Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 31 - Makan Malam Romantis


__ADS_3

Tepat pukul 07.00 malam, Senja ke luar kamar dengan dress panjang warna abu abu yang diberikan Zayn padanya. Rambutnya dibiarkan tergerai dengan kepangan rambut di bagian atas. Diapun menemui kedua orang tuanya sambil senyum senyum. "Ayah, Ibu aku berangkat ya soalnya pangeran dudaku sudah datang. " ucap Senja sambil nyengir.


"Semoga makan malam romantisnya lancar dan sukses. " ucap Ibu dengan tulus.


"Iya Bu! Senja pun berlalu ke luar dari rumah dan tak lupa menutup pintunya pelan.


Senja pun tertegun melihat penampilan kekasihnya malam ini yang super duper tampan.


Mas Zayn tambah ganteng, bikin eneng makin cinta saja sama dia. (♥ω♥*) (✿ ♥‿♥)


Zayn mengulurkan tangannya, Senja langsung menyambutnya dan mereka berjalan kearah mobil setelah itu masuk. Mobil melesat kencang meninggalkan area rumah orang tua Senja.


Selama perjalanan, sesekali Zayn mencuri pandang kearah gadisnya. Senja pun menoleh, mengulas senyum manisnya kearah calon suami. " Fokus nyetir dulu deh bahaya lho, apalagi udah malam ini. Senja tahu kok kalau malam ini Senja sangatlah cantik, nanti kalau udah sampai, mas Zayn bisa tatap Senja sepuasnya tapi jangan dijalan kayak gini. " serunya. ͜(˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)


Hanya butuh 30 menit akhirnya mereka sampai di sebuah Restauran. Mereka berdua pun segera turun dari mobil, saling bergandengan tangan memasuki Restauran. Ya, Zayn sengaja membooking Restauran itu, demi menyiapkan kejutan untuk calon istrinya.


"Wah so sweet banget sih Mas, banyak lilin dan juga bunga mawar, entar kalau malam pertama banyakin bunganya kayak gini Mas. " celetuk Senja.


Zayn tertawa mendengar ucapan Senja yang sangat lucu baginya. Dia langsung mendekap gadisnya, Zayn merasa tidak sabar ingin segera menjadikan Senja sebagai wanita seutuhnya.


Nah nah babang duren ngebet banget nih wkwk


Zayn melepaskan pelukannya, menarik kursi membiarkan gadisnya duduk di susul dirinya. Senja menatap takjub kejutan yang diberikan mas dudanya itu. Mereka berdua pun makan malam berdua dengan saling menyuapi satu sama lain ditemani suasana temaram, dan cahaya dari lilin serta semerbak harum bunga mawar.


Selesai Dinner, Zayn tak henti hentinya memandang wajah gadisnya dengan tatapan penuh damba, sontak membuat rona merah terlihat di kedua pipi Senja.

__ADS_1


Haduh dilihatin mas duda bikin tambah deg deg an nih.


"Mas ih malu tahu lihatin aku kayak gitu, tambah malu lagi pas kamu nindih tubuh aku hehe. " cetusnya asal.


Zayn menyentil dahi Senja, sontak Senja meringis dan menatapnya tajam. Sementara sang pelaku hanya tertawa tanpa merasa bersalah. "Kayaknya kamu enggak sabaran banget ya Yank, pengen di gempur sama aku ya makanya bahas itu mulu. " ledek Zayn.


Senja langsung menundukkan wajahnya, menyembunyikan rona merah di kedua pipinya. Tak disangka dirinya ketahuan, merasa penasaran bagaimana gagahnya pria yang dicintainya itu dalam urusan ranjang.Zayn langaung mengangkat dagu Senja, kemudian melepaskan tangannya. Diapun bangkit dan menarik tangan gadisnya hingga Senja jatuh dalam pelukannya.


"Kalau lagi malu malu gini kamu semakin manis dan imut kayak kelinci. " goda Zayn sambil tersenyum miring.


Senja mendekatkan wajahnya, menyatukan bibirnya di atas bibir seksi pria pujaan hatinya. Zayn menyambutnya dengan suka cita, meletakkan tangan gadisnya di lehernya, setelah itu merangkul pinggul Senja dengan erat.


