
Kini Zayn dan keluarga kecilnya kembali ke mansion mereka, Jingga bermain dengan Riana, babysitternya. Senja beristirahat di sofa ruang tamu sambil mengusap perutnya yang besar. Zayn kembali dan memberikan segelas air putih pada sang istri, Senja mengambilnya dan meneguknya hingga tandas. Setelah selesai Zayn merebutnya dan menaruhnya di atas meja, dia merasa kasihan dengan istrinya. Terlihat sekali Senja merasa letih, membawa perut besarnya ke mana mana.
"Sayang kamu pasti lelah ya membawa perut besar kamu ke mana mana, setelah si kembar lahir kamu tidak boleh hamil lagi. Aku tidak mau melihatmu kelelahan dan juga menderita sayang. " ujar Zayn dengan tegas.
Senja tersenyum manis mendengar ucapan suaminya yang penuh perhatian. "Sayang tenanglah aku kuat kok, 'kan aku keturunan samson wati. " ujar Senja nyeleneh.
Zayn tertawa mendengar candaan istrinya, dia menyatukan kening mereka kemudian berciuman sebentar. Tangan kekarnya dia letakkan di atas perut besar sang istri, mengusapnya dengan lembut penuh kasih sayang. "Terimakasih sayang, kamu telah memberikan anak anak lucu untukku, aku sayang sama kamu, Jingga dan kembar. " ucap Zayn dengan tulus
"Aku tidak bisa membalas perjuangan keras yang dilakukan olehmu dalam mengandung dan melahirkan buah hati kita. "
Senja menepiskan senyumnya, menyentuh tangan sang suami sambil berkata. "Cukup balas aku dengan cinta dan sayangmu untuk aku dan ketiga anak kita Mas! Zayn terharu mendengarnya, berkali kali mengucapkan kata cinta pada Senja, istri kesayangannya.
Zayn hanya bisa mengucap kata cinta dan memberikan semangat pada istri, Jingga datang menghampiri mereka. Zayn langsung memangku puteri kesayangannya itu. " Ada aa sayang, kenapa wajahmu cemberut. "
"Daddy, Jie kangen sama kak Edzald. " ucap Jingga sambil memanyunkan bibir mungilnya. Zayn mendengus pelan mendengar ucapan Jingga, Senja hanya terkikik pelan melihat perubahan ekspresi suaminya.
Masa iya Jingga sudah bucin sejak dini pada Edzard pikirnya.
Senjapun berbisik sesuatu di telinga sang suami. "Terima saja mas, Edzard bakal jadi mantu kita kelak, lihat saja tuh Jingga kangen terus sama pangeran es kutubnya. " bisik Senja. Zayn melirik kesal kearah sang istri, Senja hanya menangapinya dengan santai.
Drt drt drt
Zayn merogoh ponselnya, terlihat Rafandra menghubungi dirinya. Cih dia berdecih, mau tak mau dia mngangkatnya. "Ada apa kamu menghubungiku kutil anoa. " ujar Zayn dengan asal asalan.
__ADS_1
Terdengar suara dengusan di ujung sana namun Zayn tak peduli.
"Eh Unta tua diam kau, aku undang kamu dan keluargamu datang ke mansion ku malam ini, merayakan ulang tahun Dirga ke 11. "
Tut Zayn dengan seenak jidat mengakhiri sambungannya, di pastikan Rafandra tengah mengumpatinya di sana. Senja hanya bisa menggeleng, melihat kelakuan suaminya tadi.
Jingga memperhatikan sang Daddy dengan wajah imutnya. "Ciapa tadi yang telepon
Daddy? "
"Si ku eh maksudnya paman Rafa sayang, kita nanti malam ke rumah paman Rafa, Dirga ulang tahun! Jingga manggut manggut dan wajahnya seketika ceria hal itu membuat Zayn merasa heran dengan puterinya. Jingga menoleh kearah sang mommy sambil tersenyum. " Mommy, mommy nanti malam Jie ingin tampil tantik dihadapan kak Edzald. "
"Iya sayang, puteri mommy nanti malam akan cantik oke. "
"Of coulse mommy, halus itu bial kak Edzald tak kasal lagi sama jie dan berubah baik kayak powel langel! Zayn menatap tak percaya kearah Jingga, dia hanya bisa menggeleng pelan. Senja terbahak, puterinya itu memang ajaib dan memang Jingga sudah bucin sama Edzard sejak kecil.
