
VOTE VOTE DAN GIFT YA JANGAN LUPA!!
Empat bulan kemudian
Usia kandungan Senja kini sudah masuk 9 bulan, tinggal lima hari lagi dia akan melahirkan buah hatinya. Zayn semakin posesif pada sang istri, menjelang kelahiran anak mereka yang pertama itu.
Seperti sekarang, Zayn mengerjakan pekerjaan kantornya di rumah sekalian mengawasi sang istri. Prang, Zayn menaruh laptopnya. Dia mencari asal suara dan langsung menghampiri sang istri. Ada pecahan kaca di dekat Senja dan Zayn langsung mendekat.
"Sayang ada apa katakan! "
"Perutku sakit, kayaknya aku mau lahiran
deh Mas. " Zayn pun langsung berteriak memanggil sopirnya lalu mengangkat tubuh sang istri. Orang tua mereka langsung menyusul setelah mengambil perlengkapan Senja.
Reno melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah sakit. Zayn terlihat ketakutan melihat istrinya mengerang kesakitan, tangan Senja mencengkeram tangan sang suami dengan erat. "Sabar ya sayang sebentar lagi kita sampai. "
Beberapa menit berlalu
Mereka semua turun, Zayn berlari masuk ke rumah sakit dan berteriak. Dokter dan suster langsung datang, Zayn menaruh istrinya di brangkar, lalu mendorongnya masuk ke ruangan bersalin bersama Zayn sedangkan lainnya menunggu di luar.
"Dokter, cepat lakukan sesuatu dokter. " bentak Zayn.
"Tunggu tuan, pembukaan baru 5 tunggu sampai sepuluh dulu. " ujar Dokter.
Zayn membuang nafas kasar, dia sangat tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti ini.
Dua jam kemudian
"Sudah pembukaan 10,ayo nyonya silakan dorong sekuat tenaga nyonya. " ujar Dokter.
Senjapun mencoba mendorongnya bayinya, namun gagal dan tangannya semakin mencengkeram tangan sang suami. Dia mengatur nafasnya lalu kembali mencoba mendorongnya.
"Belum berhasil nyonya, ayo lakukan lagi nyonya dorong!
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu sayang, berjuanglah demi calon buah hati kita kamu pasti bisa. " bisik Zayn di telinga sang istri.
Bagaikan angin segar, Senja mendapat kekuatan dari bisikan suaminya. Dia kembali mendorongnya hingga sekuat tenaga.
Oek oek oek suara tangis bayi membuat Zayn menitikkan air matanya. Dokter langsung menyerahkan bayinya pada suster, lalu dirinya membersihkan tubuh Senja. Senja ikut terharu buah hatinya telah lahir kedunia dengan selamat.
Zayn berkali kali mengucapkan cinta dan terimakasih atas perjuangan luar biasa yang dilakukan istrinya. Senjapun memberikan senyuman manisnya di hadapan sang suami.
Lalu Zaynpun ke luar dari ruangan persalinan dengan senyuman di bibirnya. Dia langsung memeluk mertua dan orang tuanya secara bergantian. "Mommy, Ibu putriku sudah lahir dengan selamat. "
"Selamat Nak, sekarang kamu menjadi seorang Daddy? "
"Iya Ibu terimakasih. " balas Zayn sambil tersenyum bahagia.
Mereka semua langsung pergi ke ruangan Senja. Zayn bergegas mendatangi istrinya, Senja duduk bersandar di kepala ranjang. Dia kembali mencium bibir istrinya dan dibalas Senja, melampiaskan rasa bahagia mereka saat ini
Setelah ciuman mereka terlepas, masuklah suster sambil menggendong bayi. Segera saja di serahkan bayi cantik itu pada Senja
"Ini Nyonya bayi anda perempuan. " Suster pun segera pergi dari sana.
Zayn menggunakan tubuhnya agar sang istri bisa langsung menyusui Puteri kecilnya itu tanpa terlihat orang lain. Setelah selesai Senja dia mengancingkan kembali pakaiannya lalu mencium pipi Baby J dengan lembut.
"KEYVARA JINGGA GRAZELLA KUSUMA. "
"Welcome Puteri cantik mommy dan Daddy. "
Para orang tua ikut terharu dan bahagia melihat kehadiran cucu pertama mereka itu. Zayn sangat bahagia, melihat duplikat kecil Senja yang tengah terlelap. "Sayang, baby J sangat cantik dan mirip kamu sekali. " ungkap Zayn.
