bagaimana Zayn membela Senja mati matian dihadapannya. Sementara kini Senja tersenyum miring kearah gadis centil itu. Dengan sengaja dia peluk pinggang Zayn dihadapan si kutu loncat.
Merasa tidak tahan dia langsung pergi dari sana. Sementara Zayn mengajak Senja duduk di Beach Lounge Chair disusul pasangan ReyDa. "Nja, kenapa lagi tuh si kutu loncat. " cecar Dara.
"Biasalah pamer, lagian dada rata saja dibanggain ck dasar kutu loncat. " jawab Senja dengan cuek.
Haha Tawa Dara langsung pecah seketika mendengar ucapan Senja barusan. Dia baringkan tubuhnya di kursi, di susul Zayn yang kini berbaring disebelahnya, setelah itu menyatukan kursi mereka. "Mas duduk jauh kenapa sih lengket bener kayak perangko dan lem. " gurau Senja sambil terkekeh.
"Sayangnya Mas pengen lengket sama kamu. " goda Zayn, tatapannya tertuju pada sweater tipis gadisnya yang menerawang. Glek dia berulang kali menelan salivanya kasar, ingin sekali memainkan dua buah persik itu pikirnya.
Senja tersenyum mengerti arti tatapan calon suaminya itu. Dia arahkan tangan besarnya ke dalam kaosnya kemudian disentuhnya buah persik itu. "Mas pengen pegang 'kan, pegang saja Mas asal jangan kebablasan. " bisik Senja dengan pelan.
Posisi Zayn membelakangi pasangan ReyDa. Tanpa menyiakan kesempatan Zayn mulai menyentuh apa yang sejak dulu ingin di sentuhnya. Sementara Dara dan Rey memilih jalan jalan ke pantai, meninggalkan pasangan yang tengah bermesraan itu. Senja mengulum senyumnya, sebisa mungkin menahan desahannya agar tidak keluar. Dia usap surai tebal milik kekasihnya itu dengan lembut.
Setelah puas memegangnya, Zayn mengecupi puncak kepala gadisnya dengan lembut. Dia harus bersabar sampai mereka resmi menikah. "Maafkan Mas sayang, mas kehilangan kontrol diri Mas. "
"Pokoknya sabar ya Mas, saat kita resmi menikah nanti, Senja akan menyerahkan diri Senja pada Mas Zayn. "
"Iya sayang! Zayn mengulas senyumnya, tak sabar menjadikan Senja sebagai istri seutuhnya serta calon ibu dari anak anaknya kelak.
Mereka berpelukan sambil berbicara hal hal yang menyenangkan sekaligus menikmati masa masa pacaran mereka berdua sebelum menikah.
TBc
__ADS_1