
EH kalian mau kisahnya melisa apa kisah anak anak Mike dan Jingga, DUDA TAMPAN BENTAR LAGI TAMAT 🤣🤣🤣
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN
Hari berikutnya
Pagi ini Anna telah rapi dengan pakaian santainya, dia ke luar dari paviliun. Diapun menaikkan sebelah alisnya melihat keadaan villa Mike yang sangat ramai hal itu membuatnya penasaran. Merasa penasaran Anna langsung bergegas ke villa untuk mencari tahu.
Hiks hiks
Jenny menangis memeluk sahabatnya, berat rasanya berpisah dengan sahabat terbaiknya yang dia peluk saat ini. Jingga mengusap punggung sahabatnya dengan lembut hingga Jenny melepas pelukannya, tak lupa memberi usapan di perut Jingga.
"Kamu jaga kesehatan ya selama di sana, jangan lupa kabari aku jika kamu sudah lahiran nanti. "
"Pasti Jenny, aku akan menghubungi kamu!
Mike menuntun istrinya masuk ke dalam mobil, kini Mike memeluk sekilas tubuh Edzard kemudian melepaskannya. Dia berniat masuk namun suara seseorang menghentikannya. Mereka semua menoleh kearah Anna yang berdiri di hadapan mereka. " Mike, kamu mau ke mana kenapa kamu terlihat ingin pergi? "
"Ke Italia, kami semua akan menetap di sana!
Anna sangat terkejut mendengar pengakuan dari Mike, dia langsung mencekal lengan Mike dengan erat sambil berkata. " Izinkan aku ikut bersama kalian Mike, please aku mohon!
Mike menepis pelan tangan Anna, lalu memberinya tatapan tajam. "Jangan melunjak kamu Anna, masih baik istriku mau menampungmu di paviliun, jaga sikapmu dengan baik. " bentaknya. Anna nampak berkaca kaca kala Mike membentak dirinya, Mike berbalik dan masuk ke mobil. Semua orang menatap jengah dan malas kearahnya, namun Anna tak peduli. Sopir melajukan mobilnya dengan kencang diikuti dua mobil di belakangnya.
Jenny menatap sinis kearah Anna yang tampak menahan tangis, "Sebaiknya kamu harus sadar diri Anna, Untungnya Jingga tak menghajar mu kalau dia melihat suaminya di rayu olehmu dan dia masih berbaik hati memberimu tempat tinggal. " ujar Jenny.
Anna tak menggubris nya, dia berlalu pergi begitu saja. Jenny berkali kali mengumpat melihat kelakuan Anna barusan. "Ck wanita tak tahu diri ckck, huh seharusnya lempar saja dia kejalanan. " omel Jenny.
"Sudah sayang, sebaiknya kita pulang sekarang! Edzard mengajak istrinya pergi dari sana, keduanya masuk ke mobil dan melesat meninggalkan Villa Mike dan Jingga.
**
Di sisi lain Jingga menatap jalanan dengan lekat, sebentar lagi dirinya bersama keluarga besarnya meninggalkan negara kelahiran mereka. Mike mengenggam tangan kiri istrinya sambil mengusap perut Jingga.
__ADS_1
"Aku pasti akan merindukan Indonesia hubby! gumam Jingga sambil melirik suaminya.
"Iya sayang aku juga, tapi ingat lupakan apa yang telah terjadi dan fokus pada calon anak kita dan Daniel. " jelas Mike dengan nada lembutnya. Jingga mengangguk, dia bersandar di bahu sang suami dengan lembut.
Jingga POV
Memulai dari awal, semoga keluarga kecilku selalu bahagia saat di negara Italia nanti. Tak ada masalah lagi yang menerpa kehidupan rumah tanggaku bersama suamiku Mike. Aku juga pasti akan merindukan kedua sahabatku Jenny dan Winnie yang kini memiliki keluarga sendiri sendiri.
Mereka akhirnya sampai di bandara, mereka semua segera check in lalu masuk ke dalam pesawat pribadi keluarga Malik.
##
Sementara itu Anna kini merasa sendiri di paviliun, dia sangat kesal dengan Mike dan keluarganya yang tak mengajak dirinya ke Italia. Dia berkali kali mengumpat, mengabaikan kondisinya yang tengah hamil muda.
