
Kini Melisa dan Alex berada di danau, Alex menunggu di dekat mobil, memperhatikan Melisa yang menangis di dekat Danau, melampiaskan segala kesedihan dan kekecewaannya.
"Aaaa aku benci mami, papi dan kamu Dexter. " teriak Melisa sambil menangis tergugu. Alex berjalan menghampirinya, diapun berlutut di hadapan Melisa sambil menyentuh perut ratanya. Cup Alex mencium perut rata Melisa dengan lembut, hal itu membuat desiran halus terasa di diri Melisa. "Apa yang kamu lakukan mas Alex, enggak seharusnya kamu berlutut. " Melisa menghapus air matanya, lalu membantu Alex berdiri.
Merekapun duduk di sebuah kursi, tangan Alex masih berada di perut Melisa. Melisa mengatakan semuanya pada Alex, mengenai sikap orang tuanya selama ini padanya.
"Aku kehilangan kesucianku pertama kali karena orang tuaku menjualku pada Dexter mas, aku terpaksa menuruti keinginan mereka daripada aku di hina oleh mami dan papi. " sambung Melisa tersenyum getir.
Alex mengenggam erat tangan Melisa dengan erat, dia membiarkan Melisa membagi beban padanya. "Jadi ini bukan calon anak dari Edzard, suamiku tapi anak dari Dexter pria yang menjadikanku penghangat ranjangnya. "
"Aku dan Edzard resmi bercerai, tinggal datang ke pengadilan. " Melisa kembali menitikkan air matanya, Tuhan maha adil membuka mata hatinya dan menyadarkan dirinya sebelum terlambat. Alex dengan sigap menghapus air mata di pipi Melisa dengan lembut.
"Setidaknya biarkan calon anakku ini lahir ke dunia, dia bukan suatu aib tapi anugerah dari Tuhan untukku! Alex membawa tubuh Melisa ke dalam dekapannya, tangannya mengenggam erat tangan Melisa.
Satu jam berlalu
Entah kenapa Alex sangat suka mengusap perut rata Melisa, Melisa tersenyum kecil melihat tingkah Alex yang kini mengusap dan mencium perutnya. " Halo calon baby, Papah sayang sama kamu dan Mama, Papah janji akan melindungi kalian menggantikan daddymu. "
Melisa sangat terkejut mendengar penuturan Alex, Alex menoleh dan memandang Melisa dengan senyum mengembang di bibirnya. "Aku mau menjadi papah dari calon anak kita Elly!
"Enggak mas, calon anak ini bukan tanggung jawabmu, jangan melakukan hal yang akan membuat hidupmu berat. " tolak Melisa sambil menggeleng.
Alex mendesah kecewa mendengar penolakan dari Melisa. Melisa merasa bersalah, membuat pria sebaik Alex harus terlibat dalam hidupnya yang rumit. Melisa hendak berbicara lagi namun Alex membungkam bibirnya hal itu membuat Melisa terkejut.
Setelah ciuman mereka berakhir, Melisa langsung memukul mukul dada Alex, Alex pun membiarkannya. Melisa pun berhenti dia memalingkan wajahnya kearah lain, berusaha menahan tangisnya. Alex meraih dagunya, hingga tatapan mereka bertemu, saling mengunci satu sama lain.
"Izinkan aku menjadi ayah dari anakmu Elly, anak kita dalam perutmu serta suami kamu. " ujar Alex dengan tegas.
Melisa menggigit bibirnya, merasa bingung dengan apa yang akan dia putuskan. Alex sangat baik padanya dan telah banyak menolongnya, tapi Melisa masih ragu.
"Maaf mas aku enggak bisa, selain statusku, diantara kita sangat berbeda, kamu bisa dapatkan wanita yang lebih baik! Alex mengusap wajahnya kasar, dia sangat kecewa dengan penolakan Melisa namun tetap menghargai keputusan wanita di sebelahnya.
__ADS_1
"Setidaknya kita berteman bukan, kamu tidak boleh menolak bantuan dariku Elly. " pinta Alex dengan tegas.
Melisa mengiyakannya, dia benar benar sangat sungkan jika harus menolak pertemanan dari Alex. Alex bernafas lega, setidaknya Melisa masih mau berteman dengannya pikirnya.
"Setidaknya aku tidak memberi harapan pada mas Alex, aku hanya ingin fokus pada hidupku dan calon anak dalam kandunganku ini. " batinnya.
"Ayo kita pulang! Alex bangkit dan mengulurkan tangannya, Melisa menyambutnya. Tangan Alex melingkar di pinggang Melisa, keduanya berjalan menuju ke mobil kemudian masuk. Alex tancap gas, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
***
Sementara sang pengantin baru kini tengah bercanda tawa dalam kamar mereka setelah keduanya selesai bercocok tanam ehem. Mike bagaikan serigala lapar, melihat istrinya yang mengenakan kemeja putihnya.
