
VOTE YUK VOTE HARI SENIN GAES
*****
Sore harinya, Jingga tengah duduk santai di gazebo ditemani secangkir jus dan camilan.
Drt drt drt Jingga mengambil ponselnya, dia mengerutkan kening membaca pesan dari nomor tak kenalnya.
From xxxx
Sore cantik, i miss you so much! aku ingin sekali memelukmu dan menciummu.
"Ck siapa sih yang ngirim chat ini dasar cabul. " maki Jingga. Dia menaruh ponselnya, tak berniat membalas pesan dari nomor asing itu.
Grep Jingga langsung panik kala sebuah tangan menutup matanya. "Hei lepaskan aku sialan lepas. " maki Jingga. Mike langsung menarik tangannya, terdengar suara kekehan membuat Jingga menoleh dan terkejut melihat pria tampan.
Pria tampan dengan manik mata biru, rahang kokohnya dan dada bidangnya senderable membuat Jingga terpesona. "Hai Sweety, iam back home. "
"Memangnya kamu siapa tuan? "
Mike berdecak kesal, mendengar pertanyaan dari Jingga barusan. Jingga memutar otaknya, mengingat seseorang kemudian tersenyum lebar.
"Michael Jordan Malik. "
"Yes i'am! Mike langsung merentangkan kedua tangannya, Jingga bangkit dan berlari kearahnya. Bruk Dia mengahmbur kepelukan Mike dengan erat dan Mike membalasnya.
Mike melepaskan pelukannya, dia hendak mencium bibir Jingga namun Jingga menaruh telunjuknya sambil menggeleng. " No kiss kiss me Mike, bibirku masih suci. " ujarnya sambil menggoda sahabat kecilnya itu.
Mikepun merenggut kesal mendengar ucapan Jingga, Jingga tertawa tanpa dosa. Keduanya duduk di sofa Gazebo sambil mengobrol santai berdua. Mike menatap intens Jingga dari atas sampai bawah kemudian tersenyum nakal kearahnya. "Kamu sangat cantik dan seksi Baby!
Jingga hanya berdecih, dia menyeruput jusnya mengabaikan Mike yang terus memperhatikan dirinya saat ini. Setelah habis Jingga menaruh gelasnya di atas meja, Mike merapatkan tubuh mereka berdua. Jingga merasa gugup di tatap intens pria tampan di hadapannya.
Diapun melotot kala benda kenyal kini tengah menyesap bibirnya dengan lembut, liar dan panas. Jingga akhirnya luluh dan membalas ciuman dari Mike, beberapa saat kemudian Mike mengakhirinya. Mike mengusap bibirnya dan tersenyum manis kearah Jingga. " Rasanya manis dan aku suka!
__ADS_1
"Yak ciuman pertamaku, Mike mesum. " pekik Jingga dengan kesal. Mike tertawa terbahak bahak melihat gadisnya kesal setengah mati padanya. Ya Mike mengklaim Jingga sebagai miliknya, meski dia tidak tahu siapa pemilih hati gadis kecilnya itu.
Jingga melipat tangannya di dada sambil mencebikkan bibirnya, dia masih kesal dengan pria di sebelahnya yang seenak jidat menciumnya.
Mike tersenyum geli melihat tingkah Jingga yang menggemaskan di matanya. "Kamu sangat lucu Baby, ingin sekali aku seret kamu ke atas ranjang lalu menikmati indahnya surga dunia, kamu menjeritkan namaku di bawah kungkunganku. " gumamnya.
"Hentikan mr pervert! geram Jingga.
" We are just friend Mike, entah kenapa aku masih ragu dengan diriku setelah aku memutuskan perjodohanku dengan si pecundang itu. "
Kedua mata Mike berbinar cerah mendengar. pengakuan Jingga, dia langsung mengenggam kedua tangan Jingga. "Please, beri aku kesempatan Baby, izinkan aku berjuang demi cintaku padamu!
"Jika memang kamu pada akhirnya tak bisa mencintaiku, maka aku akan mundur teratur. " jelasnya. Jingga menggigit bibirnya, bergetar mendengar pernyataan Mike barusan.
Diapun menghela nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya dengan pelan. Jingga kembali memandang Mike dengan tatapan sulit di artikan hingga dia mengangguk kecil.
Mike tersenyum tipis, menciumi kedua tangan Jingga dengan lembut. "Terimakasih atas kesempatannya baby, aku akan berusaha sebisaku mendapatkan cintamu. "
" But it is my heart that chooses you dear. "
(Tetapi hatiku yang memilih kamu sayang).
