
Menjelang sore sekitar pukul 03.00, Senja terbangun dari tidurnya. Dia tak lagi merasakan kesakitan pada perutnya, namun rasa nyeri masih sedikit terasa. Senja turun dari kasur, berjalan gontai menuju ke kamar mandi.
Beberapa menit berlalu, selesai dengan aktivitas sorenya dia bergegas ke luar dari kamar dan pergi ke dapur. Dia menuangkan segelas air kemudian meneguknya hingga tandas.
Hari senin yang sangat buruk pikirnya
Setelah itu dia kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya, lalu duduk di sofa ruang tamu. "Gimana nak perut kamu masih sakit? " tanya Ibu dengan raut khawatir.
"Enggak kok cuma nyeri saja akibat tamu bulanan. " balas Senja dengan lirih.
Tok tok tok
Ibu pun bangkit dan pergi ke depan, cklek membuka pintu dan terlihat Zayn datang. "Ayo nak silakan masuk ke dalam. "
"Iya Bu. " Zayn masuk ke dalam, dia bergegas mendekati Senja kemudian duduk di sebelahnya.
Ibu yang mengertipun memilih membiarkan puterinya bersama Zayn calon suaminya. Zayn langsung merengkuh tubuh gadisnya ke dalam pelukannya. "Kalau masih nyeri tidur saja lagi Yank, dan maafin Mas yang sudah ganggu kamu tadi!
Senja mengangguk, mendusel manja di dada bidang Zayn kemudian memejamkan matanya lagi. Zayn mengulas senyumnya, mendengar dengkuran halus dari gadisnya. Dia menunduk, melihat gadis kesayangannya kembali terlelap dalam pelukannya.
cup Zayn mendaratkan ciuman di bibir pujaan hatinya. Dia merasa kasihan dengan Senja namun tak bisa berbuat apa apa. Diapun bangkit dan langsung membawa Senja ke kamarnya.
Zayn merebahkan tubuh gadisnya di atas kasur dengan pelan pelan. Senja kembali membuka matanya dan menatap satu kearah Zayn. " Peluk aku Mas Zayn. " ucap Senja dengan nada manja.
Zayn mengulas senyumnya, naik ke kasur dan berbaring di sebelah Senja. Senja langsung melingkarkan tangannya dipinggang sang kekasih. Dia tidak tidur, hanya saja ingin selalu berada dekat dengan mas duda nya itu.
"Kamu enggak tidur lagi sayang?
"Enggak Mas, lagian aku baru bangun tadi. " jawab Senja sambil tersenyum tipis.
"Mas akan bilang sama orang tua kita, kalau pernikahan kita dipercepat saja. " Zayn menatap lekat gadis yang sangat berarti dalam hidupnya itu.
Senja mengangguk, setuju dengan keputusan calon suaminya itu. Keduanya ingin segera meresmikan hubungan mereka berdua. Zayn menarik tengkuk Senja dan bibir mereka kembali beradu, saling menyesap satu sama lain. Saling bertukar saliva, melesakkan lidahnya ke dalam mulut sang kekasih. Tak lama kemudian ciuman mereka terlepas, Zayn mengulum senyumnya kearah Senja.
"Mas sangat cinta sama kamu Nja, apapun yang terjadi jangan tinggalin Mas. "
"Iya Mas, Senja juga cinta sama Mas Zayn. Lagian Senja rugi dong ninggalin Mas 'kan Senja belum nyicip lolipopnya Mas Zayn. " ucap Senja sambil terkekeh geli.
__ADS_1
"Mesum. " cibir Zayn.
Senja tertawa mendengar cibiran calon suaminya, dia merapatkan tubuhnya ketubuh Zayn. "Lagian mas juga mesum 'kan nih kayaknya ada sesuatu yang terbangun. " ledek Senja.
"Sudah dong jangan goda Mas terus, kamu enggak kasihan sama mas tiap hari pake sabun mulu. " gerutu Zayn.
Senja terkekeh melihat raut kesal di wajah Zayn. Drt drt drt suara getaran ponsel, Zayn merogoh sakunya kemudian membaca chat dari Tya setelah itu menyimpannya kembali ke dalam saku. "Siapa Mas yang kirim chat ke kamu? "
"Tya, dia undang aku besok malam di acara partynya. " ungkap Zayn dengan malas.
"Ya sudah kita datang saja ke sana. " balas Senja dengan santai.
