Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 67 - DADDY REMPONG


__ADS_3

Aku up lagi karena kemarin telat up karena sistem eror


JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN


Di rumah orang tua Senja


Senja masuk ke dalam kamar orang tuanya, matanya berkaca kaca melihat sang ayah terbaring di atas kasur. Diapun langsung menghampirinya dan duduk di sebelah sang ayah. "Bagaimana kabar ayah sekarang ini? "


"Ayah baik baik saja nak. " gumam Ayah dengan lirih.


Ibu menitikkan air matanya melihat keadaan pria paruh baya yang telah menemaninya selama dua satu tahun lebih. Senjapun mengenggam erat tangan sang ayah dan mengecupnya sekilas. "Ayah harus sehat bukankah ayah ingin bermain dengan Jingga dan si kembar dalam perutku. "


Ayah mengulas senyumnya, mengusap kepala sang puteri dengan lembut. "Nak ayah benar baik baik saja, cuma sakit biasa kok. " ujar Ayah sambil tersenyum.


"Di mana cucu cantikku Jingga!


"Jie ada di cini kakek. " Ayah tersenyum lebar, Jingga mendekati sang kakek lalu naik ke kasur. Ayahpun memeluk dan menciumi cucu sulungnya itu berkali kali, Senja ikut terharu melihat ayahnya bahagia.


"Ayah minum obat ya 'kan Senja dan cucu kita sudah datang. " bujuk Ibu.


Ayah mengangguk, Ibu mengambil obat dan memberikannya pada Ayah. Ayah segera menelan obatnya, lalu meneguk segelas air putih. Setelah selesai Ayah kembali mengusap kepala cucu kesayangannya, Senja bernafas lega kemudian bangkit di bantu Zayn setelah itu ke luar dari kamar. Di susul Ibu dan Ayah yang menggendong Senja, di bawanya ke ruang tamu.


"Ayah, Senja mohon jaga kesehatan Ayah demi Ibu dan aku serta cucu cucu Ayah. " ucap Senja dengan mata berkaca kaca. Zayn segera merangkul istrinya, dia tahu perasaan istrinya sangat sensitif saat ini. Ayah mengangguk sambil tersenyum di hadapan puterinya itu, Senja membalasnya dengan senyuman manis.


"Kakek, mommy galak dan cengeng semenjak mommy mengandung dedek bayi. " adu Jingga pada kakeknya.


"Benarkah Jie sayang. " Ayah tersenyum mendengar celotehan cucu cantiknya itu, Senja hanya mencibir melihat kelakuan Puteri kecilnya itu. Jingga mengangguk sambil tersenyum lebar kearah sang kakek dan mommynya secara bergantian.


"Dasar bocah nakal! Senja pura pura merajuk, Jingga turun dari pangkuan sang kakek dan menghampiri mommynya.


" Mommy dikit dikit melajuk kaya bayi, Jie cuma belcanda tadi. " ucap Jingga sambil meledek mommynya. Senja tertawa mendengar ucapan anaknya, dia mengusap kepala Jingga dengan lembut. Ibu dan Ayah mengulum senyumnya, melihat kedekatan puteri dan cucu mereka itu.

__ADS_1


Ibu bangkit dan pergi ke dapur, Senja dan Ayahnya kembali mengobrol disertai candaan hangat mereka. Tak lama Ibu kembali dan bergabung bersama mereka. Senja melirik suaminya dan tersenyum sambil mengusap perut buncitnya yang besar. "Kamu lelah ya sayang? " cecar Zayn.


"Iya Mas! Zayn membiarkan istrinya bersandar di sofa, dia usap perut sang istri dengan sangat lembut dan hati hati. " Si kembar nendang sayang, kayaknya mereka sudah tak sabar ingin segera lahir!


"Dua jagoan daddy, yang anteng ya sayang, kasihan mommy kalian kelelahan nak. " bisik Zayn di depan perut Senja. Jingga datang mendekat dan menyentuh perut besar sang mommy.


"Dedek dedek tampan, jangan nakal kasihan mommy, kalau nakal nanti kakak jewel kuping kayian. " gumam Jingga dengan nada cadelnya.


Bibir Zayn melengkung membentuk senyuman, dia sangat bangga dengan puteri kecilnya yang sangat pintar. Jinggapun menarik tangan mungilnya, lalu naik ke atas sofa dan memberikan ciuman di pipi sang mommy. Senyum Senja terbit, hatinya kian menghangat melihat sikap puteri kecilnya itu.


"Jingga sayang sama mommy, si kembal dan Daddy, opa oma dan kakek nenek! ucapnya dengan tulus.


