
"Bunga yang cantik untuk gadis yang cantik. " ucap Bara sambil menyerahkan sebuket bunga mawar. Binar tersipu malu, mengambil bunganya kemudian menghirupnya dalam dalam.
"Kok mas Bara tahu, kalau aku suka mawar merah? " tanya Binar.
"Apapun tentang kamu, aku tahu sayang!
Kedua pipi Binar merona mendengar panggilan sayang dari Bara. Bara membuka pintu mobilnya, Binar masuk ke dalam setelah itu Bara melajukan roda empatnya itu.
Bara mengajaknya ke pantai, keduanya menepi di bawah pohon kelapa dan menikmati suasana di sana. Pria itu mendekapnya dari belakang, Binar merasakan geli kala Bara menciumi leher jenjangnya. Gadis itu menoleh, Bara memagut bibir mungilnya, Binar membuka mulutnya, memberikan akses untuk Bara.
Hah hah
"Mas Bara!
"Maafkan mas sayang, mas hampir saja lepas kendali. " ucap Bara yang dibalas anggukan oleh Binar. Binar mengusap lengan Bara di atas perutnya, dia tersenyum simpul mengingat statusnya Bara.
"Kenapa mas Bara enggak nikah saja?" tanya Binar.
"Gimana mau nikah, gadis pujaan mas saja belum menerima cinta mas. " ujar Bara setengah menyindir. Binar tersenyum tipis, dirinya tahu jika Bara menyindirnya. Diapun mendekatkan wajahnya, mencium bibir seksi milik Bara. Bara tak menyiakan kesempatan, membalas kecupan Binar.
Binar melepas ciumannya, bersandar di tubuh Bara dan menautkan tangan mereka berdua. Hati Binar menghangat, gadis itu sangat nyaman berada di sisi Bara.
Berbeda dengan Bara dan Binar, Delima kini terkurung dalam mansion mewah milik Galendra. Gadis itu hanya diam kala Galen mengajaknya berbicara, kejadian semalam membuatnya hancur. Galen yang mabuk, merebut hal berharga miliknya.
Galen memeluknya dari belakang, menciumi bahu sang kekasih. "Del aku tahu aku salah, maafkan aku sayang!
"Ayo kita menikah, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu. " ujar Galen.
"Hiks lalu bagaimana dengan Ricko, dia tunangan aku. Dia pasti akan merasa jijik padaku karena aku kotor. " gumam Delima lirih. Galen mengeratkan pelukannya, dalam hati dia mengumpat mendengar nama Ricko di sebutkan.
"Lupakan dia, sekarang kau milikku Delima!
__ADS_1
Galen membalik tubuh Delima, membaringkan di atas ranjang, dia menindihnya. Dan siang itu mereka kembali bercinta dengan gairah menggelora. Pria itu telah candu dengan tubuh Delima, melakukan segala cara agar wanitanya melupakan pria brengsek itu.
Setelah mencapai pelepasan, Galen segera mengeluarkan miliknya kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Dia segera menghapus air mata wanitanya, menatap lekat wajah Delima. Delima langsung memeluknya erat, isakan tangis terdengar dari dalam pelukan Galen.
Setelah tenang, Galen segera membawanya ke kamar mandi. Usai mandi, keduanya berganti pakaian, mengganti selimut yang kotor dengan yang baru. Keduanya ke luar dari kamar, Delima berjalan cintai menuruni tangga dengan wajah murung.
Drt
drt
Delima menatap sendu satu nama yang tengah menghubungi dirinya. Gadis itu menarik nafas dalam dalam, lalu mengeluarkannya perlahan dan menekan tombol hijau.
"Halo Ricko ada apa? " tanya Delima.
"Dua hari lagi aku balik sayang, jangan lupa kamu jemput aku di Bandara. "
Delima menutup ponselnya, hatinya tercabik cabik mendengar kepulangan Ricko yang sebentar lagi. Galen hanya diam, melipat tangannya di dada sambil mengamati Delima diam diam Pria itu mengepalkan kedua tangannya, dirinya sangat tidak suka jika Delima masih memikirkan Ricko.
"Kau masih mencintai Ricko? " tanya Galen tiba tiba.
"Dad, Mom aku ingin berbicara pada kalian. " ujar Galen sambil menarik tangan Delima. Ya Galen membawa Delima menemui orang tuanya, dia harus meresmikan hubungan mereka.
"Duduklah dulu nak. " ucap mommy Zinnia pada puteranya.
"Aku ingin menikahi Delima secepatnya, bisakah mommy menyiapkan persiapan pernikahan dua hari lagi. " ujar Galen. Delima terkejut mendengar pernyataan Galen begitu juga dengan orang tua pria itu.
