Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 144


__ADS_3

Nb perilaku brengsek Axel jangan di tiru, menyukai seseorang sewajarnya apalagi sampai cemburu


Satu minggu setelah kejadian di mana Helena mengacau di acara pernikahan mereka, Aaron dan Zinnia akhirnya pergi bulan madu. Keduanya memutuskan pergi ke Paris, sesuai kesepakatan mereka berdua. Sementara itu Freya berdecak kesal melihat kelakuan aneh dari Axel, entah apa yang direncanakan pria itu pikirnya.


"Apa lihat lihat. " ketus Freya pada Axel


"Dasar cengeng, kamu seperti ibu ibu yang takut kehilangan puterinya, lagian kakakku dan kakak ipar mau pergi bulan madu, bukan mau pergi ke medan perang. " sindir Axel.


"Terserah kamu. " Freya berjengit kesal, dia masuk ke dalam taksi dan melaju kencang, meninggalkan bandara. Axel berdecak kesal, pria itu melajukan mobilnya mengikuti taksi yang ditumpangi Freya.


Drt


drt


Kevin is calling


"Ya Halo Kev, ada apa? "


"Kamu ada di mana sekarang Fre!


"Aku baru sampai rumah, tadi ke bandara antar Zinnia dan suaminya. "


"Entar sore aku jemput ya, kamu mesti bersiap siap oke, bye. " Freya menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas, gadis itu nampak bingung dengan ajakan Kevin namun memilih mengiyakannya.


Dia segera turun dari taksi dan bergegas masuk ke dalam rumah di susul Axel. Pria itu langsung menahan pintunya agar tak tertutup, Freya hanya bisa melotot, membiarkannya masuk ke dalam. "Sebenarnya apa maumu Xel, kenapa kamu selalu menguntitku ke manapun hah. " geram Freya.


"Aku ingin kau Freya! Axel berjalan kearahnya, Freya merasa gugup dan melangkah mundur hingga dirinya terhimpit di tembok dengan tubuh kekar Axel mengukungnya.


"Ax.. " Axel langsung membungkam bibirnya, Freya terkejut. Dia berusaha mendorongnya namun kedua tangannya di cekal Axel. Freya terbuai, gadis itu membalas ciuman Axel dengan kaku. Axel menyudahi ciumannya, kini tangannya melingkar di pinggang ramping milik Freya.


"Pulanglah Ax, sebentar lagi Kevin akan menjemputku!


Rahang Axel mengeras, mendengar Freya menyebut Kevin. Matanya menatap tajam kearah Freya hal itu membuat Freya merasa ketakutan. "Aku tidak peduli Fre, kamu milikku dan tak akan kubiarkan pria lain memilikimu termasuk Kevin. " tegas Axel.


"Lepaskan aku Ax. " pinta Freya.


"Tidak akan. " Axel membopong tubuh Freya lalu membawanya ke kamar gadis itu, Freya semakin panik dengan sikap Axel. Pria itu merebahkan Freya di atas ranjang, lalu menindihnya.

__ADS_1


"Aku akan memilikimu seutuhnya Fre, tak akan kubiarkan pria lain menyentuhmu. "


"Jangan lakukan ini Axel, kita tidak saling mencintai!


"Aku cemburu melihatmu dengan Kevin,


Freya. " ungkap Axel. Freya terkejut mendengar pernyataan Axel barusan, pria itu kini tengah membuka kemeja gadisnya hingga terlihat dua gunung yang terbalut underwear.


Gairah Axel membumbung tinggi, Freya berusaha mencegah namun usahanya sia sia kala Axel berhasil melepaskan braanya. Axel langsung menyesap, mereemas dan melahap habis seperti bayi dua gunung Freya yng sangat pas di tangan Axel. Freya mendesah, menikmati sentuhan bibir Axel di dadanya.


"Hentikan Ax, kita tidak punya hubungan apapun!


Axel tidak peduli, pria itu tengah sibuk dengan buah favoritnya. Freya menggeram kesal, dengan sekuat tenaga gadis itu mendorong hingga Axel terjengkang. Freya buru buru memakai underwear dan pakaiannya kembali, gadis itu menatap nyalang kearah Axel.


"Jika kamu ingin making love, carilah jaalang di club jangan aku. " bentak Freya dengan mata berkaca kaca.


Drt drt


"Kevin. "


Freya buru buru bersiap, gadis itu hendak ke luar namun Axel mencekal tangannya. Pria itu mengambil ponsel Freya, lalu mengirim pesan pada Kevin. Setelah selesai Axel kembali membanting tubuh gadisnya dj atas ranjang, lalu mulai melucuti pakaiannya begitu juga pakaian Freya hingga polos. "Ax, aku mohon jangan lakukan ini. "


Setelah puas menjamah lekuk tubuh gadisnya, Axel berusaha menyatukan tubuhnya. Suara jerit kesakitan menggema dalam kamar, pria itu melakukan penyatuan tubuh.