Zayn memicingkan matanya, menatap curiga gadisnya namun Senja hanya mengangkat bahunya acuh. Diapun membuang nafas berat lalu mengangguk, Senja diam diam menyeringai tanpa sepengetahuan kekasihnya.
"Kita ke luar yuk Mas. " ajak Senja.
"Emangnya kenapa kalau kita di sini, kamu takut aku terkam ya. " goda Zayn sambil tersenyum.
Senja berdecak kesal, lalu bangkit dari kasur dan ke luar. Zayn tergelak dan langsung menyusul ke luar dari kamar Senja. Senja kembali membawakan secangkir kopi untuk kekasihnya, dia taruh di atas meja kemudian duduk di sofa.
"Hem lihat saja besok, kalau hari ini aku lagi mager Mas. "
Zayn berdecak, menyesap pelan kopinya. Byurr dia menyemburkan kopinya lalu menatap tajam kearah Senja. Senja menaikkan sebelah alisnya bingung. "Kenapa dengan kopinya? "
"Asin astaga sayang!
"Oh hehe maaf, lagi mager soalnya tempat gula lebih jauh makanya aku kasih garam. " celetuk Senja.
Zayn melotot merasa gemas dengan gadisnya, Senja pun bangkit dan menyambar cangkir dalam genggaman Zayn setelah itu membawanya ke dapur. Lima menit berlalu, Senja kembali dan menyerahkan secangkir kopi yang baru.
Zayn langsung mencobanya kemudian bernafas lega setelah rasanya pas sesuai dengan lidahnya. Senja tertawa melihat raut kesal di wajah calon suaminya itu. "Maaf ya Mas, aku sengaja hehe soalnya aku lagi mager banget!
"Besok kita cari gaun dan tuxedo serta cincin untuk pernikahan kita. " ujar Zayn.
"Aku sih nurut saja sama kamu Mas. " balas Senja sambil tersenyum.
Zayn mengulas senyumnya, menyelipkan anak rambut Senja ke belakang telinga, setelah itu membawanya ke dalam dekapan. Tak lama kemudian Ayah dan Ibu muncul lalu bergabung bersama Senja dan Zayn.
__ADS_1
"Ayah, Ibu aku ingin pernikahan Senja dan aku dipercepat bagaimana?
" Ya, Ibu sih setuju setuju saja nak, asalkan Puteri kami Senja bisa bahagia bersama dengan kamu. " ujar Ibu dengan tulus.
"Ah ibu Senja jadi pengen nikah cepat sama Mas dudaku ini. " cetus Senja sambil memelas menatap sang ibu.
Ibu pun hanya bisa mengelus dada dan tak heran lagi melihat kelakuan Puteri kesayangannya itu. Sementara Ayah dan Zayn tersenyum geli melihat tingkah laku Senja barusan. "Ngomong ngomong Ayah dan Ibu mau request cucu berapa nih satu, tiga, lima apa tujuh! ujar Senja menggoda ke dua orang tuanya.
"LEMBAYUNG SENJA ish. " pekik Ibu kesal pada puterinya.
"Apa Ibu sayang, lagian aku dan mas duda sudah siap kok bu ya 'kan Mas! Senja mengedipkan sebelah matanya kearah Zayn. Zayn terkekeh melihat tingkah calon istrinya yang sangat blak blakan itu.
"Huh Ibu nyesel, dulu kenapa enggak beri kamu adik saja sih Nja. " sesal Ibu dengan penuh drama.
Senja langsung tertawa terpingkal pingkal melihat bagaimana ibunya bermain drama. Kenapa Ibu tidak main di suara hati istri saja sih, pasti Ibu akan di terima pikirnya.
Senja menyandarkan kepalanya di sofa, memperhatikan orang tuanya yang tengah mengobrol bersama Zayn. Merasa bosan, Senja mengambil ponsel dalam sakunya dan mulai membuat akun sosial medianya. Setelah itu Diapun memposting foto di akun medsosnya itu.
@SenjanyaZayn_forever
@SenjanyaZayn_forever *My favorit man, my beloved man and My Future Husband ❣️💕🖤💞
balasan pesan*
@PrettyDara99 : Hadeh dasar bucin akut @SenjanyaZayn_forever
Senja tergelak mendapat cibiran dari Dara dan tanpa ragu dia meng follow akun milik Dara.
@SenjaZayn_forever mulai mengikuti @PrettyDara99
@SenjanyaZayn_forever : IRI BILANG BOSS @PrettyDara99
Setelah itu dia menaruh ponselnya di atas meja dan ikut mengobrol bersama kekasih dan orang tuanya.
TBC
__ADS_1