Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 69 - DIRGA'S BIRTHDAY


__ADS_3

Othor capek banget sehabis pulang kerja hiks, badan rasanya remuk kayak digebukin 😢😢😳😪


jangan lupa like dan komen serta vote ya!!


***


Tepat pukul 07.00 malam, Zayn beserta keluarga kecilnya kini dalam perjalanan menuju kediaman Romanov, menghadiri acara ulang tahun Dirga, putera dari Mentari dan Rafandra.


Setelah memarkirkan mobil, Zayn membantu istrinya ke luar setelah itu menggendong princessnya, Jingga. Mereka pun bersama sama masuk ke dalam Mansion mewah tersebut, sudah banyak para tamu yang datang.


Mentari dan Rafandra segera menyambut kedatangan keluarga kecil Zayn. Para wanita saling berpelukan satu sama lain sedangkan para pria jangan di tanya wkwk Zayn dan Rafandra kayak tom dan jerry.


Mentari melepaskan pelukannya, tersenyum sambil mengusap perut besar milik sahabatnya itu. "Gimana keadaan si kembar Nja. " ucap Mentari sambil tersenyum.


"Mereka sangat sehat dalam perutku Tari!


" Daddy tulunkan Jie. " Zaynpun menurunkan puteri cantiknya itu, Jingga celingak celinguk tak menemukan Edzard hal itu membuat para orang dewasa merasa keheranan.


"Sayang, siapa yang kamu cari hemm? " tanya Senja pada puterinya.


"Jie, cali kak Edzald mommy, tapi kok gak ada! Mentari menahan senyumnya melihat tingkah menggemaskan keponakannya itu.


" Jie sayang ayo ikut bibi, bibi akan kasih tahu di mana Edzard. " Kedua mata Jingga langsung berbinar binar mendengarnya, dia mengangguk dan Mentari segera menggendong Jingga dan membawanya pergi. Rafandra mencebikkan bibirnya, dirinya merasa diabaikan istrinya karena kehadiran Jingga. Zayn memperhatikan sahabat laknatnya itu kemudian tersenyum usil. "Kenapa tuh muka jelek kusut kayak tempat sampah Rafandra. " celetuk Zayn.


Rafandra menoleh dengan cepat, dia melirik sinis kearah Zayn sambil berkata. "Unta Tua sialan, biniku menduakan aku karena ada puteri kamu Jingga, " ketus Rafandra.


Senja langsung memutar bola matanya malas mendengar ucapan lebay suami sahabatnya itu, ingin sekali dirinya muntah kala mendengar Rafa mengatakan hal itu. Zayn hanya bisa mendengus keras, tak menyangka pria di sebelahnya itu bisa lebay seperti para gadis remaja. "Eh Rafa, mending kamu diam deh, aku mau mual denger kamu berkata menduakan, pria tua lebay. " sindir Senja.


"Hn. " Senja mengajak suaminya pergi, meninggalkan Rafandra yang mendengus keras di tempatnya.

__ADS_1


***


Di lain tempat Edzard berdecak kesal, si centil duduk di sebelah dirinya. Sesekali dirinya melempar raut kesalnya kearah sang mommy, namun Mentari hanya membalasnya dengan kekehan. Jingga menatap laki laki di sebelahnya dengan senyuman manis namun tak berpengaruh pada si kulkas eh Edzard maksudnya. "Kak Edzald, bagaimana Jie tantik endak malam ini. " ucap Jingga dengan pedenya.


"Enggak sama sekali, malahan kamu kayak badut. " ujar Edzard dengan nada datarnya.


Jingga langsung merengut, kedua matanya berkaca kaca kearah Edzard. Mentari yang melihat kelakuan puteranya hanya bisa menghela nafas panjang.


Hiks hiks hiks


"Kak Edzard jahat hiks hiks huwa huwaa, " Edzard langsung gelagapan dan berusaha membuat Jingga berhenti menangis. Dia membuang nafas berat, mengusap kepala Jingga dengan lembut ambil berkata. "Maafkan aku Jie, tadi aku cuma bercanda dan malam ini kamu sangat cantik kok. " ucap Edzard.


"Benalkah kak!


Edzard mengangguk, wajah sedih Jingga menghilang berganti cerah dan gadis kecil iu langsung memeluk Edzard. Mentari mengulum senyumnya melihat tingkah puteri dari Senja itu. "Sekarang kita samperin Dirga karena acara akan segera di mulai!


Edzard bangkit dan berlalu pergi, Jingga berdecak kesal, menyusul kepergian si pria kulkas itu. Mentari hanya bisa mengeleng dan menghampiri putera sulungnya beserta keluarganya.


