Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 138


__ADS_3

Tepat pukul satu siang, Aaron, Zinnia dan Aletta pergi ke pantai, mengadakan piknik di sana. Aletta merengut sebal karena menjadi orang ketiga antara kakak dan calon iparnya. "Yak mesraan saja terus, enggak lihat apa orang jomblo di sini!


.


"Makanya cari pacar sana. "


Aletta berdecak sebal, dia bangkit dan pergi meninggalkan keduanya. Aaron tertawa, Zinnia segera memukul dadanya supaya berhenti menjahili Aletta. Aaron memeluk gadisnya dari belakang, tangan nakalnya merambat ke mana mana membuat Zinnia langsung mencubitnya.


"Aaron jaga tangan nakalmu ini. " omel Zinnia. Aaron hanya memgulum senyumnya kemudian menarik tengkuk gadisnya kemudian menciumnya. Zinnia membelalak, masih syok dengan Aaron yang membungkam bibirnya, lalu menyudahinya meskipun tak rela.


"Sweety, apa kamu sudah jatuh cinta padaku? "


Zinnia tersedak air liurnya sendiri mendengar pertanyaan Aaron. Dia menghela nafas panjang kemudian menggeleng kearah Aaron. Aaron memggeram kesal, dia merasa tidak terima akam jawabam dari Zinnia. "Aku enggak? percaya, jika kamu tak mencintaiku sementara kamu selalu membalas ciuman dariku!


Zinnia merasa bingung sekarang, dia tak bisa mengontrol dirinya saat berada di dekat Aaron. Tapi mana mungkin rasa itu datang begitu dengan cepat, pikirnya. Aaron tersenyum kecil, meraih dagu gadisnya, pandangan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain.


Zinnia tertegun, melihat kedua manik kelam Aaron yang menatapnya penuh damba. Dia usap rahang Aaron dengan lembut lalu memgecupnya sekilas. "Entahlah Aaron, aku juga bingung dengan perasanku padamu dan sebaiknya kita berteman terlebih dulu. "


"Tidak ada teman yang berciuman di bibir Zinnia. " Aaron menatap tajam kearah gadisnya, Zinnia tampaknya memang tidak memiliki rasa padanya. Zinniapun memilih diam, dia bersandar di dada bidang Aaron.


Di sisi lain Helena kini tengah merencanakan sesuatu untuk menghancurkan hubungan Aaron dengan Zinnia. Kini Aletta sibuk menikmati es kelapa mudanya, seorang pria bersama perempuan bertengkar di sana, tak jauh tempatnya dari posisi Aletta saat ini. Aletta merutuki kesialannya di siang hari ini, dia terus menggerutu kesal sambil meminum es kelapa muda.


"Lebih baik aku balik aja deh! Aletta bangun dan bergegas menghampiri kakak dan calon kakak iparnya.


Skip


Kini mereka bertiga dalam perjalanan pulang, Zinnia membalas chat dari Freya setelah itu melirik kearah Aaron. "Ar, bisakah kamu antar aku ke rumah Freya sebelum pulang? "

__ADS_1


"Hn oke. " Aaron melajukan mobilnya menuju ke rumah Freya. Setelah mengantar kekasihnya, Aaron langsung pergi. Zinnia menemui Freya yang telah menunggunya di luar.


"Ada apa Freya, bukankah kamu masih marah sama aku? "


Keduanya duduk di teras, Freya langsung mengatakan semuanya. Zinnia menghel nafas panjang, menepuk pundak sahabatnya dengan pelan. "Oh ya Freya, sejak kapan kamu dan tuan Aaron menjadi dekat!


"Karena sandiwara, menjadikan aku kekasih sekaligus calon istri Aaron. " Zinniapun terpaksa menceritakan awal pertemuannya dengan Aaron pada Freya. Freya tertawa kecil mendengarnya, dia cukup senang bisa melihat sahabatnya bahagia. "Tapi Zi, aku lihat kamu sangat nyaman dan bahagia bersama Aaron, apakah kamu menyukainya!


"Em aku.. "


"Maafkan sikapku kemarin Zi, aku pasti sangat melukaimu. " sesal Freya. Zinnia mengulum senyumnya kemudian menggeleng pelan. Kedua gadis itu saling berpelukan sebentar setelah itu mengobrol disertai canda tawa.


##


Di sisi lain Aiden datang, menemui Axel yang tengah meminum wine di penthousenya. "Ax, bukankah gadis bernama Freya itu menyukaimu?" tanya Aiden tiba tiba.


