
Pagi ini Melisa memutuskan untuk mencari pekerjaan, dia ingin memulai semuanya dari nol. Dia segera ke luar dari kamar, menuruni anak tangga dan pergi ke meja makan, Sang kepala pelayanpun mengernyitkan dahi heran melihat penampilan rapi majikannya.
"Pagi pagi begini Nona mau ke mana? "
"Mau mencari pekerjaan Bi, selama ini saat mami dan papi ada, mereka selalu memanjakan aku tapi sekarang aku harus berusaha sendiri. " jelasnya dengan ramah.
"Kalau begitu semangat ya nona Melisa!
Melisa mengangguk, diapun mulai menyantap sarapannya sambil berbincang dengan sang pelayan. Selesai sarapan Melisa bangkit dan berlalu pergi dari sana. Saat hendak masuk ke mobilnya, terdengar suara ponsel berdering. Melisa mengambil ponselnya dan menekan tombol hijau.
"Ya hallo ada apa tuan? "
(.............)
"Baiklah saya akan ke restauran xx sekarang! Melisa menutup sambungannya, memasukkan ponselnya dalam tas lalu masuk ke mobil. Dia tancap gas, melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah restauran.
Skip
Di restauran xx
Melisa memandang kearah mommy Alea dengan tatapan bingungnya, mommy Alea mengulum senyumnya menatap puteranya dan Melisa secara bergantian. "Nak, apa kamu sudah memiliki kekasih? " tanyanya dengan lembut.
"Belum Nyonya, ada apa!
" Tante ingin menjodohkanmu dengan Adam, kalian terlihat sangat serasi dan cocok. " Melisa dan Adam sama sama terkejut mendengar penuturan mommy Alea.
Melisa menghela nafas panjang, dia kembali memandang mommy Alea dengan tatapan seriusnya. "Status saya janda tante dan saya tidak tertarik berhubungan dengan pria manapun untuk sekarang ini, maafkan saya dan sebaiknya tante cari saja wanita lain. " ujar Melisa dengan nada sopan.
Dari kejauhan Vanilla melihat mereka, dia sangat kesal melihat kedekatan Melisa dengan ibunya Adam. Diapun bergegas menghampiri mereka, mengatakan masalalu Melisa.
"Permisi tante, om bolehkah aku bergabung bersama kalian. "
__ADS_1
"Iya silakan saja nak. " sahut mommy Alea.
"Apa tante dan om tahu bahwa Melisa, dulunya adalah wanita penghangat ranjang dan beberapa bulan lalu baru bercerai dari mantan suaminya, " cerocos Vanilla dengan senyum liciknya. Kedua orang tua Adam sangat terkejut mendengarnya, sedangkan Adam hanya memasang wajah datarnya.
"Mel, Mel harusnya kamu sadar diri, bagaimana masa lalu kamu dan kamu enggak pantas masuk ke keluarga Liem. " ujarnya sinis.
"Sudah ngomongnya Vanilla, memang benar apa yang kamu katakan tadi mengenai masa lalu aku, tapi aku enggak berniat sedikitpun mengusik atau masuk ke keluarga Liem. " ujarnya dengan nada sedikit tinggi.
"Kalau begitu saya permisi dan satu lagi jangan menilai seseorang dari sikap lembut dan manisnya, siapa tahu dibalik itu semua ada rencana licik yang tengah dia rencanakan. " seru Melisa melirik tajam Vanilla, bangkit dan pergi begitu saja.
Setelah kepergian Melisa, Vanilla mengepalkan tangannya mendengar sindiran sepupunya tadi. kedua orang tua Adam langsung pergi begitu saja begitu juga dengan Adam.
"Sialan kenapa semua orang meninggalkan aku. " umpatnya. Vanilla bangkit dan ke luar dari restauran dan masuk ke mobil, namun dia cukup puas karena berhasil membongkar aib Melisa.
***
Di sisi lain Melisa kini berada di makam orang tuanya, menangis sendirian di sana. "Apa mami dan papi puas di atas sana melihat aku di hina orang lain. " gumam Melisa lirih. Setelah puas mengeluarkan isi hatinya, diapun langsung pergi dari sana.
Melisa memutuskan pergi ke Melly Sweet Cake, sampai di sana dia masuk ke dalam. Rachel dengan cepat membuatkan minuman untuk nonanya yang terlihat bersedih. "Ini Nona, tehnya diminum dulu supaya nona lebih tenang!