Hingga Ronde ke lima hari menjelang malam Axel baru menyudahinya, terlihat Freya yan'g jatuh tertidur karena kelelahan. Cup Axel mencium kening dan bibir wanitanya sekilas, menatap lembut wanita yang di cintainya. "Maafkan aku sayang, aku akan bertanggung jawab padamu!



Axel membawa tubuh wanitanya ke dalam pelukannya kemudian menyusulnya ke alam mimpi.


##


Cahaya matahari menyembulkan sinarnya, melalui celah celah yang tak tertutup tirai. Freya membuka matanya, menatap sekelilingnya kemudian menoleh ke samping. Dia teringat kejadian kemarin di mana Axel merenggut paksa kesuciannya.


"Kenapa kamu melakukan hal ini padaku Ax hiks. " jerit Freya sambil memukuli Axel. Axel terbangun, diapun membiarkan wanitanya memukuli dirinya. Setelah pukulan Freya melemah, Axel langsung membawa tubuh polos wanitanya ke pelukannya.


"Maafkan aku sayang, maaf atas sikapku kemarin yang merebut harta berhargamu. Aku akan bertanggung jawab Freya, sekali lagi maafkan aku sayang! Freya mendorong tubuh Axel, wanita itu menatap sinis pada pria yang menghancurkan dirinya.

__ADS_1


"Aku sangat membencimu Axel. Jika kamu mencintaiku, tidak seharusnya kamu merusakku sialan. " maki Freya dengan raut emosinya. Freya menarik selimut, mencoba turun dari ranjang.


"Aakh hiks sakit. " ringisnya. Axel segera memakai boxernya, tanpa menunggu pria itu langsung membopongnya ke kamar mandi. Setelah itu Axel ke luar, membiarkan wanitanya membersihkan diri.


Satu jam kemudian setelah berpakaian, Freya langsung membuka pintu kamarnya. "Pergilah dari sini, aku sudah muak melihatmu yang selalu menganggu hidupku. " desis Freya.


"Jangan kembali lagi. " teriaknya.


brak


Setelah Axelpun ke luar, Freya menutup pintunya dengan keras dan tubuhnya luruh ke lantai. Wanita itu memeluk kedua kakinya, terdengar suara isak tangis. Dia masih tidak bisa menerima atas apa yang terjadi padanya.


Di sisi lain Kevin melajukan mobilnya ke rumah Freya, dia merasa sangat cemas dengan keadaan perempuan yang di cintainya. Memasuki pelataran rumah Freya, pria itu segera memarkirkan mobilnya lalu turun.


Tok


tok


tok


"Untuk apa pria brensek itu kembali. " gumam Freya.


"Pergilah sialan. " makinya dari dalam rumah.


"Freya buka pintunya ini aku Kevin. " Freya terkejut, diapun bangun dan membuka pintunya. Kevin terkejut, melihat kedua mata Freya yang tampak sembab, pria itu langsung memeluknya dengan erat.


"Freya ada apa, kenapa kamu menangis? "


Hiks hiks hiks Freya menangis tersedu sedu dalam dekapan Kevin. Kevin semakin bingung dengan apa yang terjadi dengan Freya, pria itu mengeratkan pelukannya. Kevin melepaskan pelukannya, menghapus air mata di pipi Freya.


"Kalau kau belum ingin cerita tidak apa apa, kita pergi jalan jalan sepertinya kamu perlu refreshing. " Freya mengangguk, Kevin merangkulnya lalu membantunya masuk ke dalam mobil dan melesat jauh. Tanpa keduanya sadari, sepasang mata menatap tajam mereka. Ya sejak tadi Axel tidak pergi, dia memastikan keadaan wanitanya namun justru yang dia lihat pemandangan yang menyesakkan dada dan membuatnya gerah.


"Sepertinya memang hatimu sudah tertaut padanya Fre, meski aku memiliki ragamu nyatanya kamu terlihat nyaman bersama


Kevin. " geram Axel dengan tangan terkepal. Dia menutup kaca mobilnya, lalu tancap gas dan melaju dengan kencang.


Selama perjalanan tak ada sepatah katapun keluar dari bibir Freya ataupun Kevin, Kevin membiarkan sahabat sekaligus perempuan yang dicintanya menenangkan dirinya dulu. Dia tak ingin menuntut, hingga membuat Freya merasa tidak nyaman. Diam diam Freya menghapus air matanya, dia enggan menoleh kearah Kevin. Wanita itu tidak sanggup jika harus bercerita pada Kevin, dirinya tidak ingin kehilangan sahabat seperti Kevin.

__ADS_1


"Jika kamu mengetahuinya, apa kamu akan merasa jijik padaku Vin. " batin Freya bertanya tanya.


__ADS_2