
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN OKE
Hari berikutnya
Kini Zinnia berkutat di dapur, membuatkan sarapan dibantu para pelayan. Setelah selesai dia langsung menatanya di meja makan, sambil menunggu Aaron turun, Zinnia berbalas pesan dengan Rendra sahabatnya.
"Oke kak, aku akan pergi ke perusahaan kakak hari ini!
Aaron datang, mengerutkan dahi melihat Zinnia yang tengah senyum senyum sendiri. "Ehem! Zinnia menoleh, menyimpan ponselnya ke dalam tas.
"Aku sudah dapat pekerjaan di perusahaan temanku!
"Di mana? " Aaron menarik kursi kemudian duduk, melirik Zinnia melalui ekor matanya. Zinnia mengulas senyumnya, mengambil nasi dan lauknya begitu juga dengan Aaron.
"Di perusahaan kak Rendra. "
Aaron mengurungkan niatnya untuk sarapan, menaruh kembali sendoknya ke atas piring setelah mendengar penuturan Zinnia. Dia langsung melirik Zinnia dengan tatapan datarnya, Sinnia hanya menatapnya aneh. Entah kenapa selera makan Aaron langsung hilang saat Zinnia menyebut nama Rendra. "Aku sudah tak bernafsu makan. " Aaron bangkit, berbalik dan pergi meninggalkannya begitu saja.
"Ck ada apa sih dengan dia, bukankah tadi Aaron baik baik saja. Kenapa tiba tiba sikapnya kembali dingin padaku. " Zinnia menghela nafas kasar, hasil masakannya masih utuh belum tersentuh oleh Aaron, hal ini membuatnya kecewa. Gadis itu buru buru menyelesaikan sarapannya lalu bangkit dan pergi.
Kini Zinnia sampai di perusahaan milik Rendra, setelah melakukan serangkaian tes dan wawancara akhirnya gadis itu di terima. Zinnia saat ini di tempatkan di bagian karyawan biasa, namun hal itu patut disyukuri Zinnia.
Hari pertama bekerja, dia merasa hari ini hari yang berat mengingat dirinya belum punya pengalaman sama sekali dalam bekerja. Meski begitu Zinnia tak lantas menyerah begitu saja, dia benar benar berjuang dari nol. Seorang wanita masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu. "Hei anak baru, wajahmu sungguh sangat familiar bagiku. "
Zinnia mendongak, menatap bingung kearah wanita di depannya. "Bukankah kamu perempuan yang ada di media itu, jadi kamu perebut kekasih orang. " cecar wanita itu dengan sinis.
"Maaf mbak bukan saya orangnya!
"Jangan mengelak kamu, jelas jelas di sosial media itu wajah kamu. " Zinnia terdiam kaku, bingung harus menjawab apalagi. tiba tiba tangannya di tarik, dia bangkit dan di seret ke luar dan di bawa ke ruang HRD.
__ADS_1
Wanita bername tage Sarah itu mengatakan siapa Zinnia kepada orang lain. Zinnia hanya bisa pasrah dengan keputusan dari pihak HRD.
"Nona Zinnia, saya memecat Anda dan silakan ke luar dari sini, perusahaan ini diwajibkan memiliki karyawan yang bersih dari skandal. " Zinniapun berbalik dan melangkah gontai ke luar dari perusahaan. Rendra datang kepadanya, menahan tangannya agar tidak pergi. "Zi apa yang terjadi, katakan padaku? "
"Eh kak Rendra, aku di pecat dan mungkin saja aku enggak pantas di perusahaan ini. " Rendra menggenggam tangan Zinnia kemudian mengusapnya lembut.
"Aku akan marahi staff HRD Zi, kamu tunggu
ya. " Zinnia mencekal tangannya, menggeleng dan tersenyum kearah Rendra. Zinnia langsung pamit pada temannya itu dan pergi dari sana, Rendra merasa sangat kasihan dengan Zinnia.
Sementara itu Aaron sangat panik saat orang suruhannya memberitahu keadaan Zinnia saat ini. Dia menepikan mobilnya lalu turun, berlaei menghampiri gadisnya kemudian memeluknya. Zinnia sangat terkejut melihat kedatangan Aaron yang tiba tiba memeluknya. Aaronpun melepaskan pelukannya, menatap Zinnia dengan tatapan khawatir.
