
Binar memilih menemani Adrian dj dalam kamarnya, mencoba menenangkan gemuruh dalam dadanya. "Mommy, mommy kenapa belcedih, apa Daddy nakal mom? " tanya Adrian dengan polos.
"Daddy gak nakal sayang, mata mommy tadi kelilipan. " elaknya sambil tersenyum. Adrian kembali bermain dan tak lagi bertanya, membuat Binar sedikit lega.
"Sayang kita turun yuk. " ajak Binar pada puteranya itu. Adrian mengangguk, Binar menggendongnya lalu membawanya ke luar. Dia berpapasan dengan sang suami, Binar berjalan melewatinya tanpa menyapa Bara yang kini memperhatikannya.
Melihat sikap wanita yang berstatus istrinya itu membuat hati Bara sedikit sesak, ada rasa bersalah timbul dalam dirinya. Pria itu segera menyusul istri dan anaknya. "Mom, tolong jaga Adrian, aku ingin berbicara dengan Binar. "
"Pergilah nak, biar mom yang jaga Adrian. " Nyonya Aditama mengambil alih cucunya dari gendongan Binar, Bara langsung menariknya ke luar.
"Kenapa kau hanya diam, aku tahu kau menghindariku Binar!
"Katakan bagaimana awal pertemuan kita hingga akhirnya menikah. "desaknya tak sabaran. Binar menghela nafas pelan, kembali menatap wajah suaminya.
"Jangan di paksakan untuk mengingatnya mas, aku gak mau kau kesakitan seperti tadi. " jawab Binar tegas. Gadis itu berlalu pergi, Bara menahan tangannya lalu membawanya ke taman samping mansion.
Binar salah tingkah saat suaminya menatap dirinya dengan lekat, matanya membulat saat Bara menempelkan bibir mereka dan pria itu ********** lembut dan sedikit liar. Binar membalas ciuman suaminya,tangannya memeluk tubuh Bara. Bara menyudahi ciumannya, sekali lagi di kecupnya bibir istrinya kemudian membawanya ke dalam pelukan hangatnya. "Maaf kalau aku melupakanmu!
"Mulai malam ini dan seterusnya kita tidur bersama, memulainya dari awal dan kamu maukan membantuku mengingat segalanya!
"Iya Mas aku mau tapi pelan pelan ya, jangan terlalu di paksa untuk mengingat kenangan kita. " ujar Binar. Tubuh mereka benar benar menempel, Binar kini duduk di paha suaminya merasakan sesuatu yang terbangun.
"Mas Bara kamu!
"Mas menginginkanmu sayang. " rayu Bara pada istrinya itu.
"Kalau gituan aja enggak lupa tapi soal kenangan kita malah lupa. " gerutu Binar yang dibalas kekehan oleh Bara. Barapun langsung mengendongnya,membawa istrinya menuju
ke kamar mereka dan memulai aktivitas panas mereka.
"Aah. "
__ADS_1
Tok
tok
"Mas ada yang mengetuk pintu. " ujarnya sambil berusaha mendorong suaminya. Bara mengabaikannya, pria itu justru tengah menikmati dua cocochipsnya.
"Mas Bara sayang. " geram Binar. Bara mengangkat wajahnya, pria itu terlihat kesal karena kegiatannya di ganggu. Binar segera memperbaiki penampilannya, bangkit dan membuka pintunya.
"Ada apa Bi? " tanya Binar dengan lembut.
"Ini Nyonya ada paket untuk tuan Bara. " ujar Bibi sambil menyerahkan paketnya. Binar memandanginya sekilas lalu menerimanya dan membawanya masuk. Dia menghampiri suaminya yang tengah berbaring di atas ranjang.
"Mas ini paket buat kamu. "
Barapun bangun, mengambil paket itu lalu dibukanya dengan hati hati. Binar begitu penasaran isi dari paket yang di kirim orang tanpa nama tersebut. Keduanya tertegun melihat foto Bara dan Liliana serta barang barang lainnya. "Siapa wanita ini, kenapa aku bisa memeluknya dan terlihat begitu bahagia. "
Bara berusaha mengingatnya, pria itu mengerang kesakitan. Binar yang panik segera merebut foto itu lalu di singkirkannya, membantu Bara untuk berbaring.
"Dia Liliana mas, mendiang istri pertamamu sekaligus ibu kandung Adrian. " ucap Binar dengan jujur. Bara terdiam, pria itu kembali menatap Binar dengan lekat, terlihat jelas jika istrinya itu berkata jujur.
"Apa rasa cintamu padaku juga menghilang seiring kehilangan ingatanmu mas!