" Kami semua juga sayang sama Jingga. " sambung Senja dengan senyuman hangatnya.


"Tapi Jie lebih cayang kak Edzald Mommy. " ujar Jingga dengan polos. Semua orang tertawa mendengar ucapan Jingga, Senja merengut akan apa yang diucapkan oleh puterinya.


Hadeh kecil kecil udah centil anakku ini, Jingga nurun siapa sih heran (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)


"Dih enggak akan kurestui Jingga sama anaknya si kecoa itu. " gumam Zayn jengkel.


"Kecoa, kecoa itu nama binatang daddy, sepeltinya daddy ndak bisa bedain manusia sama kecoa terbang ya. " sahut Jingga dengan bibir mengerucut.


"Eh enggak sayang. " Zayn menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia melirik kearah sang istri namun Senja meliriknya sinis. Ayah dan Ibu tertawa melihat menantu mereka terlihat kalak telak di hadapan Jingga. Zayn meraih tubuh puterinya lalu menggelitikinya.


Hahahahaha


"Geli Daddy geli. " gumam Jingga sambil tertawa kencang.


"Mas hentikan, Jingga sampai nangis lho karena kebanyakan ketawa. " ujar Senja. Zayn menghentikan aksinya, dia kembali mencium kening princess kecilnya itu.


****

__ADS_1


Di Penthouse


Rega tengah di pusingkan oleh keinginan aneh sang istri selama masa kehamilan. Ya setelah tiga tahun, Maya akhirnya mau hamil dan itu berkat rayuan maut si pria tua Rega sang suami. Kini usia kandungan Maya berusia 5 bulan sama seperti Senja, Maya tertawa melihat suaminya yang mondar mandir kayak setrikaan. "Mas Rega, sini duduk di sebelah aku daripada mondar mandir bikin pusing mas!


Rega membuang nafas panjang, memutuskan duduk di sebelah sang istri. Maya memegang lengan sang suami dan menatapnya dengan intens. " Kenapa mas sedari tadi mondar mandir, kebelet apa gimana sih? " cecarnya sambil bercanda.


Rega menoleh dan memandang wanitanya, gadis kecilnya kini sudah jadi wanita dewasa hal itu membuatnya tersenyum. "Kamu enggak minta aneh aneh lagi 'kan sama mas? " ungkap Rega mengatakan isi pikirannya saat ini.


"Ya enggaklah Mas, usia kehamilanku lima bulan, tinggal empat bulan lagi aku melahirkan! Rega bernafas lega, pandangannya tertuju pada perut buncit Maya hal itu membuat hatinya berdesir hangat. Tangan kekarnya berada di atas perut Maya, lalu mengusapnya lembut.


Dug dug Rega dan Maya saling tersenyum lebar mendengar tendangan dari dalam perut Maya. " Sepertinya Rega junior tahu kalau yang menyentuhnya adalah Papinya makanya dia nendang! Rega mengangguk, di dekatkan wajahnya, lalu berkali kali mencium perut sang istri setelah itu kembali duduk dengan tegap.


"Semua perlengkapan baby dan kamarnya sudah siap tinggal kita cari nama yang cocok untuk baby boy kita. "


"Iya Mas kamu benar, tapi nama apa yang cocok ya? "


"Entar saja deh tanya Tuan dan Nyonya, bagaimana? " Maya mengangguk, diapun bersandar di dada sang suami dan Rega dengan lembut merengkuhnya.


"Mulai saat ini kamu di larang masak di dapur yank, biar para pelayan yang mengerjakan pekerjaanmu itu. "


"Tapi Mas, aku masih ingin memasak dan melayani kamu. " Rega menoleh dan mengelus pipi sang istri kemudian tersenyum tipis.


"Please turuti perintahku sayang, aku tak mau kenapa kenapa dengan kamu dan calon Rega Junior! Maya menghela nafas panjang, menatap dalam kedua manik kelam sang suami kemudian mengangguk.


Regapun tersenyum cukup lega karena istrinya mau mengikuti keinginannya, dia tidak mau kehilangan istri atau calon anak mereka. Maya sangat terharu, sikap posesif Rega padanya membuatnya sangat senang dan bahagia.


Cup Maya mencium bibir suaminya sekilas, Rega tersenyum miring dan langsung menyergap rakus bibirnya. Lidah mereka saling membelit satu sama lain hingga keduanya bertukar saliva, setelah hampir kehabisan nafas mereka menyudahi ciuman ini. Rega mengusap bibir sang istri dengan jarinya, lalu mengenggam tangan maya dengan erat.


" I love you sayang. "


"Me too!

__ADS_1


bersambung


__ADS_2