Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Season 3 Part 15


__ADS_3

Saat ini Binar tengah menjenguk kakaknya yang telah melahirkan putera pertamanya, dia juga telah memberitahu orang tuanya yang honeymoon. Gadis itu begitu antusias, mencoba menggendong keponakan tampannya.


"Namanya siapa kak? " tanya Binar pada Berlin kakaknya.


"Miguel Vega Mckinley. " jawab Berlin sambil tersenyum kearah adiknya. Binar kembali fokus pada keponakan tampannya yang tengah dia gendong.



"Ganteng dan mirip banget kayak kak Daniel, kak Berlin cuma kebagian matanya. " ledek Binar pada sang kakak. Berlin mengangguk setuju, wanita itu tersenyum lebar memperhatikan putera kecilnya. Binar kembali menaruh baby Vega ke dalam boxnya.


"Aku senang lihat kakak bahagia, apalagi kehadiran baby Vega menambah lengkap rumah tangga kakak dan kak Daniel. "


"Iya dan kakak juga berharap kamu juga bahagia Bi, fokuslah besok kamu akan menikah dengan duda tampan kesayanganmu itu. " goda Berlin. Kedua pipi Binar merona mendengar ucapan kakaknya, Daniel masuk ke dalam. Binar segera ke luar membiarkan kakak iparnya menyuapi Berlin. Dari jauh Binar melihat sosok calon suaminya, gadis itu berlari kearah Bara lalu menerjang ke pelukan pria itu. Bara sempat terkejut, namun dia langsung memeluk erat tubuh calon istrinya.


"Mas Bara, aku kangen!


"Mas juga kangen sayang, maaf ya dua hari kemarin mas enggak hubungi kamu karena mas lagi di luar kota karena pekerjaan. " sesal Bara. Binar menggeleng, gadis itu tak ke per masalahkan hal itu dan dia cukup mengerti dengan pekerjaan Bara. Keduanya duduk di sofa saling melepas rindu, Binar begitu semangat menceritakan baby Vega pada Bara. Bara nampak mengulas senyumnya melihat calon istrinya begitu bahagia.


"Mas jadi enggak sabar buat menikah dengan kamu sayang!


"Ih 'kan besok hari penting kita mas, masa mas Bara lupa. " protes Binar. Bara terkekeh, mencubit pelan hidung gadisnya itu. Pria itu hanya berniat menggoda Binar, melihat reaksinya membuat Bara merasa gemas. Bars menciumi wajah gadisnya, keduanya saling berciuman melepaskan rindu mereka yang menumpuk. Dia mendekap erat tubuh gadisnya, Binar dengan nyaman bersandar di dadanya.


"Yank kita ke makam Liliana yuk. " ajak Bara.

__ADS_1


"Ayuk Mas, aku ingin minta izin sama mendiang mbak Lili agar aku bisa menikah dengan mas duda. " jawabnya antusias. Bara tergelak, keduanya bangkit dan berjalan ke luar dari mansion.


Sebelumnya keduanya membeli bunga lili di toko bunga, setelah itu mereka memasuki pemakaman umum. Keduanya berlutut di depan makam Liliana. "Hai Lili sayang, mas datang lagi ke rumah kamu tapi tidak sendiri, mas di temani gadis cantik nan manis serta seksi di sebelah mas. " ujar Bara sambil melirik kearah Binar.


"Astaga mas. " protes Binar sebal.


"Halo kak Lili, aku Binar calon istrinya mas Bara sekaligus ibu sambung Adrian. Kak Lili, terimakasih ya telah melahirkan putera selucu Adrian dan Binar janji akan menjaga dan menyayangi Adrian segenap jiwa raga Binar. "


Binar terlihat menghela nafas panjang, sebelum melanjutkan ucapannya. Bara merangkulnya dari samping, menatap lekat wajah gadisnya. "Kak Lili, jika kakak bertemu daddy aku di sana, daddy Aiden sampaikan salam rindu Binar pada Daddy ya kak. "


"Lili lihatlah gadis yang kupilih ternyata rapuh meski di depan orang lain dia tegar dan kuat, izinkan aku ya menjaga dan memberi kebahagiaan untuk Binar dan Adrian."


Setelah puas berada di makam Liliana, keduanya segera pergi dari sana. Bara terus menggenggam tangan sang kekasih seakan tak ingin dia lepaskan.


