Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 130 ~ Extra Part 14 Melisa Story chap 13


__ADS_3


Mata mereka saling memandang dan mengunci satu sama lain. Adam mengenggam erat tangan wanitanya, keduanya kini berada di mansion belakang. dua benda kenyal itupun menyatu saling membelit satu sama lain dengan lembut, bertukar saliva dan menyalurkan rasa rindu yang masih menggebu.


Ciuman mereka terlepas, Melisa bangkit dan mengalungkan tangannya ke leher Adam. Adam dengan sengaja merapatkan tubuh mereka, hingga sesuatu saling bersentuhan di sana. "Mas Adam hentikan, kita bukan suami istri lagi. " ujar Melisa dengan nada lembutnya.


"Tapi aku sangat merindukanmu honey, aku ingin kehangatanmu. " balasnya ambigu.


"Enggak mas!


Adam mendesah kecewa mendapat penolakan dari wanitanya. Melisapun hanya diam memperhatikan perubahan raut wajah mantan suaminya ini.


Drt


drt


drt


Melisa menyambar ponselnya dari dalam tas, dia langsung menekan tombol hijaunya.


"Halo David ada apa? "


(............ )


"Baiklah aku akan ke sana!


Adam mengeraskan rahang mendengar David lah yang menghubungi Melisa. Melisapun menyimpan ponselnya dan melepaskan dirinya dari pelukan Adam. "Maaf mas, aku harus pergi ada urusan yang harus aku urus. "


"Bersama David? "


"Ya, Apa kamu tahu Mas, Davidlah yang selama ini membantuku karena dia merasa bersalah membuat kita bertengkar hebat!


"Aku permisi! Melisa berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Adam sendiri. Adam menatap kepergian wanitanya dengan tidak rela, dia sangat cemburu melihat mantan istrinya bersama pria lain. Adam tak akan membiarkannya, diapun langsung pergi menyusul Melisa. Triplet A hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Daddy mereka itu.


"Daddy seperti anak itik yang kehilangan induknya. " celetuk Axel.


"Bener banget Ax. " sahut Aiden sambil tertawa.

__ADS_1


Aaron hanya diam, dia malah sibuk dengan gadgetnya. Sepertinya si sulung tak mempedulikan urusan orang tuanya ckckck dasar es kutub. Aiden dan Axel melirik sang kakak yang tak bereaksi apa apa hanya bisa mencibirnya, namun tak digubris Aaron.


"Ax, mengenai rencanamu menyatukan Daddy dan Mommy gimana? "


Axel langsung membisikkan ditelinga Aiden dan juga Aaron, Aiden mengacungkan jempolnya kearah adiknya itu. Aaron menaruh gadgetnya, menoleh kearah Axel dengan tatapan datarnya.


"Apakah cara ini enggak papa Ax, sangat extrim lho, apalagi kalau sampai mommy tahu, uang jajan kita pasti dipotong 50%!


"Sangat yakin, sepertinya kita minta bantuan saja sama om David, membuat daddy cemburu itu sangat mudah xixixi. " ujar Axel tersenyum jahat.


"Adik perempuan is coming. " pekik Aiden gila sambil bertos ria dengan Axel. Aaron memutar bola matanya malas, kedua adiknya benar benar somplak. Aiden dan Axel tertawa bersama, keduanya sangat yakin jika rencana mereka berhasil.


##


Di Cafe


.


Melisa duduk berhadapan dengan David, sahabat dari Adam. "Bagaimana hubungan kamu sama Vanilla sekarang? "


"Ya aku berhasil mengikat gadis itu dalam ikatan pernikahan, sekarang dia berada di rumah dan tidak ke mana mana karena istriku tengah hamil besar, aku tak ingin resiko kehilangan anak lagi. " David menyesap kopinya dengan santai, Melisa sangat terkejut dengan pengakuan David.


"Baiklah aku akan ke rumah kalian. " Melisa tersenyum tulus pada pria yang banyak membantunya. Dari jauh Adam semakin cemburu melihat kedekatan Melisa dnegan David.


Tring..


David mengambil ponselnya dan terkekeh mebaca pesan dari Axel, puteranya Melisa. Setelah itu menyimpannya lagi ke dalam skau, dia melirik ke setiap sudut ruangan, menemukan sosok Adam yang mengawasi mereka.