Zinnia Pov
please Aaron jangan menatapku seperti ini. Aku takut jatuh dalam pesona yang kamu miliki saat ini. Saat Aaron menyentuh pipiku dengan lembut, rasanya sangat hangat dan juga myaman. Jantungku, rasanya seakan meloncat keluar, berdetak sangat kencang saat aku berada di dekat Aaron seperti saat ini.
"Aku baik baik saja Aaron. " Aaron menangkap raut kesedihan di wajah Zinnia. Diapun merangkulnya, mengajaknya masuk ke mobil setelah itu tancap gas.
## Taman
Aaron memberikan satu botol minuman pada Zinnia kemudian duduk. Gluk gluk Zinnia meneguknya hingga tersisa setengah, menghela nafas pelan kemudian melirik kearah Aaron. "Darimana kamu tahu kalau aku berada di luar perusahaan Rendra!
"Insting, setelah ini kamu harus bersiap siap karena aku akan membawamu menemui daddyku! "
"Untuk apa Aaron? "
"Ya tentu saja membahas pertunangan kita, aku tak mau mendengar orang orang menghinamu lagi. " Zinnia hendak menyela ucapanya namun Aaron menaruh jemarinya di atas bibirnya.
Sementara di sisi lain Freya kini berusaha mendekati Axel namun selalu berakhir dengan kecewa, terlebih Axel tengah berciuman dengan wanita lain. Freyapun berjalan dengan gontai, berupaya menghilangkan rasa sesak dalam dadanya. "Mungkin benar apa kata Zinnia, aku terlalu bodoh karena mengejar cinta pria yang tak mencintai kita. "
__ADS_1
"Zi maafkan aku, maaf karena sikap egoisku menyakitimu dan hubungan pertemanan kita menjadi renggang! Freya menghela nafas kasar, pergi dari sana dengan raut wajah mendung.
#Di kediaman Liem
Daddy Adam menyambut hangat kedatangan Zinnia, pria paruh baya itu terus menerus menggoda Aaron puteranya. Aaron hanya bisa mendengus melihat kelakuan jahil daddynya itu. Daddy Adam beralih menatap Zinnia dengan senyuman khasnya. "Apakah putera om ini menyusahkanmu selama kalian menjalin hubungan. "
"Enggak om tapi.. " ucapnya terhenti kala Aaron menggenggam erat tangannya. Aaronpun menjelaskan semuanya pada sang daddy, daddy Adam melirik puteranya dengan senyuman penuh arti.
"Baiklah baiklah daddy setuju, lalu kapan acara pertunangan kalian diadakan!
"Satu minggu dari sekarang daddy. " Daddy mengangguk, mengiyakan keinginan putera sulungnya. Zinnia merasa iri dengan kedekatan Aaron dan ayahnya, seandainya orang tuanya masih hidup mungkin dia akan bahagia. Zinnia kembali memasang wajah cerianya, dia tak ingin membuat Aaron cemas.
Tap tap tap
Aletta ikut bergabung, dia langsung berkenalan dengan Zinnia setelah itu menariknya menjauh dari sana. Dia ingin lebih dekat dan akrab dengan calon kakak iparnya, keduanya duduk di tepi kolam renang, dengan kaki berada di dalam air.
"Sudah berapa lama kakak kenal dengan kak Aaron? " tanya Aletta.
"Baru banget Letta dan itupun tanpa sengaja. " jawabnya sambil tersenyum.
"Aku lihat di kedua manik mata kakak, kak Zi mulai tertarik dan nyaman sama kak Aaron ya. tebaknya. Zinnia merasa salah tingkah dengan ucapan Aletta barusan, sejurus kemudian menggeleng kecil. Aletta mengulum senyumnya yang manis, paham dengan gerak tubuh yang ditunjukkan Zinnia.
"Aku enggak pantas buat dia Letta, lagian antara aku dan Aaron saling mengenal karena terjadi kesalahpahaman diantara kami. " Aletta meraih tangan Zinnia kemudian menyentuhnya.
Alettapun mengatakan semuanya tentang Aaron kepada Zinnia, termasuk makanan favorit Aaron. Zinnia terdiam, dia menatap lurus ke depan, entah apa yang di pikirkannya saat ini. Berkali kali dia menghela nafas panjang lalu melirik kearah Aletta sambil tersenyum. "Biarlah waktu yang akan menjawabnya Letta, lagian antara aku dan kakakmu masih perlu beradaptasi. "
"Ya kuharap kamu benar benar jadi kakak iparku. " ujarnya sambil nyengir. Zinnia mendengus pelan, keduanya kembali mengobrol dengan santai.
bersambung
__ADS_1