
JANGAN CEPAT CEPAT NYURUH NIKAH, JINGGA INGIN BUKTI PERJUANGAN MIKE PADANYA.
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN 🤗🤗
Sore harinya pukul 03.00, Jingga dan kedua orang tuanya berada di mansionnya. Setelah mandi dan berganti pakaian, Jingga bergegas menghampiri si kembar di ruang tamu. "Efran, cie dekat banget sih sama Rossie!
"Apaan sih kak kami cuma teman. " sahut Rossie dengan cepat, menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Jangan bilang kelak kalian dewasa menyukai wanita yang sama! Jingga menatap si kembar secara bergantian, Jefferson memutar bola matanya malas.
" Lebay banget! lagian kenapa kak Mike bisa suka sama kakak sih, padahal kak Jingga enggak ada bagus bagusnya. " celetuk Efson asal.
Jingga melotot kearah salah satu adiknya, Efson hanya menanggapinya dengan cengiran. Rossie hanya terkikik geli melihat interaksi kakak dan adik itu. Jeffran hanya bisa menggeleng pelan melihat perdebatan kakak dan adiknya.
Jingga menyandarkan tubuhnya di sofa, meraih majalahnya kemudian membukanya. Mommy dan Daddy ikut bergabung bersama mereka bertiga, mommy langsung menatap kearah Jingga, puteri pertamanya. "Ji sayang, kapan kamu dan Mike akan menikah!
"Memangnya mommy sudah tak sabar untuk menimang cucu ya. " goda Jingga sambil melirik kearah wanita paruh baya itu.
Mommy mendengus keras mendengar ucapan puterinya, Jingga tertawa kecil berhasil menjahili sang mommy. "Aku ingin Mike membuktikan kesungguhannya, terlepas dari statusnya yang baru dia sampaikan kemarin padaku Mommy!
Mommy menaikkan sebelah alisnya, menatap puterinya itu dengan bingung. "Jadi kamu masih ragu sama kekasihmu itu sayang, apa karena status Mike!
"Enggak kok Mom, aku benar benar ingin cari pasangan yang cocok dan setia padaku, tak main belakang ataupun lainnya!
Mommy manggut manggut mendengar penjelasan dari Jingga. Daddy memilih diam, mendengarkan ucapan istri dan puterinya, sesekali beralih menatap kearah si kembar. Jefferson menatap mommy dan kakaknya secara bergantian. "Pembahasan mulai berat, bocil dilarang ikut campur kayaknya!
" Rossi, ayo kita pergi, pacaran sama abang yuk, jangan dengarkan ocehan para orang tua! Jefferson bangkit dan mengajak pergi Rossi. Semua orang baru tersadar mendengar ucapan Jefferson.
"JEFFERSON! pekik mommy dan Jingga secara bersamaan. Suara tawa cekikikan terdengar di ujung sana, membuat Jingga merasa jengkel dengan kelakuan adiknya. Daddy Zayn tertawa terbahak bahak, putera kembarnya itu memang sangat jahil berbeda dengan Jeffran.
Mommy menoleh kearah daddy dengan raut kesalnya. " Puteramu itu lho daddy, sangat menyebalkan sekali! rengek mommy. Jingga tersenyum geli melihat tingkah mommynya yang seperti anak kecil.
"Mommy, sudah tua jangan bertingkah kayak anak kecil. " ujar Jeffran dengan nada datarnya. mommy menoleh dan menatap tajam kearah Jeffran, Jeffran hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Diam kamu, kamu mau mommy potong uang jajan kamu Efran!
__ADS_1
"Ampun nyonya ratu. " ucap Jeffran panik. Jingga dan Daddy terbahak, melihat kelakuan Jeffran. Mommy hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan si kembar, sedangkan Jingga sedari tadi hanya cekikikan.
Jingga mengambil ponselnya, mengirim pesan pada sang kekasih.
to Mr mesum
Kita besok pergi ke pets shop yuk, beli kucing!
Tring
From mr mesum
Enggak usah sayang, 'kan ada aku yang bisa kamu elus elus dimanapun, aku pasrah!
(˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
Jingga mendengus kesal membaca balasan pesan dari Mike, sekali mesum tetap saja mesum ckckck. Jeffran hanya menatap jengah melihat kelakuan kakak perempuannya itu yang tengah dilanda asmara. "Ck biasa aja kali kak pakai senyum senyum segala, entar di kira pasien rumah sakit jiwa yang lepas!