Terdengar suara seseorang yang begitu familiar membuat Melisa menoleh, dia terkejut melihat Alex bersama seorang wanita masuki tokonya dan disusul Adam. Dengan cepat dia memalingkan wajahnya, tak ingin melihat wajah mantan kekasihnya itu.
"Permisi Tuan, Nyonya mau pesan kue apa ya? " ujar Trisna dengan ramah.
"Aku ingin kue dengan lapis strawberry di atasnya. " ujar sang wanita. Trisnapun mengangguk dengan cepat dia mengambil pesanan dan menyerahkannya, wanita itu membayarnya.
Melisa hendak pergi namun ternyata Alex memergokinya. Pria itu langsung menghampiri Melisa dengan mata sendunya. "Hai Mel bagaimana kabar kamu sekarang? "
"Aku baik kok mas Alex, oh ya wanita di sebelah kamu siapa mas? " tanya Melisa dengan ramah.
"Viona, istri Alex mbak. " jawab Viona. Melisa pun mengangguk, dia tak lupa memberikan selamat pada keduanya. Alex mengajak istrinya pergi dari sana, dia tak ingin rasa yang hilang kembali lagi jika melihat Melisa.
Rachel segera mendekati nona bossnya itu kemudian menepuk bahunya pelan. "Apa nona baik baik saja sekarang? " Melisa menoleh dan tersenyum lalu mengangguk kecil kearah Rachel.
__ADS_1
Melisa beralih mengedarkan pandangannya kearah sudut ruangan, tatapannya bertemu dengan tatapan Alex namun dengan cepat dialihkan kearah lain. Dia melihat jam tangannya sekilas lalu ke luar dari toko kuenya.
"Tunggu!
Melisa berbalik, dia memasang wajah datar kala Adam datang menghampirinya. " Ada apa lagi Tuan Adam, kenapa anda menghalangi jalanku!
"Soal ucapan mommyku.. "
"Aku sudah melupakannya tuan, jadi Anda enggak perlu repot repot memberitahu aku atau menghinaku sama seperti Vanilla! Adam merasa tertegun mendengar nada bicara wanita di hadapannya yang terkesan cukup dingin dan datar.
Melisa masuk ke mobilnya, melaju kencang meninggalkan Adam sendiri. Pria tampan itu menatap kepergian Melisa dengan tatapan sulit diartikan, entah apa yang dipikirkan pria itu, hanya dia dan Tuhan yang tahu.
**
Skip
Di Penthouse
Melisa langsung berendam aroma mawar, hari ini menurutnya sangatlah lelah apalagi tadi ada beberapa kejadian yang membuatnya emosi. Dia hanya bisa menghela nafas panjang, menyandarkan tubuhnya di bathtube.
Satu jam kemudian, dia segera ke luar dan menggantinya dengan pakaian santai. Setelah selesai diapun memilih bersandar di kepala ranjang sambil memainkan ponselnya. Dia mengulas senyumnya melihat Jenny yang mengirim foto Valerie padanya. "Sangat cantik keponakanku tapi untuk saat ini aku belum siap bertemu mereka!
"Maafin aunty sayang, aunty belum bisa menjenguk kamu. " gumam Melisa.
"Aku takut kehadiranku membuat kerusuhan dalam rumah tangga Jenny dan Edzard, lagian aku sudah cukup tenang dengan hidupku yang sekarang. "
Melisa menaruh ponselnya di meja, diapun berbaring di atas kasur sambil menatap langit langit kamarnya. "Aku turut senang melihat kamu bahagia dengan wanita yang tepat mas Alex. " batin Melisa.
Melisa mengusap wajahnya, dengan cepat menggeleng dan berusaha tenang, dia harus tetap tegar dan kuat menghadapi ujian hidup kedepannya, seperti cemoohan orang orang.
Melisa POV
Semua orang memiliki masa lalu kelam bukan hanya aku, tapi orang orang di sana mencemohku tanpa tahu kejadian sebenarnya. Tapi aku tak peduli jika mereka membenciku, selama aku tak merugikan orang lagi. Aku harus berusaha menjadi orang yang lebih baik, dan aku janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama.
__ADS_1
bersambung