Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 103 ~ MUSIM KEDUA Part 29 - KECEWA


__ADS_3

Bersabarlah, suatu saat akan indah pada waktunya. Saat ini kerikil kecil datang menguji cinta kita berdua dan rumah tangga kita, aku harap kita mampu melewatinya bersama sama.


^^^~ Jingga ~^^^


***


Mike dan keluarga kecilnya telah berada di kediaman mereka. Dia menyuruh sopir membelikan mainan untuk si kecil Daniel. Tangan kecil Daniel menarik tangan sang bunda, lalu membawanya ke ruang tamu.


.


"Kenapa kamu menarik tangan Bunda sayang!


" Wajah bunda terlihat pucat, apa bunda sakit? " Daniel memperhatikan wajah bunda nya dengan lekat. Mikepun ikut khawatir mendengar ucapan puteranya, dia menatap sang istri dengan raut cemasnya.


"Bunda cuma pusing saja sayang. " Jingga tersenyum hangat di hadapan putera kecil dan suaminya. Mike langsung menyentuh dahi istrinya, namun tak panas.


"Kalau begitu aku panggilin dokter ya sayang. " tawar Mike, Jingga menggelengkan kepalanya kearah sang suami. Mike menghela nafas panjang, duduk di samping istrinya dan meraih tangan lalu mengenggamnya.


Jingga menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Si kecil Daniel ikut sedih melihat keadaan bundanya yang sepertinya sedang sakit. "Bunda, bunda jangan sakit, Daniel sangat sedih melihat bunda terlihat lemah seperti


ini. "


Sinta sang pelayan, datang menyajikan minuman untuk mereka. "Daniel sayang, kamu main dulu ya sayang sama bibi Sinta. "


"Iya Papah. " Daniel sangat penurut, Mikepun menjelaskan segalanya pada pelayannya itu. Sinta dengan senang hati mengajak si kecil bermain, membiarkan kedua majikannya berbicara.


Setelah kepergian puteranya, Mike segera membolong sang istri lalu membawanya ke kamar mereka berdua. Dia merebahkan istrinya di atas kasur dengan hati hati, Mike mengambil obat sakit kepala dan segelas air lalu memberikan pada Jingga. Jingga menelan obatnya, kemudian meneguk airnya hingga tersisa setengah.


"Mungkin saja kamu terlalu kecapekan sayang, mengingat kamu mengurus semuanya sendiri, termasuk mengenai kedua sahabatmu. " ujar Mike menatap lekat wanitanya.


"Iya sayang, maaf ya telah membuat kamu khawatir, sebentar lagi juga sembuh kok karena kamu dan Daniel adalah obatku. " Jingga tersenyum manis, menatap pria yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


"Lain kali jangan terlalu ikut campur urusan mereka sayang, perhatikan kesehatanmu demi aku dan Daniel putera kita. " tegas Mike. Jingga mengangguk, mengecup lembut tangan sang suami. Mike mengusap lembut pipi istrinya kemudian mencium keningnya sekilas.


Setelah istrinya tidur, Mike memutuskan ke luar dari kamar. Dia menemui puteranya di ruang tamu, ternyata kedua mertuanya datang berkunjung. Mike langsung mengatakan semuanya mengenai Daniel.


Mom Senja langsung duduk di sebelah cucu tampannya, lalu mengusap kepala Daniel. "Halo Daniel sayang, ini oma dan itu opa Zayn, opa kamu!


" Halo Oma cantik. " sapa Daniel sambil nyengir. Mommy langsung memekik senang, dia mencubit pipi tembem milik Daniel. Daddy Zayn hanya bisa menggeleng melihat kelakuan istrinya itu.


Daddy beralih menatap kearah menantu laki lakinya itu. "Istrimu di mana Mike, kenapa Jingga enggak bergabung? "


"Jingga lagi sakit Daddy, dia tadi mengeluh kepalanya pusing!


"Apa kamu sudah memanggil dokter nak? Mommy memandang lekat kearah menantunya itu, Mike menggeleng kecil kearah sang mertua.


" Jingga enggak mau Mom. " mommy Senja hanya bisa menghela nafas panjang, puterinyall itu memang keras kepala sama seperti dirinya. Tiba tiba mommy tersenyum, sontak membuat daddy dan Mike yang melihatnya jadi bingung.


"Apa jangan jangan istrimu hamil nak!


" Em tapi mom, jadwal haid Jingga sudah lewat satu minggu lalu. " Mommy pun bangkit, dia berlalu pergi ke kamar puterinya untuk memastikan segalanya. Cklek wanita paruh baya itu masuk ke kamar puterinya, terdengar suara muntahan dari dalam kamar mandi. Mommy langsung bergegas menghampiri Puteri sulungnya.


