
JANGAN LUPA KIRIM GIFT DAN VOTE YA HEHE BIAR OTHOR SEMANGAT
BAGI YANG BELUM, JANGAN LUPA MASUKAN INI DALAM FAVORIT, RATE, DAN KOMEN SERTA LIKE 😊😊
Pagi yang cerah, secerah hati Senja. Gadis bar bar itu kini telah rapi seperti biasa, sekarang Senja berada di dapur. Dia menggenakan celemek di pinggangnya di bantu oleh pelayan baru.
"Eh Nona biar saya saja. " seru sang pelayan.
"Panggil saja aku Senja mbak, lagian kayaknya tuaan mbak deh. " ucap Senja dengan senyum manisnya.
"Oh baiklah aku Tiara, salam kenal ya. " sapanya.
Senja mengangguk, dia kini sedang memasak tumis kangkung sedangkan Sinta mengoreng ayam dan menanak nasi. Setelah siap mereka segera menghidangkannya di meja makan, Senja merasa senang bisa mengenal Tiara yang ternyata orangnya ramah.
Tak lama kemudian Zayn turun dan langsung menghampiri Senja. Tiarapun segera menyingkir dari sana, Zayn mendaratkan kecupan di bibir gadisnya. "Pagi sayang!
"Pagi juga Mas!
Zayn menarik kursi kemudian duduk, Senja mengambilkan nasi untuk sang kekasih setelah itu dirinya. Senja memakan tumis kangkungnya dengan lahap, hal itu membuat Zayn tersenyum kecil.
Senja melieik Zayn lewat ekor matanya kemudian mengunyah makanannya. "Kenapa Mas lihatin aku terus, lebih baik Mas Zayn makan!
Zayn hanya menanggapinya dengan senyuman, keduanya fokus pada makanan masing masing. Setelah selesai Zayn mengusap bibirnya dengan tisu, jam ditangannya menunjukkan angka 07.00 pagi.
Tok tok tok
"Siapa ya yang pagi pagi sudah bertamu? Senjapun bangkit, berjalan lurus ke depan dan membuka pintunya cklek. Pintupun terbuka lebar, dia langsung kegirangan melihat kedatangan keluarga kecil Livia.
"Hai Liv, Darren ayo masuk ke dalam. "
"Iya kakak ipar. " goda Livia sambil tersenyum jahil. Pipi Senja langsung merona, lalu mereka masuk ke dalam dan mengobrol di ruang tamu.
"Aku bawa kabar bahagia, aku sekarang hamil anak keduaku dengan Darren usianya 1 bulan. " ungkap Livia dengan senyum menggembang di bibirnya.
"Wah selamat ya bentar lagi Bryan mau punya adek rupanya. " ucap Senja dengan tulus.
Livia mengangguk, dia mengusap kepala puteranya yang kini duduk di tengah dirinya dengan Darren. Zayn tersenyum tipis, ikut senang mendengar kabar yang disampaikan adiknya itu.
__ADS_1
"Bro, kamu kapan make baby dengan
Senja. " ledek Darren dengan senyumnya yang menyebalkan di mata Zayn.
"Mau kupecat kau jadi adik iparku! Zayn melirik tajam kearah adik iparnya itu.
Darren terkekeh, menjahili Zayn adalah kesenangannya. Sementara Livia hanya menghela nafas melihat suami dan kakaknya yang tidak pernah akur.
"Kenapa juga harus kamu yang jadi adik iparku, padahal jelas jelas dulu banyak pria yang menginginkan Livia. " gerutu Zayn. Darren melipat tangannya ke dada, dia sangat kesal jika Zayn mengingat masa lalu.
"Sudah sudah kalian ini ribut terus kayak tom snd jerry, oh ya bentar lagi Mom dan Dad ke sini. " omel Livia.
💕💕💕
Dua jam berlalu Zayn dan Senja berpamitan sebentar pada keluarganya. Mobil Zayn langsung melesat jauh meninggalkan Mansion.
20 menit kemudian, Setelah memarkirkan mobilnya. Senja dan Zayn masuk ke dalam cafe. Senja mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dia bergegas menuju kearah Mentari yang melambai.
"Hai Tari. " sapa Senja dengan senyum manisnya.
Mentari tertegun melihat Zayn begitu juga sebaliknya. Rafa mengeratkan pelukan di pinggang sang istri, dia menatap Zayn dengan sorot tajam sementara Zayn hanya memasang wajah datar tak peduli dengan sikap Rafa.
