Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 78 ~ MUSIM KEDUA Part 4 - KEPUTUSAN SAMA


__ADS_3

ENTAH KENAPA OTHOR BAPER SAMA PASANGAN JIMI ( JINGGA - MIKE ) 🤣🤣😍😍


JANGAN LUPA VOTE DAN GIFT BIAR OTHOR SEMANGAT UPNYA


"Selamat malam. "


Edzard dan kedua orang tuanya datang, mereka bergabung di meja makan. Jingga merasa malas melihat kedatangan pria pecundang ke rumahnya. Sama halnya dengan Edzard, dia memasang wajah datarnya kearah Jingga, terlihat sangat jelas jika Edzard sangat membenci Jingga.


Mommy Tari menatap kearah sahabatnya dengan raut wajah sesalnya. "Nja, aku minta maaf soal perjodohan antara puterimu dan puteraku terpaksa di batalkan. " ucapnya.


"Sebenarnya aku sangat menyayangkan hal ini, tapi ini lebih baik daripada Jingga mendapat cemoohan dari puteramu Edzard! mommy Senja melirik kearah Edzard yang diam tanpa mengatakan apapun. Mommy Tari langsung menatap puteranya, terlihat jelas jika sang mommy sangat kecewa padanya.


Edzard menghela nafas panjang, kemudian kembali menatap kearah orang tuanya secara bergantian. "Mom, aku akan memutuskan hubunganku dengan Melisa, perjodohan ini lanjutkan saja!


" Benarkah!


"Tidak, aku tetap menolak perjodohan ini. " sahut Jingga dengan nada tegasnya. Semua orang menatap kearahnya, Jingga bangkit dan berlalu pergi di susul Edzard.


**


di luar mansion


Jingga menepis tangan Edzard yang memcekal tangannya, lalu memberi tatapan permusuhan bagi pria di hadapannya. "Aku tidak menerima jelas kasihanmu padaku, lebih baik aku dijodohkan dengan pria lain seperti Mike misalnya daripada kamu! tunjuknya kearah l


Edzard.


" Kamu batalkan saja apa yang kamu ucapkan tadi Tuan Edzard yang terhormat!


"Sudah selesai ngocehnya Nona! Edzard memasang wajah datar dan dinginnya di hadapan Jingga, Jingga hanya bisa menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskannya pelan pelan.


" Dengar, kita terima perjodohan ini hingga kita menikah, kita lakukan perjanjian dengan syarat tak boleh ikut campur urusan masing masing dan baik aku atau kamu boleh menjalin hubungan di belakang. "

__ADS_1


Jinggapun mendengus keras mendengar ucapan Edzard, dia tersenyum remeh kearah pria itu. "Sorry, aku bukan wanita murahan seperti yang kamu kira, keputusanku tetap sama yaitu tidak setuju dengan perjodohan ini! Jingga berlalu pergi, masuk ke dalam mansion. Edzard mengusap wajahnya kasar dan menyusulnya ke dalam.


Mereka kini makan malam bersama, Jingga memilih mengobrol dengan Mike. Edzard mencuri pandang kearah Jingga secara diam diam setelah itu kembali melanjutkan makannya.


***


Mommy Tari tersenyum lembut kearah Jingga sambil berkata. " Sayang bisakah keputusanmu di ubah nak jadi setuju dengan perjodohan ini. " punya Mommy Tari.


"Sekali lagi jingga minta maaf, Jingga enggak bisa menerimanya!


Mommy Tari menghela nafas panjang, pasrah dengan keputusan Jingga barusan. Setelah itu mereka berpamitan pada keluarga Jingga, Mommy Senja dan Mommy Tari saling berpelukan setelah itu mereka pergi. Sebelum pergi Edzard melirik kearah Jingga sekilas setelah itu pergi dari sana.


Jingga bernafas lega setelah kepergian Edzard dan keluarganya, Mike yang sejak tadi diam segera mengenggam tangannya erat. "Baby, kenapa kamu menolak perjodohanmu dengan Edzard, bukankah sejak kecil kamu selalu lengket dengannya!


" Baiklah ayo mengobrol di ruang tamu! Jingga mengangguk, bangkit dan pergi ke ruang tamu bersama dengan Mike. Kedua orang tua Jingga membiarkan mereka mengobrol berdua, si kembar langsung pergi ke kamar mereka.


