
Beberapa episode lagi musim pertama Duda Tampanku yang seksi ini akan berakhir dan akan lanjut ke musim kedua.
Tengah Malam
Oek oek oek, Zayn terjaga dari tidurnya. Dia menoleh kearah sang istri sekilas lalu turun dari ranjang. Dia berjalan menuju box bayi, menggendong puteri kecilnya yang menangis!
"Princess Daddy kenapa menangis hm, sebentar daddy periksa popok kamu!
" Enggak basah, dan belum penuh juga atau jangan jangan kamu haus ya sayang. Kita bangunin mommy yuk. "Zayn membawa puterinya mendekat kearah Senja. Zayn mengusap pipi sang istri lalu berbisik, Senjapun terusik kemudian membuka matanya. Dia tersenyum lebar melihat suami dan puterinya.
Senjapun langsung bangun kemudian duduk, menurunkan kakinya ke lantai. " Sini Mas, biar aku kasih asi baby J nya! Zayn menyerahkan princess pada sang mommy, Senja segera membuka kancing daster nya, membiarkan puteri kecilnya menyusu dengan rakus.
Zayn menelan salivanya, dia juga ingin menyentuh buah persik milik istrinya yang kini dikuasai puteri kecil mereka. "Princess, jangan di habisin dong, Daddy juga mau. " ujar Zayn sambil menyentuh pipi Jingga. Senjapun melirik kearah suaminya lalu tersenyum jahil.
"Kenapa Dad, daddy mau juga kayak princess? " goda Senja dengan senyum menggodanya.
"Tidak. " Zayn mengatakan tidak, tapi kepalanya mengangguk membuat Senja tertawa kecil. Selesai minum, Senja mencium puteri cantiknya dengan lembut. "Tidur lagi ya sayang, mommy mau urus daddy kamu. " dia menyerahkan puterinya pada sang suami, Zayn segera menaruhnya kembali dalam bosnya.
Senja kembali berbaring, dia memberi kode pada sang suami. Zayn segera naik ke atas ranjang dan membuka daster istrinya. Diapun langsung mendekap kepala sang suami, lalu memejamkan kedua matanya. Selesai dengan kegiatannya Zayn segera saja memejamkan mata dan terbang ke alam mimpi.
(ʘᴗʘ✿)
Keesokan harinya, Senja telah selesai memandikan puteri kecilnya dan kini baby J tengah di gendong sang Daddy. "Princess Daddy sudah wangi, kita turun ya sayang dan temui mommy kamu! Zayn membawa baby J ke luar, menuruni anak tangga dengan hati hati.
Dia menghampiri Senja yang tengah menata makanan. " Pagi mommy! " Senjapun menoleh, tersenyum manis dan berjalan mendekati suami dan puteri kecil mereka. Dia menciumi puterinya Jingga, beralih pada suaminya. Senja segera mengakhiri ciuman mereka sebelum kebablasan, Zayn mengulas senyumnya kearah sang istri. "Sayang lihat deh mommy kamu sangat agresif dalam mencium daddy. " adu Zayn pada puterinya.
Senja langsung melototi sang suami, namun hanya di balas kekehan oleh Zayn. Diapun mengambil alih Jingga ke dalam gendongan dirinya sambil memperhatikan penampilan Zayn. "Mas kok belum siap siap, memangnya enggak ke kantor hari ini? "
__ADS_1
"besok aja ke kantornya, lagian semuanya sudah di handle sama Rega. "
"Gimana Rega mau dapat pasangan, semua kerjaan kamu limpahkan sama dia dasar boss pemalas. " cibir Senja pada sang suami.
Zayn tergelak, diapun segera menarik kursi membiarkan istrinya duduk setelah itu dirinya. Mereka kini sarapan bersama dengan saling menyuapi satu sama lain, Senja merasa gemas dengan Jingga yang ingin mengajak bicara namun belum bisa.
Selesai sarapan, Senja dan Zayn beranjak dari sana dan pergi ke ruang tamu. Sinta langsung mengambil alih pekerjaan, membereskan meja makan. Zayn bersandar di sofa, memperhatikan istrinya yang tengah menimang Puteri mereka.
"Yank, gimana kalau kita cari 'kan baby sitter untuk merawat baby J. " tawar Zayn pada istrinya.
"Tapi aku masih bisa merawat Jingga dengan tanganku sendiri mas. " tolak Senja dengan halus.
