Duda Tampanku Yang Seksi

Duda Tampanku Yang Seksi
Epson 79 ~ MUSIM KEDUA Part 5 - ROTI SOBEK


__ADS_3

Tepat pukul 02.00 siang, Mike datang menjemput gadis nakalnya. Kini dengan sabar pria berkata biru itu menunggu gadisnya ke luar dari kampusnya. Sementara itu trio Wijen hendak bergegas ke luar namun mereka bertiga di hadang oleh Melisa di depan gerbang.


"Kenapa kalian buru buru sekali, sepertinya ada yang sudah menunggu di luar? " sindir Melisa.


Jingga melirik kearah Winnie dan Jenny, ketiganya saling mengkode satu sama lain. Winnie maju ke depan dan menarik tangan Melisa hingga menyingkir, lalu Jingga dan Jenny berjalan melewatinya di susul Winnie.


.


"Cih sialan!


Jingga tertegun melihat Mike yang tengah menatap tajam kearah Edzard, dia bergegas menghampiri pria mesumnya itu. Dia langsung mencegahnya, menahan lengan kekar Mike sambil berkata. " Sudahlah Mike, jangan hiraukan kekasih dari wanita gila itu. " celetuk Jingga.


"Tutup mulutmu! umpat Melisa dengan wajah memerah, menahan amarahnya.


Mike tersenyum manis pada Jingga, kemudian mengusap kepalanya. " Lets go, kita pergi dari sini Baby, sebelum ketularan gila! Jingga mengangguk, keduanya masuk ke mobil dan mobil Mike melesat jauh. Winnie dan Jenny terkekeh, melihat raut kesal di wajah Melisa dan Edzard.


"THE LOSER!


Keduanya langsung berlalu pergi meninggalkan Edzard dan Melisa. Melisa bergelayut manja, di lengan sang kekasih sambil merengek. " Honey, di dalam kelas Jingga dan kedua sahabatnya selalu membullyku. " rengek Melisa dengan wajah sedihnya.


"Sialan, besok aku akan memberi pelajaran pada gadis itu sebaiknya kita pulang! Melisa tersenyum senang, keduanya menaiki mobil, Edzard langsung tancap gas dan melajukannya kencang.


***


Winnie kini telah sampai di Penthouse Jenny, keduanya turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam. " Si Melisa munafik tahu enggak, pengen banget aku cincang dia lalu lempar ke kandang buaya. " sungut Winnie dengan nada menggebu gebu.


Jenny terkekeh mendengarnya, kedua gadis itu kini duduk di sofa ruang tamu.


"Ehem. " suara deheman seseorang membuat Winnie menghentikan ocehannya, dia memalingkan wajahnya dan terkejut melihat pria tampan di hadapannya. Jenny tersenyum geli melihat reaksi alami dari sahabatnya yang menatap kakaknya.


"Kak Willy kenalkan ini sahabatku Winnie. " ucap Jenny pada sang kakak.


"Willy!

__ADS_1


" Iya aku Winnie. " Winniepun merasa gugup, melihat kedua manik kelam milik kakak sahabatnya itu. Willypun langsung duduk di sebelah adiknya, Winnie menghela nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Kalian mengobrol dulu, aku tinggal ke kamar ya. "


"Tapi Jen. " Jenny langsung pergi begitu saja, Winnie sangat kesal dengan sahabatnya itu. Sedari tadi Willy terus memperhatikannya tanpa kedip hal itu membuat jantung Winnie berdebar kencang.


"Kamu takut padaku Win? " suara bariton terdengar sangat seksi di telinga Winnie. Winnie menggeleng, dia tersenyum canggung di hadapan pria dewasa di depannya ini.


"Enggak bang!


Willy tertawa kecil melihat raut gugup dan ketakutan di wajah Winnie. Winnie bernafas lega, dia merasa tidak aman berada di dekat kakak dari Jenny itu.


" Em Bang bisakah abang berhenti melirikku, aku sangat gugup di tatap kayak gitu bang. " ujar Winnie dengan jelas. Willy tertawa mendengar permintaan dari sahabat adiknya itu.


"Kamu aneh ya, gadis lain pasti akan mencuri pandang kearahku tapi kamu malah ketakutan setengah mati, kamu kira aku serigala apa


Win? " Winnie hanya diam tak menanggapinya hingga Jenny datang dan menyajikan minuman untuk mereka.