"Kamu manfaatin saja dia atau jadikan dia kekasihmu. " Axel tengah berpikir, tak lama seringai terbit di sudut bibirnya. Tanpa berpikor dua kali Axel mengiyakannya, lagian sepertinya akan seru jika dirinya berpacaran dengan sigadis polos Freya. Axel mengeluarkan ponselnya, lalu mengirim pesan ke nomor Freya


to gadis bodoh


Bersiaplah nanti malam, aku akan menjemputmu!


Aaron datang dan bergabung bersama kedua adiknya itu, dia menatap heran melihat Axel yang tersenyum sendiri. "Apa kamu sudah gila Ax, senyum senyum sendiri. "


"Sebentar lagi Ax akan menembak Freya kak. " celetuk Aiden.


Aaron menghela nafas panjang, lalu melirik Axel dengan tatapan penuh intimidasi. Axel memutar bola matanya jengah melihat sikap kakaknya itu. "Aku harap kamu tidak mempermainkan Freya Ax, jika itu terjadi aku orang pertama yang akan menghajarmu hingga babak belur. Ingat apa kata mommy dulu pada kita. "

__ADS_1


"I Know kak, but aku hanya penasaran dengan gadis polos seperti Freya yang terang terangan mengagumi aku. " sahutnya santai. Aaron lagi lagi membuang nafas berat, menasihati Axel adalah hal yang paling sulit dalam hidupnya. Axel kembali meminum winenya, dia sudah tak sabar untuk mendekati Freya agar rencananya berjalan lancar.


Skip


Malam harinya Axel menjemput Freya di rumahnya, pria tampan itu tertegun melihat penampilan gadis bodohnya. Freya menoleh kearah Axel lalu menatapnya dengan lekat. "Memangnya kita mau ke mana tuan Ax. " ucapnya ragu ragu.


"Ke hotel. "


Freya sangat terkejut mendengar ucapan Axel, beberapa saat kemudian akhirnya mereka tiba di depan sebuah hotel. Keduanya segera turun dari mobil, Axel segera menggenggam tangannya namun Freya menepisnya dengan pelan. "Untuk apa kamu mengajakku kemari Tuan Axel. "


"Bukankah kamu menyukaiku, harusnya kamu tahu kalau melayaniku di hotel sama saja menyenangkan aku. " pungkasnya.


Plak Freya melayangkan tamparannya ke pipi Axel, kedua matanya berkaca kaca menatap kearah Axel. Axel sangat terkejut dengan tindakan berani yang dilakukan oleh Freya. Freya segera berbalik dan pergi meninggalkan Axel sendiri. Axel langsung mengejarnya, mencekal tangam Freya. Freya menoleh dan menatap tajam kearah Axel. "Aku bukan wanita murahan, jadi jangan samakan aku dengan para jaaalang kesayanganmu itu Tuan. " pekiknya.


Freya menepis kasar tangan Axel setelah itu pergi dari sana, dia masuk ke dalam taksi. Axel terdiam, melihat kepergiam Freya barusan namun tak lama bibirnya tersenyum penuh arti.


"Gadis bodoh itu sangat menarik, ternyata dia cukup liar dan berani juga ya. " Axel masuk ke dalam mobilnya, tancap gas dan melaju dnegan kencang meninggalkan area hotel.


Sampai di rumah Freya masuk ke dalam kamarnya, menangis histeris mengingat perlakuan Axel padanya. Dia menekan rasa sesak dalam dadanya, hingga satu jam berlalu setelah tenang Freya memutuskan beristirahat, mengingat hari sudah sangat larut.


"Kenapa menyukai seseorang, sangat menyakitkan begini. Kamu jahat Ax, aku menyesal karena menyukai kamu dan mengagumi kamu, setelah ini aku akan menjaga jarak darimu. " gumam Freya dengan lirih.


Freya berkali kali menghembuskan nafas berat, keinginannya sudqh bulat, melupakan Axel dan memulai hidup yang baru. Meski berat dia tetap harus melakukannya, tak ingin dipandang rendah oleh Axel lagi dengan seenaknya. Freya akhirnya memejamkan kedua atanya, terbang tinggi ke alam mimpi dan berharap esok harinya akan membuatnya kembali baik setelah patah hati kesekian kalinya.


bersambung


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN

__ADS_1


__ADS_2