"Iya dong aku 'kan aku emaknya Dad, gimana sih. " gerutu Senja.
Zayn tergelak mendengar cibiran sang istri, Ibu dan Ayah langsung mendekat kearah mereka. Ibu mengulas senyumnya, dia memberikan ciuman di kening Senja. "Selamat ya sayang, akhirnya kamu jadi seorang ibu. "
"Iya Bu, terimakasih dan sekarang aku tahu bagaimana perjuangan ibu dulu saat ibu melahirkan aku, " ucap Senja dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
Ibu tersenyum tulus, dia mengusap kepala Senja dengan lembut setelah itu beralih menatap kearah cucu cantiknya. "Nja, Puteri kamu sangat cantik dan mirip banget sama kamu waktu kecil. "
"Sini Ibu mau gendong Jingga nak. "
Senjapun menyerahkan puteri kecilnya pada sang nenek. Ibu menggendong baby Ji lalu membawanya duduk di sofa, Zayn dan Senja mengulas senyum mereka melihat para orang tua berebut menggendong Jingga.
Zayn merengkuh istrinya, di ciumnya puncak kepala Senja berulang ulang. Tangan mereka saling bertautan sama lain, melampiaskan rasa bahagia di hari kelahiran malaikat cantik mereka. "Kamu memang ibu yang hebat, terimakasih atas perjuanganmu istriku. Apa kamu tahu aku takut setengah mati tadi saat di dalam ruangan persalinan, " ungkap Zayn.
Senja mendongak kepalanya ke atas, dia menatap sang suami sambil tersenyum manis kemudian mencium telapak tangan Zayn. "Kamu juga ikut menyemangatiku mas, kehadiranmu sangat berarti bagiku hingga lahirlah my our little sunshine. "
Andra dan Kirana datang berkunjung, keduanya langsung menghampiri Zayn dan juga Senja dengan senyuman di wajah masing masing. "Selamat ya akhirnya anak kalian telah lahir, btw jenis kelamin keponakanku apa? "
"Perempuan Ndra, namanya Jingga, " jawab Zayn dengan senyum merekahnya.
"lengkapnya KEYVARA JINGGA GRAZELLA KUSUMA, " sambung Jingga sambil tersenyum.
Andra ikut senang mendengar kabar kelahiran keponakan cantiknya. Diapun mengeratkan pelukannya pinggang calon istrinya sambil berbisik. "Beberapa hari lagi kita nikah dan kita harus gaspol oke di malam pertama. " bisik Andra dengan senyuman nakalnya.
.
Semburat merah menghiasi kedua pipi Kirana, Kirana langsung mencubit pinggang calon suaminya itu. Zayn dan Senja tergelak melihat keromantisan antara Andra dan Kirana. Kirana melepaskan pelukan Andra, dia langsung menghampiri baby Jingga yang ada dalam gendongan omanya. Andra tertawa tanpa dosa, telah membuat Kirana malu di depan umum.
Mommy dan Daddy segera ke luar dan mengurus administrasinya. Zayn membantu istrinya turun dari brangkar lalu menuntunnya ke kamar mandi sambil membawa pakaian ganti.
Setelah selesai mereka semua segera ke luar dari ruangan rawat. Ayah dan Ibu pulang lebih dulu bersama Mommy dan Daddy. Baby J kini berada dalam dekapan bibi cantiknya, Kirana.
"Aku bawa pulang ya, gemes banget sih sama si cantik. " ucap Kirana asal, ketika mereka sampai di parkiran.
"Dih janganlah, kamu buat saja sendiri sama Andra. " ledek Senja sambil menggendong baby J.
Kirana langsung cemberut, dia masuk ke mobil setelah itu dia mobil itu berjalan beriringan meninggalkan rumah sakit. Selama perjalanan pulang, tak henti hentinya Senja menciumi dan mengajak bicara baby J. "Aku harap dia kelak menjadi gadis yang tegar dan tak mudah di tindas oleh teman temannya mas. " ujar Senja sesekali melirik suaminya.
Zayn menoleh sekilas lalu tersenyum, dia juga berharap demikian. Dia tak akan membiarkan siapapun kelak menyakiti hati puteri kesayangannya itu.
__ADS_1
bersambung