Mentari segera menyalakan lilinnya, Dirga membuat harapan setelah itu meniup lilinnya di hadapan para tamu dan keluarganya. Suara tepuk tangan, membuat pesta ulang tahun Dirga semakin meriah. Mentari mendekati Diganti lalu memeluknya sambil berkata. " Selamat ulang tahun sayang dan ini hadiah dari mommy untukmu. " Mentari menyerahkan kado pada puteranya itu. Dirga menerimanya dan membalas pelukan sangat mommy, bergantian dengan daddy dan kedua adiknya.


Dirga menatap kearah Edzard, adiknya yang kedua sambil tersenyum. "Ed, mommy dan daddy sudah memberi kado untukku, mana kado dari kamu. " ucap Dirga dengan nada tengilnya.


Edzard memasang wajah datarnya kearah kakaknya itu. "Aku enggak punya uang, minta saja sama mommy dan daddy, mereka yang kaya bukan aku!


Wajah Dirga langsung berubah masam, Elysia tertawa terbahak bahak melihat raut wajah kakak sulungnya begitu juga dengan yang lain.


Si kecil Jingga maju ke depan, menghampiri Dirga kemudian menyerahkan sebuah kado. " Ini kado dali Jie buat kak Dilga!


Dirga tersenyum lebar, mengambil kado dari Jingga kemudian dia menggendong gadis kecil itu. Cup cup Dirga menciumi kedua pipi Jingga kemudian menurunkan. "Terimakasih atas kadonya adikku sayang, memangnya apa isi kadonya Ji. " Dirga merasa sangat penasaran dengan kado yang diberikan Jingga padanya.

__ADS_1


"Em isinya jam tangan, yang pilih Jie tapi pakai uangnya Daddy kak. " ucap Jie dengan polos. Dirga tertawa kecil, mengusap kepala Jingga dengan lembut. Senja tersenyum tipis mendengar jawaban polos Puteri kesayangannya itu.


Zayn mengajak Senja menyingkir agar istrinya bisa segera duduk di susul Rafa dan Tari. "Jingga sangat pintar dan polos, gadis kecil kita itu ratu drama dan juga pinter cari alasan. " jelas Senja pada suaminya Zayn.


"Iya kamu 'kan mommynya, sikapnya sama persis kayak kamu dulu selalu pinter cari alasan dan merayu aku. " balasnya. Senja tersipu malu melihat suaminya yang menggoda dirinya, Mentari yang melihat kemesraan Senja dan Zayn sedikit merasa iri.


"Zayn bisa juga ya menggombal, pria idaman para wanita. " puji Mentari.


Rafandra mendengus keras, mendengar istrinya yang memuji si unta tua di hadapannya. Dia merasa cemburu tentu saja dan memasang wajah masamnya. "Memangnya aku kurang romantis Yank, atau jangan jangan kamu masih suka sama si unta tua. " celetuk Rafandra.


Mentari menoleh dan langsung memberi cubitan maut di paha sang suami, tak menyangka pria tuanya masih saja cemburu dengan Zayn.


Rafandra meringis dan mengusap usap pahanya yang di cubit sang istri tercinta. "Pria tua kekanakan, lagian aku dan Zayn tak ada hubungan apa apa pak tua. " cibir Mentari. Rafandra langsung mendekap tubuh wanitanya dari belakang, dia merasa bersalah karena mudah sekali cemburu. "Maafkan aku sayang, aku hanya takut kehilanganmu dan kamu berpaling dariku!


" Cih menggelikan!


"Kok aku mendengar suara orang tapi tak terlihat orangnya yank. " sahut Rafandra. Zayn melirik sinis kearah Rafandra, para wanita hanya bisa menghela nafas panjang melihat para suami mereka bersikap kekanakan. Senja mengusap lengan sang suami agar jangan meladeni ucapan Rafandra.


"Kalian ini kekanakan sekali dasar para pria


tua. " sembur Senja. Zayn melipat tangannya di dada dan memasang wajah datarnya begitu juga dengan Rafandra.


Senja beralih memperhatikan puterinya yang tengah bersama dengan Dirga dan juga Edzard.


"Kak Edzald suapi Jie dengan kue. "


"Malas, lagian kamu punya tangan bukan. " balas Edzard dengan cuek. Dirga menggeleng melihat sikap adiknya, diapun segera menggandeng tangan Senja kemudian mereka duduk, Dirga segera mengambil sepiring kue dan makanan.


"Sini biar kak Dirga yang suapi kamu. " Jingga mengangguk, membuka mulutnya lalu mengunyah kue yang masuk ke dalam sana. Edzard hanya memandang keduanya dengan wajah datarnya seperti biasa.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2