Kini Jingga duduk di atas paha suaminya, keadaan mereka masih menyatu satu sama lain. Jingga menyeka keringat yang ada di dahi suami tercintanya dengan lembut. "Uhn sayang jangan lagi, aku capek. " rengek Jingga melihat seringai miring di sudut bibir Mike.
Mike mengabaikan ucapan istrinya, dia kembali mengerakkan pinggulnya dan mengulang kegiatan panas mereka. Jingga mendesah, menyebut nama sang suami kala dirinya mendapat puncaknya untuk kesekian kalinya, hingga mendapat dua ronde dan Mike menyemburkan bibitnya ke padang pasir. Setelah selesai Mike menggendong Jingga ala koala dan membawanya ke kamar mandi.
Skip
"Aku tak pernah puas menikmati surga duniawi bersama kamu sayang, kamu canduku baby! Mike mengatakan hal ini di depan wajah istrinya, Jingga berdesir hangat merasakan hembusan nafas di wajahnya.
Tanpa ragu dia memagut bibir seksi sang suami, Mike dengan senang hati membalasnya dengan tak kalah panas dan juga liar. Saat hampir kehabisan nafas, Mike mengakhiri ciumannya dan Jingga mengatur nafasnya yang tersengal sengal.
Jingga turun dari pangkuan Mike, dia kini memainkan jemari sang suami. Sedangkan Mike, dia masih menciumi leher jenjang sang istri dari belakang. "Hubby bagaimana kalau kita mengadopsi salah satu anak di panti. " cetus Jingga.
"Kenapa tiba tiba kamu menginginkan adopsi anak sayang? " Mike merasa heran, dengan apa yang dipikirkan istrinya.
"Entah kenapa aku ingin sekali mengadopsi salah satu anak itu dan juga supaya villa kita ini ramai. Memangnya kamu keberatan dengan keinginanku ini sayang. " Jingga nampak berkaca kaca menatap suaminya.
Mike menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia merasa aneh dengan sikap sang istri. "Aku setuju dengan keinginanmu baby, bagaimana kalau kita pergi sekarang juga!
__ADS_1
" Yeah, ayo hubby kita berangkat sekarang! Jingga dan Mike pergi ke kamar mereka untuk bersiap siap. Keduanya kembali setelah lima belas menit dan bergegas ke luar. Mike melajukan mobilnya kencang menuju ke panti asuhan Permata Bunda.
***
Setelah menempuh waktu empat puluh lima menit, mereka akhirnya sampai di Panti permata bunda. Keduanya turun dari mobil, Jingga tersenyum lebar melihat anak anak yang tengah bermain di halaman panti. Mike merangkul istrinya, lalu mereka menemui sang pemilik Panti.
"Permisi bu Risma, saya Jingga dan ini suami saya Michael, kedatangan kami kesini ingin mengadopsi salah satu anak di sini!
Jingga menjelaskan keinginannya pada bu Risma, Bu Risma nampak tersenyum hangat mendengar penjelasan Jingga. "Ternyata nyonya dan tuan pengantin baru ya, selain itu apakah nyonya sedang hamil? "
"Eh tapi saya belum hamil bu, kami masih hangat hangatnya. " Jingga tersenyum manis di hadapan wanita paruh baya tersebut. Bu Rismapun mengangguk, dia bangkit dan ke luar sebentar. Tak lama wanita paruh baya itu kembali ke dalam sambil menggandeng bocah tampan, lalu dibawanya ke ruang tamu.
"Nyonya, Tuan kenalkan namanya Daniel!
" Halo tampan, kenalkan nama tante Jingga dan ini Om Mike!
"Mommy dan Daddy akhirnya kembali, Daniel kangen! Jingga dan Mike saling melirik satu sama lain, mereka kembali menatap kearah Daniel. Jingga langsung berlutut di hadapan Daniel, lalu mengusap pipi si bocah tampan.
" Iya sayang ini mommy dan Daddy, " ucap Jingga dengan mata berkaca kaca. Bu Risma nampak terharu melihat Daniel yang langsung akrab dengan orang tua angkatnya.
"Daniel Harvey Xelano Malik. " Daniel langsung mendekati Jingga dan Mike, lalu memeluk keduanya. Jingga memeluk dan menciumi putera angkatnya itu berkali kali. Mike segera memangku puteranya, mereka kembali menoleh kearah bu Risma.
"Ini surat surat milik Daniel. " Bu Risma menunjukkan surat suratnya di hadapan Mike dan Jingga. Keduanya segera berpamitan pada sang pemilik Panti lalu ke luar. Mike melajukan mobilnya kencang, meninggalkan Panti dengan raut bahagia di wajah masing masing.
"Bunda, Daniel mau es krim. " pinta Daniel dengan menunjukkan wajah puppy eyesnya.
"Lets go pangeran, kita pergi beli es krim. " seru Jingga dengan semangat. Mike terkekeh melihat tingkah istri dan putera mereka, dia sangat bahagia melihat keduanya bahagia.
"Aku janji akan membahagiakan kamu sayang, Daniel dan calon adik adiknya kelak. " batin Mike.
bersambung
__ADS_1