Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 59 - KESEPAKATAN MAYA & REGA


__ADS_3

Hari berikutnya


Pagi itu Riana, sang babysitter turun ke bawah menghampiri sang majikan sambil menggendong baby Jingga. Senja tersenyum manis, langsung mengambil alih puteri kecilnya, lalu membawanya ke luar dari mansion.


"Sudah wangi ya puteri kecil mommy, udara di sini segar, cocok untuk kamu Princess. " Senja mengusap pipi Jingga dengan lembut, penuh kasih sayang.


"Nyonya boss. "


Senja menoleh, dia tersenyum melihat kehadiran Rega dan Maya. Keduanya langsung menghampiri istri bossnya itu. Dia menelisik, memperhatikan keduanya dengan tatapan penuh selidik, sontak membuat Maya salah tingkah. "Bagaimana hubungan kalian berdua sekarang, udah ada kemajuan belum? "


Senja sangat penasaran dengan pilihan Rega, dia akan memilih Maya atau Tya.


"Kak, aku dan Om tua ini gak ada hubungan apapun. " jawab Maya dengan santai.


"Oh ya, tapi aku gak percaya tuh!


Maya hanya acuh, dia memperhatikan bayi dalam gendongan Senja. Diapun langsung menyunggingkan senyumnya, melihat betapa manisnya Jingga. " Baby cantik ini siapa namanya kak? "


"Namanya Jingga, Maya! Senja tersenyum tipis di hadapan gadis muda di depannya. Mayapun manggut manggut, dia mengusap pipi Jingga dengan lembut.


" Kalau pengen punya baby, minta saja sama si om tuamu itu. " ujar Senja dengan jahil. Rega langsung mendelik, dia menatap kesal istri dari bossnya yang sungguh menyebalkan. Maya menaikkan sebelah alisnya kearah Senja, terlihat jelas sekali dia sedang bingung.


Senja menghela nafas pelan, lalu kembali menatap Maya. "Memangnya kamu enggak memperhatikan pelajaran reproduksi Maya? "


"Enggak kak Senja, lha aku aja selalu bolos tiap jam biologi. " ungkapnya sambil nyengir.


Senja menatap gadis di hadapannya dengan raut tak percaya, Rega berdecak kesal dan menjitak kepala Maya. Maya meringis, dia langsung menginjak kaki Rega.


"Auwh. " pekik Rega tiba tiba.


Oek oek


Senja pun langsung berdiri, menimang Jingga yang menangis. Dia melirik tajam kearah asisten suaminya itu, Rega hanya nyengir ditatap istri bossnya. "Sst sayang kamu kaget ya, dengar suara jelek paman Rega. Kalau sudah besar kamu jambak saja rambut paman Rega ya nak. " gumamnya.

__ADS_1


"Nyonya Senja. " geram Rega dengan raut kesalnya.


Pfft Maya tertawa mendengar ucapan Senja, dia abaikan tatapan menusuk dari si om om tua nan jomblo di sebelahnya. "Kak, biar aku saja yang gendong Jingga!


"Awas lho nyonya, Jingga nanti diapa apain lagi sama si bocah ingusan. " cetus Rega.


Maya mengabaikannya, dia menggendong baby Jingga dan duduk menjauh dari Rega. Senja kembali menatap Rega dengan raut curiganya.


"Jadi bagaimana Rega? "


"Bagaimana apanya Nyonya! " Rega sungguh tak mengerti dengan pertanyaan ambigu dari nyonya bossnya itu. Senja berdecak kesal melihat Rega yang tak mengerti apa maksudnya.


"Kamu pilih Maya atau Tya? "


Regapun langsung paham maksudnya, dia nampak terdiam dan masih terlihat bingung. Senja hanya bisa menggeleng melihat pria tua seperti Rega yang masih saja labil. Dia pun melirik Maya melalui ekor matanya, Senja pun menoleh kemudian tersenyum tipis.


"Jika kamu menyukai Maya, berusahalah dan kejar dia. Soal Tya, kamu harus tegas padanya jika kamu tak tertarik padanya Ga!


" Tapi aku sejujurnya, lebih setuju kamu sama Maya hehe. "


Ehem


Senja menoleh, dia pun bangkit kalau melihat sangat suami datang menghampirinya. Wajahnya menampilkan raut datar dan dingin, ekor matanya menatap tajam kearah Rega.


