Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 40 - Topeng Monyet


__ADS_3

YUK KIRIM VOTE DAN GIFT!!!!


Senjapun hanya menghela nafas, melihat bagaimana posesifnya sang suami. "Ayolah sayang, aku cuma mau berenang di kolam renang ck. " dumel Senja.


"Ada banyak pria di sini sayang, lain kali saja oke. "


"Ya sudah kalau gitu, aku pengen lihat topeng monyet atau enggak kamu pake topeng saja Mas tapi bentuknya monyet bagaimana. " ujar Senja dengan antusias.


Zayn menatap horor istrinya, sementara para orang tua tertawa mendengar ucapan Senja di tambah reaksi Zayn yang sangat lucu. "Yank, minta yang lain saja ya jangan topeng monyet!


Hiks hiks Senja langsung menangis, suaminya menolak permintaannya. Zaynpun mendekat kearah istrinya setelah dirinya ditatap tajam Mommy. "Sst sayang tenanglah jangan nangis oke, baiklah aku akan membeli topengnya Yank!


"Benarkah! Senja bertanya lagi sekaligus memastikan.


" Iya sayang. " jawab Zayn sambil tersenyum.


Senjapun menghapus air matanya, Zayn mencium keningnya setelah itu pergi dari sana. Setelah kepergian sang suami, Senja kembali mengusap perut rasanya. Diapun kembali melahap buah anggur dengan santai sembari menunggu kembalinya Zayn.


Satu jam kemudian Zayn kembali dengan membawa topeng berbentuk monyet. Dia langsung menunjukkannya pada sang istri, Senja pun tertawa terpingkal pingkal melihat bagaimana lucunya Zayn memakai topeng. "Ya sudah kamu peragain gimana gayanya monyet dong Mas!


Zayn mendelik mendengar permintaan aneh dari istrinya itu. Senja menunjukkan puppy eyesnya di hadapan sang suami, Zayn merasa tak tega dan memulai menirukan gaya monyet gelantung dan juga garuk garuk di tubuhnya.


"Aduh aduh hahahah. " tawa Mommy langsung pecah begitu juga dengan lainnya melihat pertunjukkan yang disajikan Zayn. Zayn merasa malu, ingin dirinya menenggelamkan diri di lautan.


Beberapa menit berlalu, Senja memberi kode untuk berhenti dan Zaynpun langsung bernafas lega. Dia melepas topengnya setelah itu memeluk tubuh sang istri tercinta, dia rela melakukan apapun demi memenuhi keinginan calon anak mereka. "Mas pasti capek ya yuk istirahat di kamar. " ajak Senja.


Senja menoleh kearah keluarganya sambil tersenyum. "Ayah, Ibu semuanya kami istirahat sebentar ya di kamar. "


"Iya sayang istirahatlah!


Senja dan Zayn bangkit, berlalu dari ruang tamu. Keduanya menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka berdua.


Sampai di kamar Senja memilih berbaring di atas kasur, Zayn kini tengah berada di kamar mandi. Setelah di rasa segar Zaynpun ke luar dan mengganti pakaiannya. Setelah selesai Zayn ikut berbaring di sebelah sang istri, Dia memperhatikan Senja yang tengah membaca buku panduan kehamilan.

__ADS_1


"Katanya capek Mas, tidur saja enggak papa! Senja menaruh bukunya di laci, setelah itu mengusap kepala sang suami. Zayn memeluk tubuh Senja namun tak terlalu erat, sayup sayup matanya tertutup kala usapan lembut di kepalanya bagaikan nina Bobo untuknya.


Terdengar suara dengkuran halus, membuat Senja tersenyum kecil. Cup Dia mencium kening Zayn cukup lama kemudian menjauhkan wajahnya, lalu memandangnya penuh cinta. Zayn yang tertidur semakin tampan dan juga seksi, sesekali dia usap rahang kokoh Zayn.


"Lucu banget deh kamu Mas, saat pakai topeng berbentuk monyet. " ucapnya sambil tertawa kecil.


Dia melirik jam di dinding menunjukkan angka 04.00 sore, lambat laun diapun mulai menguap dan langsung memejamkan mata menyusul suaminya tidur.


❣️❣️


Menjelang sore, Zayn terlebih dulu terbangun dan dia mulai membangunkan sang istri. Senja pun membuka matanya, namun malah menelusupkan wajahnya di dada sang suami. "Duh bumil manja banget sih. " seru Zayn sambil menggoda Senja.


"Lagian manjanya ke suami sendiri bukan suami orang Mas. " rengek Senja.


"Iya iya pinter banget jawabnya. " Zayn tersenyum tipis menatap istri kesayangannya itu. Senjapun melepaskan pelukannya, kemudian merentangkan tangan. "Gendong Mas, aku mau cuci muka. " ucap Senja dengan nada manja.


Zaynpun langsung menggendongnya, membawanya ke kamar mandi. Sesaat kemudian mereka kini terlihat fresh dan langsung bergegas ke luar kamar, menuruni anak tangga dengan hati hati. Dari kejauhan mereka mendengar suara gelak tawa, Senja dan Zayn langsung pergi ke ruang tamu.


