
Othor persingkat aja ya biar enggak bertele tele, kisah Adam dan Melisa berakhir ya dan dilanjut anak anaknya setuju enggak??
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN
Freya menyeret sahabatnya Zinnia menemui triplet A di parkiran. Zinnia sebenarnya malas hanya saja sahabatnya yang satu ini terus merengek padanya makanya memilih mengiyakan. Triplet A menatap kedua gadis itu dengan pandangan berbeda beda.
"Hai manis siapa nama kamu? " tanya Axel dengan senyuman manisnya.
"Aku Freya dan ini Zinnia, bolehkah aku minta tanda tanganmu!
"Boleh, tentu saja boleh. " Axelpun memberikan tanda tangannya pada Freya. Aaron dan Aiden hanya bisa menggeleng melihat jiwa playbpy adiknya ke luar. Axel beralih memperhatikan Zinnia yang sejak tadi hanya diam.
"Kenapa kamu hanya diam, kamu mau juga 'kan tanda tanganku!
"Enggak perlu! balas Zinnia ketus. Setelah selesai Zinnia segera menarik tangan sahabatnya dan pergi dari sana. Aaronpun menatap kepergian Zinnia dengan tatapan sulit diartikan. Ketiganya segera masuk ke mobil dan sopir menyalakan mobilnya, melaju kencang.
Skip
Di mansion
Axel terus membicarakan tentang Freya dan Zinnia di depan Aaron dan Aiden. Sampai di ruang tamu, Aiden melempar bantal kearah Axel adiknya dan tepat sasaran.
bug
"Yak kakak bodoh, kenapa kamu melempariku dengan bantal. " geram Axel.
"Hentikan ocehanmu Ax, kau masih kecil dan sebaiknya fokus pada sekolah jangan pacaran bego!
"Hemm. " gumam Axel.
Aiden menghela nafas kasar, dia bangkit dan langsung pergi ke kamarnya begitu juga dengan Aaron. Axel menyandarkan tubuhnya di sofa, tersenyum sendiri membayangkan wajah cantik dan manis milik Freya.
##
Beberapa tahun kemudian
Triplet A tumbuh menjadi pria pria tampan, gagah dan matang. Aaronlah yang kini menjadi ceo Liem corp, pengganti Adam daddynya. Sementara Aiden dan Axel fokus pada kuliah mereka berdua yang sebentar lagi lulus. Banyak hal yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, ya triplet A telah memiliki seorang adik perempuan manis bernama Aletta Steffani Liem, namun sayangnya mommy mereka telah meninggal saat melahirkan adiknya.
__ADS_1
Aletta menemui kakak sulungnya di ruang tamu, hari ini hari peringatan kepergian mommy tercinta mereka. "Kak Aaron, aku cariin daritadi ternyata di sini? "
Aaron menoleh, tersenyum tipis pada adiknya. Dia langsung merangkul bahu Aletta, kemudian bersama sama memandangi poto keluarganya yang tengah bersama mommy tercinta mereka. "Ternyata mommy sangatlah cantik ya kak, Letta pengen banget memeluk tubuh mommy dan merasakan kasih sayangnya namun semuanya hanya angan angan Letta. " ucapnya tersenyum getir.
"Apa Letta, anak pembawa sial kak? "
"Letta kakak enggak suka kamu bicara seperti itu, kamu itu adik kakak sama seperti Aiden dan Axel. " ujar Aaron dengan tegas. Aletta langsung memeluk tubuh sang kakak dengan erat, Aaron menghela nafas pelan membalas pelukan adiknya.
Aiden dan Axel datang menghampiri keduanya, Aletta melepaskan pelukannya, beralih memperhatikan kedua kakaknya yang lain. Aiden mengusap kepala adiknya itu dengan lembut sambil berkata. "Kamu itu princess dan berliannya Daddy dan kami bertiga Letta, jadi jangan berpikiran macam macam lagi oke, sebelum meninggal mommy meminta kami bertiga menjagamu dengan baik Letta. "
"Letta kangen sama mommy kak Aiden? "
Triplet A langsung memeluk adik kesayangan mereka itu, ketiganya merasa tidak tega melihat kesedihan di wajah Aletta. Ketiganya langsung melepas pelukannya, Aletta menghela nafas panjang. Setelah tenang gadis manis itu berpikir sejenak lalu kembali menatap ketiga kakaknya secara bergantian.
