
Tepat jam 03.00 sore, Jingga dan Mike berpapasan dengan Melisa dan Edzard, kini mereka makan siang bersama di Restauran. Jingga mengumpat dalam hatinya, dia sangat malas jika harus berhubungan dengan pasangan gila di depannya.
"Terkadang wajah polos seseorang hanyalah topeng, untuk menyembunyikan masa lalunya yang kelam. " ujar Mike dengan setengah menyindir, kedua matanya melirik sinis kearah Melisa. Melisa merasa tegang dengan pernyataan Mike barusan, sedangkan Edzard menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Mike.
"Apa maksudmu Mike? "
Mike hanya menggeleng menanggapi pertanyaan dari Edzard, dia kembali menyesap kopinya dengan santai. Sementara Melisa menghela nafas panjang, melirik sekilas kearah Mike.
"Apa Mike tahu sesuatu tentang aku? "
Melisa POV
Enggak, enggak mungkin Mike mengetahui rahasiaku. Rahasia itu hanya aku serta mami juga papi yang tahu, aku selalu berhati hati dalam bertindak dan menyimpannya dengan sangat rapat.
Jingga sedari tadi mengamati pergerakan dari Melisa kemudian tersenyum devil. "Mel kenapa kamu gelisah dan tegang gitu, jangan jangan kamu punya rahasia ya!
" Apa maksudmu mengatakan hal itu, rahasia apa yang kau sebut? "
"Em ya kayak menjadi simpanan om om atau dijual sama ayah sendiri. " celetuk Jingga dengan santai.
"Tutup mulutmu. " sahut Edzard, dia merasa tidak terima dengan ucapan Jingga pada Melisa, kekasihnya. Jingga tak tersinggung malahan dia tertawa yang menurut Edzard dan Melisa sangat menyebalkan.
"Duh pahlawan kesiangan enggak terima rupanya. " ejek Jingga.
"Kau.. " geram Edzard sambil menunjuk kearah Jingga, Mike menepis tangan Edzard dengan kasar lalu menatapnya datar. Jingga merasa sangat senang, membuat orang marah adalah keahliannya, sekarang dia tengah sibuk memprovokasi pasangan gila di hadapannya saat ini. Melisa diam diam mengepalkan tangannya, dia menatap Jingga dengan sorot penuh kebencian.
Setelah dirinya tenang, Melisa mengeluarkan sebuah undangan lalu memberikannya pada Jingga sambil tersenyum miring. "Datanglah kalian ke pernikahan kami, terutama kamu Jingga dan jangan lupa siapkan hatimu untuk menghadapi kenyataan. " ejek Melisa dengan senyuman penuh kemenangan.
Jingga terlihat santai, mengamati undangan pernikahan di tangannya setelah itu kembali menatap Melisa dengan senyuman di bibir.
"Iam Fine, lagian buat apa aku cemburu, kalian sudah sangat cocok yang satu munafik dan satunya dungu bagaikan keledai enggak bisa bedain mana tulus mana enggak, crazy couple! Mike mencoba menahan tawa mendengar ucapan gadisnya, ck Jingga memang gadis ceplas ceplos dan hal itu semakin membuatnya jatuh dalam pesona gadis kecilnya.
Mike bangkit, mengulurkan tangannya dan di sambut hangat oleh Jingga. Sebelum mereka pergi, Jingga kembali memandang Edzard dan Melisa secara bergantian.
__ADS_1
"Tuan Edzard, kelak kalau kamu mendapati kenyataan pahit jangan lupa nyumbang lagu sakitnya tuh di sini ya! Jingga dan Mike langsung pergi begitu saja, Melisa sangat kesal dan semakin membenci Jingga dan Mike.
***
" Ternyata kamu sangat menyebalkan ya Baby, membuat semua orang sangat kesal dan benci sama kamu! Mike melajukan mobilnya meninggalkan Restauran.
"Yes dan itu salah satu kegabutanku. " jawabnya cuek.
Mike menggeleng lalu kembali fokus menyetir mobilnya. Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di kediaman Malik, keduanya turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam. Jingga tersenyum lebar melihat Rossie, gadis manis yang sudah dia anggap adiknya sendiri.