"Bagaimana bisa mommy menyiapkan segalanya serba mendadak nak. " ucap Mommy Zi menatap puteranya kesal. Galen terlihat serius, keputusannya tak bisa di bantah siapapun. Delima melirik kearah Galen, hatinya begitu bergemuruh dengan keputusan yang di ambil Galendra.
"Galen. " panggil Delima lirih.
"Stop, aku tidak menerima penolakan Del. Itulah keputusanku!
Daddy Aaron menghela nafas berat, puteranya itu memiliki sifat yang sama seperti dirinya. Mommy Zi hanya bisa mengelus dada melihat sikap puteranya. "Baiklah mommy akan mempersiapkan segalanya, sederhana dulu sesuai keinginanmu Galen. "
"Thanks Mom, untuk undangan lebih baik hanya keluarga dan kerabat kita saja
__ADS_1
mommy. " pinta Galen yang dibalas anggukan oleh mommynya.
"Maaf Tante, Om saya mau berbicara dengan Galen berdua saja. " Delima bangkit, mengajak pria itu ke luar dan berbicara di Gazebo. Delima melepaskan tautan tangannya, menatap datar kearah Galen.
"Apa apaan kamu Galen, bagaimana bisa kamu mengambil keputusan sepihak, lalu bagaimana hubunganku dengan Ricko. " geram Delima.
"Ricko lagi Ricko lagi, dengar Delima lupakan pria itu. Kau adalah milikku, apa pria itu akan menerimamu jika tahu kalau kamu telah bermalam denganku. " sindir Galendra.
"Pilihanmu ada dua, menikah denganku atau menolakku dan Ricko akan tahu tentang kita, aku yakin pria itu akan membencimu. "
"Kau jahat Galen hiks. "
Delima menangis sesegukan, dia diberikan pilihan sulit. Galen berjalan mendekatinya, kemudian memeluknya sekilas. Lalu pria itu menciumi manik mata Delima lalu turun di bibirnya. Lagi lagi gadis itu menangis dalam dekapan Galen. Galen mengusap punggung wanitanya dengan lembut.
"Setelah menikah nanti, aku pastikan kamu hanya akan melihat kearahku Delima, akanku buktikan siapa Ricko sebenarnya padamu, dan biarkan aku egois kali ini. " batin Galen. Galen mengajaknya duduk di Gazebo, merengkuhnya posesif. Galen menaruh tangannya di perut rata Delima, Delima hanya diam.
"Aku tak sabar menanti benihku hadir dalam rahimmu sayang!
Delima mengigit bibirnya, dia tak kepikiran sampai sana, bagaimana kalau dia hamil mengingat Galen tak mengenakan pengaman. Hati Delima semakin dilema saat ini, gadis itu semakin pusing akan masalahnya yang tengah dia hadapi.
"Ayo kita ke dalam. " ajak Galen pada calon istrinya itu. Galen merangkulnya, membawa Delima kembali ke dalam, di sana mommy telah menyiapkan berbagai cemilan untuk mereka. Pria itu membiarkan kekasihnya mengobrol bersama mommy, dia berharap Delima merasa tenang dan santai.
"Tante tak tahu masalah apa yang terjadi antara kamu dan Galen nak, yang pasti tante mohon maafkan dia sayang. " ucap mommy Zi dengan lembut. Delima sempat melirik kearah Galen yang tengah bermain catur, lalu kembali menatap calon mertuanya.
"Iya Tante. "
"Tante lihat, Galen begitu mencintaimu nak, dari cara dia memperlakukanmu dan memberi kamu perhatian. Setahu tante Galen tak pernah memberi perhatian lebih pada seorang gadis, kecuali gadis itu begitu spesial baginya. " pungkas Mommy Zinnia panjang lebar. Delima terdiam, gadis itu memeluk calon mertuanya, mommy Zi tersenyum sambil mengusap punggung gadis itu.
Setelah itu mereka kembali berbincang, Delima mencicipi kue buatan calon mertuanya dengan senyuman manis. Tampaknya gadis itu terlihat rileks dan tak tegang seperti di awal awal. Dari jauh Galen mengulum senyumnya melihat kedekatan mommy dan calon istrinya itu.
"Sekali lagi maafkan aku atas keegoisanku!
Galen kembali fokus bermain catur bersama Daddynya, Daddy Aaron sesekali menggoda puteranya itu mengenai Delima. Galendra menanggapinya senyuman, justru pria itu balas menggoda sang daddy yang tak bisa jauh dari Mommy.
__ADS_1
tbc