
Othor Kemarin Ketiduran Wkwk
Jenny kini berdiri di teras sambil mengusap perutnya yang rata, ya dia tengah hamil sekarang ini. "Mama sangat sayang sama kamu sayang, apapun yang terjadi mama akan mempertahankanmu!
Semua hinaan dan caci maki yang dia terima Melisa padanya, tak dia pedulikan. Jenny menghela nafas panjang, ini konsekuensi dari keputusan yang dia ambil.
Grep tangan kiri Edzard melingkar di perutnya, lalu mengusapnya lembut. Jenny mengulas senyumnya, membalik tubuhnya dan tersenyum kearah Edzard. "Sebaiknya kita duduk sayang, aku enggak mau kamu kelelahan. "
Jenny mengangguk, Edzard membawanya duduk di kursi dekat kolam renang. Tak henti hentinya Edzard mengulum senyumnya, merasakan desiran hangat di dadanya saat tangannya mengusap perut rata Jenny.
Edzard kembali memandang Jenny dengan lembut, dia langsung memagut bibir wanitanya dengan lembut dan liar. Setelah ciuman mereka diakhiri, Jenny mengenggam tangan Edzard. "Keinginan kamu sebentar lagi terwujud Edzard, aku hamil calon anak kita berdua!
Drt drt drt
Jenny menyambar ponselnya, dia langsung membuka pesan dari Winnie. Dia sangat syok mendengar kabar kecelakaan yang menimpa sahabatnya. "Edzard, kita kerumah sakit sekarang, Jingga dan tante Senja kecelakaan!
Mereka bangkit dan bergegas ke luar dari mansion, Edzard melajukan mobilnya kencang menuju ke rumah sakit. Sampai di sana, mereka segera menemui Jingga di ruangannya.
Jenny datang, berhambur memeluk tubuh Jingga. Bumil itu berkali kali minta maaf pada sang sahabat, Jingga melepaskan pelukannya kemudian menggeleng pelan. "Aku enggak apa apa kok Jenny, maaf ya telah membuat kamu khawatir!
"Iya Ji enggak papa kok, terus keadaan tante Senja gimana? "
"Mommy sudah sadar dan kini beristirahat di ruangannya. " balas Jingga tersenyum tipis. Jenny mengangguk, mengiyakan penjelasan sahabatnya.
"Kamu harus jaga kesehatan Ji, besok kamu dan Mike akan menikah. " tegur Jenny, menatap lekat kearah Jingga. Jingga menghela nafas panjang, kemudian tersenyum tipis kearah Jenny.
"Mike, aku ingin pulang dan istirahat. Bau obat obatan di rumah sakit membuatku pusing. " keluh Jingga.
"Aku tanyakan dulu sama dokter. " Mikepun ke. luar, dia pergi menemui dokter di ruangannya.
Selang beberapa saat Mike kembali, dia menuntun kekasihnya ke luar dari ruangan disusul Edzard dan Jenny. Mereka bersama sama meninggalkan rumah sakit, masuk ke mobil masing masing dan Mike melajukan mobilnya kencang.
***
Di mansion keluarga O'Neil
__ADS_1
Jingga memilih beristirahat di ruang tamu, dia memperhatikan si kembar dan Daddy yang tengah membantu mommy ke kamarnya. DDia beralih menatap serius kearah Paman Rega sambil berkata. "Paman harus mencari tahu siapa dalang dalam kecelakaan yang aku alami bersama mommy!
"Paman dan Daddy kamu sudah mengurusnya, kamu jangan terlalu memikirkan ini nak. Ingat besok hari bahagia kamu dan juga Mike, fokus pada besok saja. "
"Iya paman Rega! Semuanya aku ke kamar dulu. " Jingga bangkit dan berlalu pergi ke kamarnya, tak lama Daddy Zayn kembali dan bergabung bersama dengan Rega.
"Rega, cepat ratakan perusahaan milik Darko, aku tak akan sudi bekerja sama dengan orang yang hampir mencelakai keluargaku. " geram Daddy Zayn.
"Baik tuan aku permisi! Paman Rega langsung undur diri, dia segera menghubungi para klien agar jangan bekerja sama dengan Darko.
