
Ya Hari ini Zayn dan Senja berangkat babymoon ke Bali, Zayn sengaja memajukan jadwal mereka. Kini Senja memeluk mertua dan orang tuanya secara bergantian. "Selamat bersenang senang ya sayang, Zayn ingat jangan biarkan istrimu menangis dan jika dia menginginkan sesuatu kamu harus turuti. " ujar Mommy.
"Iya Mommy itu pasti, asalkan jangan yang aneh aneh!
Senja tertawa kecil mendengar ucapan suaminya, terlihat sekali kalau Zayn sangat panik jika dirinya menginginkan hal yang aneh. Senja mengulum senyumnya, menatap sang mertua sambil berkata. " Mom, Dad aku titip ayah dan ibu ya. Mereka pasti akan kesepian tanpa ada aku di sisi mereka. " pinta Senja.
"Tenanglah nak, lagian ayah dan ibumu akan tinggal bersama mommy dan daddy. "
Senja bernafas lega mendengarnya, dia mendekat kearah sang ayah dan kembali memeluknya. Ayah mencium kening Puteri kesayangannya itu, lalu melepaskan diri da mengusap perut puterinya. "Kamu dan calon cucu ayah harus sehat sehat selama di Bali ya nak. "
"Iya Ayah, ya sudah kami berangkat!
Zayn merangkul istrinya ke luar dari mansion, keduanya langsung masuk ke mobil. Reno sang sopir, langsung tancap gas dan melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Zayn.
Selama perjalanan ke bandara, Senja kini bersandar di tubuh Zayn. Zaynpun dengan sigap merangkulnya, sesekali mengusap perut buncit sang istri.
Skip
Setelah menempuh dua jam perjalanan menaiki jet pribadi. Kini pasangan suami istri itu sudah berada di Bali, sekarang mereka berada di sebuah Allila villa Uluwatu. Setelah menata pakaian mereka ke dalam lemari, Zayn segera menghampiri sang istri yang duduk di dekat kolam renang yang letaknya tepat di depan Vila.
"Pemandangannya sangat indah mas, aku sangat suka berada di sini. " ungkap Senja dengan wajah sumringahnya.
"Syukurlah kalau kamu suka yank. " Zayn membantu istrinya berdiri, lalu mereka duduk di kursi sambil menatap pemandangan dari dalam Villa. Zayn melirik jam di tangannya, kini menunjukkan angka 10.00 pagi.
"kita berganti pakaian setelah itu berjemur bagaimana? "
Senja mengangguk, mereka masuk ke dalam Villa. Beberapa menit keduanya kembali dan berbaring di lounge chairs. Senja kini hanya menggunakan bikini model dress khusus bumil yang memperlihatkan perut buncitnya, Zayn tersenyum nakal melihat penampilan sang istri. Senja sangat seksi dan bergairah dengan perutnya yang membuncit.
Zayn dengan cekatan menyatukan kursi mereka, Senja hanya menggeleng melihat kelakuan sang suami. "Ck buat apa sih mas nyatuin kursinya? "
__ADS_1
"Iya Mas gak pengen jauh sama kamu, meski jarak hanya sejengkal! Lagian kalau kamu kayk gini udah mirip bule sayang. " rayunya dengan senyuman manis.
"Bulepotan maksud mas Zayn. " balas Senja sambil tertawa kecil, mengusap perut buncitnya. Zayn ikut tertawa mendengar candaan istrinya, dia ikut mengusap perut sang istri. Hatinya berdesir hangat, kala tangannya menyentuh kulit perut sang istri.
"Daddy sangat sayang kamu dan Mommy, cepatlah lahir sayang dan Daddy sudah tak sabar menanti kelahiranmu. " gumam Zayn.
"Sabar ya Daddy, tak lama lagi kok baby J lahir dan sekarang lebih baik enaknya Daddy menjenguknya. " ujar Senja dengan tatapan menggoda sang suami.
"Nakal kamu ya!
Kala itu cuaca Siang sudah panas, menjadi semakin panas karena ulah pasangan suami istri tersebut. Satu jam kemudian mereka telah selesai dengan kegiatan mereka, lalu mereka kembali berbaring lagi. Senja menoleh, memperhatikan dada suaminya yang dipenuhi keringat setelah kegiatan mereka.
Diapun segera mengusapnya, namun tangannya kini di tahan oleh sang suami. Senja mengulas senyumnya, dia mencium bibir Zayn dengan singkat kemudian mengelus rahang sang suami.