"Dasar pria pencemburu itu, memang enak aku kerjain hehe makan tuh cemburu. "


David kembali memandang Melisa, dengan sengaja dia menyentuh tangan Melisa dan memberi nasihat pada wanita di depannya. Sesekali dia mengusap usap kepala Melisa, Melisa merasa heran namun dia membiarkannya. Sementara Adam semakin panas melihat perlakuan David pada Melisa.


Merasa tak tahan Dia bangkit dan bergegas menghampiri keduanya, tanpa banyak kata Adam menarik tangan Melisa menjauh dari sana. Melisa terkejut dan memberontak, Adam semakin kesal dan memilih memanggul tubuh Melisa lalu membawanya pergi, sebelum keluar Adam melayangkan tatapan tajamnya pada David. David tertawa melihat reaksi dari sahabatnya yang bodoh.


"Dasar pria bodoh ckck. " David segera menghabiskan kopinya, lalu membayarnya kemudian pergi dari sana.


Triplet A tercengang melihat raut muka daddy mereka yang tak enak di pandang sambil memanggul Melisa, mommy mereka.

__ADS_1


"Anak anak tolong mommy. " teriak Melisa pada anak anaknya.


"Sorry mom, kami enggak bisa bantu " Axel melambaikan tangan menatap kepergian orang tuanya. Triplet A kembali sibuk dengan gadget masing masing.


Di kamar


Adam membanting istrinya di kasur, dia melepaskan pakaian mereka dengan buru buru. Melisa berusaha mencegah kelakuan Adam namun Adam mencekal tangannya. "Aku enggak suka melihat kamu bersama David, kita akan membuat baby girl adik dari triplet A, aku tak akan melepaskanmu lagi sayang. "


Melisa menelan salivanya kasar, dirinya dalam bahaya. Sang singa tengah menerkamnya saat ini namun dirinya tak bisa kabur. Siang yang terik mereka berdua akhirnya bergumul mesra di atas ranjang, Adam mengeluarkan kekuatannya memberi kenikmatan pada wanitanya dengan lembut, panas dan liar. Suara ******* dan erangan terus bersahutan dalam kamar, hingga mencapai ronde ke Lima Adam baru melepaskannya.


Adam menjatuhkan dirinya di samping, menarik selimut menutupi tubuh mereka. Dia mengurai rambut Melisa sambil tersenyum, menatap wanitanya yang tertidur karena kelelahan.


"You Are mine honey, kita akan menikah lagi dan aku harap kamu segera hamil anak perempuan. Aku tak akan pernah lagi mengecewakan kamu dan anak anak!


##


Sore harinya tepat pukul 05.00, Melisa telah selesai mandi dan berganti pakaian. Dia memilih berdiri di balkon sambil menghirup udara pada sore hari. Tubuhnya sudah tidak terlalu lelah karena dirinya tadi berendam dan ini semua gara gara Adam. Adam datang dengan bertelanjang dada hanya mengenakan celana panjang, memeluk calon istrinya dari belakang.


"Aku harap bibit unggulku kembali berhasil kali ini!


Tiba tiba Adam terlintas dipikirannya sesuatu, dia membalik tubuh Melisa kemudian mendekapnya. "Sayang kamu enggak meminum obat pencegah kehamilan bukan? "


Melisa menggeleng, Adam bernafas lega senyumnya kian melebar. Melisa mengamati raut wajah bahagia pria yang masih sangat dicintainya itu. "Aku juga merindukan kamu mas Adam. "


"Iya sayang, secepatnya kita yarus menikah lagi, aku tak mau kehilangan kamu istriku. " rengeknya seperti anak kecil. Melisa tersenyum geli melihat tingkah prianya yang kekanakan.


Keduanya duduk di sofa dengan Melisa di atas pangkuan Adam. "sepertinya kamu salah paham antara aku dan David deh mas, David sudah menikah dengan Vanilla!


Adam langsung nyengir sesaat setelah Melisa selesai menjelaskannya. Melisa mendengus keras, melihat kelakuan sang pria pujaannya itu. Dia turun dari pangkuan Adam, mengusap rahang kokoh Adam dengan lembut. "Maafkan aku sayang, aku hampir saja mengulang kesalahan yang sama dan aku takut kehilangan kamu dan anak anak lagi. "


"Kamu tidak akan kehilangan kami pagi mas, kami berempat hanya milikmu!


Adam tersenyum tipis, mengecup singkat kening Melisa dengan lembut dan penuh kasih sayang.


bersambung.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen


__ADS_2