Tok
tok
tok
"Aku enggak mau ikut sama kamu Dexter. " tolak Anna sambil menghempas tangan Dexter. Diapun dengan sekuat tenaga mendorong
tubuh mantan kekasihnya lalu dengan cepat menguncinya dari dalam. Dexter berdecak kesal, spertinya Anna perlu di paksa jika cara lembut tak bisa membawanya.
"Anna, buka pintunya dan ikut aku. " teriak Dexter dari luar.
"Aku enggak mau Dexter, jika kamu nekat maka aku akan lapor polisi!
Dexter tersenyum sinis mendengar ancaman Anna, Brak dia mendobrak pintunya lalu menggendong tubuh Anna lalu membawanya pergi. Anna memberontak, berusaha melepaskan diri namun usahanya sia sia.
Dexter tancap gas, melajukan mobilnya kencang bibirnya membentuk senyuman, tubuh Anna bergetar ketakutan, dia kini memikirkan cara agar lepas dari Dexter.
"Sial otakku lagi buntu, aku tak punya ide saat ini!
__ADS_1
" Apa maumu kenapa kamu masih mencariku Dexter. " cecar Anna melirik sinis kearah Dexter yang fokus menyetir. Dexter hanya diam tak menanggapi pertanyaan Anna, Anna berdecak kesal dan memalingkan wajahnya.
Beberapa saat kemudian, Dexter memarkirkan mobilnya di depan hotel, lalu melepas sabuknya dan memandang kearah Anna. "Aku telah membantumu lepas dari mantan kekasihmu, jadi kamu harus balas budi padaku Anna. "
"Balas budi bagaimana maksudmu Dexter? "
"Kamu harus melayani tamu tamuku dengan spesial di hotel Nirwana ini. " jelas Dexter.
Anna sangat terkejut mendengar permintaan Dexter padanya, dia menggeleng cepat kearah Dexter. "Aku bukan wanita murahan Dexter, lebih baik cari saja wanita malam saja. " ujar Anna.
"Aku tidak menerima penolakan Anna, jika kamu tidak mau maka aku akan menyebar video kita ke media sosial!
Anna menggigit bibir bawahnya, dalam hatinya dia mengumpat sikap kejam Dexter. Dia menghela nafas panjang, tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Dexter. " Tapi Dexter, aku sedang hamil, bagaimana bisa melayani para tamu!
"Gugurkan janin itu, setelah itu lakukan keinginanku. " ungkapnya dengan tenang.
"Baiklah aku setuju!
Dexter tersenyum puas mendengar jawaban dari Anna, dia menyalakan mobilnya, melaju dengan kencang, meninggalkan hotel. Anna memilih bersandar di jok, dia merasa lelah dengan hidupnya. Mengapa hidupnya seperti sekarang, rumit dan berantakan pikirnya. Diam diam Dexter menyeringai tanpa sepengetahuan Anna, pria itu sangat senang karena berhasil memanfaatkan Anna.
Skip Di penthouse
Dexter menyerahkan kunci kamar pada Anna dan Anna menerimanya, " Semua perlengkapan sudah tersedia dalam kamarmu, kamu bisa melayani para boss besar setelah kamu
aborsi. " ujar Dexter.
Anna mengangguk, tanpa bertanya lagi diapun langsung pergi ke kamarnya di lantai atas. Dexter duduk disofa ruang tamu, mengeluarkan ponselnya dan menghubungi teman temannya. Setelah selesai Dexter menyimpan ponselnya dalam saku, rencananya berjalan dengan mulus tanpa ada hambatan.
"Sebentar lagi dirinya akan mendapat uang yang banyak dari kerja keras Anna yang menjajakan tubuhnya. Wanita itu sangat bodoh, mudah sekali aku bohongi hanya dengan kata kata rayuan cih mengelikan!
Di kamar barunya Anna menangis sejadi jadinya, hidupnya harus berakhir melayani para pria hidung belang dan ini paksaan dari Dexter. Hancur, inilah yang saat ini dirasakan Anna, orang orang terdekatnya pergi meninggalkan dirinya.
"Rasanya aku tak ingin hidup lagi. " gumam Anna frustrasi.
__ADS_1
bersambung