Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 58 - KEKHAWATIRAN SIA SIA


__ADS_3

Di Apartemen Reymond


Dara kini tengah sibuk berada di dapur, membuatkan kopi untuk suaminya Reymond. Selesai membuatnya, dia segera membawanya ke ruang tamu, menaruhnya pelan di atas meja. Diapun mengulas senyumnya melihat sang suami yang tengah sibuk dengan pekerjaan. Rey menoleh dan tersenyum manis pada sang istri. "Sini sayang duduk di sebelah aku. "


Dara dengan pelan duduk di sebelah sang suami, tangan besar Rey mengusap perut dara yang menonjol dengan lembut. "Sayang lanjutkan saja pekerjaan kamu. " ucap Dara sambil mengusap rambut legam suaminya.


Rey mengangguk, menarik tangannya, dia kembali menyelesaikan pekerjaan yang tertunda tadi. Satu jam kemudian Rey telah selesai mengerjakan pekerjaan kantornya, dia menoleh ke samping membelai wajah cantik istrinya itu. "Gimana kalau nanti kita pergi ke rumah Zyan dan Senja. " tawar Rey.


"Iya Rey aku mau, " jawab Dara dengan senyum lebarnya.


Melihat senyuman di bibir istrinya, Rey sangat senang. Apapun akan dia lakukan asalkan Dara dan calon baby mereka bahagia. Rey mendekap tubuh Dara dari belakang, Dara mengambil ponselnya lalu membuka chat dari Senja.


"Rey lihat deh, Senja kirim foto baby Jingga, cantik banget ya ponakan kita. " ucap Dara sambil menunjukkan fotonya pada suaminya.


"Iya sayang kamu benar, tapi ingat kamu harus jaga sikap okey. Aku enggak mau kejadian dua bulan lalu terulang lagi. " tegas Rey, mengusap perut sang istri dari belakang.


Dara menurunkan ponselnya, teringat kejadian beberapa bulan lalu. Dia hampir saja keguguran karena terpeleset di kamar saat mereka masih di Australia. Dara menaruh ponselnya, mengusap perutnya yang menonjol dengan lembut, terselip rasa sayang dan cinta yang besar di dalamnya. "Maafin Mami ya sayang, mami dulu hampir kehilangan kamu. " sesal Dara dengan wajah menyesal.


"Maaf sayang, bukannya aku mengingatkan kamu kejadian kemarin tapi aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu dan calon baby kita. " ujar Rey mengubah nada bicaranya menjadi lembut.


"Iya enggak papa Rey, aku ngerti kok. " Dara menampilkan senyum manisnya di hadapan sang suami.


Kini Dara mengubah sikapnya yang bar bar menjadi kalem semenjak hamil, kejadian kemarin membuatnya sadar dan takut akan kehilangan calon bayi dalam kandungannya. Untuk itu dia memilih menuruti keinginan sang suami demi kebaikannya dan calon anak mereka.


Rey menangkap gelagat aneh dari wajah istrinya, dia meraih dagu Dara hingga tatapan mereka saling mengunci. "Kenapa sayang katakan, apa yang kamu pikirkan saat ini. "

__ADS_1


Dara menggeleng, dia tersenyum dihadapan Rey sambil berkata. "Aku baik baik saja Yank, kita berangkat ke rumah Senja sekarang sebelum petang!


" Iya ayo!


Mereka berdua bergegas ke luar dari apartemen, masuk ke mobil dan Rey langsung tancap gasnya. Selama perjalanan, Dara memilih menatap jalanan, pikirannya entah ke mana. Rey hanya bisa menghela nafas, sepertinya ada yang dipikirkan oleh istrinya saat ini.


Skip Di Mansion Zayn


Mereka turun dari mobil, bergegas masuk ke dalam Mansion. Keduanya langsung menghampiri Zayn dan Senja di ruang tamu.


"Hai bumilku cantik. " sapa Senja sambil menggendong baby Jingga.


Rey dan Dara duduk di sofa, Dara menanggapi ucapan sahabatnya dengan senyuman. "Nja, aku ingin bicara sama kamu di kamar, hanya berdua boleh 'kan!


