Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 112 ~ MUSIM KEDUA Part 38 - RENCANA PINDAH


__ADS_3

Setelah novel ini tamat, othor mau lanjut novel yang on going lain, jangan minta kisah anak anak Mike dan Jingga ya 🤣🤣🤣🤣


Jangan lupa vote, like dan komen ❤


Lima bulan kemudian



Perut Jingga kini telah membuncit seiring berjalannya waktu. Kini wanita hamil itu memperhatikan suami dan puteranya yang tengah bermain petak umpet. Mike menoleh dan mengulas senyumnya melihat kehadiran sang istri. Dia langsung pergi menemuinya, memeluknya sekilas kemudian mengecup bibir dan perut buncit istrinya itu. Ya selama istrinya hamil, Mike selalu bergairah melihat istrinya yang semakin seksi saat hamil.


"Duduk sayang, aku enggak mau kamu kecapekan!


Jingga menurut, ternyata sikap posesif suaminya masih ada dan kian hari semakin parah, meski begitu dia sangat menyukainya. Keduanya berada di ruang tamu, Daniel datang dan menghampiri orang tuanya. Tangan kecil Daniel menyentuh perut Jingga. "Bunda kapan adik bayi lahir, aku pingin main sama adik


bayi. "


Jingga mengulas senyumnya mendengar perkataan puteranya itu. "Sabar sayang, masih empat bulan lagi adik bayi lahir!


"Sangat lama bunda. " keluh Daniel.


Mike dan Jingga tersenyum geli melihat wajah menggemaskan putera mereka itu yang tengah merajuk. Mike meraih tubuh puteranya, lalu mengacak acak rambutnya gemas. "Daniel mau adik perempuan apa laki laki? "


"Apapun itu Daniel tetap sayang sama adik bayi, Papah. " balas Daniel. Mike sangat bangga dengan puteranya yang terlihat mengerti sebagai calon kakak dari calon adik bayinya. Daniel turun dari sofa dan kembali bermain mobil mobilannya. Jingga bersandar di sofa, sambil mengusap perut buncit nya lembut.


"Edzard memberitahuku jika Jenny melahirkan prematur, dia terjatuh saat di kamar mandi. "


jelas Mike.


"Astaga, kenapa bisa terjadi sih!


" Kita ke sana, ajak Daniel sekalian dia pasti sangat senang. " Mike mengangguk, dia memanggil puteranya lalu mereka bertiga ke luar dari villa. Mereka terkejut melihat kedatangan Anna di Villa mereka.


Mike membantu istri dan puteranya masuk ke dalam mobil. Setelah itu dengan malas menghampiri sahabatnya, sekaligus wanita yang kehadirannya ingin merusak rumah tangganya. Sedangkan di dalam mobil, Daniel menyentuh tangan sang bunda sambil berkata. "Tante jahat itu kenapa datang lagi bunda. "

__ADS_1


"Entahlah sayang, bunda juga enggak tahu! Jingga memperhatikan suaminya yang mengobrol bersama dengan Anna.


Mike menatap datar wanita yang menangis di hadapannya sambil melipat tangan di dada. "Ada apa Anna, kenapa kamu datang ke Villaku!


" Tolong aku Mike, aku hamil anak dari Dexter tapi dia tak mau bertanggung jawab. Aku mohon biarkan aku tinggal bersamamu untuk sementara. " ucap Anna sambil memohon.


Mike berdecak kesal, permintaan Anna memang tak masuk akal. "Maaf aku tidak bisa bantu Anna, aku menjaga perasaan istriku dan kamu harusnya mendesak pria itu untuk bertanggung jawab bukan malah datang kepadaku!


Hiks hiks hiks


Anna menangis kencang namun Mike hanya diam tak bergeming, diapun masuk ke dalam mobil. Setelah itu melaju kencang meninggalkan Anna sendirian di sana.


Anna mengusap wajahnya kasar, merutuki kebodohannya sendiri karena termakan rayuan Dexter. " Seandainya aku menikah dengan Mike, pasti aku sangat bahagia apalagi mengandung anaknya tapi semuanya hanya anganku hiks. "


"Pria baik hanya kamu Mike, hanya kamu!


**


Jingga mengusap lengan suaminya, dia sangat tahu jika suaminya tengah menahan kekesalannya saat ini. Daniel menatap kedua orang tuanya secara bergantian, terlihat jelas kalau bocah itu tampak bingung.


