
Eaaaa abang duda cembokur 😂😳😌💃💃
...Happy Reading!...
Di Cafe
Senja menyelipkan rambutnya sambil tersenyum kearah Rey mengabaikan Zayn yang kini menatapnya datar. Dengan sengaja dia mengajak Rey bertemu, supaya membuat duda tampannya itu cemburu wkwk
"Eh Rey nanti malam 'kan malam minggu, kita ngedate yuk. " Senja memberi kode pada Rey dan Rey langsung mengangguk. Zayn yang melihatnya benar benar merasa jengah dan juga kesal.
"Tentu saja aku mau, aku akan menjemput kamu pukul 07.00 malam tepat. " Rey mengikuti rencana dari sahabat usilnya tersebut. Senja melirik kearah Zayn yang kini terdiam membisu namun sorot matanya mengeluarkan laser kearahnya. Senjapun terkekeh tentu mengerti arti tatapan dari pria pujaannya itu.
Senja di lawan. Tak akan ada pria yang menolak pesonaku ini hehe
"Em Tuan kenapa kamu tidak mengajak Sekar kencan nanti malam. " Senja sengaja memancingnya. Zayn hanya memasang wajah datarnya berusaha menyembunyikan raut kesalnya.
"Tidak tertarik!
Senja menahan senyumnya melihat sikap Zayn kembali dingin padanya. Dia beralih pada Rey yang telah memesan makanan begitu juga dengan Zayn. Tak lama kemudian pelayan datang dan menatap pesanan mereka setelah itu pergi.
Senja dengan sengaja langsung menyuapi Rey dihadapan Zayn. Diam diam Zayn mengepalkan tangannya, entah kenapa dia merasa tidak suka melihat kedekatan Senja dan Rey. Ingin sekali dia menghajar wajah sok tampan pria disebelah Senja itu.
Ah sial aku seperti nyamuk di antara Senja dan pria bodoh itu.
Selesai makan siang, Rey berpamitan pada Senja ingin pergi ke toilet. Senja mengiyakan, menatap kepergian Rey setelah itu kembali memperhatikan Zayn. Kini keduanya diselimuti keheningan satu sama lain, Zayn masih kesal pada Senja hingga tak mengatakan satu patah katapun.
Ada yang panas tapi bukan kompor xixixi
Senja benar benar menahan tawanya melihat raut wajah Zayn saat ini. Zayn mendesah pelan, melirik Senja yang kini malah mengacuhkan dirinya karena memilih bermain ponsel. Ingin sekali dia rebut ponselnya kemudian membuangnya ke tong sampah.
__ADS_1
"Jadi pria tadi siapa kamu! Setelah beberapa menit akhirnya Zayn membuka percakapan diantara mereka berdua.
"Teman rasa pacar tuan. " Senja menampilkan senyum manisnya di hadapan Zayn. Drt drt drt Senja membaca chat dari Rey.
"Lebih baik kita pulang tuan, Rey minta aku pulang dulu. Zayn mengangguk, meninggalkan uang di atas meja lalu mereka ke luar dari Cafe. Zayn melajukan mobilnya melesat jauh, selama dalam perjalanan pulang Zayn melirik kearah Senja sekilas.
30 menit berlalu
Zayn memarkirkan mobilnya di halaman, setelah itu mereka turun. Senja berjalan santai sambil bersenandung kecil, raut wajahnya terlihat sangat ceria. Zayn segera mendekatinya kemudian mencekal tangannya. Senja menoleh kala dirinya ditarik hingga menabrak dada bidang Zayn. Zayn menarik dagu Senja dan benda kenyal itu telah menyatu. Senja melotot berusaha mendorong Zayn, namun Zayn malah mengunci kedua tangannya ke atas kepala.
Lagi lagi Zayn tidak bisa mengontrol dirinya dihadapan Senja. Senja hanya pasrah dan lama kelamaan dia terbuai dengan ciuman Zayn. Lima menit kemudian Zayn menyudahi ciumannya, Senja segera mendorongnya menjauh setelah itu mengusap bibirnya dengan kasar.
"Jangan sembarangan menciumku tuan. Aku tidak mau menjadi pelarian tuan hanya karena selama ini merindukan belaian wanita. Senja bersikap tegas dan berkacak pinggang kearah duda tampannya itu.
"Eling tuan eling aku Senja bukan mendiang istri tuan. " Senja mengoceh dihadapan Zayn yang kini memilih diam.
