Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 61 - RENCANA KEJUTAN


__ADS_3

VOTE VOTE VOTE


Di Mansion


Sore itu sekitar pukul 03.00 sore, Zayn telah menyuruh orang untuk menyiapkan pesta antara Rega dan Maya yang akan diadakan satu bulan lagi, Senja pun turut memberi ide dan juga membantu menyiapkannya.


"Permisi Tuan, Nyonya!


"Ada apa Rega? "


Rega pun mengatakan semua pada Senja dan Zayn, Senjapun mengulum senyumnya kearah Maya. "Maya boleh tinggal di sini kok sampai hari pernikahan kalian tiba. "


"Terimakasih ya kak Senja. " ucapnya dengan tulus.


"Sama sama Maya! Maya sangat bersyukur bisa bertemu dengan Senja dan Zayn, mereka sangat baik padanya.


"Mom, aku ke kamar dulu, mau mandi!


Senja mengangguk, Zayn bangkit dan pergi dari sana. Setelah kepergian Zayn, Senja kini membahas konsep pernikahan sesuai yang di inginkan Maya dan Rega. " Kalian bersantai lah dulu, aku mau lihat baby Jingga dan masalah kamar kamu bisa pilih sendiri Maya!


"Iya kak Senja, "


Senjapun bangkit dan berlalu pergi, dia menaiki tangga menuju ke kamarnya. Cklek Dia masuk ke dalam, senyumnya kian merekah kala melihat suaminya tengah menenangkan Jingga. Diapun berjalan mendekati sang suami lalu memeluknya dari belakang. "Jingga kenapa Mas, apa dia rewel sehabis bangun tidur? "


"Iya sayang dan sekarang sudah tenang. "


Senja mengulas senyumnya, mengusap rahang kokoh Zayn dengan lembut lalu menciumnya sekilas. "Hadiah buat Daddy, berhasil nenangin princess Jingga. " gumam Senja.


"Masih kurang yank pengen.. " Zayn berbisik di telinga sang istri kemudian menjauhkannya. Kedua pipi Senja nampak merona, sontak membuat Zayn tersenyum geli.


"Sabar ya Mas masih belum bisa, tiga minggu lagi. " tegurnya.


Zayn berdecak sebal, menaruh kembali princessnya dalam box bayi. Senja hanya menggeleng sang langsung pergi ke kamar mandi, meninggalkan suaminya yang berwajah masam,

__ADS_1


Satu jam kemudian


Selesai mandi dan berganti pakaian, Senja menaikkan sebelah alisnya melihat wajah suaminya yang ditekuk, Zayn berjalan melewatinya lalu masuk ke kamar mandi.


Terdengar suara desahan dari dalam sana membuat Senja tertawa kecil, Dia sebenarnya kasihan dengan suaminya yang setiap hari menggunakan sabun wkwk. Senja beralih menatap Jingga, princess nya itu kini tengah menatap dirinya. "Daddy kamu sangat lucu deh sayang, kelak kalau kamu dapat suami kayak daddy kamu saja nak sikapnya hehe. " gumam Senja.


Dua jam kemudian Zayn baru ke luar dari dalam kamar mandi, dia menggosok gosok rambutnya yang basah. Dia segera memakai pakaian di hadapan sang istri, kedua pipi Senja memerah melihat lekuk tubuh sang suami yang gagah perkasa.


Drt drt drt


Senja menoleh, dia berjalan menuju ke laci meja dan menyambar ponselnya.


"Halo Ki ada apa? "


"Begini Nja, apakah malam pertama itu sakit. " Senja langsung tertawa mendengar pertanyaan sahabatnya.


"Sakit, lagian kamu dan Andra belum nikah kenapa udah tanya tanya. "


"Eh mending kalian nikahnya bareng sama Andra dan Kirana saja bagaimana? " Senja memberi ide pada Rega dan Maya.


Rega dan Maya saling melirik satu sama lain kemudian menatap Senja sambil mengangguk. Zayn dengan sigap mengirim chat pada Andra sahabatnya. Senja kembali menatap puteri kecilnya yang kian hari makin chubby dan menggemaskan.


"Kenapa lihatin mommy sayang, kamu mau ajak main mommy ya hehe. " ucap Senja sambil mengenggam tangan manggil Puteri kecilnya.


"Usia kak Senja berapa emangnya? " tanya Maya dengan senyuman di bibirnya.


