Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 53 - Daun Muda vs Daun Tua


__ADS_3

Sabtu pagi yang cerah, Rega terlihat bermalas malasan di ruang tamu. Dia tampak sangat tampan dengan kaos putih polos dan celana panjangnya. Pria bermata cokelat sedikit sipit itu memindah mindah chanel TV dengan cepat, mencari tayangan sepak bola asal bukan gosip.


Ting tong ting tong


Suara bell menganggu waktu liburnya, Rega dengan malas malasan langsung bangun dan bergegas ke depan. Cklek dibukalah pintunya, Rega memasang wajah datarnya melihat kedatangan Maya si gadis pendek itu.


"Selamat pagi Om! sapa Maya berbasa basi.


" Untuk apa kau datang ke mari lagi? " ketusnya, mata Rega nampak menyipit kearah Maya.


Maya hanya nyengir, menunjukkan deretan giginya yang rapi di hadapan Rega. Rega hanya memutar bola matanya malas, melihat kehadiran Maya. "Cepat katakan, ada apa!


" Bisakah aku meminjam uang om. "


"Am Om am om, aku bukan om kamu nama saya Rega. " tegas Rega. Rega melipat tangannya di dada, dirinya bersandar di depan pintu. Maya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia terlihat bingung harus memanggil pria di hadapannya dengan sebutan apa.


"Lagian umur aku masih 17 om, emangnya salah aku manggil kamu Om? "


Rega mendengus keras, dia sangat kesal dengan gadis ingusan di hadapannya ini. melihat pria tua di depannya hanya diam, Maya pun berbalik dan melangkah pergi. "Hei gadis ingusan, tunggu!


Maya berhenti, dia menoleh dan menatap tajam kearah Rega. " Namaku Maya Om bukan gadis ingusan, sudahlah om cuma buang waktuku saja. " Maya berjalan meninggalkan mansion Rega sambil memggerutu kesal. Regapun langsung mengejar gadis itu, tak lama kemudian dia kembali sambil memanggul tubuh mungil Maya. "Om turunkan aku sekarang, dasar pria tua. " pekik Maya dengan heboh.


Skip Rega menurunkan Maya di ruang tamu, keduanya langsung duduk di sofa. Maya melipat tangannya sambil memasang wajah cemberut, mengabaikan Rega yang tengah menahan tawa.


Rega kembali memasang wajah datarnya, dia menatap lekat kearah Maya. "Untuk apa kamu meminjam uang padaku? "


Maya terpaksa berkata jujur pada pria tua di hadapannya. Rega manggut manggut setelah Maya selesai bercerita kemudian tersenyum miring. "Baiklah aku akan meminjam 'kan uang padamu asalkan kamu mau setiap hari memasak untukku!


"Cuma itu saja Om? "


"Ya tentu saja, memangnya apalagi bocah? " Rega memicingkan matanya, memandang lekat kearah Maya. Maya langsung mengangguk, mengiyakan permintaan si om tua.


"Oke aku setuju!

__ADS_1


"Rega. " suara seseorang membuat Rega dan Maya langsung menoleh. Tya langsung masuk ke dalam, dia menghampiri keduanya dengan raut wajah yang tak bisa di artikan. Tya memandang Maya dari atas sampai bawah, lalu menatap kearah Rega.


"Ish Tante Kebiasaan deh ya, masuk rumah orang tak ketuk pintu dulu asal nyelonong aja. " sembur Maya dengan nada pedas.


Rega langsung menjitak kepala Maya, Maya meringis kesakitan dan melirik sinis kearah om om tuanya itu. Tya tak bergeming, menyaksikan perdebatan kedua orang di hadapannya. Rega tersenyum canggung kearah Tya, Tyapun hanya membalasnya dengan senyuman.


sepertinya aku akan punya saingan pikir Tya.


"Oh ya Maya, bukankah hari ini kamu sekolah? " tanya Rega.


"Hari ini libur Om. " jawabnya singkat.


"Halah kamu bohong ya, pasti kamu bolos dan pergi pacaran!


" Ck memangnya kalau pacaran bisa bikin aku kaya enggak 'kan, buang buang waktu saja yang ada. Lebih baik aku belajar atau kerja, ngumpulin duit yang banyak supaya jadi orang kaya. " jelas Maya. Rega tertegun mendengar penjelasan gadis pendek di sebelahnya, Maya terkekeh melihat reaksi yang ditunjukkan Rega.