"Jadi Anna korban Dexter selanjutnya, dasar penjahat kelamin. " ucapnya tak habis fikir.


30 menit berlalu, mereka akhirnya sampai di mansion Edzard. Mereka bertiga turun dari mobil dan Daniel berlari masuk ke rumah pamannya. Mike menuntun sang istri hingga ke dalam dengan hati hati.


"Paman Edzard. " pekiknya.


"Hai keponakan paman. " Edzard menggendong Daniel lalu membawanya ke ruang tamu, di susul Mike dan Jingga.


Jenny tersenyum lebar melihat kedatangan sang sahabat, Jingga menatap Jenny dengan senyuman di bibirnya. "Di mana bayi kamu Jenny, aku pengen lihat? "


"Di kamar Ji, di jaga kakek dan neneknya. "


"Sheryl Hester Romanov. " Jingga berbinar mendengar nama yang disebutkan oleh Jenny barusan, sangat cantik. Dia usap lembut perut buncitnya, merasa tidak sabar menantikan buah hatinya lahir kedunia.

__ADS_1


"Paman, aku pengen lihat adik bayi! Edzard menurunkannya, Daniel langsung berlari ke atas, ke kamar adik bayinya. Jingga kini menggeleng melihat tingkah puteranya yang sangat antusias. Jingga melirik kearah suaminya, Mike mengangguk setelah itu kembali memandang Jenny dan Edzard.


"Jenny aku dan Mike sepakat keluarga kecil kami dan keluarga kami akan pindah, pergi meninggalkan Indonesia. Terlalu banyak kenangan menyakitkan di sini yang membuat aku dan Mike memutuskan hal ini. "


Edzard dan Jenny sangat terkejut mendengar keputusan bersama Mike dan Jingga, mengenai rencana kepindahan mereka. "Lalu bagaimana kuliah kamu yang masih cuti Ji? "


"Mike yang akan mengurusnya, aku akan melanjutkan kuliah di negera Italia. " Jenny menitikkan air matanya, sebenarnya dia berat kehilangan salah satu sahabat terbaiknya itu namun dia tak bisa menahannya. Edzard langsung mendekap tubuh istrinya, dia mengerti dengan apa yang di rasakan istrinya saat ini.


"Maafkan aku Jenny, aku baru memberitahumu hari ini karena aku tak mau membuatmu kepikiran, mengingat kamu sibuk mengurus baby Sheryl. "


Pelayan datang menyajikan minuman untuk mereka setelah itu pergi dari sana. Edzard memberikan minuman pada istrinya, Jenny menyeruput tehnya pelan setelah itu menaruhnya kembali di meja.



Jingga merasa bersalah melihat sahabatnya bersedih setelah dia mengatakan rencana kepindahannya. Dia juga sebenarnya sangat berat namun tetap dia lakukan, mengingat dirinya takut jika kembali di ganggu oleh Anna. Mike menghela nafas panjang, merangkul bahu istrinya kemudian mengusap perut buncit Jingga. "Apa kita batalkan saja sayang, rencana kita berdua hemm??


"Enggak hubby, keluarga besar kita sudah menyetujuinya. "


Daniel kembali dan bergabung bersama mereka, raut wajahnya nampak sumringah!


"Dedek Sheryl sangat cantik bunda seperti bibi Jenny. " cetus Daniel.


"Oh ya kalau begitu cantikan bunda apa dedek Sherly sayang. " goda Jingga pada puterinya. Daniel nampak menyembuhkan rona merah di kedua pipinya membuat Mike terkekeh.


"Tentu saja dedek Sheryl. " Jingga langsung Mendengus pelan, Mike tertawa terbahak bahak begitu juga dengan Edzard. Mike dan puteranya langsung bertos ria, keduanya tertawa melihat raut kesal di wajah Jingga.


"Maaf bunda, Daniel cuma jawab jujur saja. " seru Daniel dengan polos,


Jingga langsung menciumi wajah Daniel hingga membuat Daniel tertawa, Mike dan lainnya tersenyum melihat kedekatan ibu dan anak itu. Jingga menghentikan aksinya, mencubit pelan puteranya yang sangat menggemaskan.


"Bunda sayang sama kamu, Papah dan calon adik bayi. "


"Aku juga bunda, Daniel sayang kalian bertingga. " Daniel mencium perut buncit milik sang bunda kemudian duduk di samping Jingga. Mike ikut mencium pelipis istrinya dengan lembut, dia sangat bahagia melihat keluarga kecilnya yang ramai.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2