Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 38 - Saudara Kembar Zayn


__ADS_3

KIRIM VOTE DAN HADIAH YA SUPAYA OTHOR SEMANGAT UP SEBAGAI BENTUK TERIMAKASIH


Sepulang dari Restauran, Zayn masuk ke dalam mansion. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. "Sayang aku pulang. " teriak Zayn.


"Enggak usah teriak kenapa sih nak, ini bukan hutan! sahut Mommy dengan raut kesal.


"Istriku mana Mom? "


"Ada di kamar! Zayn langsung melesat pergi, Mommy hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan puteranya itu. Setelah menaiki tangga dia langsung nyelonong masuk, dia mengulas senyumnya melihat sang istri berdiri di balkon.


Tanpa ragu dia langsung mendekap tubuh istrinya dari belakang, Senja tersentak kaget kemudian bernafas lega. Dia membalik tubuhnya, menaikkan sebelah alisnya kearah Zayn.


"Mas kok senyum senyum sendiri memangnya ada apa. "


"Enggak papa, cuma kangen banget sama kamu Yank. " Senja pun tersenyum geli mendengar pengakuan suaminya. Suaminya itu kalau sedang bucin, manjanya kayak bayi hehe.


"Ya sudah mamas mandi dulu gih sana. " Senja berusaha melepaskan pelukannya, Zayn langsung menurutinya. Dia melepaskan jas dan kemejanya kemudian melemparnya ke ranjang kotor. Hup Zayn membopong tubuh Senja, kemudian membawanya ke dalam kamar mandi.


Satu jam berlalu, mereka selesai mandi ditambah kegiatan pijat plus plus di dalam sana. Kini keduanya telah berganti pakaian, Senja berkacak pinggang menatap suami mesumnya itu. "Dasar serigala mesum. " cebik Senja.


"Hehe maaf Yank, lagian aku candu banget sama kamu sayang, rasanya pengen gak berhenti buat nyentuh kamu. " jawab Zayn nyengir tanpa bersalah.


Zayn memeluk pinggang sang istri, senja mengusap usap lembut kepala suaminya itu. "Oh ya sayang, kamu mau honeymoon ke mana? "


"Bagaimana kalau ke tempat saudara kembar kamu Mas. " ujar Senja dengan jahil.


Zayn tampak menaikkan sebelah alisnya mendengar penuturan sang istri. Senja menahan tawanya kemudian kembali berkata. "Itu lho yang punya buntut dan gelantungan. " celetuknya.


Zayn terbelalak setelah tahu siapa yang di maksud Senja. "Maksudmu kamu aku kayak monyet gitu. "


Tawa Senja langsung pecah seketika. Zayn mendelik kesal, dirinya di samakan sama monyet oleh istrinya. "Bukan aku lho yang bilang tapi mas sendiri! ledek nya dengan tawa menggema dalam kamar.


"Enak aja ganteng ganteng kayak Lee Min Hoo gini di samain kayak Monyet, gila kali! protes Zayn merasa tidak terima.


Senja semakin tertawa keras, melihat raut kesal di wajah sang suami. Zayn melepaskan pelukannya, kemudian melipat tangannya, memandang Senja dengan sorot mata tajam. Senjapun menghentikan tawanya, melihat suaminya yang kini tengah merajuk.


Diapun langsung duduk di atas pangkuan sang suami, mengalungkan tangan ke leher Zayn.

__ADS_1


"Cie ngambek, cie suami aku ngambek nih. " colek Senja sambil menoel dagu Zayn.


"Emangnya Mamas kenal sama Lee Min Hoo. " goda Senja pada sang suami.


"Ya Enggaklah!


"Ya sudah jangan ngambek lagi, kayaknya kita enggak usah honeymoon deh mas. Lagian di sana sama saja kayak di sini, sama sama menghabiskan waktu di atas ranjang ckck. "


Zayn kembali tersenyum, dia memeluk erat pinggang Senja, melabuhkan ciuman di pipi kanan dan kiri milik istrinya. "Kita pergi ke kebun binatang saja, mau lihat hewan hewan di sana. " cetus Senja.


"Ya baiklah, mas setuju asalkan kamu senang saja sudah cukup! Keduanya kembali berpelukan seperti teletubbies, setelah itu Senja turun dari pangkuan Zayn.


Mereka ke luar dari kamar dan menuruni anak tangga, keduanya berpapasan dengan Daddy Arland yang ke luar dari ruangan kerjanya.