"Lagian mana Om tahu rasanya susah cari uang, sejak kecil orang tua Om udah kaya apalagi si tante itu. Kalian bisa berfoya foya seenaknya sedangkan aku susah dan hidup kalian sudah bergelimang harta tapi kalian masih ngeluh hidupnya dasar orang kaya. " sindir Maya dengan entengnya.


"Besok saja aku ke sininya Om aku pulang dulu bye. " Maya langsung bangkit dan berlalu tanpa menyapa Tya. Rega menatap kepergian Maya dengan tatapan sulit diartikan, dia beralih menatap kearah Tya.


"Aku ke sini ingin mengajakmu jalan Rega, Ya sekalian berkeliling Jakarta. " jawab Tya tersenyum tipis.


"Maaf Nona saya enggak bisa, lain kali saja soalnya lagi malas! Tya nampak kecewa mendengar penolakan Rega. Entah kenapa dia merasa sikap Rega berubah setelah gadis mungil itu pergi. Tyapun kini berusaha menyembunyikan rasa kecewanya, menampilkan senyuman dihadapan pria kaku itu. " Ya sudah kalau begitu lain kali saja. "


"Aku pulang! Tya langsung bangkit dan melenggang pergi, Rega hanya diam melihat kepergian Tya barusan.


Drt drt drt


Rega langsung mengangkat telepon dari sang boss.


"Halo Tuan ada apa? "


(...............)

__ADS_1


Rega bangkit dan langsung ke luar dari penthouse miliknya. Dia tancap gas, melajukan mobilnya menuju kediaman Zayn.


30 menit berlalu, setelah memarkirkan mobil, Rega segera turun dan masuk ke dalam mansion. Dia langsung menemui bossnya itu di ruang tamu. "Permisi Tuan, ada perlu apa Anda memanggil saya? "


"Oh kau sudah datang Rega, duduklah dulu. "


"Besok kami akan pergi babymoon ke Bali, jadi kamu bantu Daddy Arland menghandle perusahaan. " ujar Zayn dengan tegas.


"Tapi Bos.. "


"Kamu mau gaji kamu aku potong. " Zayn tersenyum licik kearah asistennya, Rega menatap bossnya dengan raut jengkel kemudian mengangguk kecil. Zayn tersenyum penuh kemenangan, melihat sang asisten mengangguk setuju.


"Kalau gini caranya kapan aku bisa menemukan pasanganku ck ck dasar bos laknat. " makinya dalam hati.


Senja hanya tertawa kecil, suaminya ini memang suka merepotkan orang lain. Diapun mengusap perutnya dengan lembut, lalu bersandar di dada Zayn.


"Oh ya Rega, aku dengar kamu tengah dekat dengan seorang gadis. " cecar Zayn merasa penasaran.


"Kenapa memangnya boss, boss mau jadiin dia istri kedua. " celetuknya asal.


Zayn melotot kearahnya, Senja ikut memberi tatapan menghunus kearah Rega. Rega pun hanya nyengir, lalu tertawa melihat ratu dan raja singa tengah menatapnya tajam seakan akan mereka tengah mengincar mangsanya yang siap diterkam. "Iya, gadis itu kemarin hampir aku tabrak dan juga bertubrukan saat aku keluar dari pusat perbelanjaan. " sahut Rega.


"Jangan jangan kau pedofil Rega. " ledek Senja pada asisten suaminya itu.


"Aku tidak tertarik pada gadis itu Nyonya. " ujar Rega dengan ketus.


"Awas lho antara benci dan cinta itu beda tipis sama halnya aku dan Zayn dulu. " Senja mengulas senyumnya, mengingat awal pertemuannya dengan sang suami. Dia dulu selalu menggoda dan menjahili Zayn hingga Zayn kesal padanya.


"Oh ya kemarin Tya mengajakku bertemu. " Rega pun mengatakan pertemuannya dengan Tya pada Zayn dan Senja. Senjapun terdiam sejenak kemudian tersenyum lebar kearah Rega.


"Wah wah kamu tinggal pilih yang mana Rega, Daun muda atau Daun Tua. " goda Senja.


Zayn terbahak mendengar julukan dari istrinya itu, dia hanya menggeleng tak percaya. Dia mengusap perut istrinya, lalu mencium sekilas pipi Senja.

__ADS_1


"Ck memangnya pohon, pake sebut daun segala dasar nyonya. " cibir Rega.


bersambung


__ADS_2