"Hai kak Ji, kakak sama kak Mike habis kencan ya. " ledek Rossie.
"Hem ya bisa di bilang gitu sih! Jingga langsung duduk di sofa diikuti Rossie dan juga Mike.
"Kak Ji, aku kemarin dikejar kejar pria tampan gila. " gerutu Rossie. Jingga menaikkan sebelah alisnya, Rossie mengatakan semuanya pada Jingga. Para orang tua mereka tertawa mendengar cerita dari Rossie.
"Apakah cirinya, mata sipit, punya lesung pipi, terus tampan, seksi, hot dan perkasa dalam urusan ranjang! Jingga senyum senyum sendiri membayangkannya, Mike yang mendengarnya langsung berdecak kesal.
"Kak Ji aku masih polos, jangan nodai pikiranku dengan imajinasimu. " protes Rossie. Papah Rega tertawa mendengar ucapan anak gadisnya.
"Oke aku akan bantu kamu Rossie, ya sekalian bisa kenalan dengan pria tampan itu xixixi. " Mike memberi tatapan tajamnya pada Jingga, Jingga hanya menjulurkan lidahnya, mengejek kearah Mike.
Panas ya hati Mike tengah terbakar karena api cemburu dalam hatinya, dia harus menghukum gadis kecilnya yang nakal.. HARUS! tiba tiba seringai terbit di sudut bibirnya, dia memiliki ide untuk membalas Jingga.
"Dasar gadis nakal, lihat pria tampan saja enggak bisa diam dia huh, sebaiknya aku harus lakukan sesuatu. "
Jingga mengeluarkan ponselnya, membuka sosial medianya dan segera memposting dengan di beri caption
@Jingga_Grazella
WANTED : DI CARI CALON SUAMI
Tampan, kulit putih, maco, sixpack, hot, seksi dan kaya dan tentunya SETIA wkwk
__ADS_1
answer
@Winniethepooh : Eh gila Mike mau lu kemanain Ji?
@JennyCute : Gas aja cari cogan!
@Rossie.Rose16 : Aku cuma nyimak!
@Mike.Malik25: Ehem, awas kau gadis nakal aku hukum di kamar entar.
@Winniethepooh : Nah lho orangnya datang wkwk @Jingga_Grazella
Jingga tertawa membaca komentar dari Trio Wijen, dia melirik kearah Mike dan berdecak sebal melihat seringai Mike. Mikepun bangkit dan mendekati gadisnya, lalu berbisik di telinga sang gadis. "Nakal ya, mau aku hukum kamu dengan kenikmatan hemm!
Jingga merasa bergidik, segera menjauhkan diri dari sang serigala yang tengah mengintainya. Mike terkekeh melihat raut ketakutan di wajah gadis kesayangannya itu.
" Tante, Om aku pamit ya hari sudah sore nih!
"Biarkan Mike yang antar sayang. " sahut Mami Kirana dengan lembut.
"Enggak usah, Jingga biar bareng aku sama mama dan papah tante. " sahut Rossie. Mami Kirana mengangguk, keluarga Rega berlalu pergi di susul Jingga.
***
Papi Andra menoleh, menatap lekat kearah puteranya. Mike tersenyum tipis kearah orang tuanya. "Mi, Pi aku ingin segera melamar Jingga, kalian setuju 'kan, tapi sebelum itu aku akan berjuang mendapatkan cintanya? "
"Setuju nak lagian Mami sudah tak sabar menjadikan Jingga sebagai mantu dan puteri mami. " sahut Mami dengan senyuman merekah di bibir. Mike sangat senang jika maminya terlihat sangat bahagia dan tak sabaran.
"Son, kamu mengingatkan papi dulu yang berusaha mendapatkan cinta Mami kamu. Mami kamu dulu belum move on dari mantan terindahnya. " ujar Papi setengah menyindir. Mami berdecak kesal, langsung memberi cubitan di paha pria paruh baya itu.
Mike terkekeh melihat tingkah kedua orang tuanya, dia sangat kagum dengan perjuangan sang papi dan berharap dirinya juga melakukan hal yang sama.. pantang menyerah mengejar cinta wanita yang dicintainya.
bersambung
__ADS_1