Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Part 14 ( Edisi Galen dan Delima )


__ADS_3

Sementara sang pengantin baru masih dalam hangat hangatnya menikmati kemesraan mereka terutama di atas ranjang. Ya keduanya kini tengah honeymoon di negara Y selama dua pekan ini, mereka hanya menghabiskan waktu untuk bercinta dan jalan jalan.



Galen tersenyum sambil mengusap punggung polos istrinya, keduanya baru saja bercinta dengan liar dan panas. Delima membalik tubuhnya, menaikkan selimutnya hingga sebatas dadanya. Namun tangan nakal Galendra sedikit menurunkannya, lalu meremas dua bulatan penuh milik istrinya tersebut.


"Aah mas. "


Galen sangat suka mendengar suara ******* istrinya yang begitu merdu sekaligus seksi. Delima menepiskan senyumnya, tangannya membelai dada bidang suaminya itu dengan tatapan nakalnya. "Hubby kita ke luar yuk, jalan jalan ke pantai masa honeymoon kita cuma di dalam kamar. " protes Delima.


"Tapi lebih enak di dalam hotel sayang. " goda Galen pada istrinya. Delima mengerucutkan bibirnya kesal, Galen terkekeh kemudian mengecup bibirnya sekilas. Pria itu bangkit, memakai boxernya setelah itu membantu istrinya mengenakan bikininya lagi yang di lapisi jaket tipis. Mereka turun dan pergi ke pantai yang letaknya tak jauh dari tempatnya menginap. Delima berlari kecil menyusuri pantai, Galen yang melihatnya berteriak menegur istrinya.


"Sayang hati hati kamu sedang hamil. " pekik Galen yang berlari menyusul istrinya. Pria itu segera merangkul pinggang Delima dengan posesif. Ya Baru dua minggu mereka menikah, Delima dinyatakan hamil satu bulan hal itu membuat pasangan itu menyambutnya suka cita.


Delima mengusap perut rata nya dengan pelan, dia merutuki kebodohannya yang hampir membahayakan calon anaknya bersama Galen. "Maafkan mama sayang, mama hampir saja membahayakan kamu!


"Lain kali hati hati sayang, aku tidak ingin kamu dan calon anak kita kenapa kenapa!


Galen mengulum senyumnya, melihat istrinya telah menerima dirinya serta calon anak mereka seutuhnya. Senyumannya langsung luntur kala melihat dua orang datang menemui mereka. "Delima. " panggil Ricko dengan pelan.


Delima menoleh, tertegun melihat mantan tunangannya berdiri di depannya bersama wanita lain. Dia merapatkan tubuhnya ke tubuh sang suami, dia merasakan tidak nyaman akan tatapan Ricko padanya.


"Ternyata begini kelakuanmu, meninggalkan aku hanya demi pria kaya ini atau justru kau menjual tubuhmu ya. " celetuk Ricko.


Galen mengeraskan rahangnya, bug memberi tinjuan ke wajah Ricko. Delima terkejut, memeluk tubuh suaminya dan mencoba menenangkan Galen yang terbawa emosi. "Hubby sabar tahan emosi kamu sayang. " gumam Delima.


"Dengarkan aku Ricko Ardiansyah, Delima Anastasya istriku sekaligus calon ibu dari anak anakku. " tegas Galen dengan mata melotot tajam. Ricko terkejut mendengar pengakuan Galen barusan.


"Apa yang di katakan suamiku benar, aku tak menyangka kau bisa berfikiran picik seperti itu Ricko. Aku sangat senang bisa terlepas darimu, kamu bisa mengencani dua atau tiga wanita sekaligus. " sindir Delima sambil melirik wanita di sebelah Ricko. Delima selama ini merasa bodoh karena selalu menuruti keinginan Ricko saat mereka masih berstatus tunangan.


"Ayo By kita pergi dari sini. " Delima mengajak suaminya pergi, meninggalkan Ricko dan wanitanya. Mereka kembali ke hotel, Galen yang tenang langsung memeluk sang istri.

__ADS_1


"Maafkan aku Hubby, saat di awal pernikahan aku selalu bersikap kasar sama kamu apalagi sempat memaki kamu sayang. " sesal Delima.



Setelah berganti pakaian Galen membawa istrinya duduk, pria itu memangkunya. Delima menitikkan air matanya, Galen ikut bersedih melihat sang istri menangis. "Dengar lupakan kata kata pria pengecut itu sayang, kamu bukan wanita murahan. Saat sebelum aku merebut hal berhargamu, kamu masih suci dan aku sangat bangga menjadi pria yang memilikimu seutuhnya!


"Calon anak kita juga hadiah terindah dari Tuhan untuk kita berdua. " lanjut Galen dengan nada lembutnya. Delima menghapus air matanya, mencium kembali bibir suaminya, pria yang dia cintai sekarang.