" Nyonya, Tuan aku dan Maya ke dalam dulu. " Dia langsung merangkul Maya bersama baby Jingga ke dalam mansion utama, sebelum raja singa mengamuk. Senja menarik tangan sang suami lalu duduk dipangkuan Zayn. Tangan Zayn melingkar posesif di pinggang sang istri tercinta. "Kenapa wajahmu di tepuk sayang, apa kamu belum mendapat jatah! ujarnya dengan nada jahil.


"Hn! "


"Bercanda kok Mas, lagian aku dan Rega enggak ada apa apa suamiku, dasar suami pencemburu. " Zayn menelusup 'kan wajahnya di perpotongan leher sang istri, mengendus nya sesekali memciumnya lembut. Tangan Zayn menelusup ke dalam gaun Senja, meremas sesuatu di dalam sana. Senja melenguh kecil sambil meremas rambut legam Zayn.


"Nanti malam saja ya Mas, ini di luar lho entar ada yang lihat. " Senja mengusap usap kepala bayi besarnya yang tengah merajuk karena cemburu.


Zayn mengangkat wajahnya, dia langsung menyambar bibir sang istri, menciumnya dengan liar dan panas. Senjapun membalasnya dengan tak kalah panasnya, setelah itu menyudahinya sebelum mereka kebablasan.

__ADS_1


"Yuk kita ke dalam! Zayn mengangguk, dia bangkit dan langsung membohongi istrinya lalu membawanya ke dalam.


Zayn menurunkan Senja di ruang tamu, dia memeluk posesif istrinya itu. Rega hanya mencibir, melihat kelakuan boss gesreknya itu. Senja membisikkkan sesuatu di telinga Zayn agar berhenti cemburu, wajahnya kembali ceria di hadapan Rega dan Maya.


" Maya, apa kamu tak sedikitpun memiliki perasaan pada Rega? " cecar Senja merasa penasaran.


"Entahlah Kak, aku juga enggak tahu! Maya menyerahkan baby Jingga pada babysitternya.


Maya melirik jam tangannya, dia kembali menatap Senja dengan senyum manis di bibirnya itu. " Kak Senja, Kak Zayn aku pamit pulang dulu ada urusan. " ujarnya buru buru.


"Iya hati hati ya Maya!


Maya mengangguk, diapun bangkit dan pergi dari ruang tamu. Senja memberi kode pada Rega, Rega langsung bangkit dan menyusul kepergian Maya. Setelah kepergian keduanya Zayn bernafas lega, mengenggam tangan sang istri lalu mengecupnya. " Udah ya jangan cemburu lagi mas, lagian Rega dan Maya lebih cocok daripada sama Tya. " ungkap Senja dengan jujur.


"Kalau itu biar jadi urusan Rega, kita enggak berhak ikut campur sayang lagian dia bukan bocah lagi. " jawab Zayn.


Di lain sisi Rega mengantarkan Maya pulang, selama perjalanan hanya keheningan yang menyapa keduanya. Maya sibuk dengan ponselnya, mengabaikan Rega yang ada di sebelahnya. "Ehem Maya, kamu mau kuliah tidak? "


"Tidak, aku enggak punya biaya!


Maya menyimpan ponselnya dalam saku, sesekali melirik kearah Rega. Tak berselang lama, mereka tiba di depan rumah Maya. Maya melepaskan sabuk pengamannya begitu juga dengan Rega. Rega menoleh ke samping, menatap Maya dengan lekat. "Baiklah kalau begitu, maukah menikah denganku Maya? "


Maya tersedak air liurnya sendiri mendengar pernyataan Rega, dia berdecak dan menatap tajam kearah Rega. "Aku belum siap nikah om, aku mau kerja dulu! "


Rega menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan pelan. Dia kembali menatap Maya dengan tatapan lembutnya. "


"Ayolah Maya, kamu bisa kerja setelah nikah. " bujuk Rega.


Maya terdiam, memikirkan ucapan Rega lalu mengangguk. "Tapi Om enggak boleh nyentuh aku saat kita resmi menikah nanti bagaimana. "


"Ya aku setuju!


Dalam hati dia mengumpat berkali kali, inilah resikonya jika menikah dengan gadis yang usianya jauh dibawahnya. Diam diam Rega tersenyum miring, entah apa yang di pikirkannya saat ini.

__ADS_1


ck dasar pasangan aneh, menikah tanpa mengungkapkan perasaan wkwkwk 🤣🤣


bersambung


__ADS_2