
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMEN DAN JUGA GIFT
Prang prang suara benda benda yang dilepar Tya kearah tembok. Dia sangat emosi mengingat setiap ucapan Senja padanya. Cklek pintu terbuka dan masuklah seorang wanita paruh baya, nampaknya wanita itu terkejut dengan keadaan kamar Tya.
"Tya sayang kenapa kamu membanting barang barangmu nak. "
"Mam, kak Zayn dekat dengan gadis lain, aku tidak terima Mami dan Mami harus lakukan sesuatu supaya kak Zayn menjaga jarak dengan gadis bernama Senja itu. " rengek Tya.
Wanita yang dipanggil Mami itu langsung mendekat, merangkul bahu puterinya kemudian mereka berdua duduk di ranjang. Mami Zoya menghembuskan nafas pelan, menyelipkan rambut Tya kebelakang telinganya. "Iya Mami nanti akan bilang sama Tante Farah, mommynya Zayn. " balasnya dengan senyum tipis.
Raut Tya berubah ceria, diapun langsung berhambur dalam pelukan Maminya. Diam diam dia tersenyum licik karena berhasil membujuk Maminya. Tyapun melepaskan pelukannya, kemudian merapikan rambutnya.
"Oh ya Mami, bagaimana kalau aku dijodohkan sama kak Zayn. " tawar Tya penuh harap.
Mami Zoya nampak berfikir mengenai ide puteri bungsunya itu. Setelah itu dia kembali menatap Tya sambil mengangguk kecil. Tya tersenyum miring, rencananya dia akan menyingkirkan Senja dari sisi Zayn.
"Baiklah sebaiknya kamu bantu mommy bereskan semua ini. " ujar Mami Zoya.
"Malas Mom, panggil pelayan saja untuk membereskannya. " Tya turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi. Mami Zoya menggeleng melihat kelakuan puteri keduanya yang tak berubah. Dia keluar dari sana dan segera memanggil pelayan.
Tak lama kemudian pelayan masuk ke kamar Tya dan membereskan kekacauan yang terjadi. Sementara Tya selesai mandi dan berganti pakaian, setelah itu merebahkan dirinya di kasur. Dia memyambar ponselnya dan menghubungi seseorang. "Cepat cari tahu mengenai gadis bernama Senja yang selalu bersama Zayn. "
Setelah usai Tya mematikan sambungannya. Dia masih tidak terima jika Zayn menolaknya, digantikan gadis udik seperti Senja.
Di ruang tamu
Mami Zoya kini tengah menghubungi Monmy Farah.
"Farah, nanti malam aku dan Tya akan datang ke mansionmu, jangan lupa kamu hubungi Zayn. " pintanya.
"Ya Baiklah! Mommy Zoya menaruh ponselnya di meja, dia akan melakukan apapun untuk puteri bungsunya itu. Teringat dengan mendiang puteri sulungnya Vania, raut wajahnya kembali sendu. Vania selalu sabar menghadapi sikap manja Tya hal itu membuatnya terkadang merindukan sosok Vania dalam keluarganya.
💕💕💕
__ADS_1
Di Mansion Zayn
Senja terlihat bingung melihat perubahan raut wajah kekasihnya itu. Zayn langsung menyandarkan kepalanya di dada Senja, Senja sebenarnya geli dan risih namun terpaksa membiarkannya. "Mom memintaku pulang ke mansion soalnya akan ada makan malam keluarga, kamu mau ikut 'kan sayang. " pinta Zayn pada kekasihnya.
"Enggak deh Mas, Aku enggak mau terjadi kekacauan dalam keluargamu. " Senja merasa sadar diri, dia tidak ingin membuat kekacauan dalam keluarga Zayn.
Zayn mengangkat kepalanya, dia kembali menatap wajah kekasihnya. "Pokoknya kamu harus ikut sayang, aku tidak suka penolakan. " tegasnya.
Senja berdecak pelan, melihat sikap arogan kekasihnya yang sangat menyebalkan. Dia memanyunkan bibirnya membuat Zayn yang melihatnyapun merasa gemas. Cup Zayn mencuri ciuman dibibir Senja sekilas, kemudian tergelak.
"Jangan manyun terus, entar tuh bibir melebar kayak bebek lho. " goda Zayn sambil terkekeh.