"Iya mas, mas Bara tenang aja aku jaga kesehatan dan aku makan teratur kok. " jawabnya jujur. Bara bernafas lega, dia tak ingin Binar sakit hanya karena memikirkan dirinya.


Bara mengajak Binar berkeliling setelah itu keduanya singgah ke restauran seafood yang terkenal. "Sayang kamu enggak punya alergi 'kan? " tanya Bara dengan rasa paniknya.


"Enggak kok mas. " jawab Binar pendek. Bara mengangguk, pria itu menyuapi Binar dan Binar menerimanya meski malu malu. Dari kejauhan sepasang mata menatap keduanya tak suka, ya Rifaya saat ini mengikuti Bara dan Binar kemanapun.


"Aku tak akan membiarkan kalian bahagia! Rifaya segera pergi dari sana sebelum ketahuan. Selesai makan Bara segera memanggil pelayan dan memberikan billnya setelah itu ke luar. Binar mengandeng lengan Bara dengan senyuman manisnya. Selama perjalanan pulang keduanya terlibat pembicaraan ringan.


"Mas pulang dulu ya sayang!

__ADS_1


"Hati hati ya mas. " Binar menciumnya singkat lalu turun dari mobil, melambaikan tangannya menatap kepergian sang kekasih. Gadis itu buru buru masuk ke dalam, menemui kakak dan iparnya.


Sementara itu Bara sampai di rumahnya,pria itu turun dan bergegas ke dalam. Dia menemui puteranya di ruang tamu, kedua orang tuanya telah menyiapkan segala keperluan untuk pesta besok. Bara memangku Adrian, mengusap kepala bocah itu. "Mommy mana Dad, Adli kangen sama mommy!


"Besok ya sayang, Adri dan Daddy akan bertemu dengan mommy. " jawab Bara dengan lembut. Adrian mengerutkan kening tak mengerti namun tak lama mengangguk kecil. Bocah itu kembali bermain mobil mobilan, Bara menurunkannya ke bawah dan memperhatikan puteranya itu. Bara bangkit, membawa puteranya ke atas setelah itu memandikannya.


Selesai mengganti pakaian Adrian, Bara pergi ke kamarnya. Bara melepaskan kemejanya, menggantinya dengan kaos. Pria itu duduk di ranjang sambil fokus pada ponselnya. Saat ini Dia tengah video call dengan Binar.


"Aku sudah enggak sabar menjadikanmu milikku seutuhnya sayang. " gumam Bara pelan. Membayangkan hal itu membuat jiwa lelakinya bangkit, Bara hanya bisa mengusap wajahnya kasar. Wajar memang, dia sudah lama tak menyalurkan hasratnya pada wanita dan mungkin saja besok malam dirinya akan mengempur Binar habis habisan.


"Kenapa mas lihatin aku kayak gitu. " ucap Binar di dalam video. Bara mengulas senyumnya, menatap lekat wajah calon istrinya itu.


"Kamu semakin cantik sayang, mas jadi enggak sabar buat besok!


"Sudah mas sabar aja, lebih baik mas temani Adrian bermain atau apa gitu. " Binar berusaha mengalihkan pembicaraan agar Bara bisa menahan sedikit keinginanannya. Bara mengangguk, lantas mengakhiri video callnya. Entah kenapa dirinya berat berjauhan dari kekasih cantiknya itu meski hanya satu hari.


Bara POV


Binar sayang, mas cinta banget sama kamu, sikap kamu dan perhatian kamu buat mas tergila gila padamu. Aku harap setelah menikah kita semakin bahagia, aku bisa selalu membahagiakanmu dan Adrian sesuai janjiku di depan makam Liliana tadi. Apapun yang terjadi mas akan menjaga kamu dan Adrian sayang, maaf sikap cemburuku kemarin membuatmu kecewa.


Bara menghela nafas panjang, terbayang kemesraan dirinya dengan Binar, membuatnya senyum senyum sendirian. Dia seolah jatuh cinta lagi seperti pria lajang tapi Bara tak peduli akan hal itu.


"Adrian, sebentar lagi keluarga kita lengkap nak, kamu akan memiliki sosok seorang ibu untuk kamu. "

__ADS_1


TBC


__ADS_2