
Othor revisi bab ini agar bisa di kontrak thanks you, kalau enggak nyambung jangan protes!!
Langit mulai gelap, Senja mengeliatkan tubuhnya setelah itu membuka matanya. Hal pertama yang dilihatnya adalah sosok Zayn, pria yang kini resmi menjadi suaminya masih terlelap di sebelahnya.
"Kamu sudah bangun Yank. " Senja tersentak, melihat manik gelap sang suami terbuka lebar dan kini bersirobok dengan manik matanya. Zayn langsung bangun dan menyandarkan tubuhnya di dipan Ranjang. Senja pun turun dari kasur, berjalan menuju ke tempat kado kado pernikahan tersedia. Dia mengambil kado yang tertera nama dirinya dari sahabatnya Dara kemudian membawanya ke kasur.
"Aku penasaran apa isinya? "
Senja pun langsung membukanya kemudian mengeluarkan sebuah kain, mengangkatnya ke atas. Senja menelan ludahnya kasar melihat pakaian menerawang berwarna merah kaya jala ikan.
Sementara Zayn tersenyum miring melihat hadiah yang diberikan Dara pada istrinya. "Yank kamu pakai itu gih, aku sudah tidak sabar ingin melihat kamu memakai gaun itu. " pinta Zayn.
"Huft baiklah. " Senjapun bangkit dan pergi ke kamar mandi. Sementara Zayn melepas kaosnya kemudian melemparnya ke lantai, kini dia hanya memakai celana panjang tanpa atasan.
Tak lama kemudian Senja ke luar, Kedua mata Zayn membulat melihat penampilan istrinya. Senja berjalan pelan dengan wajah malu malunya di hadapan sang suami, darah Zayn langsung berdesir melihat betapa seksi istrinya menggunakan kain tipis. Diapun memisahkan kakinya ke lantai, grep tangan kekarnya meraih pinggul sang istri hingga tubuh mereka saling menempel satu sama lain.
"Yank aku ingin kamu sekarang, boleh 'kan aku minta hakku!
Senja menarik nafas pelan kemudian mengangguk, Zayn tersenyum lebar dan langsung membopong tubuh istrinya setelah mendapatkan lampu hijau.Dia langsung merebahkan tubuh istrinya ke atas ranjang.
Senja tersipu malu mendengarnya. Zayn bergerak cepat melepaskan penghalang terakhir pada tubuhnya mereka. Tanpa ragu lagi, dia mulai menciumi seluruh bagian wajah istrinya dengan lembut tanpa terkecuali.Zayn tak lupa meninggalkan jejak jejak keunguan di seluruh lekukan tubuh wanitanya.
Sebelum pada hidangan pertama, Zayn menatap lekat gadis yang akan dia ubah menjadi wanita. "Awalnya akan sakit sayang, tapi cuma sebentar. Kamu bisa cakar punggung Mas agar sakitnya berkurang!
"Pelan pelan ya Mas!
Cup Zayn mengecup kening Senja cukup lama setelah itu melepaskannya. Dia kini berhasil melakukannya, Senja menahan rasa sakitnya kemudian menyesuaikan diri.
"Lanjutkan saja Mas!
__ADS_1
Zayn mengangguk, melajukannya dengan lembut namun lambat laun berubah cepat. Suara desahan dan erangan terus bersautan dalam kamar mereka berdua, Zayn semakin cepat melakukan gerakannya kala sang istri mendesahkan namanya dengan merdu.
Suara lembut wanitanya, bagaikan alunan merdu yang membangkitkan gairahnya. Sementara Senja memeluk leher sang suami kala kenikmatan itu tengah di rasakannya, sesekali dia hapus peluh yang ada di dahi Zayn.
Senja nampak terpesona melihat suaminya yang berkeringat nampak sangat seksi di dimatanya.
"Ayo Mas lanjut. " pekik Senja.
Malam itu mereka kembali berbagi gairah, melampiaskan gairah mereka yang selama ini terpendam. Suara erangan dan rintihan terus bersautan di dalam kamar.
AC dalam kamar tak mampu meredamkan api gairah dalam diri penganten baru itu. Ranjang ikut bergoyang dan terlihat kusut akibat kegiatan panas Senja dan Zayn yang masih berlangsung.