Senja masih merajuk, Zayn tersenyum geli, namun kini pikirannya tengah bercabang mengingat dirinya menyentuh buah persik sang kekasih.
Sangat empuk pikirnya
Ingin sekali dirinya menciumnya dengan rakus eh seperti bayi wkwk
Tangan lentiknya semakin meraba dada bidangnya hingga kebawah namun dengan sigap Zayn menangkap tangan gadisnya. Senja tertawa kala tubuhnya kini berada tepat diatas pangkuan sang kekasih. Kini Dia menikmati wajah tersiksa Zayn yang tengah menahan something.😳😳💃
Zayn mendesis kesal, rasa panas kini menjalar diseluruh tubuhnya akibat ulah nakal Senja. Diapun melirik Senja dengan tatapan penuh damba, Zayn tampak memelas dihadapan gadisnya.
"No, Kita belum resmi Mas Duda. Lebih baik kamu pakai sabun sana atau mau aku cariin j****g buat bantu kamu. " celetuk Senja.
Zayn melotot, menurunkan gadisnya kemudian berlari menuju ke kamarnya. Sementara sang penggoda kecil kini tampak tertawa bahagia, melihat sang serigala tersiksa.
"Dasar serigala horny. "
Senja mengambil ponselnya, kemudian menghubungi sahabatnya Dara. Kemudian mereka mengobrol lewat video call hingga satu jam kedepan. Tanpa disadarinya Zayn kembali dengan raut wajah masamnya.
"Nja, kamu benar benar jahil ya. " ucap Dara didalam video call.
Ehem suara deheman membuat Senja menolah, dia tersenyum geli melihat sorot mata kekasihnya yang tajam seakan mengulitinya. Namun dia tak peduli dan mengobrol lagi dengan Dara.
__ADS_1
"Dar, kamu dan Rey ke sini deh nanti aku kirim alamat mansion Zayn. "
"Okey. " Setelah video berakhir, Senja langsung menyimpan ponselnya dalam tas. Dia melirik kearah Zayn yang kini melipat tangannya di dada dan menatapnya tajam.
"Kenapa!
Zayn benar benar kesal dengan sikap jahil gadisnya itu. Lagi lagi dia harus bermain sabun dan berfantasi liar didalam kamar mandi. Kini sang pelaku bertanya dan memasang wajah polosnya ckckck, ingin sekali Zayn menikahi Senja lalu menghabisinya segera di atas ranjang.
"Apa kamu bodoh, menawarkan j****ng padaku hah. " desis Zayn tak habis pikir.
Senja hanya tertawa kemudian menatap lekat wajah tampan kekasihnya itu sambil berkata. "Yeah, niatku baik 'kan sayang, memberikanmu peluang untuk menuntaskan hasratmu. Lagian ya diluar sana banyak pria yang tak tahan dan mencari jajan diluar. "
Jika kamu jajan diluar, aku bisa cari duda lain xixixixi (づ ̄ ³ ̄)づ
Wajah Zayn berubah dingin dan datar, kini tatapannya kian menusuk. "Jangan harap kamu bisa mencari pria lain sayang. " ketus Zayn dengan sinis.
Senja terbelalak mendengar ucapan Zayn. Dia bingung kenapa kekasihnya itu tahu isi otak cantiknya. Sementara Zayn kini tersenyum miring melihat reaksi terkejut dari Senja.
Si duda semakin posesif
"Huh perusak kesenangan. " Senja mencebik, dia melirik sekilas Zayn yang kini malah merapatkan tubuh mereka. Tak dipungkiri jantung Senja kian berdebar kencang saat dia berada didekat pria yang dicintainya.
Cup Zayn mencium kening Senja cukup lama kemudian menjauhkan wajahnya. Dia mengulas senyumnya, membuat kadar ketampanannya kian meningkat. "Apapun yang terjadi, aku janji akan memperjuangkanmu dan cinta kita
Senja. "
"Akhirnya usahaku selama ini tidak sia sia ya Mas hehe. " Zayn ikut tertawa mendengarnya, keduanya saling bergenggaman tangan satu sama lain. Senja memeluk Zayn dengan erat, dia akan berusaha memantaskan diri disamping Zayn meski status mereka berdua.
Status berbeda yang penting sama sama manusia heh (* ̄︶ ̄*)
"Zayn Barrack O'Neil hanya untuk Lembayung Senja Kusuma. "
Bersambung
__ADS_1