Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 129 ~ Extra Part 13 Melisa Story chap 12 - RUJUK


__ADS_3

8 Tahun Berlalu


Semenjak perceraiannya dengan Adam, Melisa mengajak ketiga putranya kembali ke Indonesia. Ya Melisa melahirkan bayi kembar tiga, jenis kelaminnya tiga tiganya laki laki.


Aaron Benedict, Aiden Westley dan Axel Winston.


Kini mereka berempat tinggal di sebuah Villaa yang cukup besar, mewah bak istana. Dan kini usia ketiganya berumur 8 dan 7 tahun, ketiganya kini tengah berkumpul di ruangan tengah memperhatikan mommy mereka berdua.


.Merasa diperhatikan wanita sudah berumur dewasa itu menoleh dan tersenyum hangat kearah ketiga puteranya. "Kenapa kalian memperhatikan mommy, apa kalian ingin mengatakan sesuatu? "


"Kenapa mommy dan daddy berpisah? " tanya si sulung Aaron dengan wajah datarnya.


Melisa memgatupkan bibirnya rapat mendengar pertanyaan putera sulungnya, Saran berdecak kesal melihat sikap minumnya yang hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dirinya. Wanita dewasa itu menghela nafas panjang setelah itu memandang kearah Aaron, puteranya. "Di masalalu mommy wanita yang sangat hina nak, daddy kamu dulu pencemburu buta dan temperamen makanya kami berpisah serta ada kesalahpahaman diantara kami. ungkap Melisa.


Aaron terdiam, namun dia merasa bersalah pada mommynya. Dia bangkit dan berjalan menghampiri sang mommy lalu duduk di setelahnya. "Maafkan Aaron mom, mungkin sikap Aaron tadi membuat mommy bersedih. "


"Enggak papa sayang, mommy mengerti kamu pasti merindukan daddy kamu bukan? "


Aaron menggeleng kearah mommynya kemudian menatapnya lekat. "Tidak mom, aku tidak butuh Daddy dan aku sudah cukup bahagia dengan mommy serta Aiden dan


Axel. "


"Aaron dengerin mommy, daddy Adam tetaplah daddy kamu sayang, jangan membencinya. kalau kamu kangen daddymu, mommy bisa mengantar kalian ke tempatnya!


Drt


drt


drt


"Halo Jen ada apa?"


"Mantan suamimu ada di rumah Mel karena sakit, temukan anak anakmu dengan Adam. " Melisa memutus sambungannya, diapun memberitahukan keadaan Adam pada ketiga anak anaknya.

__ADS_1


Melisa melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah mantan suaminya. Setibanya di sana mereka smeua segera turun dan masuk ke dalam, orang tua Adam sangat senang melihat kehadiran cucu cucunya. "Melisa sayang, temui Adam di kamarnya nak. "


"Tapi Mom, aku dan mas Adam bukan suami istri lagi, jadi rasanya enggak nyaman jika aku masuk ke kamarnya sebaiknya anak anak yang menemui daddy mereka. "


"Triple A sebaiknya kalian temui Daddy kalian nak!


"Iya Mommy. " jawab Aaron.


Triple A langsung pergi ke kamar sang daddy di lantai atas, orang tua Adam dan Melisa kini memilih duduk di ruang tamu. Mommy Alea menatap mantan menantunya dengan tatapan sendu. "Selama ini Adam terus menerus bekerja nak, dia tak mempedulikan kesehatannya semenjak kamu pergi dari rumah. "


"Nak maafkan Adam dan berilah kesempatan padanya, mommy yakin putera mommy telah berubah sikapnya semenjak kamu pergi lalu kalian berpisah!


"Maafkan aku Mom, keputusanku sudah mutlak, tidak ingin kembali bersama Mas Adam. Tapi aku juga tak membatasi dirinya bertemu anak anak karena dia tetaplah Daddy dari triplet A sampai kapanpun. "


Momny Alea hanya pasrah dan tak bisa mengubah keputusan ibu dari ketiga cucunya ini.


##


Adam sangat senang melihat kehadiran ketiga puteranya, namun wajahnya kembali murung karena wanita yang sangat dia rindukan tidak ikut menjenguknya. Aaron yang peka dengan ekspresi daddynya hanya bisa menghela nafas pelan. "Mommy tidak mau menemuimu Dad, mungkin mommy masih marah sama kamu daddy. " ujar Aaron dengan wajah datar.


"Terima saja nasibmu Dad, lagian penyesalan datangnya terakhir kalau depan ya


pendaftaran. " celetuk Axel, si bungsu dengan wajah konyolnya.