Menyebalkan kayak enggak ada laki lain saja jika sama si duda ujung ujungnya hanya menjadi bayangan mendiang istrinya ck
Senjapun melengos pergi meninggalkan Zayn. Zayn mengusap wajahnya kasar, dalam pikirannya tak pernah terbesit menjadikan Senja sebagai pelariannya. Hanya saja mengingat kemesraan Senja bersama Rey membuat amarah dalam dirinya seketika meledak. Zayn bergegas menyusul Senja ke dalam mansion, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun tak menemukan sosoknya.
Di mana Senja??
Zayn naik ke kamarnya di lantai atas. Sepuluh menit kemudian dia turun, kembali mencari sosok Senja namun tak menemukannya. Dia mendesah pelan, setelah itu pergi ke dapur. Di sana Zayn meneguk segelas air setelah selesai langsung pergi.
Zayn memilih pergi ke ruang tamu. Sedangkan Sekar mendengar bunyi percikan air, dari kejauhan melihat Senja yang kini tengah duduk di tepi kolam renang dengan memasukkan kakinya dalam air. Seringai jahat muncul di kepalanya, dengan langkah pelan menghampiri Senja yang tengah melamun.
Tanpa ragu dia langsung mendorong Senja ke dalam kolam renang. Senja terkejut dan berteriak meminta tolong, Sekar tertawa puas melihat Senja yang tersiksa.
Di ruang tamu Zayn mendengar teriakan seseorang. Dia bangkit dan bergegas pergi ke teras, terkejut melihat Senja yang berteriak di dalam kolam renang.
__ADS_1
Zayn langsung melompat ke dalam air. Dia segera membawa Senja ke permukaan, kemudian memberikan pertolongan dengan bibirnya. Sekar yang melihatnyapun berdecak sambil mengepalkan kedua tangannya.
uhuk uhuk uhuk Senja terbatuk setelah Zayn menyudahi aksinya. Zayn merengkuhnya dari samping dan menatap tajam kearah Sekar. "Apa yang kau lakukan pada Senja hah. " bentaknya penuh emosi.
"Saya tidak melakukan apapun tuan. " elaknya dengan raut ketakutan.
"Tinggalkan kami. " geramnya. Sekarpun mengangguk dan cepat cepat pergi dari sana. Zayn kembali menelisik keadaan Senja dengan raut paniknya. "Kamu baik baik saja 'kan
Senja. " ucapnya dengan nada lembut.
Senja mengangguk, dirinya masih syok. Zayn kembali merengkuhnya mengabaikan tubuh mereka yang basah karena air. Zaynpun bangkit dan membopongnya ke dalam.
Zayn menurunkan Senja di kamarnya setelah itu dia keluar membiarkan Senja berganti pakaian. 30 menit berlalu Zayn kembali, dia langsung membaringkan dirinya di sebelah Senja karena Senja telah berganti pakaian. Dia membawa Senja ke dalam rengkuhan dada bidangnya. "Awas saja aku akan membalasmu mak lampir sialan. " maki Senja dalam hati.
Asyik bisa peluk perut sixpack si duda tampan hehe
Senja mengangkat wajahnya hingga sejajar dengan wajah Zayn. Pandangan mereka bertemu, saling mengunci satu sama lain. Zayn merasakan getaran lain di dadanya saat dirinya menatap gadis dalam pelukannya. Entah kenapa ada keinginan dalam dirinya untuk melindungi Senja.
Entah keberanian dari mana Senja menyatukan bibirnya dengan milik pria pujaannya, tak lupa mengalungkan tangannya di leher Zayn. Zayn terkejut dengan apa yang dilakan Senja, namun tak dipungkiiri dirinya sangat senang dan membalas ciuman Senja.
Keduanya saling bertukar saliva dan mengabsen setiap gigi yang berbaris rapi. Zayn memperdalam ciuman lembut mereka.Kini bibir Senja menjadi candunya, rasa cherry yang sangat membuatnya bergairah. Setelah ciuman mereka terlepas, keduanya menjauhkan diri.
Senja merasa malu langsung membalik tubuhnya hingga membelakangi Zayn. Zayn tersenyum geli melihat tingkah malu malu Senja, si gadis bar bar. Zayn memeluk tubuhnya dari belakang, sesekali dia beri ciuman dikepala Senja.
Emak Senja malu nyosor duda duluan wkwk
Tapi Senja seneng sih hehe
TBC
__ADS_1