"Usiaku 21 tahun Maya, aku sangat senang sudah melahirkan bayi secantik Jingga. " Senja memandang Maya dengan senyuman manis dan sangat tulus. Maya berdecak kagum melihat mommy muda di hadapannya ini, entah kenapa dirinya ingin sekali seperti Senja menjadi wanita tegar, tangguh dan dewasa.


"Boss kita main catur yok. " ajak Rega.


"Hn. " Zayn mencium senja sekilas lalu bangkit dan mengikuti Rega. Setelah kepergian suami, dan asistennya, Senja kembali mengobrol dengan Maya, memberikan nasihat pada gadis muda di hadapannya ini.


"Eh Maya, apakah Rega itu pria romantis? "

__ADS_1


"Enggak sama sekali Kak, dia ngelamar aku aja gak pakai cincin dan kata kata romantis, romantis dari mananya coba. " keluh Maya, mengalirlah cerita Maya hingga selesai.


Senja terbahak mendengar cerita Maya mengenai Rega, dia menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskannya. "Maklumi saja Maya, calon suamimu itu tak pernah dekat dengan wanita, dia hanya fokus pada berkas berkas kesayangannya di kantor. " jelas Senja sambil tersenyum tipis.


"Lebih baik pria tak romantis daripada romantis pada semua perempuan. " Maya mengangguk, apa yang dikatakan Senja sangat tepat sekali. Mendengar kenyataan ini dia makin sayang sama om tua kesayangannya itu, kini dia terlihat lega tanpa beban dihatinya.


Maya beralih duduk disebelah Senja, dia mengajak ngobrol baby Jingga. Senjapun mengulas senyumnya melihat Maya yang ceria seperti pertama kali bertemu.


Ternyata dirinya sangat beruntung daripada Maya, dirinya disayangi sepenuhnya oleh Ayah dan ibu sedangkan Maya, mendapat perlakuan tak adil dari ibunya sendiri.


"Oh ya kelak kamu mau tunda punya anak apa gimana Maya? "


"Enggak kak, aku juga sudah siap kok, lagian aku ingin menyenangkan dan membahagiakan Om Rega. " tandasnya dengan penuh keyakinan.


Tak lama Pelayan datang, membawakan minuman dan camilan di meja setelah itu berlalu pergi. Maya langsung menyeruput jus apelnya sesekali memakan camilannya dan mereka kembali mengobrol dan bercanda bersama sama. "Kak Senja, ceritain dong gimana dulu kakak dan kak Zayn bertemu hingga menikah seperti sekarang? "


"Dulu kakak bekerja sebagai pelayan pribadi mas Zayn dan bla..... " Selesai bercerita, Senja memperhatikan Maya yang tertawa mendenga cerita Senja. Maya langsung menghentikan tawanya bersandar di sofa dengan senyum di bibirnya.


"Kak Senja emang beda ya enggak kayak wanita lain, yang jaim dan sombong! Senja menanggapinya dengan senyuman tipis, dia kembali mengusap kepala princess kecilnya.


" Kalau ada apa apa, bicaralah sama kakak ya Maya, aku sudah anggap kamu kayak adik aku sendiri. " ucap Senja dengan nada lembut.


"Thanks ya kak! Senja mengangguk, Maya langsung memeluknya sekilas kemudian melepaskannya. Dari kejauhan Zayn dan Rega tersenyum senang melihat kedekatan para wanita mereka. " Bos, anda sangat beruntung memiliki istri seperti Nyonya boss!


"Ya kamu benar Ga! Senja adalah hadiah terindah yang Tuhan kirimkan padaku dan aku sangat sayang dan cinta sama dia dan Hingga puteri kami. Rega menepuk bahu sang boss, lalu mereka segera menghampiri para wanita mereka masing masing. Mereka langsung duduk di sofa yang kosong, Zayn mengulas senyumnya kearah Senja, istrinya.


" Bahas apa sih kok kayaknya seru!


"Awal pertemuan kita mas soalnya Maya penasaran makanya aku ceritain sama dia. " balas Senja.


Bibirnya melengkung membentuk senyuman, dia jadi malu jika mengingat pertemuannya dengan Senja dulu yang masih bersikap dingin dan datar. Rega yang melihat reaksi boss nya hanya bisa menggeleng sambil berkata. "Si boss sudah gila rupanya. "


bersambung

__ADS_1


__ADS_2