" Tentu saja boleh. " Senja menaruh Jingga dalam strollernya. Dia menoleh kearah sang suami memberi kode padanya, lalu bangkit dan menuntun sahabatnya menuju ke kamarnya.


"Tapi.. "


"Sst lebih baik kamu diam, awas aja kalau my princess menangis karena suaramu yang jelek, aku tendang bokongmu Rey. " tandasnya dengan nada galak.


"Dasar bapak bapak galak! cibir Rey.


Zayn hanya acuh, dia kembali memandang princess kecilnya yang ada dalam strollernya. Sedangkan Rey masih gelisah, dia merasa penasaran dengan apa yang diobrolkan Dara dan Senja.


Di Kamar

__ADS_1


Dara mengatakan keluh kesahnya pada sahabatnya, Senja nampak serius mendengarkan curhatan Dara. Setelah selesai, Senja mengenggam tangan sahabatnya itu kemudian tersenyum. "Aku tahu kamu enggak nyaman dengan sikap kalemmu sekarang Dara, tapi kamu harus ingat kamu lagi bunting, sikapmu itu harus di jaga dan berhati hati, "


"Tuhan sudah menitipkan seorang anak dalam kandunganmu, jadi jangan kamu sia siakan dia tapi harus menjaganya sebaik mungkin. " Senja mengusap perut menonjol milik sahabatnya itu. dengan lembut.


"Di tambah sikap mertuamu yang baik dan sayang sama kamu, harusnya kamu bersyukur Dara karena mereka sangat peduli sama kamu terutama Rey suamimu. Seandainya kamu dapat mertua jahat, aku yakin tiap hari kamu makan paha ayam eh makan hati, emosi mulu hehe. " jelasnya di selingi candaan.


Dara tertawa kecil, apa yang dikatakan Senja memang sangatlah benar. Diapun langsung merangkul Senja sekilas kemudian melepaskannya. "Thanks ya Nja, kamu memang sahabat aku yang paling mengerti aku!


" Sama sama, yuk kita turun sebelum suami suami kita baku hantam karena debat. " candanya.


Dua wanita itu ke luar dari kamar dan menuruni tangga. Mereka berdua kembali ke ruang tamu, lalu duduk di sofa. Dara langsung peluk suaminya, Rey membalasnya dan mencium kepala istrinya dengan lembut. Zayn menyentuh tangan sang istri hingga Senja menoleh kearahnya. "Apa Dad? "


"Kalian ngobrol apaan sih? "


"Rahasia wanita Daddy, Daddy jangan penasaran oke. " ledek Senja pada sang suami.


Zayn memutar bola matanya malas, dia sangat kesal dengan jawaban istrinya itu. Senja terkikik, menjahili suaminya ini memang sangat menyenangkan. Rey melepaskan pelukannya, dia langsung mencium bibir sang istri sekilas setelah itu memperhatikan Zayn dan Dara.


"Nah mesra gitu 'kan enak di lihatnya, Rey lain kali kalau Dara ngambek lagi mending kasih service yang lebih lama. " goda Senja dengan asal asalan.


Zayn tersedak salivanya sendiri, mendengar ucapan sang istri. Kedua pipi Dara langsung merona, dia menghunuskan tatapan tajamnya kearah sahabatnya itu. Rey hanya memberikan jempolnya kearah sang sepupu sambil tersenyum tipis. "Idemu boleh juga sepupuku yang cantik. " sahut Rey dengan senyuman di bibir.


"Mom, jangan kau nodai telinga puteri kecil kita dengan kata katamu. " geram Zayn.


"Enggak usah protes Dad, lagian Mommy tahu Daddy pasti pengen servis mommy tiap malam 'kan tapi belum bisa, makanya Daddy cari cari alasan saja, " sembur Senja sambil menyeringai kearah Zayn.

__ADS_1


Zayn langsung merona mendengar ucapan Senja, apa yang dikatakan istrinya itu selalu tepat sasaran. Rey dan Dara terbahak melihat tingkah lucu Zayn dan Senja. Sungguh pasangan konyol namun sangat romantis dan harmonis pikir Dara, memperhatikan kedua sahabatnya itu.


bersambung


__ADS_2