Pertarungan mantan duda vs mantan perawaan siapa yang menang wkwk? (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
Jam 02.00 dini hari kegiatan panas itu baru berakhir, Zayn menghempaskan dirinya ke samping dan menarik selimut menutupi tubuh mereka. Senyum kepuasan tercetak jelas di wajah tampannya yang penuh keringat. "Sangat menyenangkan. " kekehnya.
Zayn menoleh ke samping, dia mengusap wajah istrinya yang sudah tertidur karena kelelahan. Tak disangka wanitanya yang bar bar itu sangat agresif dalam urusan ranjang hal itu membuatnya sangat puas. "Selamat tidur sayang, besok kita lanjutkan lagi. " gumamnya terkekeh.
🤗🤗
Cahaya matahari menyinarkan sinarnya, hingga membuat pasangan pengantin itu terusik. Senja membuka matanya, merasakan silau setelah itu menatap pria yang ada di sebelahnya.
Mas Zayn kuat banget deh astaga
Senja tersenyum sendiri mengingat pertempuran panasnya bersama sang suami. Cup sebuah kecupan menyadarkannya dari lamunan, tatapannya beradu dengan manik kelam Zayn.
"Selamat pagi istriku. " sapa Zayn.
"Pagi juga mas! Senja hendak menggerakkan tubuhnya namun tidak jadi mengingat tubuhnya terasa remuk.
__ADS_1
"Kenapa Yank kok diam! Mau coba lagi ya ayo. " aja Mas Zayn dengan semangat.
Senja menggeleng, mana mungkin dia mau mengulang lagi kegiatan semalam. Lagian tubuhnya sudah remuk kayak gini, bisa bisa dirinya enggak bisa jalan selama seminggu.
"Mas aku pengen mandi, tapi bagian sana
sakit. " adunya.
Zayn langsung menyibak selimutnya, dia langsung membopong tubuh sang istri lalu membawanya ke kamar mandi.
Satu jam kemudian
Keduanya ke luar dari kamar mandi, Senja berjalan tertatih tatih sambil memegangi pinggangnya. Zayn menahan tawa sekaligus merasa kasihan dengan istrinya itu. "Yank kok kamu kayak nenek nenek sih. " ledek Zayn.
"Ish Mas, ini semua gara gara kamu. Kamu kayak serigala buas deh nerkam aku semalam hingga tadi. " decak Senja dengan sebal. Dia segera berganti pakaian, mengabaikan pandangan suaminya yang terlihat menginginkan dirinya lagi.
Selesai berpakaian, Senja menghampiri suaminya sambil berkata. "Ayo cepat aku sudah lapar sekarang! Zaynpun buru buru berpakaian sebelum wanitanya itu merajuk.
Setelah selesai Zayn menyambar ponsel dan dompetnya. Lalu mengajak istrinya ke luar dari kamar mereka. " Eh Mas spreinya belum di ganti tuh. "
"Sudah biarkan saja, entar ada yang bersihin kok lebih baik kita pergi. " Zayn menggandeng tangan istrinya, ke luar dari hotel dan masuk ke dalam mobil. Zayn melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke Restauran terdekat.
Di Restauran
Zayn segera memesan makanan kesukaan istrinya, setelah itu kembali mengobrol dengan Senja. "Yank kamu masih marah soal tadi. " cecar Zayn.
"Hm. " gumamnya pura pura merajuk. Zayn menghela nafas pelan, merasa bersalah karena dirinya tak bisa mengontrol dirinya semalaman hingga membuat istrinya merasa kesakitan. Sedangkan Senja mencoba menahan tawa melihat wajah bersalah sang suami, sebenarnya dia tak mempermasalahkannya namun tentu saja perlu waktu lagi karena hal itu adalah pertama kali bagi dirinya dan suaminya sangat tidak sabaran semalam. Zayn bagai serigal kelaparan semalam, tapi Senja tak memungkiri bahwa suaminya itu perkasa.
"Aku cuma bercanda kok Mas, lagian aku malah ketagihan hehe sama si dia. " ucapnya sambil terkekeh.
__ADS_1
Zayn hanya mengulum senyumnya, pelayan datang dan menatap pesanan mereka setelah itu menyingkir. Keduanya kini langsung sibuk dengan makanan masing masing.
TBC