Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
JMC PART 14 - DARREN & LILY


__ADS_3


Lily merengut sebal dengan sikap Darren, gadis itu berjalan lebih dulu dari pria yang membawa belanjaannya. Darren terkekeh, pria itu menyamakan langkah kakinya dengan Lily lalu memasukkan barang barangnya ke mobil. Setelah itu mengungkungnya di depan pintu mobilnya, menatap lekat manik hitam milik Lily.


"Masih kesal sama aku? "


"Iya habisnya kakak rese banget, milihin gaun seksi semuanya enggak ada yang tertutup. " protes Lily kesal. Darren terbahak bahak, melihat raut kesal di wajah Lily. Dia berhenti tertawa, pria itu mengagumi kecantikan Lily yang alami dengan sedikit polesan make up.


Merasa di tatap intens membuat Lily salah tingkah, namun dia tak berfikir macam macam. Dia sedikit mendorong tubuh Darren namun justru dirinya masuk ke dalam pelukan pria itu, karena Darren menarik tangannya. "Terimakasih ya kak Darren, kamu baik banget sama aku, aku seperti memiliki kakak laki laki. " ungkap Lily dengan senyum cerianya.


Senyuman di wajah Darren seketika menghilang, mendengar penuturan dari Lily barusan. Wajah pria itu berubah datar, masuk ke mobil begitu saja membuat Lily merasa heran, namun gadis itu menyusulnya.


Mobil BMW itu melesat jauh dengan kecepatan rata rata, di dalam mobil keduanya tak banyak bicara. Lily menebak nebak, sepertinya Darren marah padanya hingga sikapnya tiba tiba dingin begitulah pikirnya.


Mobil BMW itu berhenti tepat di sebuah taman bunga yang cukup luas, keduanya turun dan berjalan bersama memasuki taman tersebut. Darren berjalan lebih dulu meninggalkan Lily di belakangnya. "Kak Darren tungguin, aku pakai highheel ini. " pekik Lily sebal.


Darren berhenti, pria itu menghela nafas kemudian merangkul pinggang Lily dan berjalan bersama sama. Lily tersenyum tipis, wajahnya berbinar menatap keindahan di sekitar taman tersebut.


"Kenapa kakak sejak tadi hanya diam? "


"Nanti malam bersiaplah, jam tujuh aku


jemput. " jawab Darren mengabaikan pertanyaan Lily.



Malam harinya Lily tampil cantik dengan gaun merahnya, gadis itu segera menemui Darren lalu berangkat bersama. Keduanya sampai di sebuah hotel bintang lima, mereka segera turun dan masuk ke hotel tersebut. Ya Darren datang keacara reuni yang diadakan setahun sekali. Lily merangkul lengan Darren, dia menatap ke seluruh penjuru ruangan hotel yang banyak di hadiri para pria.


"Akhirnya kamu datang juga Ren. " ujar seorang wanita yang langsung hendak mengecup pipi Darren namun pria itu menghindar hal itu


membuat Lily terlihat heran.


"Dia siapa Ren? "

__ADS_1


"Lily kekasihku. " sahutnya sambil merengkuh pinggang ramping Liliy. Wanita itu mengernyit tak suka mendengar penuturan dari Darren. Darren menghela nafas panjang, sepertinya Natasya tidak percaya ucapannya.


Cup Darren ******* bibir Lily di hadapan Natasya, wanita itu mengumpat kecil lalu pergi begitu saja. Lily begitu terkejut dengan tindakan Darren yang berani menciumnya.


"Darren kemarilah. " panggil salah satu seorang pria. Darren melepas pelukannya, pria itu segera menemui teman temannya. Salah satu dari mereka, memberikan satu gelas minuman yang langsung di teguk Darren.


Gluk gluk gluk


Beberapa saat kemudian Darren kerasakan panas pada tubuhnya, dia menyadari itu. Dia segera menarik Lily menuju ke ruangan presidential suit room, menguncinya dari dalam.


"Kak Darren apa yang.. " Darren membungkam bibir Lily, lidah pria itu mengobrak abrik dalam mulutnya dengan liar. Darren mulai melucuti pakaiannya begitu pula pakaian Lily, lalu mendorongnya ke ranjang. Lily berusaha berontak namun tenaganya kalah, dan malam itu Darren merenggut kesucian Lily.