"Kenapa tidak sekalian keluarganya Zayn. " sahut Papi Andra. Daddy menyeringai kearah calon besannya itu sambil berkata. "Aku tidak ingin buru buru Andra, biarkan Darko dan keluarganya pelan pelan merasakan awal kehancuran mereka karena mereka berani mengusik keluargaku. "
"Seharusnya sejak dulu aku dan istriku tak memaafkan Tya Ndra, ternyata Tya adalah ibunya Melisa. Mungkin saja Tya telah mempengaruhi puterinya itu untuk membenci Jingga. " desis Daddy Zayn. Papi Andra hanya bisa terdiam mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Oh ya besok acara penting kedua anak kita, pastikan keamanan terjaga Andra!
" Ya aku sudah memastikan semuanya, Jingga dan Mike besok tetap akan menikah! Daddy Zayn mengangguk, dia mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang.
"Terus awasi Darko dan keluarganya, laporkan apa yang mereka rencanakan saat ini. " Daddy Zayn menyimpan ponselnya dalam saku, melirik jam tangannya sekilas. Mike memilih diam, mendengarkan pembicaraan papi dan calon mertuanya.
***
Mommy menggeleng, dia tak menyetujui ucapan puterinya. " Mommy enggak papa sayang, jadi jangan menunda pernikahan kamu dan Mike. "
"Tapi Mommy.. "
"Please nak, tetaplah menikah sayang. Mommy ingin melihat kamu bahagia bersama dengan pria yang kamu cintai. " pinta Mommy Senja.
Jingga melirik kearah Daddynya, Daddy mengangguk sontak membuatnya menghela nafas panjang. Diapun tersenyum manis kearah mommy tercintanya. "Baiklah mommy, besok aku dan Mike tetap menikah!
" Nah gitu dong sayang, kamu dan Mike harus segera beri mommy dan daddy cucu. " jelas Mommy dengan nada antusiasnya. Jingga melongo, tak lama dia tersenyum tipis mendengar ucapan mommy. Mike hanya terkekeh melihat calon mertuanya yang terlihat tak sabaran ingin menggendong cucu.
"Mommy tenang saja, aku enggak akan biarin Jingga istirahat, siang malam aku gempur. " celetuk Mike. Jingga mendelik mendengar pernyataan calon suaminya, mommy tertawa dengan apa yang dikatakan Mike barusan.
"Nak kamu butuh obat kuat tidak, siapa tahu kamu membutuhkannya besok. " timpal papi Andra, memandang puteranya lekat. Mike mendengus keras, menatap malas kearah papi kandungnya itu.
__ADS_1
Mereka makan malam bersama diwarnai candaan dari Mike. Selesai makan, mereka masuk ke kamar masing masing, Mike nyelonong masuk ke kamar calon istrinya. Jingga berdecak sebal melihat kelakuan calon suaminya. "Waktunya istirahat Mike, sebaiknya kamu pergi ke kamarmu sana. " usir Jingga.
"Aku lagi pengen ngobrol sama kamu baby!
" Ya ampun besok 'kan bisa, kita besok nikah lho. Entar kesiangan gimana, bisa bisa kamu dipecat jadi calon menantunya mommy dan daddy! cerocos Jingga.
"Bawel banget sih Yank. " Mike bangkit, dia langsung mencium bibir Jingga sekilas kemudian memeluknya.
"Ya sudah aku ke luar, jangan lupa mimpiin suamimu ini oke. " Mike menciumnya lagi, setelah itu ke luar dari kamar Jingga. Jingga hanya bisa meneruskan senyumnya, berbaring di atas kasurnya.
Jingga POV
Besok aku resmi menjadi istrinya Mike, statusku berubah. Rasanya sangat menegangkan, hari yang di nanti nanti besok akan tiba, di mana aku menikah dengan pria yang aku cintai.
Aku harap Mike, memang pria yang sangat tepat menjadi suamiku, calon daddy dari anak anakku.
Drt drt drt
Jingga menoleh ke samping, tangannya menyambar ponsel yang ada di atas meja.
From Winnie
Hai calon manten, gimana rasanya deg deg an pasti, besok kamu sudah jadi istri orang.
To Winnie from Jingga
Rasanya menegangkan Win, terus kapan kamu dan bang Willy menikah?
From Winnie
Belum tahu sih Ji, Mas Willy belum melamar aku ಥ_ಥ
From Jingga
Kamu sabar saja ya!
__ADS_1
Jingga menyimpan ponselnya ke atas meja. Dia menarik selimut, menutupi sebagian tubuhnya kemudian memejamkan kedua matanya.
bersambung