Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 6 - Kucing Garong


__ADS_3

Happy Reading!


Kini hari mulai gelap, pertanda akan turunnya hujan disertai petir. Waktu menunjukkan angka 07.00 malam. Zayn kini tengah sibuk dengan ponselnya hingga tak menyadari kedatangan Senja.


"Ini tuan jahe hangat, supaya badan tuan Zayn terasa hangat. " Zayn menelisik penampilan Senja.


"Kenapa kamu enggak ganti baju. " Senja hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Saya tidak membawa pakaian ganti saat kemari Tuan. " Zaynpun menyesap jahe hangatnya, setelah itu bangkit dan memberi kode agar Senja mengikutinya.


Senjapun mengekorinya dari belakang. Kini dka menunggu Zayn di luar kamar sang majikan. Zaypun ke luar dan memberikan beberapa pakaian istrinya pada Senja. "Mandi di kamar sebelah dan pakailah dress ini. "


Senja mengangguk, Bergegas masuk ke dalam kamar yang ada di sebelah kamar Zayn. Setengah jam kemudian Senja ke luar dengan rambutnya yang terurai berjalan menghampiri Zayn. Zayn tengah terpaku melihat dress istrinya sangat pas ditubuh Senja, dia melihat mendiang sosok Vania di diri Senja. Ditambah penampilan Senja yang sedikit menggetarkan hatinya.


"Maaf Tuan sebaiknya aku ganti saja ya. Bukankah dress ini milih mendiang istri Anda tuan. " Entah kenapa ada rasa kesal dalam diri Senja, dia tidak ingin menjadi bayang bayang mendiang istri Zayn.


Senja tetaplah Senja bukan Vania ataupun yang lainnya.


Zain mengontrol dirinya, dengan sekuat tenaga berusaha tidak menerjang Senja dan memeluknya dengan erat. "Enggak papa pakailah dress itu Senja. " ucapnya dengan lembut.


Senja mengangguk kecil, berbalik menuruni anak tangga dan Zayn mengekor dari belakang. Tatapannya tak berpaling dari Senja yang kini pergi ke dapur. Zayn menggeleng cepat, melangkahkan kakinya ke ruang tamu. Dia kembali menyesap jahe hangatnya hingga habis.


Sementara di dapur Senja merasa aneh dengan sikap majikannya itu. Dia sangat menyukai sikap lembut Zayn namun tak terlalu berharap mengingat pria itu sikapnya bisa berubah ubah kayak bunglon.


Selesai menyiapkan makanan, Senja langsung membawanya ke meja makan. Zayn datang dan menarik kursi kemudian duduk di sana. Dia menepiskan senyumnya, kala makanan kesukaannya tersaji di hadapannya. Udang Asam manis pedas dan kepiting saus padang.


"Saya permisi dulu Tuan. " Senja berusaha menjauhkan dirinya dari Zayn. Dia tidak ingin terlalu terjatuh pada pesona pria duda itu.


"Tunggu! Temani aku makan malam. " ucapan Zayn menghentikan langkah Senja. Senja berbalik ketika tatapan mereka bertemu, segera saja dia memutus tatapan mereka. Diapun menurut, menarik kursi dan mereka berdua makan malam bersama.

__ADS_1


Ya Tuhan, Senja tak kuat melihat tatapan intens mas duda. Detak jantungku berdebar kencang saat tatapan kami bertemu, saling mengunci satu sama lain.


"Kenapa hanya diam. Kamu enggak berselera makan karena ada aku Senja. " suara seksi dari pria yang dipujanya membuat Senja seakan terbang tinggi mendengar perhatian kecil dari Zayn.


"Tumben sekali tuan Zayn cerewet. Bukankah biasanya kalau aku menggodamu, Tuan pasti akan langsung melirik tajam padaku. " Senja mengungkapkan apa yang menjadi uneg uneg dalam hatinya.


Wajah Zaynpun kembali datar. Senja memilih diam dan fokus pada makanannya. Keheningan menerpa mereka saat ini hingga makan malam itu selesai. "Lupakan saja apa yang aku katakan tadi. " ucapnya datar.


Senja segera membereskan meja makan. Selesai mencuci piring, dia berjalan ke depan menatap luar dari balik jendela hal itu tak luput dari pandangan Zayn.


drt drt drt


Senja mengambil ponselnya, tak lama kemudian senyum mengembang di bibirnya. " Halo Dara ada apa? " tanyanya dengan nada ceria.


"Aku udah bilang sama orang tua kamu, sial kamu yang menginap dikediaman majikanmu. " Senja merasa lega mendengarnya, dia tidak ingin ayah dan ibunya merasa cemas.