"Iya dia Duda yang aku kejar itu lho sekarang menjadi pacar aku. " Senja menarik kursi kemudian duduk begitu halnya Zayn.
"Kalian saling mengenal Tar!
Mentari mengangguk, langsung mengatakan pertemuannya dengan Zayn saat mereka bertubrukan di Mall. Senja langsung tertawa terbahak bahak setelah Tari selesai berbicara.
"Oh ya ampun, dunia terasa sempit, sesempit daun kelor ckck. " ucap Senja ngawur.
Senja melirik kekasihnya kemudian kembali tertawa sambil berkata. "Apa kamu tahu Tari mas kulkas berjalanku ini gengsi digedein saat aku ngejar dan godain dia. " ungkap Senja sambil terkikik.
"Ehem. " Zayn berusaha menghentikan ocehan gadisnya yang kayak kereta api, panjang banget namun sayangnya tidak dipedulikan Senja.
Mentari ikut tertawa mendengar ucapan sahabatnya yang asal nyeplos itu. Senja langsung menyesap jus yang dipesan oleh Tari untuknya kemudian kembali berbicara.
"Selain itu Mas dudaku ini sudah tak sabar ingin berc****** denganku Tari. " cerocosnya.
__ADS_1
Zayn langsung membekap mulut gadisnya, Tawa Tari langsung pecah seketika mendengar ucapan Senja barusan. Sementara Rafandra tersenyum geli mendengar ucapan dari Senja, tak disangka mantan rivalnya itu super mesum sama seperti dirinya.
"Emh. " Senja mencubit paha Zayn, bekapan tangannyapun terlepas. Senja melirik tajam kekasihnya itu dengan raut kesalnya. "Lagian benar 'kan Mas Zayn sangat mesum, nyatanya di dalam kamar mandi kemarin aku dengar Mas berfantasi liar sambil menyebutkan namaku. " jelasnya.
Mampus kau Zayn
aibmu dibuka kekasihmu dihadapan mantan rivalmu 〒_〒
Zayn melirik kearah Rafandra, seringai miring tercetak disudut bibir Rafa membuat Zayn semakin kesal. Senja memilih mengobrol banyak hal dengan Mentari sambil menikmati makanan masing masing.
"Besok aku dan Dara ke rumah kamu ya Tar, boleh 'kan!
"Tentu saja sangat boleh Nja, lagian kita sudah lama tak bertemu, aku sibuk dengan keluargaku sementara kamu sibuk dengan bayi besarmu. " ucap Tari melirik Zayn dengan senyum meledeknya.
"Diam kau landak jelek! ketus Zayn.
"Dasar unta tua, jangan hina istriku kampret. " balas Rafa merasa tidak terima.
"Dih babunya marah. " balas Zayn terkekeh.
Senja dan Tari langsung tertawa terpingkal pingkal, keduanya tak menyangka si duda bisa meledek orang. Sementara Rafa mengeram kesal merasa tidak terima dengan ucapan mantan rivalnya itu. Mentari menepuk paha suaminya agar mengabaikan ucapan Zayn dan Rafa menurut.
"Seperti kerbau dicucuk hidungnya, dasar babu! pancing Zayn.
"Ck mr mesum hentikan ucapanmu. " ujar Senja sambil menjewer telinga Zayn. Zayn meringis kemudian mengangguk pasrah dan Senjapun melepaskan jewerannya. Rafa langsung ngakak melihat apa yang dilakukan Senja pada Zayn.
"Sayang ayo pulang, aku malas lihat wajah babunya si landak jelek. " sindir Zayn.
"Hei unta Tua! geram Rafa kesal.
Senja memutar bola matanya malas, melihat perdebatan antara Zayn dan Rafandra. Diapun bangkit dan berlalu mengajak Mentari ke luar dari Cafe. Kedua pria itu segera menaruh uang dan menyusul para wanita mereka.
Di depan mobil masing masing Senja melirik tajam kearah Zayn sambil berkacak pinggang. "Bisa enggak sih Mas kalian akur aja hah sama Rafa. " geram Senja.
"Tidak. " balasnya.
Senjapun masuk ke mobil dan disusul Zayn, mobil mereka berlalu pergi dari sana. Sementara Rafa kini masih membujuk istrinya yang kini tengah merajuk. "Jika kamu dan Zayn masih tidak akur maka kamu harus tidur di sofa selama seminggu, ayo pulang. " titah Tari pada sang suami.
__ADS_1
Rafa gelagapan dan segera masuk ke mobil. Dia melajukan mobilnya cepat menuju kediaman mereka berdua.
bersambung