
Aiden gila ckck hha
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN
Zinnia merasa berdebar kencang, besok adalah hari istimewanya di mana dia akan menikah dengan pria yang sangat di cintainya. Dia tersenyum geli, mengingat pertemuannya dengan Aaron yang terbilang aneh. Berawal dari benci berubah jadi cinta, Zinnia merasa bersyukur mendapatkan pria seperti Aaron Benedict. Kekasihnya itu sangat menghormati dirinya, menjaganya sekuat tenaga dari belenggu hasrat yang di miliki Aaron, hingga tiba waktunya.
"Huft aku kangen sama Aaron. " keluhnya.
Zinnia memandang fotonya bersama sang kekasih saat keduanya pergi ke pantai, mengingat moment itu membuat bibirnya melengkung membentuk senyuman. Gadis itu kembali menghela nafas panjang, rasa rindunya kini kian membuncah pada sang kekasih hati.
,
Tok
tok
tok
Zinnia menaruh ponselnya, bangkit dan berjalan ke depan. Cklek dia meraih handle pintu lalu membukanya, terkejut mendapati sang kekasih berdiri di depan pintu rumah Freya. Aaron tersenyum manis, merentangkan tangannya dan Zinnia langsung berhambur memeluknya dengan erat. "Aku merindukan kamu Aaron. " rengeknya manja.
"Cie yang kangen aku. " ledek Aaron dengan senyuman menyebalkan. Zinnia berdecak, tanpa terduga dua benda kenyal itu saling memagut satu sama lain. Setelah beberapa saat mereka mengakhirinya, tatapan mereka bertemu, saling menyelami kerinduan di kedua manik mata masing masing.
"Oh ya bagaimana pekerjaan kamu sayang!
"Semuanya sudah beres honey, besok hari penting kita dan aku tak mau kebahagiaan kita terganggu karena pekerjaan. " Zinnia paham, memgerti dengan kesibukan sang kekasih, dia menggeleng pelan mengingat terakhir kali mereka berdebat karena kecemburuan Aaron saat meeting dengan klien kemarin. Zinnia mengalah, dia berhenti menjadi sekretaris Aaron karena tak ingin membuat prianya uring uringan.
"Ya sudah ayo masuk. " Aaron membopongnya bridal style, membuat Zinnia memekik lalu keduanya duduk di sofa. Aaron menyelipkan senyumnya, mendengar omelan calon istrinya ini. Zinnia mendusel manja di dada bidang sang kekasih, rasa rindunya telah terbayar tuntas.
"Sayang, kok kamu sendirian di rumah. Memangnya Freya ke mana? "
"Dia pergi sama Kevin, katanya pergi lihat pameran lukisan! Zinnia mengelus lengan kekar sang kekasih, Aaron hanya mengangguk dan bertanya lagi.
__ADS_1
"Padahal yang aku tahu Freya sangat mencintai dan mengagumi Axel, adikmu. " Aaron mencium kening gadisnya, dia tahu kalau kekasihnya ini sangat mengkhawatirkan Freya.
"Kamu tenang saja sayang, jika Axel mencoba mempermainkan Freya, aku orang pertama yang akan menghajarnya. " Sejak triplet A kecil, Aaron selalu melindungi ke tiga adiknya. Dia akan tegas jika ketiganya melakukan kesalahan lalu memberikannya hukuman. Semenjak ketiadaan mommy tercinta mereka, Aaron dan Daddy yang selalu menegur Aiden dan Axel saat keduanya jahil pada adik perempuan mereka, Aletta.
Zinnia mengusap dada sang kekasih, sesekali gadis itu menciumnya. Aaron mengulum senyumnya, sangat beruntung memiliki Zinnia dalam hidupnya. "Aku buatin kopi ya, tunggu sebentar! Zinnia turun dari pangkuan Aaron, lalu bergegas pergi ke dapur. Tak lama Zinnia kembali dan menyajikan minuman di atas meja.
"Honey, kamu mau honeymoon ke mana? "
"Nikah saja belum sayang, sudah mikirin tempat buat honeymoon. " ucap Zinnia dengan jahil. Aaron terkekeh, ya tidak di pungkiri dirinya sudah tak sabar, mencapai puncak nirwana bersama sang kekasih saat mereka resmi menikah nanti.