Zayn menghela nafas pelan, istrinya memang sangat posesif pada puteri kecil mereka. "Aku enggak mau kamu kecapekan, kalau ada babysitter kamu masih bisa mengawasinya sayang jika kamu takut dan masih ragu!
Senja terdiam sejenak, apa yang dikatakan suaminya memang benar, diapun mengangguk kecil kearah sang suami. Zayn sangat senang istrinya setuju dengan tawaran yang dia berikan, secepatnya dia akan mencari babysitter.
Mommy berjalan cepat menghampiri cucunya, dari belakang Daddy terus menggerutu sambil membawa beberapa paperbag mainan. Keduanya langsung duduk di sofa, Zaynpun mendelik kesal kearah sangat mommy. "Mom ish ini bukan hutan, lagian teriakan mommy menganggu puteriku. " protes Zayn.
Mommy hanya menanggapi omelan puteranya dengan senyuman. Senjapun menoleh ke samping, memperhatikan apa yang di bawa oleh kedua mertuanya dan kembali menatap Mommy. "Mom, Dad apa yang kalian bawa
itu? ".
" Ini mainan buat Jingga nak. " jawab Mommy dengan senyum lebarnya.
Senja hanya berohria, beralih memandang Jingga, Puteri kecilnya yang anteng dalam gendongannya. "Lihat sayang, oma sama opa bawain kamu mainan. " gumam Senja sambil mengenggam tangan mungil Jingga, lalu mengecupnya sekilas.
Zhsjxswxasktynakabwizv bayi mungil itu menggerakan bibir mungilnya, seolah olah tengah berbicara menggunakan bahasa bayi hal itu membuat Senja dan Zayn merasa gemas. Zayn ikut mencium pipi princess kecilnya itu berkali kali. "Princess Daddy, cepatlah tumbuh besar sayang, daddy sudah tak sabar melihatmu bisa berjalan dan berbicara. "
__ADS_1
"Sini Opa mau gendong cucu Opa yang paling cantik. "
Senjapun bangkit, dia mendekat dan menyerahkan Jingga pada opanya setelah itu kembali duduk di sofa. Daddy Arland sangat senang bisa menggendong sang cucu tercinta.
"Kita jalan jalan berdua, biarkan princess bersama oma dan opanya. "
"Iya kalian jalan jalan saja, Jingga biar Mommy dan Daddy yang jaga. " sambung Mommy sambil tersenyum.
"Oh ya mom kalau Jingga nangis, mommy tinggal ambil botol berisi asi yang aku taruh dalam kulkas. " ujar Senja pada sang mertua.
Mommy mengangguk, Senja dan Zayn beranjak dari tempatnya dan pergi ke kamar. Lima belas menit kemudian, mereka ke luar dan berpamitan pada princess kecil mereka lalu pergi.
Mobil melesat meninggalkan mansion, selama perjalanan tangan kiri Zayn mengenggam tangan sang istri. "Mas lepasin tanganku, fokuslah menyetir. " tegur Senja.
"Gimana kalau kita ke makam mbak Vania mas, entah kenapa aku ingin ke sana. " Zaynpun mengangguk, dia melakukan mobilnya menuju ke pemakaman.
Skip Di Pemakaman
Senja menaruh beberapa tangkai bunga di atas makan mendiang Vania, keduanya jongkok menatap kearah makam. "Selamat pagi mbak Vania, maaf ya aku dan mas Zayn baru jenguk mbak lagi. "
"Mbak, Puteri kecilku Jingga sudah lahir dan wajahnya sangat cantik mbak. Di atas sana kamu pasti sangat senang 'kan mbak melihat Jingga. " Zayn merangkul bahu istrinya, dia menatap lekat makam mendiang mantan istrinya itu.
Zayn menarik nafas dalam dalam, lalu mengeluarkannya pelan pelan. "Hai Vania, maafin aku yang sudah melupakanmu, terimakasih kamu telah mengirim Senja masuk ke dalam hidupku Vania!
Senja mengenggam tangan sang suami, dia tahu suaminya masih teringat dengan kenangannya bersama mendiang Vania. Setelah beberapa menit, keduanya langsung pergi dan masuk ke mobil. Senja menoleh ke samping, dia mengulum senyumnya sambil menghapus air mata di sudut mata Zayn.
"Sudah mas jangan sedih, mbak Vania sudah bahagia di sana sebaiknya kita lanjutkan jalannya. " Zayn mengangguk kecil, langsung tancap gas, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan area pemakaman.
__ADS_1
bersambung