Adam hanya tersenyum getir mendengar ucapan putera ketiganya. Sepertinya dia tak akan bisa memperbaiki segalanya yang telah hancur. Dia kembali memandang ketiga puteranya secara bergantian. "Anak anak, apa kalian tidak ingin menyatukan mommy dengan daddy lagi? "


"Enggak Dad, aku tak akan memaksakan keinginan yang tak disukai mommy, selama ini mommy sudah bekerja keras demi menghidupi dan membesarkan kami bertiga. " sahut Aaron dengan tenang.


"baiklah kalau begitu bisakah kalian memeluk Daddy!


Adam bangun dan duduk dengan tegap, triplet A langsung memeluknya erat kemudian melepaskannya. Adam tersenyum bahagia melihat ketiga puteranya tumbuh menjadi anak anak yang pintar. "Ayo kita ke luar son, kita temui mommy kalian!


"Memangnya Daddy sudah sembuh? "

__ADS_1


"Sudah ayo. " Adam turun dari kasur, mengajak ketiga anaknya ke luar dari kamar, mereka menuuni tangga dan pergi ke ruang tamu. Melisa memilih memalingkan wajahnya kearah lain, enggan menatap pria yang menjadi mantan suaminya. Adam tersenyum kecut melihat sikap Melisa terhadapnya namun dia memaksakan senyumnya


"Daddy, mommy kalian bicaralah. " ujar Aiden, lalu mengajak kakak dan adiknya pergi disusul oma dan opanya. Adam duduk berhadapan dengan mantan istrinya, ada rasa rindu yang menggebu melihat wanita yang dicintainya semakin cantik dan dewasa.


"Bagaimana kabarmu sekarang Mel? "


"Aku baik baik saja Mas begitu juga dengan anak anak. Kenapa penampilan mas Adam berantakan seperti ini, harusnya mas mencukurnya. " ujar Melisa memperhatikan penampilan brewok mantan suaminya.


"Aku tidak peduli dengan penampilanku Mel,semenjak perpisahan kita hidupku terasa hampa dan aku tak bersemangat dalam melakukan apapun, hanya kamu dan anak anak yang aku inginkan. "


Melisa sekuat tenaga menahan tangisannya, dia juga sama tersiksanya berpisah dan berjauhan dari suaminya. Ya selama ini dia telah memaafkan Adam namun Melisa memilih diam. Perpisahan itu begitu menyakitkan baginya, namun dia lakukan demi kebaikan mereka yang nyatanya menyiksa dirinya, Adam dan anak anak mereka.


Adam bangkit dan duduk di sebelah Melisa, menatapnya lembut penuh kerinduan. Dia usap pipi wanitanya dengan lembut, rasa rindunya terobati bisa memeluk Melisa, mantan istrinya.


"Maafkan aku yang selalu menyakitimu sayang, berikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki segalanya, aku ingin kita rujuk. " pinta Adam dengan nada lembutnya.


Melisa terdiam, dia mengingat saat anak anaknya dulu selalu menanyakan keberadaan daddy mereka saat ketiganya masih kecil. Dia merasa menyesal karena membuat ketiga puteranya kehilangan sosok ayah saat dirinya bercerai dari Adam. Dia kembali menatap Adam dengan lekat, wajah prianya semakin tampan, gagah dan matang.


"Aku harap mas enggak akan nyakitin aku lagi, jika iya aku akan melarang mas Adam menemui Anak anak. " jawab Melisa dengan serius.


Adam tersenyum lebar dia sangat senang Melisa memberinya kesempatan. Dia langsung memeluk wanitanya, tak lupa menciumi kening dan turun ke bibir Melisa dan sedikit melumaaaatnya rakus.


Setelah ciuman berakhir, Adam menayap Melisa dengan raut penyesalan terdalamnya. "Maafkan aku sayang, maaf karena telah membiarkan kamu melahirkan dan membesarkan anak anak kita sendiri. " sesalnya.


"Sudahlah Mas, semuanya sudah terjadi dan di sini akulah yang paling egois, ketiga anak kita yang menjadi korbannya. " Adam kembali memeluknya dengan erat, hidupnya kembali berwarna karena belahan hatinya telah kembali. Dari jauh triplet A tersenyum puas melihat orang tuanya yang berbaikan.


"Aku harap keluarga kita kembali utuh ya ada mommy, daddy dan kita bertiga. " celetuk Axel.


"Eh woy aku punya ide supaya mommy enggak kabur kaburan dari daddy lagi. "


Aaron dan Aiden langsung menatap kearah adik mereka itu, Axel tersenyum penuh arti melirik kedua kakaknya.


"Memangnya apa yang akan kamu lakukan? "

__ADS_1


"Lihat saja nanti!


bersambung


__ADS_2