Binar melepas pelukannya,dia biarkan suaminya menyusupkan wajahnya ke dadanya. Dia membelai rambut suaminya dengan lembut, memberikan kata kata penenang. "Aku janji tak akan meninggalkan kamu mas Bara!
"Benarkah. " Bara mengangkat wajahnya, menatap lurus kearah sang istri.
"Iya Mas!
"Lalu bagaimana jika ingatanku tak kembali, aku melupakan rasa cintaku padamu sayang. " ujar Bara. Tenggorokan Binar terasa tercekat mendengar penuturan sang suami. inar menghela nafas panjang, menangkup sisi wajah Bara.
"Aku tetap bersamamu mas, aku akan pergi jika mas Bara merasa bosan dan tak menginginkan diriku lagi. " ucap Binar dengan serius.
"Aku mohon tetaplah bersamaku sayang apapun yang terjadi nantinya. " pinta Bara dengan nada memohon. Binar mengiyakan permintaan sang suami.
"Ya sudah aku ke luar sebentar ya mas, ma istirahat aja!
__ADS_1
Binar beranjak dari sana dan ke luar. Dia bergegas menghampiri asisten suaminya yang datang. "Ada apa Asisten Farel? "
"Ini soal kecelakaan Tuan Bara Nyonya. " jawab Farrel sopan. Binar mengangguk, mengajaknya ke ruang tamu dan mengobrol di sana.
"Begini nyonya, pelaku yanh menabrak Anda dan Tuan Bara adalah Tuan Dika, senior Anda dan nona Rifaya. " jelas Farel.
"Apa bagaimana bisa? " Binar sangat terkejut mendengarnya, tangannya terkepal kuat.
"Iya Nyonya, sepertinya Tuan Dika masih tidak terima dengan pernikahan Tuan Bara dan
Anda. "
"Baiklah kalau begitu kumpulkan semua bukti bukti setelah itu serahkan ke pihak polisi. " tegas Binar. Farel mengangguk setelah itu pamit pada istri bossnya itu. Setelah kepergian Farrel, Binar meluapkan emosinya sambil mengumpat kasar.
"Dika, berani beraninya kamu menyakiti suami aku. " geramnya.
"Sayang ada apa, kenapa kamu marah
marah? " Binar menoleh, pipinya memerah melihat suaminya yang bertelanjang dada.Bara datang dan mengambil tempat di sisinya.
"Mas kok enggak pakai baju, memang baru darimana? "
"Ruang fitness sayang. " jawab Bara dengan lembut sambil mengecup kening dan bibir istrinya. Binar berohria, bersandar di dada suaminya dan sesekali menciumi dada bidang kesukaannya itu.
"Olahraga yuk mas. " ucap Binar sambil mengedipkan matanya. Bara tertegun, lalu pria itu tertawa pelan melihat sikap genit sang istri.
"Gimana kalau di kolam renang. " tawar Bara dengan tatapan mesumnya. Binar bangkit, menarik suaminya menuju ke kolam renang. Di sana dia menanggalkan pakaiannya hingga tersisa pakaian dalam setelah itu menceburkan diri ke dalam kolam. Bara menyusulnya, berenang menuju ke arah sang istri yang sejak tadi menggoda dirinya.
Hup
Bara membawanya ke tepi, melepas pakaian mereka setelah itu saling menyatu. Delima berteriak kala hujanan suaminya berubah cepat, dia terus mendesahkan nama sang suami di sela kegiatan panas mereka. Bara terus mencumbu bagian bulat wanitanya sambil mempercepat gerakannya di bawah sana.
Setelah satu jam lebih Bara menyudahi kegiatannya itu, dia masih memeluk tubuh istrinya. Binar mengusap peluh di dahi sang suami, dipandanginya wajah tampan milik Bara. "Aku akan membuat kamu mencintai aku lagi mas!
"Maaf sayang kamu pasti tersiksa dengan keadaan ini, maafkan aku yang masih kehilangan ingatan namun sudah meminta hakku padamu!
"Sst sudahlah mas, sebagai istri aku harus melayani kamu soal apapun termasuk urusan ranjang. "
__ADS_1
Bara kembali memagut bibirnya, dia merasa beruntung memiliki istri seperti Binar. Binar hanya diam kala suaminya tengah memainkan dia cocochipsnya itu. Lagi dan lagi mereka kembali bersatu, menikmati mereka berdua dengan hasrat dan cinta. Binar mengulas senyumnya melihat wajah suaminya yang terlihat sangat puas akan pelayanannya.
tbc