"Masih siang lho sudah betah aja di kamar. " ledek Daddy dengan senyum meledeknya.


"Lha 'kan kami tengah fokus bercocok tanam agar kecebongnya segera jadi Daddy. " Senja langsung merengut, mendengar ucapan sang suami. Dia memberikan cubitan di pinggang Zayn, hingga terdengar ringisan dari bibir Zayn namun dia abaikan.


"Kecebong, kecebong kamu kira kita kodok Mas. " sungut Senja dengan kesal.


"Em, Mom kami sepakat tidak akan honeymoon Mom, tapi mengunjungi saudara kembar Mas Zayn. " Senja melirik sang suami dengan senyuman jahilnya. Zayn memutar bola matanya malas, merasa kesal dengan sikap usil istrinya itu.


"Saudara kembar maksudnya? "


"Itu lho yang punya buntut dan makan buah pisang. " Senja memberi kode pada kedua mertuanya.


"Maksud kamu monyet nak. "


Senja langsung mengangguk, Mommy dan Daddy saling melirik satu sama lain kemudian tertawa terpingkal pingkal. Sedangkan Zayn semakin dongkol, dirinya lagi lagi di samakan dengan monyet.


Hahahaha tawa renyah mereka menggema dalam ruangan.


"Ck ayolah hentikan tawa kalian. " geram Zayn merasa kesal.


Pfft Senja tertawa menyaksikan raut kesal di wajah suaminya, kemudian dia bergelayut manja di lengan Zayn. Zaynpun tersenyum licik kemudian membisikkan sesuatu di telinga Senja. "Lihat saja nanti malam terimalah hukumanmu sayangku, aku akan menghabisi dirimu sampai pagi di ranjang." bisiknya dengan nada sensual.


Bulu kuduk Senja bergidik, kedua pipinya merona membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti malam. Seringai miring kini tercetak jelas di sudut bibir Zayn, dia terlihat sangat puas melihat raut gugup istrinya.

__ADS_1


Senja merasa malu, menelusupkan wajahnya di dada bidang Zayn, Zayn tersenyum geli melihat tingkah malu malu dari istrinya. Mom dan Daddy hanya bisa menjadi nyamuk melihat kemesraan putera dan menantu mereka.


Dasar kucing nakalku yang menggemaskan.


"Mom dan Daddy sudah tidak sabar menimang cucu dari kalian. " sambung Mommy dengan senyuman hangatnya.


"Tenanglah Mom, secepatnya kami akan memberi kalian cucu, lagian aku dan Senja bercocok tanam sehari tiga kali. " cetusnya.


"Ck kayak minum obat saja. " sindir Mommy.


Zayn tergelak mendengar sindiran mommy, sedangkan Senja hanya bisa menahan malu atas ucapan sang suami. Diapun melirik jam tangannya sekilas, waktu menunjukkan angka 01.00 siang.


"Oh ya Mom, bagaimana keadaan Livia bukankah dia tengah hamil anak kedua, " cetus Senja merasa penasaran.


"Dia baik baik saja nak!


Senja manggut manggut, entah kenapa dia merindukan adik iparnya dan juga Bryan keponakan lucunya itu. Diapun segera menoleh kearah sangat suami dan menatapnya lekat. "Kapan kapan kita mampir ke rumah Livia dan Darren ya Mas. "


"Huum. "


"Malam ini aku dan Mas Zayn akan menginap di sini Mom, besoknya ke rumah ayah dan Ibu. " ujar Senja.


"Kalau bisa ajak saja sekalian ayah dan Ibumu Senja, lebih enak mansion ini terasa ramai jika, ada keluarga besar kita. " jelas Mommy.


Senja mengangguk, mengiyakan saran yang diberikan oleh mertuanya itu. Zayn mengusap kepala istrinya dengan lembut, apapun akan dia lakukan asalkan istrinya itu bahagia dan selalu tersenyum. Cup sesekali dia daratkan kecupan sayang di pelipis Senja dengan lembut. "Ya kenapa enggak ajak saja saudara kembar Mas Zayn di bawa ke sini. " celetuknya.


"Sayang. " rengek Zayn.


"Haha canda doang Mas! Senja langsung memeluk tubuh kekar itu dengan erat sebelum ngambek lagi. Sementara Mom dan Daddy hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah aneh pasutri baru itu.


untung sayang kalau enggak Mas lempar kamu ke kutub utara Senja.


"I love you istriku. " bisik Zayn.


"Me too suamiku!


bersambung

__ADS_1


__ADS_2