Setelah ciuman mereka terlepas, Senja sesekali mengusap dada bidang Zayn kemudian mengecupnya sekilas. Darah Zayn berdesir, merasakan sentuhan lembut tangan calon istrinya. Sekuat tenaga dia akan menahan gairahnya, sampai saatnya mereka resmi menikah, menjadi sepasang suami istri.


Hanya perlu beberapa hari, dia harus bersabar pikirnya.


Zayn mengangguk, dia menggandeng tangan Senja lalu ke luar dari Restauran. Keduanya kini memilih duduk di atas mobil sambil melihat bulan dan bintang di langit.


Cahaya bulan menyorot tepat kearah Senja, Zayn begitu terpesona dengan wanitanya yang sangat cantik dan luar biasa malam ini. Tak dipungkiri dia jatuh cinta lagi dan lagi dengan Senja. Senyumnya yang manis dan menawan sangat memabukkan di mata Zayn.


"Yank, kamu lebih cantik dari bulan dan bintang, senyum dan tawamu sangat memikatku hingga aku tergila gila padamu!


"Gombal ah! Lagian diluaran sana masih banyak wanita yang lebih cantik dan lebih seksi dari aku. " elak Senja.


"Tapi Kamu cantik luar dalam sayang, cantikmu tidak hanya pada fisik tapi juga hati kamu hal itu membuat aku jatuh cinta sama kamu Yank. " ungkap Zayn dengan penuh kejujuran. Senja tak menemukan kebohongan di kedua bola mata kekasihnya.

__ADS_1


Zayn meraih kedua tangan Senja kemudian mengecupnya sekilas. Senja sangat terharu dan bahagia mendapat perlakuan spesial dari pria yang sangat dicintainya. Mereka kembali menatap bintang di atas sana.


"Pasti Mbak Vania sangat senang melihat Mas Zayn kembali bahagia seperti dulu. " gumam Senja sambil tersenyum.


"Iya ini semua karena kamu My Sunshine, kamu menjadi penerang dalam hidupku yang gelap gulita. " timpalnya menanggapi ucapan sang kekasih.


Senja menanggapinya dengan senyuman manis, Zayn langsung turun kemudian mengangkat tubuh Senja namun sebelum itu Senja meminta foto dan Zayn menurutinya. Lalu membawanya ke dalam mobil. Mobil melesat jauh meninggalkan restauran, mengingat hari sudah larut malam.


30 menit di depan Mansion


Setelah memarkirkan mobil, Keduanya langsung turun dan bergegas masuk ke dalam mansion Zayn. Senja merangkul pinggang Zayn dan bersama sama menaiki anak tangga menuju ke kamar masing masing.


"Good Night my future husband, jangan lupa mimpi indah. " ucap Senja sambil mencium bibir Zayn sekilas.


"Good Night too My Sunshine! Senja pun masuk ke dalam kamar dan tak lupa menguncinya dari dalam. Dia meletakkan tasnya di meja rias, setelah itu mengambil pakaian ganti dan di bawa ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian


Setelah selesai Senja menghempaskan dirinya di kasur. Dia sangat bahagia, mendapat kejutan romantis dari calon suaminya itu. Senja melirik jam wekernya menunjukkan angka 09.30 malam. Senja mengambil ponselnya, menatap foto dirinya dengan Zayn barusan kemudian menjadikannya wallpaper ponsel.


"Ternyata Mas duda sangatlah tampan. " pujinya sambil terkekeh.


Senja menaruh ponselnya di atas meja, menarik selimut kemudian menatap langit langit kamarnya. "Oh ya besok malam masih ada urusan dengan si kutu loncat itu dan aku akan memberi kejutan untuknya hehe. "


"Huh Senja kok di lawan, jangan harap kamu bisa merebut Zayn dariku kutu loncat. " batin Senja.

__ADS_1


Setelah selesai Senja memejamkan kedua matanya, merasa lelah dan mengantuk. Tak butuh lama diapun sudah masuk ke alam mimpi.


tbc


__ADS_2