" Memangnya kita mau berapa lama Mas di Balinya? "
"Satu bulan yank sekalian honeymoon, kemarin kamu menolak honeymoon 'kan? " Senja manggut manggut, dia setuju dengan apa yang dikatakan Zayn.
Zayn mengangguk, dia mencium kilat bibir istrinya kemudian bangun dari berbaringnya. Dia segera masuk ke dalam Villa dan menuju ke dapur, sedangkan Senja menikmati udara segar, sekaligus membuat dirinya rileks.
Dia merasa sangat gugup dan ketakutan, beberapa bulan lagi dirinya akan melahirkan buah cintanya bersama Zayn. Senja menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan pelan.
Beberapa menit kemudian.
Zayn kembali membawa cemilan dan es buah permintaan istrinya. Senjapun langsung duduk dengan hati hati, memakan salad dan esnya bersama suaminya. Selesai makan, Senja langsung bangkit dan pergi ke kamar untuk berganti pakaian di susul Zayn.
💠ðŸ’
Selesai mandi dan berganti pakaian, Senja bersandar di sisi ranjang sambil membaca buku. Usai berpakaian Zayn mendekat, kearah sang istri lalu berbaring di sampingnya. Dengan jahilnya, Zayn mengusap perut istrinya lalu turun ke bawah, Senja pun menjitak kepala sang suami dengan gemas.
Puk
__ADS_1
"Tanganmu di jaga ya mas, jangan jahil! tegur Senja dengan raut jengkel.
Zayn tertawa, melihat istrinya kembali membaca mengabaikan dirinya. Dia merasa sangat bosan dan ingin lagi bermanja manja dengan wanitanya. "Yank kayaknya aku haus deh pengen minum. " ujar Zayn, terselip sebua makna dibalik ucapannya itu.
"Ya sudah beli es sana!
Zayn mendengus keras, dia merebut buku dari tangan sang istri lalu menaruhnya di meja. Setelah itu melakukan apa yang menjadi kegiatan favoritnya selama ini, Senja menghela nafas pelan dan mengusap kepala sang suami. Ternyata bayi besarnya lagi pengen manja manja pada tubuhnya. " Duh baby J pasti ngetawain kamu mas, kamu manjanya mengalahkan anak kecil. " sindir Senja pada sang suami.
Senja memperhatikan suaminya yang tengah asyik bermain squishy, Zayn hanya acuh dan sibuk dengan favoritnya itu. Selesai dengan kegiatannya, Zayn menciumi perut sang istri dan mengajak berbicara bayi dalam kandungan Senja.
Senja nampak menyunggingkan senyuman melihat betapa suaminya sangat tidak sabaran akan kelahiran calon bayi mereka. Zayn kembali berbaring di sebelah istrinya, dia sangat puas berbicara pada calon bayi mereka dan direspon dengan sebuah tendangan kecil.
Zayn mengambil ponselnya dari atas meja, dia mengirimkan pesan pada orang tuanya. Setelah itu dia membaca chat dari Andra, diapun tersenyum dan menaruh ponselnya kembali pada tempatnya. "Kenapa Mas kok senyum senyum sendiri, ada kabar bahagia apa? "
"Andra chat aku, katanya pernikahannya dengan Kirana akan diadakan setelah kamu lahiran sayang. " jawab Zayn tersenyum tipis.
"Aku turut senang mendengarnya, si jomblo itu bentar lagi menikah hahaha. " ujar Senja sambil tertawa membahas Andra.
Zayn tergelak mendengar ucapan Senja, dia tak habis pikir istrinya itu selalu berdebat dengan Andra jika mereka bertemu bagaikan tom dan jerry. "Oh ya sayang Rey dan Dara sudah kembali ke Jakarta. " sambung Zayn.
"Ya entar aku chat Dara deh. "
Zayn memiringkan tubuhnya, lalu mengusap pipi chubby milik istrinya, semenjak hamil memang semakin berisi terutama dibagian tertentu namun dia sangat menyukainya. Namun Zayn terkadang pusing, menghadapi mood istrinya, yang terkadang tak percaya diri karena berat badannya naik drastis. Sekarang istrinya tak lagi memusingkan hal itu, karena berkat rayuannya istrinya tidak lagi mengeluh.
"Aku mencintaimu dengan tulus, bukan karena fisikmu tapi hatimu yang cantik secantik parasmu. "
"Maaf ya Mas, aku bikin kamu repot dengan keluhanku selama ini. Aku hanya takut kamu pergi ninggalin aku, karena tubuhku tak lagi kurus namun lebar. " sesalnya.
"Sst itu wajar sayang karena itu mood bumil kadang berubah ubah jadi aku cukup paham kok. "
bersambung
__ADS_1