"Ada apa nih kok ramai banget. "


Zayn dan Senja saling berpandangan setelah itu kembali menatap orang tua mereka. "Kami juga setuju Mom. " jawab Senja sambil tersenyum manis.


"Ya sudah besok Mommy dan Ibu akan menyiapkan bekal makanannya. " sambung Ibu dengan senyum tipisnya.


"Em tapi bisakah mas Zayn besok pakai topeng bentuk monyet tadi lagi saat kita piknik besok di kebun binatang. " ujar Senja.


Semua orang langsung tertuju kearah Zayn, Zayn menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia merasa salah tingkah menjadi pusat perhatian keluarganya. Diapun membuang nafas berat, permintaan aneh istrinya itu sungguh sungguh mengujinya saat ini.


"Ya ampun Yank, ih kenapa kamu mikirin monyet mulu sih kamu naksir dia daripada suami tampanmu ini. " gerutu Zayn, kalimat itu meluncur bebas dari bibir Zayn.


Senja tertawa mendengar ucapan sang suami begitu juga dengan lainnya. Diapun langsung memberi tatapan galak pada Zayn. "Kalau kamu enggak mau, nanti malam kamu tidur di sofa sampai seminggu ke depan. " tandasnya.


waduh gawat!

__ADS_1


"Eh jangan dong yank, huft ya sudah besok aku bawa topengnya. " jawabnya pasrah.


Daddy Arland tertawa terbahak bahak melihat raut prustrasi puteranya itu. Sepertinya calon cucunya dalam perut menantunya sangat senang menyiksa Zayn. Sementara Senja tersenyum lebar, kemudian mengusap perut rasanya dengan lembut. "Sayang, permintaan kamu bakal dituruti sama Daddy yeay. " ucapnya riang gembira.


Meski sangat kesal, Zayn ikut tersenyum melihat istrinya sangat bahagia. Diapun langsung merengkuhnya, memberikan kecupan di kedua pipi chubby milik Senja. Senja kini tersenyum senang, membalas pelukan suaminya.


Mommy dan Ibu pun bangkit, mereka pergi dari sana menuju ke dapur. Sementara Daddy dan Ayah memilih bermain catur berdua, menyisakan Senja dan Zayn yang tengah bermesraan. Zayn melepaskan pelukannya, memandang lekat wajah cantik wanitanya. "Maaf ya mas kalau aku nyusahin kamu, tapi ini benar benar keinginan calon anak kita. " ujar Senja.


"Sudahlah sayang aku enggak papa, lagian dulu aku juga mengalami hal kayak gini saat mendiang Vania mengidam sebelum kejadian naas itu terjadi! Senja langsung menangkup wajah suaminya, ada kesedihan dibalik sorot mata sang suami.


" Jangan takut Mas! aku dan calon anak kita tidak akan ke mana mana, selalu bersama Mas Zaynku yang tampan. " ujar Senja menyelipkan pujian di kalimatnya.


Wajah Zayn kembali ceria, Senja memang tercipta untuk melengkapi hidupnya. Sekuat tenaga dia akan berusaha melindungi Senja dan calon anak mereka berdua. "Terimakasih sayang, berjanjilah kamu tidak akan pernah meninggalkan aku. "


"Aku janji Mas!


Zayn membawa istrinya ke dalam pelukan, Senja selalu merasa nyaman dan hangat saat dirinya dipeluk sang suami. Daddy dan Ayah mengulas senyum mereka, melihat putera Puteri mereka tengah berpelukan setelah itu kembali bermain catur.


Sudah cukup Mas kehilangan Vania dan janinnya dulu. Tak akan kubiarkan kehilangan kamu dan calon anak kita, kamu dan calon anak kita adalah nyawaku. Mas sangat mencintai kamu Senjaku, selamanya.


Senja mendongakkan wajahnya, menelisik setiap ekspresi yang di tunjukkan oleh suaminya. Dia sangat mengerti dengan ketakutan yang dirasakan oleh suaminya, Senja menaruh telapak tangan Zayn ke atas perut ratanya. "Jangan sedih lagi Mas, demi aku dan calon anak kita ini. Mbak Vania sudah tenang di atas sana, jangan kau usik dengan ketakutan kamu itu Mas. "


"Iya sayang terimakasih, apa kau enggak cemburu sayang aku masih teringat Vania. "


"Enggaklah Mas, lagian mbak Vania juga bagian dari hidupmu dulu. " jawab Senja dengan bijak.


Zayn tersenyum lebar, dia tak menyangka wanitanya sangat dewasa dan bijak dalam masalah masa lalu. Dia sangat bangga pada Senja, yang tak merasa tersisih kalau dirinya memikirkan mendiang istrinya. "Love you sayang. " bisiknya.


"Aku juga mas tampan!


❣️❣️❣️


Bukan karena usia, seseorang dewasa namun karena pengalaman hidup atau mungkin saja alur cerita yang diskenariokan oleh Tuhan, hingga membuatnya dewasa sebelum usianya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2