**


Mike melepaskan pelukannya, menangkup kedua pipi chubby milik Jingga. "Dari kedua matamu aku sudah tahu semuanya baby, kamu cinta sama Edzard bukan? "


"Cinta apaan sih Mike, malahan aku nyamannya sama kamu eh. " Jingga membekap mulutnya, dia tak sengaja keceplosan. Seringai terbit di bibir Mike, dia tersenyum penuh arti kearah Jingga. Jingga menelan salivanya gugup melihat Mike yang menatapnya intens tanpa kedip.


"Aku sangat senang Baby, jika kamu merasa nyaman sama aku, meski aku tak tahu nama siapa yang terukir dalam hatimu!


" Aku akan selalu di sisimu sekalipun harus menjadi pelarianmu!


Plak Jingga mengeplak kepala Mike dengan keras, dia sangat kesal dengan ucapan Mike yang terakhir. "Kamu itu bodoh atau gimana sih, masa mau maunya di jadiin pelarian hanya karena cinta butamu. " Mike terkekeh santai, dia tak tersinggung dengan apa yang dilakukan Jingga padanya.


"For you Grazella Jingga Jordan Malik, kamu sangat cocok menyandang nama belakangku. " seru Mike sambil menggoda gadis nakalnya. Jingga tersipu malu mendengar ucapan Mike barusan.


"Sudah malam Mike, lebih baik istirahat dan besok kamu harus antar aku mendaftar ke universitas gimana. " Mike mengangguk, keduanya bangkit dan pergi ke kamar masing masing.

__ADS_1


***


Esok harinya tepat jam 07.00, Jingga telah rapi dengan dress motif bunganya dan rambutnya dia biarkan tergerai. Jingga mengoles bibirnya dengan sedikit lipgloss, setelah itu menyambar tasnya dan berkas berkas yang diperlukan kemudian ke luar dari kamar, menuruni anak tangga.


Skip selesai sarapan Jingga berpamitan pada keluarganya, Jingga dan Mike bergegas ke. luar. Keduanya masuk ke mobil dan Mike langsung tancap gas.


***


Sampai di sebuah kampus, Jingga turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam. Dia menghampiri kedua sahabatnya yang telah menunggu dirinya. Ketiganya langsung menuju ke ruang sektor, memberikan berkas berkas mereka.


"Melihat nilai kalian bertiga, mulai sekarang kalian bisa kuliah di kampus ini. " ujar Pak Ares.


"Iya Pak terimakasih! Ketiganya ke luar dari ruangan Pak Ares dan bergegas menuju ke kelasnya. Di dalam kelas Jingga terkejut, dirinya ternyata satu kelas dengan Melisa, calon istrinya Edzard.


Melisa bangkit dan langsung mendekati Jingga sambil tersenyum. "Bukankah kamu Jingga, apa kambarmu sekarang? "


"Aku baik. " jawab Jingga dengan singkat.


Jinggapun langsung duduk di kursinya, begitu juga dengan Winnie dan Jenny. Melisa tak menyerah, dia mencoba mengusik ketenangan Jingga. "Oh ya aku dan Edzard sudah tunangan lho dan sebentar lagi kami akan menikah. " jelas Melisa dengan senyuman mengejeknya.


Jingga menghela nafas panjang, melirik Melisa dengan seringai nya. "Terus aku harus bilang wow gitu, lagian bukan urusan aku kali lu mau nikah, kawiin atau apapun itu ck, terlihat banget mau pamer kalau kamu sudah laku. " ujar Jingga dengan santai.


"Kurang kerjaan amat sih lu Mel. " sahut Winnie mulai mengolok olok Melisa.


Melisa menggeram kesal, niatnya gagal untuk memanasi Jingga. Dia kembali ke kursinya, Jingga hanya menggeleng melihat kelakuannya itu. Jenny hanya bisa mencibir dan mengumpat kelakuan Melisa barusan. "Rasanya pengen aku cakar cakar tuh wajah sok polosnya itu. " geram Winnie.


"Sudahlah abaikan saja tingkah gilanya, lagian aku enggak peduli dan gak terpengaruh dengan ocehan tak bergunanya itu. " sahut Jingga.


"Kamu bener banget Ji, kamu enggak boleh lemah di hadapan si itik buruk rupa itu. " ujar nya asal asalan. Jingga dan Winnie tergelak mendengar ucapan Jenny yang menggebu gebu. Dari jauh Melisa menatap benci kearah ketiganya terutama pada Jingga.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2