Sementara Aiden kini tengah mencoba merayu calon istri masa depannya, Valerie. Mereka berdua hanya bertaut satu tahun dan lebih tuaan Valerie. Valerie berdecak, menggeleng pelan melihat kelakuan Aiden. "Stop Den, hentikan usahamu itu. Aku sudah memiliki Dimas, sebentar lagi kami akan menikah. " tegas Valerie.
"Ck aku tak peduli, selama janur kuning belum melengkung. Aku tetap akan merebutmu dari Dimas, padahal aku duluan yang mengenalmu tapi kenapa kamu malah memilihnya. " ucap Aiden disertai umpatan. Valeriepun kini menghembuskan nafas berat, pria di hadapannya sangat keras kepala.
"Come on Den, di luaran sana banyak wanita yang cantik dan seksi, please hentikan usahamu. " bujuk Valerie dengan nada lembut.
Cup Aiden yang kesal langsung memagut bibir Valerie agar berhenti bicara. Valerie melotot, berusaha mendorongnya namun Aiden malah mencekal kedua tangannya. Setelah hampir kehabisan nafas Aiden mengakhiri ciumannya, Valerie menghirup udara sebanyaknya, lalu melirik kesal kerah Aiden. "Cukup Den, hentikan usaha konyolmu. Aku mencintai Dimas, please jangan mengangguku. "
Dimas. "pangkas Aiden.
Drt
drt
drt
Dimas calling
"Hai sayang, ada apa? "
Aiden berdecak kesal, mendengar Valerie memanggil Dimas dengan panggilan mesra. Valerie mengabaikan tatapan menghunus dari Aiden yang tengah kepanasan. Setelah menutup teleonnya, Valerie menyimpan ponselnya dalam tas.
"Dimas sudah menjemputku. " Valerie langsung bangkit dan meninggalkan Aiden sendiri di dalam restauran. Bukan Aiden namanya jika menyerah begitu saja, dia tak mempedulikan peringatan Valerie. Feelingnya mengatakan jika Valerie juga memiliki rasa yang sama seperti dirinya. Pria itu langsung bangkit dan bergegas menyusul wanitanya, dia merasa tidak tenang melihat Valerie pergi bersama pria lain.
__ADS_1
##
"Sayang, bagaimana kalau kita percepat pernikahan kita? " tanya Valerie pada sang kekasih saat berada dalam mobil. Dimas merasa terkejut mendengarnya, dia menoleh dan menatap lekat gadisnya itu.
"Um anu, beri waktu satu bulan lagi Yank. Aku harus meminta restu sekaligus meyakinkan orang tuaku. " seru Dimas. Valerie mengalah, diapun mengangguk setuju dengan pernyataan kekasihnya.
Drt
drt
drt
From Aiden
Jadikan aku kekasih gelapmu 😗
Mata Valerie langsung melotot membaca pesan dari Aiden. Dalam hatinya mengumpat dan menyumpah serapahi Aiden, dia menghela nafas panjang dan merasa lelah dengan hubungannya Dimas. Sebagai seorang wanita, Valerie ingin segera menikah dengan pria yang dicintainya namun apalah daya, semuanya tak sesuai angannya. Lagi dan lagi dia harus menunggu dengan sabar namun sampai kapan.
Aiden
Aku akan menunggumu, jika lelah datanglah ke pelukanku sugar, Aku akan selalu mencintaimu sampai akhir my sugar.
Ingat tempatmu berkeluh kesah adalah Aku calon suamimu di masa depan, Aiden Westley.
Valerie tengah dilema sekarang, dia harus memilih salah satu. Aiden yang memberinya cinta yang tulus atau menunggu restu dari orang tua Dimas. Dimas melirik kearah kekasihnya yang tengah melamun, dia merasa bersalah karena membuat gadisnya kecewa. Setelah itu pria itu kembali fokus menyetir.
"Membingungkan. "
Sementara di belakang, Aiden tersenyum miring namun sesekali berdecak, karena Valerie tak membalas pesannya. Jahat ya, Aiden tak peduli lagian Valerie belum resmi menjadi istri Dimas, jadi dia berhak merebutnya.
"Jika aku mendapatkanmu sugar, aku janji akan memberikan seluruh cintaku padamu, karena kamu pusat duniaku. " gumam Aiden. Biar katakanlah egois, namun cintanya yang sangat besar dan dalam, membuatnya nekat merebut Valerie dari Dimas apapun caranya.
bersambung
__ADS_1