Tangan kiri Galen kini berada di perut rata Delima, wanita itu menyentuh tangan suaminya sambil berkata. "Hubby, kamu ingin anak laki laki atau perempuan? "


"Perempuan cantik seperti kamu sayang!


"Tapi aku pinginnya laki laki. " jawab Delima sambil tersenyum.


"Baiklah aku akan terus menjenguknya setiap hari siapa tahu kelak anak kita ada sepasang. " kekehnya asal. Delima memukul dada suaminya pelan, merasa gemas dengan ucapan Galen. Galen tergelak kencang, kembali memagut mesra bibir istrinya dengan penuh kelembutan.


"By, tiga hari lagi pernikahan Binar dan Bara, kita harus hadir ya sayang, aku tak ingin melewatkan hari bahagia mereka. " ucap Delima dengan antusias.


"Aku akan membalas rasa sakit istriku padamu pria sialan. " umpat Galen dalam hati. Pria itu kembali fokus pada istrinya, Delima menghela nafas kasar kemudian menatap suaminya kembali.


"By aku ingin nasi goreng buatan kamu. " pinta Delima pada suaminya.


"Baiklah aku akan buatkan sayang, tunggu ya. " Galen menurunkan istrinya, lalu bangkit dan meninggalkan istrinya di ruang tamu. Sambil menunggu Delima menekan tombol mencari acara hiburan di televisi.


Galen datang membawakan nasi goreng dan segelas air putih untuk istrinya, Delima langsung mencicipinya kemudian memakannya dengan lahap.


Galen tersenyum kecil melihat istrinya yang begitu lahap makannya. Setelah menghabiskan makanannya, Delima bangkit dan membawa piring kotornya ke dapur. Galen mengambil ponselnya dan menghubungi sang asisten.


"Cabut saham kita di perusahaan Keluarga Ardiansyah sekarang juga. " titah Galen dengan tegas. Pria itu memutus sambungannya, seringai terbit di sudut bibirnya.


"Siapapun yang menghina Delima akan mendapatkan balasannya. " gumam Galen pelan. Delima kembali, wanita itu menghampiri sang suami lalu duduk di dekatnya. Galen mengulas senyumnya, mengusap kepala istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Kau masih lapar sayang? "


Delima menggeleng pelan, tangannya kini tengah menari nari di dada sang suami yang terbalut kemejanya. Dengan sabar Galen menunggu apa yang ingin diucapkan istrinya itu. "By, entah kenapa aku pingin memotong rambut aku yang panjang ini!


"Kenapa sayang, padahal aku suka dengan rambut panjangmu ini. " Galen menciumi rambut dan kepala sang istri.


"Enggak papa By, hanya ingin model rambut baru biar fresh dan siapa tahu aku malah semakin cantik By. " Delima mengeringkan sebelah matanya, membuat Galen menghela nafas panjang.


"Yuk aku antar ke salon sekarang. " ujar Galen dengan sigap. Delima mengangguk, keduanya ke luar dari mansion.



Menjelang petang keduanya kembali, Galen memperhatikan istrinya yang terlihat semakin cantik dengan model rambut barunya, bangs with front layer ( Poni dengan lapisan depan). Dia berdecak pelan, merasakan tidak rela jika ada pria lain menatap istrinya itu dengan pandangan kagum. Delima menoleh, dia menaikkan alisnya melihat raut cemberut sang suami.


"Kenapa By, kamu enggak suka dengan model rambutku? "


"Tidak, hanya saja aku tak akan rela jika pria lain menikmati kecantikanmu sayang terlebih dengan model rambutmu yang sekarang membuat kecantikanmu berlipat lipat. " Delima tersenyum, memeluk pinggang suaminya.


"Tapi aku hanya milikmu sayang, jiwa dan ragaku hanya milikmu sekarang. " balas Delima sambil tersenyum. Galen menciumi wajah mempesona istrinya, keduanya saling berpelukan dan tak lupa pria itu menyapa calon anaknya dalam perut sang istri seperti biasa.


Hup


Galen menggendongnya, Delima memekik dan mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Dia mengajak istrinya ke balkon kamar mereka, sebelumnya dia mengambil selimut kemudian dipakai oleh keduanya dalam posisi duduk, Galen memeluk Delima dari belakang yang terbalut selimut.


"Lihatlah sayang bintang bintang itu begitu terang dan indah. " tunjuk Delima kearah atas langit.


"Tapi menurutku lebih indah kamu sayang!


"Ish gombal!


"Beneran sayang. " Galen terus menciumi pipi istrinya, Delima tersenyum geli dan membiarkannya.

__ADS_1


tbc


__ADS_2