Sekali lagi Jingga tertegun mendengar jawaban dari Mike yang terlihat tegas, tanpa ada keraguan di dalamnya. Mike kembali mencium bibirnya sekilas, Jingga tersadar dan melotot kearahnya. "Dasar pria modus "
"Ayo ke dalam, aku mau bertemu dengan kedua mertuaku. " ucap Mike dengan penuh percaya diri. Jingga mencibirnya, dia bangkit dan berjalan bersama sama masuk ke mansion. Dengan sengaja Mike merangkul pinggang Jingga hingga keduanya sampai di ruang tamu.
***
"Halo mommy, daddy. " sapa Mike dengan penuh percaya diri.
"Halo juga nak, bagaimana kabar orang tua kamu? " cecar Mommy dengan nada lembut.
"Mereka sangat sehat Mommy, lagian Mami terus terusan mendesakku agar segera menikah. " Mommy tertawa mendegar keluhan dari anak sahabatnya itu.
__ADS_1
"Mom, Dad izinkan aku mendekati puteri kalian yang cantik dan seksi ini, aku akan berjuang meraih cintanya. " ujar Mike dengan nada seriusnya. Mommy dan Daddy saling melempar pandangan satu sama lain setelah itu kembali memandang Mike.
"Kami belum jadi mertuamu bocah ckck, meski begitu aku setuju asalkan kamu enggak menyakiti puteriku Mike. " sahut Daddy dengan nada tegasnya. Mikepun bersorak, dia telah mengantongi restu dari orang tua gadisnya, kini tinggal dirinya berusaha memenangkan hati Jingga. Mike mengeratkan pelukannya di bahu Jingga, dengan beraninya mencium gadisnya di hadapan orang tuanya. "Michael Jordan Malik. " pekik Daddy Zayn dengan teriakan kerasnya.
Mike mengakhiri ciumannya, tertawa tanpa dosa di hadapan calon mertuanya. Sedangkan Mommy tertawa terpingkal pingkal melihat kelakuan Mike yang sangat berani itu. "Mike, berhenti menciumku ish dasar mesum. " protes Jingga sambil mencubit paha Mike.
"Habisnya bibirmu sangat manis Baby!
"Sudah pulang sana ini sudah sore. " usir Jingga secara terang terangan. Mike melirik jam tangannya kemudian kembali melirik Jingga dengan senyuman manisnya. Pelayan datang menyajikan minuman dan cemilan untuk mereka setelah itu pergi.
"No baby, hari ini aku mau menginap di sini. " celetuk Mike. Jingga hanya bisa menghela nafas panjang, percuma mengusir Mike jika Mike pria bebal. Dia mengambil ponselnya dan mengirim chat pada trio wijen, setelah selesai dia iseng iseng membuka sosial medianya.
"Ternyata Edzard sebentar lagi menikah dengan Melisa. " gumam Jingga yang masih bisa di dengar Mike. Mike mengusap kepala Jingga dengan lembut, Jingga menoleh dan melirik sekilas kearah Mike.
"Kamu cemburu Baby!
"Antara ya dan tidak Mike, setelah apa yang dia katakan padaku tadi di Cafe membuatku berfikir seribu kali lagi jika Edzard memang tak pantas untukku. " jelas Jingga. Mommy Senja meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada ibunya Edzard. Jingga menaruh ponselnya di atas meja, meraih remot dan memindah mindah chanel televisi.
"Astaga kenapa wajah si pecundang ada di mana mana ckckck. " gerutu Jingga.
"Ji sayang, daddy tidak akan setuju jika kamu berhubungan dengan Edzard! sahut Daddy dengan nada datarnya.
Jingga terdiam mendengar ucapan daddynya, Mike menghela nafas kasar dan membawa Jingga ke dalam pelukannya. Sepertinya dia tahu apa yang tengah di rasakan oleh Jingga sekarang ini namun dia memilih diam, Mike menekan rasa cemburu yang ada dalam dadanya.
"Don't worry Baby, masih ada pangeran tanpamu di sisimu. " Jingga tersenyum geli mendengar ucapan Mike barusan.
"Lebih tepatnya pangeran kodok ya 'kan Mike. " ledek Jingga. Mike mendengus keras, dia langsung menggelitiki perut Jingga.
Hahahaha
Jingga tertawa terbahak bahak karena digelitiki Mike, Mommy dan Daddy mengulas senyumnya melihat puterinya yang tertawa bersama Mike. Mike menghentikan aksinya, dia kembali memeluk Jingga.
bersambung
__ADS_1