" Sudah sayang hentikan, jangan lompat lompat nanti jatuh. " ujar Senja.
"Nona kecil ayo minum dulu susunya. " ujar Riana yang datang menghampiri mereka. Jingga berlari menghampirinya, dia langsung meminum segelas susu hingga tandas. Riana tersenyum kecil melihat betapa pinternya puteri majikannya itu. "Bibi, ayo temani Ji belenang. " ujar Jingga.
"Tapi bibi enggak bisa renang nona kecil. " ujar Riana.
"Jingga sama daddy saja bagaimana. " Zayn bangkit dan langsung menggendong puterinya menuju ke kolam renang. Senja bangkit dan di bantu okeh Riana, keduanya menyusul Zayn dan Jingga. Di Teras samping, Senja duduk di kursi sambil memperhatikan suami dan puterinya yang asyik berenang.
__ADS_1
"Daddy culang, mentang mentang Jie pendek, Daddy langsung belenang dengan cepat. " protes Jingga pada Zayn. Zayn tersenyum geli melihat puterinya yang merajuk, diapun dengan jahil menyipratkan air ke wajah Jingga dan Jingga membalasnya.
"Mommy, Daddy nakal, nyiplatin ail ke wajah Jie. " pekik Jingga dengan heboh.
Senja malah tertawa melihat puterinya yang di jahili Zayn, dia mengusap perut buncit nya dengan lembut. "Cepatlah lahir dua jagoan mommy, lihatlah kakak dan daddymu tengah berenang bersama. " gumam Senja dengan senyuman di bibirnya.
Satu jam kemudian
Zayn membawa Jingga naik ke atas, Riana mengambil alih Jingga kemudian membawanya ke dalam. Sedangkan Zayn mengambil handuk yang di bawa sang istri, setelah itu memakai bathrobenya. Dia duduk di sebelah Senja sambil mengeringkan rambutnya yang di bantu sang istri.
"Hidup kita semakin berwarna karena adanya Jingga, teriakannya, suaranya dan celotehan nya yang ajaib membuat semua orang sayang padanya di tambah si kembar dalam perutku. " ungkap Senja.
"Kamu benar sayang, Jingga gadis kecil yang hiperaktif, membuat semua orang kewalahan menghadapinya termasuk aku daddynya. " balas Zayn sambil terkekeh, mengingat tingkah lucu puterinya.
"Ayo mas masuk ke dalam, sebaiknya kamu cepat cepat ganti baju. " Zayn mengangguk, diapun bangkit, lalu membantu sangat istri kemudian menuntunnya ke dalam. Keduanya bergegas pergi ke kamar mereka berdua, Senja mengambilkan kaos dan celana untuk suaminya. Zayn segera memakainya di hadapan Senja tanpa peduli kedua pipi sangat istri merona merah karena malu.
"Ish mas, dasar enggak tahu malu. " cibir Senja.
Zayn telah selesai berpakaian, dia menanggapi cibiran istrinya dengan kekehan. Dia menuntun istrinya duduk di atas ranjang, tangan mereka saling bertautan satu sama lain. "Enggak usah malu sayang, lagian kamu sudah melihatnya dan ehem begitu. " goda Zayn pada sang istri.
Senja hanya tersenyum tanpa menanggapinya, dia memandang wajah maskulin Zayn dengan lekat kemudian mendaratkan ciuman di sudut bibir sang suami. Zayn merangkul bahu sang istri, mendaratkan ciuman hangat di kening dan bibir seksi istrinya dengan lembut. "Aku sangat mencintaimu my seksi wife. "
"Me too suami tampanku!
__ADS_1
" Kita ke luar lagi yuk. " Senja mengangguk, Zayn membantunya dan ke duanya keluar dari kamar dan pergi ke ruang tamu. Namun sebelum itu Senja meminta dibuatkan makanan buatan Zayn dan Zayn menurut. Sampai di ruang tamu, Zayn membiarkan istrinya sendiri di sana dan kini dia bergegas ke dapur.
bersambung