
Besok Othor libur up novel ini, mau fokus dulu ke novel Istri nakal sang Billionaire, jangan lupa mampir kesana ya dan tinggalkan like dan komen atau kalau setiap bab mencapai like 130 othor bakal up hahaha 🤣🤣🤗🤗
Suara kericuhan terjadi di kediaman Zayn, bagaimana dia menggendong puteri cantiknya dan bersikap posesif pada semua orang, terutama Andra dan Rey. Zayn menyuruh keluarganya mencuci tangan sebelum menggendong baby J.
"Ayolah Zayn, aku mau gendong keponakan cantikku yang manis itu. " ujar Andra dengan raut kesalnya.
"Tidak! sebelum kamu cuci tangan hingga bersih, kamu dilarang menggendong puteri kecilku begitu juga dengan Rey dan Dara. " tegas Zayn.
Senja menggeleng, melihat sikap posesif suaminya pada puteri kecil mereka. Andrapun langsung pergi ke kamar mandi sambil menggerutu. Setelah 15 menit, Andra kembali dan mengambil baby Jingga dalam gendongannya.
Zayn tak henti hentinya mengawasi sahabatnya itu, dia takut jika puterinya menangis karena kecerobohan Andra. Setelah di rasa aman, Zayn bernafas lega melihatnya. Dia kembali duduk di sebelah sang istri, memperhatikan Andra dan Kirana yang mengajak bicara baby Jingga.
"Mas, sepertinya kamu sangat berlebihan deh. " tegur Senja pada sang suami.
"Berlebihan apanya yank, lagian aku tak mau Jingga terkena virus sayang makanya aku posesif pada puteri kecil kita. " jawab Zayn sambil mengenggam tangan sang istri.
Senja hanya menangapinya dengan senyuman, dia tak lagi mendebat atas sikap suaminya barusan. Mommypun bangkit dan mengambil alih cucu cantiknya sambil berkata. "Mommy akan mandikan baby J dulu ya. " ujar Mommy.
"Iya Mommy. "
Senja menatap kepergian Mommy dan Ibunya, lalu kembali menatap kearah sangat sahabat. "Maaf ya Dara, hot daddy ini lagi posesif soalnya takut Jingga terkena virus! " ujar Senja memberitahu alasan sang suami.
"Enggak papa Dara, lagian ada kabar baik untuk kalian. "
"Memangnya apa? "
Dara menyentuh perut datarnya, lalu tersenyum lebar kearah Senja. "Aku hamil!
__ADS_1
" Ya ampun Dara, jingga mau punya temen dong. Selamat ya buat kamu Dara, Rey! pekik Senja dengan heboh.
"Iya Senja terimakasih! Dara mengulum senyumnya, sambil mengelus perutnya yang mulai terlihat. Zayn ikut senang mendengar kabar kehamilan dari Dara, diapun merangkul istrinya dari samping. Senja melirik kearah Kirana kemudian tersenyum jahil! " Tinggal kamu lho Ki, kapan nih kamu dan Andra bikinnya? "
Kirana mencebik, dia juga ingin hamil seperti Senja dan Dara. Diapun memanyunkan bibirnya, Andra yang ada di sebelahnya langsung mengecupnya sekilas. Wajah Kirana langsung merona, Andra terkekeh dan menatap kesal pada istri sahabatnya itu. "Bini lu tuh Zayn, kalau ngomong disaring dulu. Kita belum nikah kali masa iya mau buat duluan ck. " sahutnya dengan sewot.
Zayn terbahak melihat raut masam di wajah Andra, dia sangat suka menjahili sahabatnya itu. Andra hanya berdecih kesal melihat Zayn yang menertawakan dirinya. "Ya sudah aku dan Kirana pulang dulu. " ujar Andra.
Andra dan Kirana bangkit, berlalu dari hadapan Zayn serta keluarganya. Senja segera mencubit paha sang suami sambil melotot. "Sudah mas jangan tertawakan Andra lagi, mulai malam ini dan 40 hari kedepan kamu dilarang nyentuh aku Masku. "
"Apa jadi Mr Bimbim harus puasa dulu. "
"Yap, tepat sekali suamiku. " Senja tersenyum manis kearah sang suami, Zayn memasang wajah lesunya dihadapan mertua dan daddynya. Dua orang paruh baya itu langsung tergelak melihat wajah melas Zayn.