"Iya makasih Dara. "


Jder suara petir menggelegar membuat Senja terkejut dan memutus sambungannya. Dia menaruh ponselnya dalam saku dan kini tubuhnya merasa gemetaran. Dia berbalik dan bruk tanpa sadar menabrak tubuh seseorang. Senja menaikkan kepalanya, melihat Zayn berdiri dihadapannya. Tanpa ragu Senja langsung memeluk tubuh kekar majikannya dan menelusup di dada bidang Zayn.


Zayn tentu saja terkejut. Tak menampik hatinya menghangat, ketika Senja mengeratkan pelukannya. Dia usap punggung Senja yang bergetar ketakutan ditambah terdengar isakan kecil di dadanya.


Tersadar dengan apa yang dilakukannya Senja melepaskan pelukannya. Zayn mendesah pelan, tanpa ragu membopong tubuh Senja menuju ke kamarnya di lantai atas. Dari kejauhan Sekar mengepalkan tangannya melihat kejadian yang membuatnya semakin marah.


Di Kamar Zayn


Senja dibaringkan di atas kasur bersamaan dengan Zayn yang kini ada disebelahnya. Dia nampak terkejut dengan pria pujaannya tersebut. "Kenapa Tuan malah membawaku ke mari, sebaiknya aku kembali ke kamarku saja Tuan Zayn. " cicitnya.


"Diamlah sebaiknya kamu tidur. " ucap Zayn dengan tegas.

__ADS_1


Senjapun memejamkan kedua matanya, tak lama kemudian terdengar dengkuran halus. Zayn tak bergeming, menatap lekat gadis yang menjadi pelayannya itu. Dia merasa aneh dengan dirinya membiarkan Senja tidur di kamarnya dan dia tak merasa keberatan. Zaynpun membawa Senja ke dalam pelukan hangatnya. "Selamat malam Senja. " bisiknya.


Zaynpun terlelap dalam keadaan memeluk tubuh Senja. Keduanya sangat manis layaknya pasangan suami istri yang sangat mesra.


💕💕


Pagi yang cerah ditambah cahaya mentari yang menyinarkan sinarnya serta suara merdu burung berkicau pertanda hari mulai terang. Zayn terbangun terlebih dahulu, mengulum senyumnya melihat Senja yang mendusel ke dadanya dengan manja. Hal itu sontak mengingatkan dirinya pada mendiang sang istri.


"Senja. " Zayn menepuk pelan pipi Senja dengan lembut.


Senja merasa terusik membuka kelopak matanya. Dia mengumpulkan nyawanya, kemudian tersadar dan terkejut melihat dirinya dipeluk Zayn. Senja berusaha meloloskan dirinya namun Zayn malah mempererat pelukannya di tubuh Senja. Bibir mungil milik Senja kini membuat sang duda ketar ketir, ingin sekali dia menyentuhnya serta mengecupnya berulang ulang.


"Eh apa yang tuan lakukan lepaskan saya. " Zayn memajukan wajahnya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centi. Senja terlihat panik, membayangkan Zayn akan menciumnya seperti dalam novel yang dia baca.


Zayn menyentil dahi Senja, setelah itu melepaskan pelukannya dan bangun. Senja hanya melongo tak percaya sang majikan mengerjai dirinya.


"Jangan harap aku menciummu. "


Senjapun turun dari ranjang dan seolah olah ingin melepaskan dressnya. Zayn melotot dan menatap tajam kearahnya. "Apa yang kau lakukan Senja. "


Senja masih tersenyum menggoda kearah majikannya itu. "Aku ingin melepas pakaian tuan. " ujarnya santai.


Sementara Zayn nampak panas dingin mendengar penuturan Senja mengingat si junior telah bangun karena membayangkan yang iya iya. Senjapun mencoba menahan tawanya melihat Zayn yang tengah kelimpungan.


"Cepat keluar dari kamarku. " usir Zayn dengan wajah memerah menahan gairah.


Senjapun memberikan ciuman jarak jauh pada Zayn setelah itu berlalu ke luar dari sana. Senja tertawa terbahak bahak melihat reaksi dari duda tampannya itu.


Dasar kucing garong dipancing pakai ikan langsung saja kepanasan.

__ADS_1


Senjapun menuruni anak tangga menuju ke kamarnya. Dia mengabaikan keberadaan Sekar yang tengah mendesis marah melihat kelakuannya. "Dasar wanita murahan. " geram Sekar.


TBC


__ADS_2