Winnie memilih bermain ponsel mencoba mengabaikan kehadiran pria tampan di sebelahnya, Jenny menaikkan sebelah alisnya melihat sikap sahabatnya yang tak biasa. "Katanya kamu mau kenalan sama kakakku Winnie. " bisiknya dengan pelan.


" Win kamu nginap sini ya soalnya aku kesepian, cuma ada bang Willy. " pinta Jenny dengan wajah memelasnya.


"Tapi...!


" Menginap lah di sini Winnie. " sahut Willy ikut membantu adiknya membujuk Winnie. Willy menghela nafas panjang kemudian diapun mengangguk di hadapan sahabatnya. Jenny sangat senang dan langsung memeluk sahabatnya itu. Kedua mata Winnie bertemu manik kelam Willy saling mengunci satu sama lain namun Winnie segera mengalihkan pandangannya.


"Oh ya aku lupa bang Willy, aku izin keluar bentar ya mau beli bahan makanan? " pamit Jenny.


"Iya hati hati dek!


" Biar aku temani kamu. " tawar Winnie, Jenny menggeleng, dia bangkit dan berlalu pergi. Winnie bangkit dan berjalan melewati Willy dan menuju ke kamar ruang tamu.


***

__ADS_1


"Ah segarnya. " Winnie kini tengah asyik berenang dengan puas, dirinya sangat gerah tadi. Dia tak tahu ada sepasang mata yang mengawasi dirinya. Willy kini telah bertelanjang dada hanya memakai celana panjang, dia bergegas mendekati Winnie.


"Bolehkah abang gabung Win!


" Eh. " Winnie terkejut, apalagi melihat Willy yang bertelanjang dada membuat jiwa jomblonya bergetar dan meronta ronta. Diapun mengangguk, Willy tersenyum dan melompat ke dalam air.


Roti sobek bang Willy boleh juga ya ampun pengen banget elus dan cium eh sadar Win sadar


Willy berenang mendekat kearah Winnie, Winnie memilih menepi dan menghindari pria tampan dan seksi ini. "Kenapa sih kamu ngehindarin abang hemm? "


"Ish abang jauh jauh sana, enggak peka banget jadi pria, aku tuh ngiler lihat roti sobek bawaannya pengen elus dan cium. " gerutu Winnie sambil memanyunkan bibirnya. Willy langsung tertawa, dia kini mengerti kenapa Winnie menghindarinya.


Diapun tersenyum jahil kearah gadis manis di hadapannya. "Ya sudah sini deket abang, kamu bisa elus dan cium roti sobek abang ini. " tawar Willy.


"Enggak mau hush hush pergi sana! usir Winnie dengan lembut.


Dari balik pintu Jenny tertawa melihat kelakuan abangnya yang menjahili Winnie. Diapun memilih pergi membiarkan keduanya dekat, siapa tahu dari dekat jadi demen wkwk.


Aksi kejar kejaranpun terjadi Winnie berenang cepat menghindari Willy yang terus mengejarnya. " Abang pergi ish, aku sudah bilang tidak mau ya tidak mau. " pekik Winnie dengan kesal.


Willy tertawa puas berhasil menjahili sahabat dari adiknya itu. Grep dia berhasil menangkapnya, memeluk tubuh Winnie dari belakang. Winnie semakin gugup debaran jantungnya semakin kencang di tambah deru hangat yang berada di belakang telinganya.


Winnie membalikkan tubuhnya, menatap tajam kearah Willy dan berusaha melepaskan pelukannya. "Lepas bang, aku tahu aku cantik tapi lepasin dong pelukannya. " omel Winnie.


"Percaya diri banget sih kamu!


" Iyalah Trio WIJEN, kumpulan tiga orang gadis cantik, seksi dan baik hati. " ujar Winnie dengan nada sombongnya.


"Tapi sayangnya Jomblo. " sahut Willy dengan entengnya. Winnie merengut kesal mendengarnya, meski memang kenyataan tapi dia sangat kesal jika dirinya jomblo. Willy terkekeh melihat raut kesal di wajah Winnie, entah kenapa dia merasa gemas dengan gadis yang ada di pelukannya saat ini.


"Yak lepasin bang, sebelum setan setan berbisik ke telinga abang. " Winnie mendorong tubuh Willy hingga pelukannya terlepas. Diapun segera naik ke permukaan dan berlari masuk ke dalam setelah mengambil bathrobenya. Willy tersenyum miring sambil menyukai rambutnya ke belakang. Dia segera naik ke atas dan bergegas masuk ke dalam karena hari sudah mulai sore.


bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE DAN VOTE YA


__ADS_2