"Kak, aku pengen ke Paris kak? "
"Biar kak Aiden yang temani kamu Letta. " balas Aiden dengan lembut.
Letta mengangguk, mereka semua langsung memutuskan ke luar dari mansion. Kini mereka berempat sampai di pemakaman, mereka segera turun dan berjalan masuk. Aletta menatap sendu kearah makam mommynya, terlihat daddynya berada di sana. Triplet A dan Aletta segera menghampiri daddy mereka itu, Aiden menyentuh pundak daddy Adam.
Daddy menoleh, tersenyum melihat kehadiran keempat anak anaknya. Pria paruh baya itu kembali menatap makam istrinya. "Sayang, anak anak kita sudah dewasa sekarang seandainya ada kamu keluarga kita sangat lengkap dan bahagia!
Dua jam berlalu Aaron memutuskan berpisah dari rombongan keluarganya. Dia ingin menenangkan dirinya di sebuah tempat, kini pria tampan dan matang itu berada di tepi danau. Ya Aaron akui kisah cinta orang tuanya memang sangat mengesankan dan penuh perjuangan, dia sangat kagum dengan kesetiaan mommy pada daddy, meski mereka terkadang berselisih paham.
"Aku harap bisa memiliki pasangan yang seperti mommy!
Aaron menatap lurus ke depan, pandangannya menerawang entah apa yang dipikirkan pria itu saat ini.
Drt
drt
drt
Aaron merogoh ponselnya, dia mendesah pelan dan langsung menekan tombol hijau. Ya orang yang menelepon Aaron adalah Helena, kekasih Aaron. Helena, seorang model terkenal di New York, wanita itulah yang mengejar Aaron duluan.
"Ya halo Elin, ada apa? "
__ADS_1
"Sayang ke mana kamu, aku cariin di kantor, kamunya gak ada!
"Hari ini aku pergi ke makam, hari ini hari peringatan kematian mommyku.
Helena mengomel di telepon, Aaron merasa jengah dan mematikan sambungannya. Lagi lagi pria itu mendesah pelan, berbalik dan masuk ke mobilnya. Dia melajukan mobilnya kencang, mengabaikan ponselnya yang kembali berdering.
Di sisi lain Helena menatap tak percaya ponselnya yang mati, berkali kali wanita itu mengumpati sikap menyebalkan kekasihnya. Dia mendengus keras, namun meski begitu Helena tetap akan meluluhkan dan merebut hati Aaron yang beku. Wanita cantik itu kembali meneguk winenya sambil memikirkan cara merebut hati Aaron.
"Aaron, Aaron terlalu jual mahal, akan kupastikan kamu menjadi milikku seutuhnya. " gumamnya dengan seringai licik.
Helena merupakan wanita ambisius yang menginginkan segala sesuatu yang diinginkannya termasuk Aaron. Diapun menaruh gelasnya, bangkit dan langsung pergi ke kamarnya. Sampai di kamarnya, diapun mengambil sebuah botol dari dalam laci meja.
"Dengan ini, akan kupastikan rencanaku berjalan mulus tanpa hambatan. " batinnya licik.
Helena menyimpan kembali botolnya dalam laci meja. Diapun memutuskan pergi ke kamar mandinya, membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Selesai mandi dan berganti pakaian, Helena merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Tring
Helena menyambar ponselnya, memeriksa pesan yang masuk dari temannya.
From Amber
Hel, aku tunggu di Cafe ya kita ngobrol bareng sekarang.
To Amber
Oke, aku otw ya
Helena bangun dan ke luar dari lamar., menuruni tangga dan pergi ke depan. Melajukan mobilnya kencang menuju Cafe yang diberitahu Amber. Sampai di sana mereka saling memeluk satu sama lain setelah itu mengobrol, sambil menunggu pesanan mereka.
"Kamu masih kekeh mengejar Aaron Hel? "
"Iya lagian aku semakin penasaran, meski aku dan dia sudah resmi jadian!
"Lalu rencana kamu apa? "
"Nanti kamu juga tahu. " Helena tersenyum miring, melirik kearah Amber.
__ADS_1
bersambung