Zayn merangkul istrinya, dia menyembunyikan wajahnya di leher sang istri sambil mengendus nya. "Yank, emangnya enggak bisa dikurangi jadi dua minggu saja gitu. " gumam Zayn.
Zayn mengangguk pasrah, dia melirik jam tangannya waktu menunjukkan pukul 05.00 sore. Dia menoleh kearah Daddy dan Ayah sambil tersenyum, "Ayah, Daddy kami ke kamar dulu. "
"Iya Nak pergilah!
Zayn bangkit, lalu menuntun istrinya menuju ke kamar atas. Keduanya langsung ke dalam, bertepatan dengan Mommy dan Ibu yang telah selesai memandikan baby J. " Zayn, setiap malam kamu ikut begadang kalau kalau puterimu nangis nak!
"Iya Mommy!
Mommy dan Ibu langsung ke luar dari kamar anak anak mereka. Zayn melihat puterinya yang terlelap dalam box bayi, lalu dia kembali ke kasur sedangkan Senja kini berada di kamar mandi.
Skip setelah mandi dan berganti pakaian Senja langsung duduk di sisi ranjang. Zaynpun memandangi istrinya dengan tatapan penuh cinta. " Oh ya sayang, bagaimana keadaanmu sekarang apa masih sakit? "
__ADS_1
"Sudah enggak kok Mas, cuma nyeri dikit sekarang tapi jangan khawatir aku baik baik saja Mas!
" Tugas kamu cuma memberi asi dan menidurkannya sayang, biar aku yang tiap malam begadang menjaga baby J. Aku tidak mau membuat kamu kelelahan dalam menjaga baby puteri kecil kita. " Senja terharu mendengarnya, tak menyangka suaminya sangat pengertian padanya.
"Terimakasih My Hot Daddy. " goda Senja sambil meledek sang suami.
Zayn tertawa mendengar julukan istrinya, ya sekarang dia telah menjadi Hot Daddy saat ini. Diapun mencubit hidung sang istri, lalu menciumi kedua pipi Senja sambil berkata. "Sekarang kamu juga Hot Mommy, aku suka tubuh kamu yang berisi kayak gini. " bisik Zayn tepat di depan wajah sang istri.
"Dasar mesum kamu mas. " jawabnya dengan pipi merona
Merekapun berpelukan dengan erat, sesekali mereka saling mencium satu sama lain melampiaskan rasa bahagia yang kini mereka rasakan. "Mas Zayn, pengen punya anak berapa? " tanya Senja dengan lembutnya.
"Empat, eh Lima deh. " jawabnya ngasal.
"Ih Mas kebanyakan astaga, dua saja cukup sayangku. " geram Senja merasa gemas pada suaminya. Zayn tertawa kecil melihat reaksi istrinya, padahal dia hanya bercanda.
Dia langsung meraup tubuh istrinya, lalu menaruhnya di atas pangkuan kemudian memeluknya erat. "Bercanda sayang, lagian kita cukup dua anak saja karena aku tak tega melihatmu kesakitan. " ujar Zayn.
Senja mengerti, terlihat ada ketakutan di kedua mata suaminya. Dia mengusap kepala sang suami, lalu memberikan ciuman di sana dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Iya kita hanya akan punya dua anak mas dan aku janji akan selalu disisimu hingga tua nanti. "
Senyuman Zayn kian merekah, mereka kembali memagut bibir satu sama lain. Senja kini mengalungkan tangannya ke leher Zayn dengan erat. Selesai berciuman, Senjapun tersenyum manis pada Zayn, pria yang sangat di cintainya. Dia langsung turun dari pangkuan Zayn, duduk di sebelah sang suami sambil memastikan Puteri kecil mereka yang ada dalam box bayi.
si kecil Jingga kayaknya tahu, orang tuanya tengah bermesraan makanya dia tak terbangun dan menangis. (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
Kini keduanya menjalani peran baru, yaitu menjadi orang tua baru bagi si cantik Jingga, penerang dalam hidup Zayn dan Senja. Zayn kembali memeluk istrinya dari samping sambil menata kearah box baby Jingga.
bersambung
__ADS_1