
Like, vote dan komen yang banyak ≧ω≦
"Pilihanmu hanya dua Valerie, pergi atau aku akan menghancurkan karirmu. " ucap Aiden dengan nada mengancam. Sikap tidak tahu malu Valerie, benar benar membuatnya muak. Valerie mengigit bibirnya, di merasa tidak terima akan penolakan Aiden padanya.
"Tapi Aiden, aku cinta kamu. Aku menyesal, dulu mengabaikan perasaan cintamu padaku. " ungkapnya sambil memelas.
"Menjijikkan. " desis Aaron. Valerie melirik sinis kearah Aaron kemudian kembali fokus pada pria pujaannya. Aiden mencengkeram tangan Valerie, lalu pria itu menyeret wanita itu hingga ke luar.
Zinnia hanya tergelak, suami esnya terus menggerutu sejak tadi. Tak habis fikir dengan sikap Valerie yang tidak punya malu sekali. "Sudah dong Dad, lagian orangnya udah pergi juga. " ucap Zinnia dengan lembut.
"Ya kau benar sayang, maafin daddy ya daddy marah marah. " tangan besarnya menyentuh perut buncit istrinya. Ya setelah beberapa bulan Zinnia kembali hamil, meski di awal Aaron melarangnya namun wanitanya itu berhasil meyakinkan sang suami.
"Di maafin Daddy! Zinnia menirukan suara anak kecil, membuat sudut bibir Aaron sedikit terangkat.
Aiden kembali dengan wajah masamnya, baik Aaron dan Zinnia saling melirik satu sama lain. Zinnia kembali memperhatikan adik iparnya itu dengan lekat. "Lebih baik kamu cari penggantinya secepatnya Aiden, temukan kebahagiaanmu sendiri jangan stuck di masa lalu. " ucap Zinnia.
"Hmm, dia ada di Bali sekarang!
"Dia siapa, jadi penasaran nih. " Zinnia terlihat antusias, perempuan seperti apa yang berhasil menaklukkan adik iparnya yang keras ini.
"Jangan bilang kamu enggak punya keberanian little bro ckck. " ledek Aaron pada sang adik. Aiden memutar matanya jengah, kakaknya ini benar benar tak berperisaudaraan.
"Dia mungkin menerima duda rese itu. " ketus Aiden sebal. Lagi lagi pasangan suami istri itu saling melirik kemudian tertawa bersama. Hal itu membuat Aiden semakin jengkel atas sikap kakak dan iparnya tersebut.
"Saingan kau duda hahaha. " ejek Aaron lagi dengan tawanya yang sedikit kencang.
"Shut up! Aiden yang tak tahan langsung beranjak dari sana, meninggalkan pasangan suami istri yang menertawakannya.
Dengan tampilan atas polosnya, Aiden meminum kopi sambil berdiri di balkon. Pikirannya melayang menjauh ke sana, ya pria itu kini tengah memikirkan Meira sekarang. Mengingat pria yang bersama Meira, membuatnya mendengus keras.
Drt
Aiden melakukan panggilan video call dengan Meira, wajah si kecil Alana menghiasi layar, membuatnya tersenyum tipis.
__ADS_1
📱 Alana : Papi Ala, kangen sama papi Aiden! kapan papi jemput mami dan Alana
Aiden : Papi juga kangen sama kamu princess!
Di mana mommy kamu hemm?
Alana : ( Mengarahkan ponselnya kearah Meira yang sibuk memilih pakaian, gadis itu masih mengenakan handuk. )
Byur Aiden menyemburkan kopinya, jakunnya naik turun melihat penampilan gadisnya. Gairahnya langsung naik, dia mengumpat dalam hatinya merasakan si adik kecilnya terbangun, minta belaian.
"Papi secepatnya akan jemput kalian sayang, papi tutup dulu ya. " elaknya. Sambungan terputus, dia meraup wajahnya kasar, terbayang bayang dengan apa yang ada di balik handuk yang di pakai Meira. Ingin sekali dirinya menyentuhnya, memainkannya dengan rakus.
****!
Dia taruh cangkirnya di meja, lalu buru buru masuk ke kamar mandi.
Blam
Dua jam berlalu Aiden ke luar, setelah mendinginkan adik kecilnya yang meronta ronta. Dirinya saja tidak kuat melihat keseksian Meira, bagaimana dengan pria duda itu cih. Tidak, dia tidak akan membiarkan si duda itu mengambil Meira darinya.