Silau matahari membuat Darren membuka matanya lebih dulu, dia menoleh kearah Lily yang terlelap dalam dekapannya. Keduanya polos hanya tertutup selumut, dia mengumpat pelan mengingat kejadian semalam.


"****. " makinya


"Engh. " Lily membuka matanya, teringat semalam wanita itu langsung menangis dan Darren segera menenangkan wanitanya. Rasa bersalah langsung menghinggap di hati pria itu, tanpa sengaja menghancurkan hidup Lily.


"Sut maafin kakak, aku akan tanggung jawab Lily, maafkan aku yang menodaimu. " sesal Darren.


##


"Kau jahat kak Darren. " Lily terkulai dalam dekapan Darren, pria itu segera memakaikan pakaian ke tubuh Lily setelah keduanya bergumul kedua kalinya. Lalu mereka ke luar dari kamar, Darren berusaha mengejar langkah wanitanya kemudian mendekapnya dari belakang.


"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai pelarianku Lily, aku benar tertarik padamu sayang dan maafkan atas kelakuan brengsekku padamu. " bisik Darren.



Lily berbalik, Darren menggendongnya dari depan lalu membawanya ke ruang tamu sambil berciuman. Setelah ciuman mereka berakhir, Lily merutuki kebodohannya yang selalu hanyut dalam ciuman liar Darren. Darren membelai wajah wanitanya, kemudian tangannya turun ke perut rata Lily. "Semalam aku mengeluarkannya di dalam Ly, aku harap salah satu benihku segera tumbuh dalam rahimmu!


"Tapi ini salah kak, kita tidak saling mencintai! ujar Lily dengan jelas.


"Aku akan bertanggung jawab, menikahimu dan kita buka lembaran baru. " tegas Darren meyakinkan Lily. Lily merasa masih ragu mengenai pernikahan, apalagi tak ada cinta di antara mereka berdua.

__ADS_1


"Kakak hanya penasaran sama aku, setelah mendapat apa yang kakak inginkan, pasti kak Darren akan pergi begitu saja. " ujar Lily.


"Lily. " geram Darren frustrasi.


Drt


drt


"Halo kak Meira ada apa? " tanya Lily dengan senyuman di bibirnya.


"Kalau kangen sama Alana kamu ke rumah aja Ly, soalnya aku dan Aiden sedang pergi honeymoon. " jelasnya.


"Iya kak, selamat bersenang senang. " Lily menyembunyikan apa yang terjadi padanya, dia tidak ingin menganggu Meira yang tengah honeymoon saat ini. Wanita itu menghela nafas panjang, menyimpan ponselnya dalam saku.


"Aku akan ke mansion om Alan. " ujar Lily lalu bangkit dan pergi dari sana setelah pamit pada Darren. Darren segera beranjak dan menyusul wanitanya itu. Selama perjalanan, keduanya sibuk dengan pikiran masing masing, Lily enggan mengajak Darren bicara.


Sampai di kediaman orang tua Meira, keduanya segera turun dan masuk ke dalam mansion tersebut. Mereka berdua menemui om Alan yang tengah bermain dengan si kecil Alana.


"Alana. " panggil Lily dengan wajah cerianya.


"Aunty. " Alana turun dari sofa, memghampiri auntynya itu kemudian mengajaknya duduk. Om Alan terlihat senang melihat kehadiran Lily dan Darren. Lilypun mengusap kepala keponakannya itu dengan lembut, melihat Alana dia jadi merindukan sosok Saras sahabatnya. Darren memperhatikan interaksi Lily dan Alana, dalam hatinya berharap wanitanya bisa memaafkan dirinya.


"Kenapa kak Darren menatapku seperti itu. " batin Lily.


"Aunty, tadi papa Ryan datang ke sini! ujar Qlana dengan polosnya.


"Memangnya ada apa papa kamu ke sini sayang, apa kamu menemui papa Ryan? " Lily merasa heran, kenapa papa kandung Alana datang ke rumah om Alan. Si kecil menggeleng, Lily merasa curiga dengan sikap Ryan yang berubah, peduli pada Alana.


"Tadi nak Ryan ke sini, ingin minta maaf pada Meira, Aiden dan Alana. " sahut om Alan.


"Tapi om, aku curiga ada maksud lain dari sikap pria itu. " sambung Lily.


"Entahlah Nak. "

__ADS_1


tbc


__ADS_2