"Sayang kamu kenapa nak, ini mommy!


Beberapa saat kemudian Jingga ke luar dari kamar mandi, Mommy membelai wajah puterinya dengan lekat. " Perutku rasanya di aduk aduk mom dan kepalaku terasa pusing. "


Senyuman mommy kian melebar, keyakinannya semakin besar jika puterinya itu pasti hamil. Mommy segera menuntun puterinya ke atas ranjang, dia mengeluarkan ponselnya dan menyuruh Mike membeli alat kehamilan. Setelah selesai dia kembali fokus pada Jingga, Puteri kesayangannya. "Mommy sangat yakin kalau kamu hamil nak, melihat tanda tanda yang kamu alami saat ini. "


"Belum tentu mom, mungkin saja aku masuk angin. Aku tak ingin berharap lebih, mengingat Mike sangat menginginkan aku hamil. " sahut Jingga dengan lirih.


Mike datang, menyerahkan alat kehamilan pada sang mertua. Mommy memberikannya pada Jingga, Jingga menerimanya lalu membawanya ke kamar mandi. Mike harap harap cemas, dia sangat berharap jika benar istrinya itu memang hamil.


Beberapa jam kemudian

__ADS_1


Jingga ke luar sambil mengenggam texpacknya. Dia menghampiri mommy dan suaminya dengan raut tak terbaca. "Gimana sayang hasilnya, kamu positif hamil 'kan? "


"Negatif!


Mike seketika kecewa mendengarnya, Jingga merasa bersalah membuat sang suami kecewa. Dia memperlihatkan senyum di paksakan di hadapan mertua dan istrinya. " Ya sudah enggak papa sayang, mungkin kita kurang keras usahanya. " ujar Mike sambil tersenyum.


Mommy memilih pergi, memberikan ruang untuk puteri dan menantunya berbicara. Keduanya duduk di ranjang, keheningan mulai melanda keduanya saat ini.


Jingga memperhatikan raut wajah suaminya yang terlihat jelas sekali jika sangat kecewa. "Hubby lebih baik kamu ngomong aja kalau kecewa, jangan memasang senyum palsu kayak gitu aku bukan wanita bodoh. " celetuk Jingga setengah menyindir.


Jingga melirik jam di dinding, ternyata sudah larut malam. Diapun menaruh texpacknya di meja setelah itu berbaring di atas ranjang, ***** makannya menghilang setelah melihat raut kecewa suaminya. Jingga nampak membelakangi suaminya, Mike mengusap wajahnya kasar dan kini menatap sendu punggung istrinya.


Mike naik keatas ranjang, dia langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang. Pria tampan itu menelusup kan wajahnya ke leher sang istri kemudian mengecupnya sekilas.


"Maafkan aku baby! Jingga hanya diam, tak merespon permintaan maaf dari suaminya. Mike menghela nafas kasar, istrinya saat ini mungkin sangat marah padanya pikirnya. Mike berulang kali mengatakan kata maaf pada sang istri, Jingga pun membalik tubuhnya dan menatap lekat suaminya.


" Baby jangan diamkan aku kayak gini, aku tahu aku salah karena aku sangat egois padamu. " sesal Mike.


"Sudah 'kan ngocehnya, aku ngantuk pengen tidur. " Jingga memejamkan ke dua matanya, mengabaikan reaksi sang suami. Mike mendesah pelan sepertinya istrinya memang lagi sensitif padanya. Cup dia mencium kening dan bibir Jingga sekilas, lalu mengeratkan pelukannya.


"Good Night honey, nice dream!


Mikepun memejamkan kedua matanya, bergantian Jingga kembali membuka matanya. Dia memandang prianya dengan lekat, sebagai istrinya Jingga merasa sangat bersalah karena belum bisa mewujudkan keinginan sang suami.


Jingga POV


Aku juga kecewa hubby, sama seperti dirimu. Diriku belum bisa memberikan apa yang diinginkan oleh kamu. Aku harap kamu bisa bersabar, kita hadapi ini sama sama dengan sikap dewasa.


"Aku mencintaimu hubby, maafkan aku! gumam Jingga.


Mike membuka matanya, terkejut melihat istrinya yang menangis. dia dengan cepat mengusap air mata Jingga kemudian menatapnya dengan lembut. "Aku juga mencintaimu Wifey, maaf akan sikap egoisku yang menyakitimu. "

__ADS_1


"Iya Hubby, sebaiknya kita tidur. " Mike mengangguk, mereka memejamkan kedua matanya, terbang ke alam mimpi.


bersambung


__ADS_2