## Di bali
"Sudah mami, tapi papi buru buru matiin saat melihat mami memilih pakaian tadi. " jawab Alana dengan polosnya.
"What? " Meira memekik kaget, dia menatap syok kearah puteri angkatnya tersebut. Dalam hatinya dia mengumpati si Aiden, berani beraninya pria itu melihat dirinya masih memakai handuk tadi.
Ck siapa juga yang nolak Mei, kucing kalau di kasih ikan ya dimakanlah apalagi Aiden haha, lihat pemandangan gratis ya sikat aja wkwkwk ≧∇≦
"Pria mesum itu. " batin Meira geram. Alana menyerahkan ponselnya, Meira langsung menaruhnya di atas meja. Gadis cilik itu berbaring di paha maminya, Meirapun membelainya lembut.
"Mami, kita temui tante Lolli yuk sepulang dari sini, pasti tante Lolli khawatir sama Alana. " gumam Alana pelan.
"Tante Lolli, sahabat mama kamu sayang?
Alana mengangguk kecil, Meira tersenyum tipis mengiyakan keinginan Alana. Dia telah berjanji, akan membahagiakan Alana dan melindungi si princess kecil. Dia tersenyum miris, gadis cilik ini harus mengalami hal yang berat dalam hidupnya, di tinggal sang mama dan tidak dipedulikan ayah kandungnya sejak dulu.
__ADS_1
"Yuk sayang, bangun dulu setelah itu ke luar dan mami mau pesan makan buat kita. " Alana mengangguk, gadis cilik itu bangun dan turun dari ranjang, di susul Meira yang langsung ke luar dari kamar.
MOONLITE KITCHEN AND BAR
photo by wm, pinterest
Kini mereka bertiga menunggu pesanan mereka, Darren dan Meira terlibat obrolan kecil dan sesekali melempar candaan. Tak lama pelayan datang, menyajikan pesanan mereka setelah itu menyingkir dari sana.
"Mi nama kue ini apa? "
"Ini namamya kue talam pandan sayang, cobain dulu Lana. " Meira menyuapi princess kecilnya dengan kue Talam yang dia pesan. Alana berbinar, mengunyah kue yang ada dalam mulut kecilnya.
"Enak mami!
Darren mengulum senyumnya, memperhatikan interaksi ibu dan anak di hadapannya. Dia terkekeh pelan, mereka bertiga layaknya keluarga kecil yang bahagia dan harmonis. Selesai makan, mereka bertiga jalan jalan sebentar di sekitaran pantai. Alana tertidur dalam gendongan Darren, Meira merasa tidak enak hati padanya namun pria itu tak mempermasalahkannya.
"Mei, kalau kayak gini kita kayak keluarga kecil ya!
Meira tersenyum canggung, dia melirik kearah Darren sekilas kemudian fokus ke depan. Melihat respon Meira, Darren hanya bisa memakluminya, dia tak akan menyerah begitu saja apalagi saingannya si perjaka tua itu.
Sampai di hotel, meraih Alana ke dalam gendongannya. Gadis itu mengucapkan terimakasih, lalu masuk ke dalam kamarnya begitu juga Darren. Dia baringkan Alana di ranjang, kemudian menyelimutinya dan tak lupa mengecup keningnya. Gadis itu naik ke atas ranjang, berbaring di sebelah puteri kecilnya.
Meira menatap langit langit kamar hotelnya, tiba tiba dia teringat Aiden. Entah apa yang dilakukan pria itu sekarang? Dia segera menepis pikiran konyolnya, meski pria itu menyebalkan namun tak ada pria itu membuat hati Meira terasa sepi.
canda, tawa, kejahilan dan sikapnya yang arogan membuat hidup Meira berwarna semenjak dirinya mengenal Aiden.
"Bee, apa kamu kembali pada mantanmu? Apa rasa cintamu padanya masih besar sama dulu, dan apa aku tak punya kesempatan masuk ke dalamnya. "
Menjadi alasanmu bahagia, menjadi pemilik tertinggi di hati dan pikiranmu setelah orang tuamu.
"Apa aku salah! "
Hah
__ADS_1
Meira memutuskan memejamkan matanya, berharap esok hari Pikiranny kembali fresh. Tak butuh waktu lama gadis itu terlelap dalam mimpinya.
tbc