Jingga melirik salah satu adiknya dengan tatapan mengejek. " Halah bilang aja iri dasar jomblo ckck!
Hah mengalahlah Jeffran, pria selalu salah dan wanita selalu benar termasuk kakakmu selalu benar wkwk.
"Kalian ribut terus, pusing mommy dengarnya! tegur mommy.
"Kalau pusing, minta dicium saja sama daddy, mom! Jingga bangkit dan membawa ponselnya pergi sebelum sang ratu mengamuk. Mommy hanya berdecak malas, menyandarkan tubuhnya di dada Daddy.
Daddy dengan lembut mengecupi puncak kepala mommy, mengeratkan pelukannya di tubuh wanita paruh baya yang masih cantik, dan elegan.
"Dari pada jadi nyamuk mending aku pergi, " gumam Jeffran. Dia bangkit dan berlalu pergi ke kamarnya di lantai atas.
***
Sementara itu di Penthouse milik Edzard, kini pria itu telah mengganti pakaiannya dan telah membatalkan resepsi pernikahan mereka nanti malam. Harapan pernikahan megah dan kebahagiaan telah sirna semenjak rahasia besar Melisa terkuak.
Kini dia berdiri di balkon kamarnya, menikmati udara segar, menumpahkan segala kekecewaan dan kemarahan dalam dirinya melalui sikap dingin dan diamnya.
__ADS_1
"Aku benar benar sangat bodoh, di butakan cinta hingga tak bisa melihat kenyataan!
Edzard mengambil ponselnya, dengan cepat mengirim pesan pada Jingga, setelah dirinya membuka blokirannya.
From Edzard
Jingga, bisakah kita bertemu besok! ada hal yang ingin aku tanyakan padamu, penting!
satu menit, dua menit hingga beberapa menit kemudian pesannya tak di balas oleh Jingga, namun hanya di baca. Edzard menghela nafas panjang, ucapan kasarnya pada Jingga terus berputar di kepalanya bagaikan kaset rusak. Sejak kecil dia sangat membenci gadis itu karena sikapnya, kini sekarang dia menyesali semuanya.
"Setidaknya Jingga tidak munafik, meski dia bar bar dan menyebalkan!
Dari belakang Melisa mendengar semua ucapan sang suami, dia mengepalkan kedua tangannya dan pipinya memerah menahan amarah. Lagi lagi Jingga, kenapa semua orang peduli dan sayang sama gadis itu pikirnya.
"Enggak apapun yang terjadi, aku harus mempertahankan rumah tanggaku dengan Edzard!
Melisa mengontrol dirinya, berusaha agar tidak emosi setelah itu menghampiri suaminya di balkon. Grep kedua tangannya langsung memeluk punggung Edzard. "Ed, maaf aku tahu aku salah, tolong beri aku kesempatan satu kali!
Edzard hanya diam, namun tangannya segera melepaskan kedua tangan Melisa. Dia berbalik dan berlalu pergi tanpa mengatakan apapun pada istrinya itu. Melisa tak tinggal diam, dia mengekori Edzard dari belakang, berusaha membuktikan dirinya bisa jadi istri yang baik.
"Kamu mau makan apa Ed, biar aku yang siapin? "
"Enggak usah aku bisa sendiri, lagian ada pelayan yang bertugas menyiapkan makanan dan memangnya kamu pelayan! Melisa tersentil mendengar jawaban menohok dari sang suami. Tanpa mempedulikan Melisa, Edzard ke luar dari kamar, menuruni anak tangga.
Tes tes tes
Melisapun mulai menitikkan air matanya, melihat perubahan sikap suaminya barusan padanya. Diapun memilih duduk di atas kasur, membuka galeri fotonya, berisi foto dirinya bersama Edzard saat mereka masih berpacaran.
"Aku rindu sikapmu yang hangat lembut dan bik padaku Ed bukan dingin, kasar dan ketua seperti sekarang!
"ini semua gara gara Jingga dan Mike, sepertinya aku harus membuat perhitungan dengan mereka. " batin Melisa geram.
Melisa menaruh ponselnya di meja, kemudian mengusap air matanya dengan kasar. Dia bangkit dan bergegas ke luar, menuruni undakan anak tangga, mencari sosok suaminya.
bersambung
__ADS_1